![The Ocean [Mermaid Again]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-ocean--mermaid-again-.webp)
..."Sebaik-baik manusia belum tentu hatinya...
...Jangan percaya pada siapapun,kecuali dirimu sendiri"-- C.Zeally...
...•...
Hyunjae jadi heran,kenapa semakin hari Jiha dan Younghoon semakin dekat.Dirinya tidak suka,bukan karena cemburu atau apalah itu
"Ya ya ya,ga usah pegang-pegang juga!" Cerca Hyunjae memukul kasar lengan Younghoon yang sedang mengikat rambut Jiha
"Ikh,bisa diem Ga sih lu!" Sewot Younghoon kembali mengikat rambut Jiha "Selesai"
"Jinja?" Jiha melihat kearah cermin kecil
Hyunjae langsung melepas semua Ikat rambut yang terikat di rambut Jiha "Siapa yang menyuruhmu mengikat rambut?"
"Memangnya kenapa?Aku ingin seperti yang lain mengikat rambutnya dan mereka sangat lucu!" Ujar Jiha
"Disini dilarang mengikat rambut!Dan terampil tangan Younghoon sangat buruk!" Cerca Hyunjae
"Ya,bahkan tangan gue lebih bagus dari lu!" Protes Younghoon tidak terima
"Keluar Ga lu!" Usir Hyunjae pada Younghoon "Gue lempar parang nih!"
"Nyantai atuh nyantai,sama babang Younghoon mah kalem atuh!Teu kudu ngagas!" Ujar Younghoon mulai berjalan menuju pintu keluar
"Dasar ambekan!" Cibir Younghoon,lalu secepatnya pergi dari sana
Hyunjae mendengus kesal "Apa?" Tanyanya tak santai ketika Jiha memandanginya
Jiha mengerjapkan mata memandangi Hyunjae.Hyunjae langsung membuang pandangannya merasa malu
"Apa kamu mau merias rambut ku?" Tanya Jiha
"Huh?" Hyunjae menoleh
Terdiam beberapa saat "Emm...ya"
Jiha tersenyum,Hyunjae mendekat dan duduk dibelakang Jiha.Hyunjae diam,dirinya merasa ragu untuk menyentuh Jiha,bahkan sekarang perasaannya sangat berdebar dan berbeda dari biasanya
"Kenapa diam?" Tanya Jiha menoleh kebelakang
"Ya,tetap menghadap ke depan!" Ujar Hyunjae
Jiha mengangguk lantas menghadap ke depan "Aaaww sakit!" pekik Jiha pelan
"Maaf,maaf!" Kata Hyunjae seraya menghela nafas panjang,tangannya bahkan gemetar ketika menyentuh rambut Jiha hingga tidak sengaja menjambak nya
Dengan perasaannya yang aneh,dengan segera Hyunjae menyelesaikan pekerjaannya
"Udah selesai!" Ujar Hyunjae
Jiha membalikan badannya menghadap Hyunjae,lalu melihat rambut panjang nya yang terkepang dua "Kok gini?"
Hyunjae membuang pandangannya ke arah lain "Gimana lagi,ga bisa!"
"Bahkan punya Younghoon lebih bagus!" Cerca Jiha
Hyunjae yang tersinggung langsung melirik ke arah Jiha "Apa kamu bilang punya ku Jelek!"
"Tidak tidak! Dulu Pangeran Hwang yang selalu mengikat rambutku,dan keterampilan tangannya memang tidak bisa diragukan!dia juga bisa memasak!"
"Apa maksudmu?Kamu pikir aku tidak bisa?selama disini yang selalu memasak siapa huh?" Cerca Hyunjae
Jiha tersenyum kecil "Pangeran Hwang selalu santai!Selain keahliannya yang bisa berperang,dia pakai melukis!"
"Kamu pikir aku tidak bisa?" Ujar Hyunjae
"Memang kamu bisa?"
Hyunjae mengangguk agak ragu
"Lukis aku bisa?" Tanya Jiha,Hyunjae menggeleng "pemandangan?laut?"
Hyunjae menggeleng "Aku bisanya cuma menggambar kucing tenggelam di laut sama benang kusut!"
"Wahh,hebat sekali" kata jiha kemudian pergi ke kamar,tidak lama dia kembali dan memberikan Hyunjae sebuah buku gambar dan pensil "Tunjukan,aku ingin lihat
Hyunjae tersenyum simpul,tangannya mulai gemetar memegangi pensil
"Kamu tutup mata!"
"Emang harus begitu ya?"
"Mau beres Ga gambarnya!" Ujar Hyunjae
Jiha mengangguk lantas menutupi kedua matanya dengan tangannya
Hingga beberapa saat Hyunjae memintanya untuk membuka matanya
Hyunjae memberikan buku gambar itu pada Jiha
"Apaan ini?!" Cerca Jiha menyerngit
"Kucing tenggelam sama benang kusut!" Ujarnya Hyunjae
"Ini mah aku juga bisa!" Kata Jiha melihat gambar itu yang sangat aneh
*Gambar_____________________
"Emm... kapan kamu akan pulang?" Tanya Hyunjae tiba-tiba
Jiha yang melihat-lihat gambar hasil Hyunjae lantas membuang napas panjang,kemudian pergi ke kamar
Hyunjae menundukkan kepalanya,apa yang dirinya katakan itu tidak benar.Semenjak Jiha datang dia hanya membebaninya saja,entah kata itu datang dari mana yang pasti Hyunjae sendiri tidak ingin bicara seperti itu
Mata Hyunjae terbinar melihat mutiara dengan jumlah yang cukup banyak "Dari mana kau..."
"Ini milikku,air tangis ku bisa menjadi mutiara!" Kata Jiha kembali duduk di sebelah Hyunjae "untuk dirimu!Kamu bisa kembali sekolah lagi!"
Hyunjae melirik ke arah Jiha "Kenapa kau menangis?"
"Tidak apa-apa,aku hanya ingin saja!" Ujar Jiha
"Kamu Ga bisa kayak gitu! Nanti air mata kamu bisa kering kali nangis terus!" Ujar Hyunjae
"Memang bisa ya?Tapi aku harus nangis biar bisa kasih kamu uang!" Ujar Jiha dengan mukanya yang polos dan imut seperti anak kecil
Sial,Hyunjae tidak bisa menjauhi pandangnya
"Agar aku tidak pergi dari sini!" Cicit Jiha
Namun dengan pendengaran nya yang tajam Hyunjae masih bisa mendengarnya
"Bukan seperti itu,tapi..."
"Aku menyukai mu!" Ucap Jiha sambil tersenyum lebar
Omona,bahkan senyum nya membuatnya menjadi merasa lemah
"Tapi kamu tetap harus pergi!Ini bukan dunia mu!"
"Ya aku tahu,tapi aku tidak bisa meninggalkanmu Pangeran!" Ujar Jiha
Hyunjae menghela nafasnya "Aku bukan Pangeran mu!Apa kamu mau meninggalkan Pangeran yang kamu sukai itu?"
Jiha menghela nafas berat "Iya juga sih,tapi dia bilang dia tidak mencintai ku!Aku lebih menyukai mu!"
Deg
Kata-kata Jiha semakin membuat jantungnya berdebar saja
Hyunjae mendecak "Aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu!"
....
"Ngga mau!"
"Papa nyembunyiin apa dari aku? Kenapa aku harus jauhin Hyunjae?" Tanya Miyeon agak tidak santai
"Papa cuman tidak mau kamu sampai benar-benar mencintai dia!" Ujar ayah Miyeon
"Iya kenapa sih?Kenapa dari dulu papa selalu larang aku,apalagi Papa Ga mau banget aku Deket sama Bunda!Maksudnya Tante Yoona!"
"Papa tidak ingin kehilangan kamu!"
"Siapa yang mau ninggalin Papa sih?Aku sudah anggap Tante Yoona itu seperti ibuku sendiri!Dan,aku Ga tahu siapa ibu kandung aku!" Ujar Miyeon
"Tapi Papa selalu takut,cepat atau lambat kamu akan tahu dan Papa tidak mau nanti kamu bakal marah dan tinggalin Papa!Cuma kamu yang paling berharga dan satu-satunya milik Papa!" Ujar ayah Miyeon begitu mendalam
Ini seperti sebuah teka-teki
Miyeon mendengus kasar "Kenapa Papa sembunyikan identitas Mama dari aku? kalo Papa menyembunyikan kebohongan besar dari aku,aku benci sama papa!"
Dengan kesal Miyeon pergi dari rumahnya
Padahal ayahnya baru saja pulang dari luar negeri.Miyeon sendiri heran kenapa ayah nya selalu melarang dirinya untuk tidak dekat dengan Hyunjae dan sangat menentang jika dirinya sampai mencintai Hyunjae
Itu menyebalkan,Miyeon bahkan lebih dekat dengan ibunya Hyunjae dari pada ayahnya sendiri yang selalu sibuk bekerja
"Kenapa sih Papa nyebelin.Kenapa juga dia selalu ngatur-ngatur" cerca Miyeon terus mengomel sepanjang jalan hingga sampai rumah Hyunjae
"Takdir kamu sudah ditetapkan,kamu tidak bisa menghindari nya!"
"Tapi...Jika aku boleh meminta,aku tidak ingin lahir sebagai putri duyung!Dan kenapa Putri duyung dan manusia tidak bisa bersatu?"
"Aku tidak tahu,tapi mungkin Tuhan memiliki cara lain.Kalian akan bersatu dan bahagia di surga!"
"Benarkah? bagaimana dengan dirimu?"
"Maksudmu?"
"Apa kamu percaya Putri duyung?"
"Mungkin setelah melihat mu aku percaya walaupun ini seperti dalam mimpi!"
"Bagaimana jika kamu mencintai seorang putri duyung dan dia harus tiada?"
"Aku akan ikut tiada"
"Kenapa?"
"Karena aku mencintainya!"
"Tapi kamu harus hidup!"
"Untuk apa hidup,orang yang aku cintai telah tiada.Diriku seperti mayat hidup!
Aku kehilangan ibuku,mungkin aku akan tiada jika bukan karena adikku"
"Adik"
Suara yang sangat dirinya kenal
Miyeon berhenti didepan pintu kamar ibunya Hyunjae,dirinya menyerngit "Putri duyung?siapa Putri duyung?"
....
TBC