![The Ocean [Mermaid Again]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-ocean--mermaid-again-.webp)
"Kisah adalah sebuah legenda bagi para pendengar"
>>>>
"Kamu mau ngapain?" Tanya Jiha yang sedang duduk di tepi kasur
Hyunjae yang sedang mengacak-acak lemari ibunya dari tadi lantas berjalan menghampiri dan duduk disebelahnya
"Mama pasti punya cerita tentang Putri duyung bodoh itu!"
"Mwo?" Tanya Jiha tidak santai
Hyunjae melirik ke arah Jiha dengan smirk nya "Bodoh!"
Jiha mendengus kesal lantas mendelik,tentu saja yang dimaksud Putri duyung bodoh itu dirinya
Hyunjae mulai membuka lembar demi lembar buku yang dipegangnya
Entah apa yang dia baca,dia membacanya dalam diam namun sangat serius dari sorot matanya
"Pangeran?Kamu baca apa?" Tanya Jiha
"Pangeran aku ingin dengar!" Ujar Jiha dengan suara lembutnya
"Pangeran?apa itu tentang Pangeran dan aku?"
"Bisa diem Ga!" Bentak Hyunjae menoleh ke arah Jiha yang sepertinya sangat terkejut
"Aku ceritain intinya aja!" Ucap Hyunjae berubah menjadi lembut
Hyunjae menghela nafas panjang
"Kisah Putri duyung dan manusia yang saling mencintai dimulai dari Raja Hwang,Raja Goryeo!Gue Ga mau ceritain raja Hwang!"
"Lee Hyunjae!" Keluh Jiha begitu pelan
"Iya,aku cuman bakal ceritain kisah lu sama Pangeran aneh itu yang ganteng tapi masih gantengan gue!" Cerca Hyunjae
"Hyunjae!"
"Iya iya!Jadi disini diceritakan Kalo,pangeran pernah mencintai seorang putri duyung bodoh sampai menentang keluarga dan rela mati!" Kata Hyunjae yang mulai bercerita
"Hyunjae!" Keluh Jiha agak tersinggung
Hyunjae membuang napas malas
"Kalo mau dengar terserah aku dong!"
Jiha mengerucutkan bibirnya lantaran kesal akan Hyunjae yang terus mengklaimnya Putri duyung bodoh
"Semua rakyat ingin Putri duyung itu mati karena dia pembawa sial! Hingga akhirnya suatu ketika mereka akan membunuhnya Pangeran Hwang meminta untuk tidak membunuh Putri duyung itu, gantinya dengan nyawanya sendiri!" Kata Hyunjae mulai bercerita
"Pangeran rela mati demi Putri duyung itu!
Ketika Pangeran kedua sudah siap melempar tombak kearah Pangeran Hwang pertama,dia tidak menepati janjinya
Itu membuat Pangeran Hwang Jaehyun murka karena Pangeran Hwang Hyunjun malah melemparkan kearah Putri duyung hingga tepat mengenai nya dan putri duyung itu tewas didalam air" cerita Hyunjae sangat menghayati,bahkan dirinya sendiri entah kenapa membuat nya sesak
"Tapi dengan liciknya,Pengeran kedua juga membunuh Pangeran pertama!" Lanjut cerita Hyunjae
"Bohong!" Gumam Jiha dengan matanya yang sudah berkaca-kaca
Jiha langsung merebut buku kuno itu dari Hyunjae
Air mata Jiha lolos,suara segukan kecil mulai terdengar "Tidak,kenapa mereka jahat!Jika mereka hendak membunuhku kenapa harus membunuh Pangeran juga?Aku tidak sanggup!"
"Karena itu takdirnya!Aku tidak percaya jika itu benar-benar kisahmu dan Pangeran itu!" Ujar Hyunjae melirik ke arah Jiha,menatapnya begitu dalam
"Tapi,itu kenyataan nya! Kisah Putri duyung yang sangat bersejarah!"
Hyunjae yang menatap Jiha iba,kemudian memeluknya sambil mengelus-elus rambut ranjang Jiha yang terurai
"Bukankah berarti Pangeran meninggalkan ku?" Tanya Jiha sambil sesenggukan dalam pelukan Hyunjae
"Ya,tapi kamu juga sudah tiada!Bukankah berarti kalian mati bersama?ini takdir kalian hidup dan mati tetap bersama!" Ujar Hyunjae begitu lembut
"Tidak,aku ada masih ada!"
Hyunjae yang hanya mendengar rasanya sangat sakit "Aku ada disini!Aku akan menjagamu!"
Jiha melepaskan pelukan Hyunjae "Kenapa mereka sangat membenci bangsa duyung?padahal kita tidak pernah melakukan kesalahan!Ini karena bangsa siren!"
"Siren siapa?" Tanya Hyunjae menyerngit
"Siren sama seperti duyung,namun dia jahat dan ekornya juga tajam.Dia menyeramkan!Dia datang banyak membunuh manusia,hingga akhirnya mereka menyalhkan kita bangsa duyung!" Ujar Jiha yang masih sesenggukan
Hingga cukup membuang waktu lama dia mendapatkan nya
"Siren?Siren dan duyung berbeda
Disini tertulis di mana ketika tidak lama Pangeran Hwang pertama dan putri duyung yang dirinya cintai itu meninggal, kemudian sekumpulan bangsa siren datang dan banyak memakan korban
Hingga akhirnya para duyung turun dan bertarung demi menyelamatkan para manusia!" Kata Hyunjae mulai membaca buku kuno yang baru dirinya dapatkan
"Jadi mereka berkelahi?" Tanya Jiha menatap Hyunjae
"Ya,kamu mending mati duluan dengan Pangeran dari pada harus bertarung antar sesama hewan laut!" Cerca Hyunjae
"Kamu ingin aku mati?" Tanya Jiha tidak santai
"Bukan begitu maksudku!Laut itu adalah pertumpahan darah.Dimana pertama darahmu dan Pangeran yang mengalir!Siren dan putri duyung berkelah,tidak ada yang selamat,hingga Putri duyung dan siren mati bersama!" Ujar Hyunjae
"Mereka tewas?Bunda,ibuku juga?" Air mata Jiha mulai turun lagi
"Ibumu siapa?Tentu saja,pemimpin para duyung disini adalah ibu Putri duyung yang tewas bersama Pangeran Hwang pertama!" Ujar Hyunjae
Jiha menggeleng pelan "Aku ingin bertemu dengan diam!" Gumam jiha lantas mengambil bingkai foto kecil yang ada diatas meja "Bunda,Mianhae!"
"Itu ibuku!" Cerca Hyunjae
Jiha menengok ke arah Hyunjae "Ibumu ibuku juga,wajah mereka sama!"
Hyunjae menyerngit "Apa maksudmu?ibu adalah seorang putri duyung dimasa lalu?"
Jiha tidak merespon dan tetap menatap bingkai gambar yang menunjukkan sosok cantik mendiang ibu Hyunjae yang sudah tiada
Hyunjae menunduk "Kamu harus pulang keasalmu!"
Kata-kata itu membuat Jiha langsung menoleh agak tersinggung "Kamu ingin aku tiada?tentu saja,mereka akan membunuhku setelah sampai disana!"
Hyunjae menghela nafas panjang
"Takdir kamu sudah ditetapkan,kamu tidak bisa menghindari nya!"
"Tapi...Jika aku boleh meminta,aku tidak ingin lahir sebagai putri duyung!Dan kenapa Putri duyung dan manusia tidak bisa bersatu?" Tanya Jiha
"Aku tidak tahu,tapi mungkin Tuhan memiliki cara lain.Kalian akan bersatu dan bahagia di surga!" Ujar Hyunjae
"Benarkah? bagaimana dengan dirimu?"
"Maksudmu?" Hyunjae menyerngit
"Apa kamu percaya Putri duyung?" Tanya Jiha yang selalu diajukan selama ini
Hyunjae tersenyum simpul "Mungkin setelah melihat mu aku percaya walaupun ini seperti dalam mimpi!"
"Bagaimana jika kamu mencintai seorang putri duyung dan dia harus tiada?"
"Aku akan ikut tiada" kata Hyunjae sedikit menundukkan kepalanya
"Kenapa?"
"Karena aku mencintainya!" Kata Hyunjae yang begitu mendalam,sambil tersenyum
"Tapi kamu harus hidup!" Ujar Jiha
"Untuk apa hidup,orang yang aku cintai telah tiada.Diriku seperti mayat hidup!
Aku kehilangan ibuku,mungkin aku akan tiada jika bukan karena adikku" jelas Hyunjae
"Adik?" Jiha mengernyit
Hyunjae menghela nafas berat
"Kamu harus pulang!Kamu beruntung,hidup dan mati mu bersama orang yang kamu cintai!"
"Tapi aku mencintaimu!" Ungkap Jiha menatap Hyunjae dalam
Hyunjae yang menatap balik Jiha yang penuh arti menggeleng pelan "Aku tidak!Kamu cinta Pangeran Hwang mu,bukan aku!"
"Apa kamu memang menginginkan ku pergi?" Tanya Jiha
Hyunjae mendecak "Bukan itu maksud ku ka-"
"PUTRI DUYUNG!ADA PUTRI DUYUNG DISINI!" Teriak dari luar
Ucapan Hyunjae sempat terputus mendengar teriakan Miyeon dari luar.Refleks mereka berdua langsung keluar dari kamar