
“Taotie, Xiao Hei, awasi Lian Yu dan Lin Yue ini untuk ku. Pang Ran, ayo kita kunjungi Ayah Kekaisaran mu, Dia akan segera bangun.” Ucap Xia Yueyin.
“Apa?” Mata Lin Yu membelalak, dia berseru kaget. “Pang Zihuang masih hidup? Itu tidak mungkin!”
Setelah mengucapkan kata terakhirnya, Lin Yue langsung tercengang dengan apa yang telah dia ungkapkan. Dia sangat takut hingga dia mulai gemetar, wajahnya menjadi pucat.
“Lin Yue, kamu akhirnya mengaku telah menyakiti Yang Mulia Kaisar?” Jenderal tersenyum dingin,
“Jadi, fakta bahwa Yang Mulia Kaisar masih hidup pasti sangat mengecewakan mu, benar kan? Tapi, Jenderal ini tidak akan menyalahgunakan kekuatannya untuk menghukum mu. Jenderal ini akan menunggu sampai Yang Mulia Kaisar bangun untuk mengambil tindakan! Lebih baik kau bersikap baik! Hmph!” Sang Jenderal mengibaskan lengan bajunya dan mengikuti Xia Yueyin menuju istana Pang Zihuang.
Pada saat itu, Lin Yue tampak mati seperti abu, matanya penuh putus asa. Dia tiba-tiba teringat sesuatu, dan matanya bersinar dengan harapan lagi …
Pangeran Ketiga!
Tepat sekali . Pangeran Ketiga tidak ada di Istana Kekaisaran saat ini, tetapi selama dia masih hidup, masih ada kesempatan bagi Keluarga Lin untuk membalas dendam ini.
Di Phoenix Palace…
Selir Kekaisaran Lin duduk dengan anggun di kursi mewah. Jari-jarinya yang panjang dengan lembut membelai jubah phoenix emas, senyum puas tergantung di bibirnya. Matanya yang indah menatap wanita yang di tahan ke tanah oleh seorang penjaga.
Selir Kekaisaran Lin berkata dengan suara yang provokatif, “Aku hanya tidak mengerti bagaimana wajah biasa seperti mu bisa menerima begitu banyak cinta dari Yang Mulia Kaisar? Aku seribu kali lebih cantik daripada kau, jadi mengapa dia tidak mencintai ku sepenuhnya? Semua kasih sayang yang aku terima mungkin karena adik perempuan ku adalah selir dari bangsawan Lian Yu!”
Selir Kekaisaran Lin tidak bisa menerimanya. Permaisuri jelas tidak cantik atau berbudi luhur. Dia bahkan bukan dari latar belakang yang sangat kuat, jadi mengapa Yang Mulia Kaisar memilihnya untuk menjadi Permaisuri?
Gelar Permaisuri harus menjadi miliknya! Dialah satu-satunya yang cocok menjadi Ibu Bangsa!
Permaisuri mengangkat kepalanya, tersenyum dingin dan menatap dengan tajam ke arah Selir Lin, yang wajahnya cantik dan halus seindah bunga peony, lalu berkata, “Selir Kekaisaran Lin, Aku adalah Permaisuri negara ini, Kau menyerbu dan masuk ke Istana Phoenix ku, apakah kau tidak takut Yang Mulia Kaisar akan menghukum mu karena kelalaian mu?”
“Ha ha ha!” Selir Kekaisaran Lin tertawa terbahak-bahak, kuku merah darahnya dengan lembut menelusuri sulaman phoenix pada jubah emas, matanya di penuhi dengan ejekan.
“Jubah phoenix ini benar-benar indah, sayang sekali Kau yang memakainya. Di seluruh dunia ini, hanya Aku yang benar-benar bisa menonjolkan keindahannya! Tidakkah Kau setuju, Yang Mulia Permaisuri?” ucap Selir Kekaisaran Lin tertawa mengejek,
Selir Kekaisaran Lin mengangkat kepalanya untuk mengamati ekspresi Permaisuri yang berubah, lalu melanjutkan, “Selain itu, Yang Mulia Kaisar telah menemui ajalnya, jadi jangan berharap Dia datang menyelamatkan mu. Selain itu, orang di balik kematian Yang Mulia Kaisar adalah anak mu yang berharga, Pang Ran. Ck ck. Bahkan Pang Ran inu benar-benar berani, dia bersekongkol dengan orang luar untuk membunuh Yang Mulia Kaisar. Penasihat Kekaisaran sekarang sedang dalam perjalanan dengan pengawalnya untuk menangkapnya, dia akan segera di penggal!”
Boom! Seperti sambaran petir yang muncul dari langit cerah, wajah dingin dan acuh tak acuh Permaisuri segera berubah pucat.
Tubuhnya mulai bergetar, mata Permaisuri yang gelap menunjukkan rasa sakit yang dalam. Yang Mulia Kaisar telah mati? Dan orang yang bertanggung jawab untuk itu, adalah anaknya, Pang Ran? Bagaimana mungkin? Ini tidak mungkin benar! Itu pasti tidak benar!
“Itu kamu!” Tiba-tiba, Permaisuri bereaksi, di berjuang untuk menyerang Selir Kekaisaran Lin, Matanya di penuhi dengan amarah yang berapi-api, dia tampak seolah siap untuk melahap seseorang.
“Kau yang menyebabkan Yang Mulia Kaisar mati! Pasti Kau! Selir Kekaisaran Lin, Kau pasti iblis, Yang Mulia Kaisar telah memperlakukan mu dengan baik, namun Kau membunuhnya! Haha, Kau ingin menghancurkan Yang Mulia Kaisar, Ran’er, dan aku kan? Lakukanlah, kalau begitu. Bahkan jika aku turun ke neraka, kita akan bersama. Kamu, di sisi lain, akan menjalani hidup mu sampai tua dalam kesendirian. Hahaha!” Permaisuri tertawa gila, dan jepit rambut phoenix-nya jatuh ke tanah, menyebabkan rambut-Nya berantakan seperti wanita gila.
Permaisuri selalu tahu bahwa Selir Kekaisaran Lin mencintai Yang Mulia Kaisar, sama seperti Permaisuri sendiri mencintai-Nya. Tetapi Dia tidak pernah berpikir bahwa kebencian akan tumbuh dari rasa cinta itu dan itu membuat Selir Kekaisaran Lin membunuh Yang Mulia Kaisar.
Setelah Selir Kekaisaran Lin selesai, para kasim istana dan para gadis istana menggosok tangan mereka dengan gembira, berjalan ke depan.
Mereka semua adalah antek-antek Selir Lin, apapun yang dia katakan, mereka akan pergi.
“Kalian semua…” Menatap orang-orang yang perlahan mendekatinya, Permaisuri mengertakkan giginya dengan penuh kebencian.
Meskipun Permaisuri masih memiliki kekuatan, para penjaga menahannya. Dia tidak bisa bergerak. Yang bisa dia lakukan hanyalah memelototi para kasim istana yang maju dan para gadis istana dengan matanya yang tajam dan tegas.
Melihat ini, para kasim istana dan para pelayan di tempat tercengang sejenak, sampai mereka teringat bahwa Permaisuri sekarang menjadi tahanan dan mengumpulkan keberanian mereka, terus mendekati-Nya.
“Plakk!”
Tangan seorang gadis pelayan istana mendarat di wajah Permaisuri, lima jari merah segera muncul di wajah cantiknya dan Permaisuri tersentak kesakitan.
Semua orang langsung bersemangat dan bergegas ke depan untuk memukul dan menampar tubuh Permaisuri. Mereka belum pernah melihat Permaisuri yang agung dan perkasa dalam kondisi yang menyedihkan. Mata mereka berbinar gembira.
Itu menyakitkan! Permaisuri sekarang merasakan rasa sakit yang luar biasa dari kepala sampai ujung kaki, seolah-olah bahkan tulang-tulangnya telah patah, dia menjilat darah di sudut bibirnya yang bernoda darah.
“Bagaimana rasanya, Permaisuri? Tidak terlalu buruk, kan? Orang berpangkat tinggi seperti mu, akan benar-benar terlihat sangat menyedihkan? Oh, benar, Aku bertanya-tanya bagaimana keadaan Pang Ran, mungkin terkunci di penjara bawah tanah, menunggu kematiannya. Tentu saja, Jika Kau ingin melihatnya, Aku dapat mewujudkannya. Bagaimana menurut mu?” ucap Selir Kekaisaran Lin.
Setelah mendengar kata-katanya, Permaisuri, yang awalnya masih penuh amarah, merasakan hatinya tenggelam, “Bisakah kau benar-benar membiarkan ku bisa melihat Ran’er?”
“Aku selalu bersungguh-sungguh dengan apa yang ku katakan,” Selir Istana Lin mengangkat dagunya yang sombong, tersenyum dingin pada wanita yang merangkak di tanah.
Selir Kekaisaran Lin telah bermimpi untuk menginjak-Nya dengan ganas berkali-kali dan merobek wajah-Nya yang mulia dan bajik menjadi berkeping-keping.
Selir Kekaisaran Lin melanjutkan, “Selama Kau berlutut di hadapan ku, Aku tidak akan hanya membiarkan mu melihat putra mu, jika Aku merasa bahagia, Aku mungkin akan membiarkannya hidup beberapa bulan lagi.”
Permaisuri mengepalkan tinjunya dan menarik napas dalam-dalam. Dia tahu bahwa perkataan Selir Kekaisaran Lin tidak dapat di percaya, tetapi ketika Dia memikirkan betapa dia ingin melihat putranya, Selir Kekaisaran Lin adalah satu-satunya harapan-Nya. Untuk satu-satunya harapan ini, untuk Ran’er, lalu bagaimana jika dia harus menderita penghinaan? Dia tidak peduli!
Permaisuri menggertakkan giginya dan berkata, “Selir Lin, aku harap kau akan mengingat kata-kata mu. Selama aku berlutut di hadapan mu, kau akan mengatur agar aku bertemu dengan Ran’er.”
zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zzz zzz zzz zzz zzz zzz z
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗