The Crazy Doctor: GREATEST COUPLE

The Crazy Doctor: GREATEST COUPLE
Chapter 41



Zhu Yueyin, Penatua Yu, dan Penjaga Toko Zhao hanya mereka bertiga yang ada di ruangan itu. Penatua Yu ingin cepat menyelidiki kemampuan gadis muda itu, Zhu Yueyin, itu bagus jika dia bisa mengobati penyakit lama nya tetapi jika itu hanya omong kosong belaka, maka dia pasti akan membuat keuntungan untuk Tuan Muda nya karena Zhu Yueyin menawar kan Heavenly Doctor Pavilion milik nya.


“Ayo. Tunggu apa lagi? Bagaimana cara mu mengobati penyakit lama di tenggorokan ku?” tanya Penatua Yu dengan nada sinis.


Zhu Yueyin tersenyum ringan, “Penatua Yu, apa yang membuat mu terburu-buru? Masih ada satu persyaratan yang ingin saya tambah ke dalam kesepakatan ini. Apakah penatua Yu mau mendengarkan?” tanya nya santai.


Penatua Yu mengerutkan kening, “Apa lagi yang kau rencana kan nak? Ayo, cepat katakan. Aku akan mendengarkan nya dulu. Jika itu adaalah hal yang masuk akan maka aku akan menyetujuinya, jika tidak maka lupakan saja taruhan ini.” Ucap nya seraya melambaikan tangan.


Menghadapi sikap penatua Yu yang meremehkan nya, Zhu Yueyin tetap tenang dan senyum masih ada di bibirnya yang indah. “Penatua Yu, ini bukan hal yang sulit. Aku hanya ingin mendapatkan satu informasi dari mu jika aku menang. Itu saja, apakah penatua Yu setuju?”


Penatua Yu terdiam, dia sepertinya tahu bahwa Zhu Yueyin ini sedang menggali informasi tentang ‘Ayah kandung yang keluar dari mulutnya sebelumnya. Dia menyesal bicara sembarangan! “Baiklah. Itu juga jika Nona bisa menyembuh kan penyakit lama ini.” Ucap nya dengan yakin. Dia tahu betul betapa sulitnya mengobati penyakit lama itu. Dia sudah mencoba segala cara dan berbagai dokter, namun hasil nya nihil !


“Maka itu bagus. Penjaga Toko Zhao, anda harus menjadi saksi untuk kami berdua.” Ucao Zhu Yueyin tersenyum ke arah Penjaga toko Zhao.


Penjaga toko Zhao yang mendengar nama nya di sebut pun mengangguk setuju, “Baiklah.”


“Penatua Yu silah kan berbaring. Aku akan mengobati mu. Saya menjamin bahwa dalam waktu setengah jam, Anda akan bebas dari penderitaan.” Ucap Zhu Yueyin dengan percaya diri.


Penatua Yu pun mengangguk dan berbaring di atas ranjang yang ada di ruangan. Sedangkan, penjaga toko Zhao duduk di kursi yang ada sana sebagai penonton atau saksi.


Pertama, Zhu Yueyin duduk di sebelah Penatua Yu yabg berbaring lalu mengambil tangannya untuk memriksa nadi. Penatua Yu juga tidak bertanya lebih jauh dan hanya diam menerima diagnosis. Setelah itu, Zhu Yueyin langsung menarik keluar jarum dari kotak dan mulai dengan cepat dan akurat menusuk titik akupunktur Penatua Yu. Keterampilan akupunktur pertama kali di ajarkan oleh kakek-nya, meski hidup di sebuah desa kakek nya adalah seorang tabib kuno terkenal. Dia yakin dengan kemampuan nya.


Menyaksikan Zhu Yueyin menusukkan jarum ke Penatua Yu, hati Penjaga Toko Zhao tidak bisa membantu tetapi melompat ke tenggorokan. Dia takut gadis muda ini melakukan kesalahan yang fatal pada Penatua Yu.


Ketika Zhu Yueyin menusuk tubuh Penatua Yu. Penjaga toko Zhao terkejut melihat tidak ada rasa tidak nyaman atau sakit pada wajah Penatua Yu. “Mungkin kah teknik yang di gunakan gadis muda itu benar-benar teknik akupuntur yang telah hilang?” batin Penjaga Toko Zhao.


Meski ada banyak pertanyaan di kepala nya tetapi dia tidak berani berbicara karena yakut akan mengganggu pengobatan Zhu Yueyin. Seorang dokter yang sedang melakukan terapi pengobatan pasti harus konsentrasi penuh tanpa ada nya gangguan di jalan.


Penjaga toko Zhao terkagum-kagum melihat jarum yang bergetar, seakan-akan serangkain jarum yang ada di tubuh Penatua Yu sedang melantunkan musik yang indah. Penjaga Toko Zhao tanpa sadar nelihat ke arah gadis muda di depan nya. Padahal, usia Zhu Yueyin baru sekitar 15 atau 16 tahun tetapi keterampilan akupuntur nya sudah tiada tanding. Bagaimana masa depan seorang jenius seperti itu? Semua orang bisa menebak nya, Zhu Yueyin pasti akan menjadi orang besar!


Setelah 30 menit, Zhu Yueyin mencabut semua jarum di tubuh Penatua Yu dalam satu gerakan. Gerakan nya sangat luwes tanpa kesalahan sedikit pun. Bisa di lihat bahwa dia benar-benar seorang ahli dalam menggunakan jarum perak. Teknik akupuntur nya juga sangat hebat!


“Sudah selesai. Penatua Yu buka lah mata mu dan telan obat ini. Rasa kan pada bagian tenggorokan mu. Apakah itu masih sakit?” ucap Zhu Yueyin seraya menyuapi cairan putih bening untuk di minum oleh Penatua Yu. Lalu, dia mengelap keringat di dahi nya. Sudah pasti dia kelelahan karena harus konsentrasi penuh selama pengobatan.


Penatua Yu dengan patuh meminum apa yang di berikan oleh Zhu Yueyin. Itu karena dia sudah berjanji untuk patuh dan mengikuti semua langkah pengobatan Zhu Yueyin.


Tepat saat dia tenggelam dalam pikirannya, sensasi dingin yang melambat mengalir ke tenggorokan nya, memberinya perasaan nyaman yang tak terlukiskan. Seolah-olah mulutnya benar-benar dipenuhi dengan aroma daun mint, melumasi tenggorokannya dengan lembut . Menit dan detik bergulir.


Penatua Yu bisa merasakan tenggorokannya membuat pemulihan bertahap namun jelas. Dia sudah bisa merasakan kelembapan di dinding tenggorokannya, sensasi yang tidak pernah dia miliki sejak cedera. "Gadis kecil, obat ini terlalu ajaib. Orang tua ini mengakui kekalahannya! "Penatua Yu memukul bibirnya dan memuji dengan cerah," Bolehkah saya bertanya, siapa yang mengajari Anda keterampilan medis yang begitu hebat? "


"Tuanku lebih suka hidup dalam anonimitas, aku tidak bisa mengungkapkan namanya begitu saja." Ucap Zhu Yueyin. Lagipula, obat yang dia berikan barusan hanyalah Holy Water yang di campur dengan daun mint dan krisan. Dia punya sungai Holy water di tungku legendaris nya jadi memberikan sedikit pada Penatua Yu itu bukan lah apa-apa.


Karena bahkan jika Zhu Yueyin memberi tahu Penatua Yu, nama kakek nya, Dia tidak akan mengenalinya. Dia berpikir, "Orang tua itu bahkan tidak berasal dari Dunia ini. Tetapi saya berterimakaih pada kakek ku yang sudah meninggal karena mengajarkan aku teknik akupuntur yang hebat! Jika tidak dia tidak akan bisa hidup di dunia baru ini tanpa keahlian!!”


"Oh," Penatua Yu menghela nafas, "Gadis kecil, saya mengakui kekalahan saya dalam taruhan kami. Lalu, Secret Order Hall sekarang menjadi milikmu. Dan aku, adalah hambamu yang rendah hati! Dan juga aku akan menjawab apa pun pertanyaan mu. Apa yang ingin kau tanyakan?" Kali ini, dia dengan tulus menerima kekalahannya tanpa keluhan.


-----------


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗