
Rambut hitam yang sehalus sutra menari-nari dalam angin malam. Cahaya bulan yang indah turun dari langit, dan jatuh di atas gaun kuning pucat gadis muda itu.
“Jun, bukankah seharusnya kamu ada di kamar mu? Kenapa kamu di sini?” Suara Xia Yueyin seringan angin segar saat berkibar di udara malam.
Pria berambut perak itu muncul dari balik pohon. Jubah birunya terlihat lebih mempesona di bawah sinar bulan.
Jun Yao perlahan berjalan menuju Xia Yueyin dan meletakkan kedua tangannya dengan kuat di pundak gadis itu. Parasnya yang tak tertandingi terlihat tegas dan serius, “Aku tidak tahu tahu mengapa, tetapi Aku merasa sangat tidak nyaman. Bisakah Kamu tidak pergi ke Ujian surgawi?”
Xia Yueyin menatap kosong sejenak lalu tersenyum ringan, “Jun, dia adalah kakak laki-laki ku yang selalu melindungi ku. Demi aku, dia tidak ragu-ragu untuk melawan orang-orang dari Eternal Realm. Di saat terjadi bahaya, semua yang dia bisa pikirkan hanyalah keselamatan ku. Kakak laki-laki ku itu, bahkan menyembunyikan identitasnya hanya untuk melindungi ku. Bagaimana Aku bisa meninggalkan dia sendirian dan tidak peduli padanya? Selain itu, Aku memiliki perasaan bahwa jika Aku berpartisipasi dalam Ujian surgawi, Aku mungkin dapat menemukan Yuqi…”
Jun Yao tidak berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa menatap ke arah wajah cantik gadis muda itu. Mata biru gelapnya sedalam galaxy di langit malam, mata menawan itu di penuhi dengan tekad.
“Jika kamu sudah membuat keputusan, maka aku akan mengikuti mu ke sana. Tidak peduli bahaya yang mungkin menghadang mu, aku akan melindungi mu.” Jun Yao tidak bisa mengikat sayap gadis itu, jadi dia hanya bisa mendukung keputusannya dan dia akan mengikutinya tanpa ragu-ragu bahkan sampai ke ujung dunia!
“Jun Yao, terima kasih.” Xia Yueyin mengangkat kepalanya dan menatap pria berambut perak dengan jubah biru langit itu.
Cahaya aneh melintas di mata Xia Yueyin yang jernih. Cahaya bulan yang bersinar menyelimuti rambut perak dan halus milik pria itu. Pemandangan itu begitu indah seperti mimpi… Tapi yang terpenting, bibir merah pria itu sangat dekat dengan bibirnya. Begitu dekat sehingga yang perlu dia lakukan hanyalah mencondongkan tubuh ke depan. . .
Tak perlu di katakan, pada saat ini, jantung Xia Yueyin sepertinya akan berhenti! Jantungnya berdegub kencang karena gugup. Bahkan dengan kekasihnya di kehidupan masa lalunya, dia belum merasakan sesuatu yang setulus ini. . .
“Yue’er bolehkah aku mencium mu?” Saat Jun Yao berbicara, paras tak tertandingi pria itu tampak sangat pemalu, tetapi matanya penuh dengan hasrat saat menatap bibir Xia Yueyin.
Namun, Jun Yao tidak akan menunggu Xia Yueyin mendapatkan kembali akal sehatnya, dia langsung menundukkan kepalanya untuk mencium bibir tipis dan lembut Xia Yueyin…
Sebelumnya, Jun Yao pernah mencuri ciuman darinya, tetapi pada saat itu Xia Yueyin tidak memiliki perasaan padanya. Sekarang, Xia Yueyin tidak tahu mengapa, saat bibir merah pria itu bertemu dengan bibirnya, pikirannya tiba-tiba menjadi kosong!Dia bahkan tidak menyadarinya saat bibir Jun Yao meninggalkan bibirnya.
“Yue’er, kamu tidak akan memukul ku?” Setelah jeda yang lama, melihat bagaimana Xia Yueyin tidak bereaksi, Jun Yao menatapnya dengan menyedihkan dan bertanya dengan hati-hati.
Jun Yao saat ini tampak seperti anak kecil yang di intimidasi, dia terlihat sangat terluka sehingga siapa pun akan merasakan dorongan untuk memanjakannya dengan kelembutan…
“Memukul mu?” Xia Yueyin akhirnya sadar kembali meskipun pikirannya masih kabur. Dia bertanya dengan bingung, “Mengapa Aku harus memukul mu?”
“Tapi…” Jun Yao mencuri pandang ke arahnya dan wajahnya tampak sangat sedih, “Bukankah kamu memukul ku terakhir kali? Karena aku mencium mu…”
Xia Yueyin teringat bahwa dia pernah berbicara tentang itu satu kali di Kota Surga. Saat itu, dia terbangun dan kemudian menendangnya, ketika dia menyadari bahwa Jun Yao telah memanfaatkan ketidaksadarannya dan menciumnya.
Jadi, sampai sekarang, Jun Yao masih percaya bahwa selama dia mencium Xia Yueyin, dia akan bertemu dengan tendangan hingga terbang!
“Yue’er, jika kamu akan memukul ku, bisakah kamu memukul ku di sini,” Jun Yao menunjuk ke perutnya dan menjelaskan dengan nada terluka, “Jika kamu memukul tempat yang salah, aku takut kita tidak dapat memiliki bayi di masa depan.”
Punya bayi? Xia Yueyin tertegun... Pria ini…Tempat seperti apa yang dia pikirkan?
“Aku akan tidur sekarang, dan kamu bisa melahirkan bayinya sendiri!” Begitu dia mengucapkan bagiannya, Xia Yueyin membuka pintu kamar tidurnya dan masuk dengan membanting pintu kamarnya…
Jun Yao berusaha untuk mengikutinya tetapi sia-sia, pintu itu tiba-tiba menabrak hidungnya dan menghalangi dia untuk masuk.
Xia Yueyin tersenyum sendiri dan berpikir, “Pria ini … Dia benar-benar bodoh...”
Xia Yueyin merasa cukup beruntung. Setelah mengalami pengkhianatan pahit di kehidupan masa lalunya, dia berhasil bertemu seseorang dalam kehidupan ini yang akan mengabaikan timbal balik dan melindunginya dengan hidupnya. Xia Yueyin tersenyum memikirkan itu. . .
Hari berikutnya….
Saat matahari terbit. Xia Yueyin membuka pintu kamar tidurnya untuk menemukan sosok yang di kenalnya tepat berdiri di depannya.
Wajah pria itu tampak sedikit lelah dan matanya terlihat lesu. Setelah melihat Xia Yueyin, ekspresi Pria itu tiba-tiba berubah dan seluruh tubuhnya di penuhi dengan vitalitas!
“Yue’er, kamu sudah bangun?” Tanya Jun Yao menyapa dengan semangat.
Xia Yueyin mengerutkan alisnya, dan berkata, “Kamu di sini sepanjang malam?”
“Yue’er, jika kamu tidak menyukainya, aku tidak akan mencium mu lagi, jadi tolong jangan marah pada ku, oke?” Seolah telah mendengar amarah dalam nada suara Xia Yueyin, Jun Yao memohon dengan menyedihkan.
“Aku marah pada mu? Kapan?” Xia Yueyin terdiam sesaat sambil berpikir, kapan aku marah pada Jun Yao dan mengapa dia sendiri tidak tahu tentang ini?
“Bukaankah kamu tidak mau memukul ku kemarin?” Jun Yao menatap Xia Yueyin dengan sedih, “Jadi, kamu pasti marah pada ku.”
Jika aku tidak memukulnya, itu berarti aku marah padanya? Xia Yueyin bertanya-tanya. Apakah pria ini memiliki fetis seperti masokisme? Dan hanya karena itu, pria ini tetap berada di luar pintunya sepanjang malam?
Xia Yueyin tercengang. Dia pergi kemarin karena jantungnya berdebar terlalu kencang. Dan Jun Yao akhirnya berpikir bahwa dia marah padanya?
“Jun,” Xia Yueyin berkata, terlihat sedikit canggung, “Sebenarnya, aku …”
Sebelum Xia Yueyin bisa menyelesaikan kalimatnya, suara lembut seperti sepotong batu giok tiba-tiba terdengar dari belakang mereka, “Yueyin, kakek mu telah meminta mu untuk bergabung dengannya di aula pertemuan. Dia ingin berbicara dengan mu.”
Kata-kata Helian Ming dengan ringan membuat Xia Yueyin keluar dari kondisinya yang canggung dan dia tergagap, “Ju.. Jun, apakah kamu… ingin ikut dengan ku?”
“….” Jun Yao menatap kosong, Apa yang di maksud Yue’er nya dengan ini? Mungkinkah dia tidak lagi marah padanya?
“Ayo pergi.” Xia Yueyin tidak menunggu Jun Yao keluar dari keadaan linglungnya dan berbalik ke arah Helian Mjng sambil tersenyum, “Paman, bolehkah aku merepotkan mu untuk menunjukkan jalannyaa pada kami?”
“Baiklah, ayo.” Helian Ming tersenyum saat dia mengalihkan pandangannya dari Xia Yueyin ke Jun Yao tapi tidak mengatakan apa-apa lagi dan berbalik ke arah aula pertemuan.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗