
Ini bukan hanya sekedar mimpi atau khayalan saja .
Tapi ini jelas adalah kenyataan hidup yang aku alami , di mana aku bertemu dengan orang yang berhati malaikat .
"Ris , kamu ganti baju kamu dulu nih !! ucap Tante Nita , sambil memberikan kantung belanjaan
Aku yang sedari tadi , yang masih memandangi penampilan ku di depan cermin , seakan tak percaya bahwa yang aku lihat sekarang ini adalah aku!! .
Aku pun lekas mengganti pakaian ku , di sebuah ruangan yang hanya di tutup tirai .
Pakaian yang Tante pilih, memang sangat cocok untuk ku dan tentunya bagus , aku pun sangat suka .
model nya ngga jauh berbeda dengan pakaian yang tadi aku coba, hanya warna nya saja yang berbeda.
" Tante , ini Risma kan "
berjalan keluar dari balik tirai .
" Ya ampun sayang , emang nya siapa lagi , kamu nie ada - ada aja , kenapa ???? cantik ya!!
" hehe iya Tante , Risma kaget aja , lihat penampilan Risma sekarang , pasti Ibu sama Bapa di kampung nggak akan kenal sama Risma "
" Bahkan Tante juga pangling lihat kamu cantik seperti ini , bisa - bisa Rendy naksir lagi sama kamu ."
" iihhh Tante apaan sih , mana mungkin mas Rendy bisa suka sama Risma , "
" Bisa aja kan !!
"Gimana sayang ? kamu suka lux kamu sekarang , ucap Tante Mona
" Iya Tante , Risma suka banget , makasih banyak ya Tante .
" Iya sama - sama , memang kamu dasar nya udah cantik ko , jadi mau di gimanapun juga tetep Hasil nya , bakal cantik "
" ok deh Mon , makasih banyak ya , aku nggak bisa lama - lama nih , suami ku soalnya nya nungguin , dari tadi telpon terus .
" Yah Nit , kita belum sempat ngobrol , kamu udah mau pamit aja ',
"Kapan - kapan deh ya, kita ngumpul bareng lagi !!
" Iya deh iya . jangan lupa sicantik ini di bawa ya !!
" ok deh Mon "
" Ris sepatu kamu ikut di ganti juga donk ! ,
di dalam kantung ada kan ??
" hah sepatu Risma juga ikut di ganti , tapi ini sepatu hak tinggi Tante , Risma nggak bisa pake nya "
" coba pake dulu , latihan dulu di sini ya , pasti bisa ko !!
, Akhirnya aku mencoba sepatu berhak tinggi, untuk pertama kali , meskipun sedikit kesulitan , aku tetap berusaha, sampai berapa kali mau jatuh, tapi dengan di latih dan di peragakan oleh Tante Mona akhirnya aku mulai terbiasa .
Setelah berlatih dan berpamitan , aku yang sekarang memakai mini dress dan sepatu high heels , berjalan keluar dari klinik Tante Mona .dan mengambil barang belanjaan di butik tadi .
📞Halo pah , papa dimana , kita ketemu di lantai 3 ya .
Tante Nita yang mengobrol di Telpon dengan paman , sementara aku yang masih sedikit kesulitan berjalan , sambil membawa kantung belanjaan di sisi kiri dan kanan .
" Ya ampun sayang , ( Tante Nita tertawa )
Nanti juga terbiasa !!, kamu mesti sering latihan di Rumah .
"iya deh Tante , Risma kan baru pertama kali pake sepatu , model kaya gini , sering nya juga pake sandal jepit .
" iya deh iya maaf Vin Tante ya sayang , buat kamu susah jalan gini , habis nya Tante gemes sama kamu , pengen nya,
dandanin kamu gitu .
" nggak apa ko Tante ,Risma juga seneng bisa mencoba hal - hal baru ,kayak sekarang ini.
Tak terasa , akhirnya kami sampai di lantai 3 sebuah titik pertemuan .
Terlihat Paman dan mas Rendy menuggu di sebuah kursi .
kami pun berjalan menghampiri mereka .
"Ini dia , bidadari yang di tunggu dari tadi sudah datang , apa lagi yang ini nih di tunggu banget ( mencolek pipi Tante Nita )
" iih papa mulai deh genit , malu nih di lihat Risma "
" malu apa nya sih ma , lagian Risma sudah dewasa ini , iya kan Risma ??
" hah ,iya paman "
( mengangguk kepala)
"ya ampun ma , kamu apa kan ini Risma , rambut , baju nya , Cantik banget !!
" Mama bawa ke salon donk , gimana, cantik kan pah ,Rendy ??
" iya Ma ,Risma cantik " ucap mas Rendy yang kini menatap ku .
" ini kalian belanja banyak banget ,
nge borong toko ya ,' ucap paman
" iya nih , Mama belanja ini semua buat Risma pah.
" Maaf ya paman ,Risma sudah coba larang Tante , Tapi ngga bisa , masalahnya barang - barang yang Tante beli semua nya mahal, Risma nggak mau uang Tante Habis karena Risma ,"
" Iya nih pah, Risma larang Mama terus , katanya takut uang Mama habis "
Tante Nita dan paman tertAwa - tawa.
"Risma ,Risma , kamu nggak usah khawatir , lagian paman udah setuju ko , istri paman ini mau beliin kamu baju dll .
" paman juga ngga kaget ko , setiap istri paman yang cantik ini belanja , ngga pernah sedikit .
"Tapi tetap aja paman , Risma nggak bisa terima ini semua. .
"Sudah - sudah , kita cari makan yu , Mama laper nie , udah ya Risma kamu nggak boleh tolak ini lagi ok.
" iya deh Tante "
"Rend kamu bantuin Risma bawa barang bawaan nya donk , kasihan kan berat
Mas Rendy langsung mengambil kantung belanjaan yang ku pegang yang berjumlah 5 menyisakan 2 untuk ku .
" mas Rendy , ngga usah ini berat mas biar sama Risma saja .
"udah nggak apa ko "
' "Ma ayu buruan , katanya mau makan "
"ahh iya , kita makan Suki aja yu "
.( steam boat ) makanan ala jepang.
Lantai 3 memang di khususkan , untuk wisata kuliner , jenis makanan yang mereka tawarkan di sini , bermacam - macam bahkan dari luar mancanegara pun tersedia di sini.
Setelah berjalan ,melewati banyak Restoran , akhirnya kami sampai di sebuah Restoran bergaya Jepang .
Aku yang sudah duduk dengan mas Rendy , sedangkan Paman dan Tante sedang mengambil sesuatu ,di sebuah lemari pendingin.
Seorang pelayan memberikan 1 buah kompor portable , dan satu buah panci ,yang sudah terisi 2 macam kuah dalam 1 wadah ,kepada kami .
Tak lupa minuman pun sudah tersaji di meja, tak lama kemudian Paman dan Tante Nita datang membawa setumpuk kotak kecil yang isi nya macam - macam .
Aku hanya memperhatikan mereka yang kini sedang memasak .
" Sayang , kamu pasti sudah laper ya, kamu mesti cobain ini , kamu pasti suka " ucap Tante Nita "
" ayo pah, Rend ini seperti nya sudah matang, kamu juga sayang , makan yang banyak ya "
" Iya Tante "
" Rasanya enak , ini kali pertama ku , memakan makanan seperti ini , meskipun ini khas Jepang , tapi cukup lezat buat ku.
Setelah selesai makan , kami mampir ke sebuah galeri handphone.
dan Ternyata Tante Nita membeli 1 buah Smartphone Android .
" Pah ,Mama pengen beliin ini buat Risma ya "
" Ternyata kita 1 hati ya, tadi nya papa kesini memang mau beli handphone buat Risma , tapi keburu ke duluan sama Mama ..
" Masa sih pah , "
"Iya Ma , Papa ngga bohong , beneran deh .
"iya deh iya , percaya ko Mama .
" Risma , sini sayang coba kamu kesini
Aku pun menghampiri Paman dan Tante
" Gimana sayang ini bagus nggak, kamu suka???
" Soal gitu sih gampang bisa di ajarin di rumah , yang penting kamu suka !!
" Maksud Tante ngajarin Risma di Rumah gimana ??
" Ini buat kamu sayang !!
" Mba , saya mau yang ini , tolong di bungkus ya "
"Pilihan ibu bagus sekali , ini adalah smartphone keluaran terbaru Minggu ini.
Ponsel ini memiliki Ponsel ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti teknologi fingerprint dan Touch ID. fitur unggulan seperti teknologi fingerprint dan Touch ID.Â
Menariknya, kamera depannya sendiri telah dibekali dengan kamera selfie Ture Depth yang bisa dirotasi untuk mengambil gambar berorientasi landscape. Kamera depannya juga bisa merekam video slow motion (slofie) 120 fps.
Setelah panjang lebar menjelaskan meskipun aku masih bingung , karena memang , aku tidak terlalu paham soal ponsel.
"Ini buat kamu , biar kita lebih gampang buat komunikasi !!
" Paman ini Tante , lagi - lagi ngeluarin uang buat Risma , maaf Tante Risma nggak bisa terima ini ,
" Kamu mesti terima ini , barang yang sudah di beli tidak bisa di kembalikan Ris !!
"Tapi Tante , Paman, Risma nggak bisa .
Dengan rasa haru , yang menyelimuti perasaan ini , akhirnya aku menangis .
" Nah loh jadi nangis , kamu kenapa sayang "
ucap Tante Nita dan kini Mas Rendy pun melihat ku .
" Tante ,Risma benar nggak bisa terima ini , Paman sama Tante sudah terlalu baik sama Risma.
Kini Tante Risma merangkul ku
" Sudah , sudah jangan nangis lagi , Tante beli ini buat kamu , bukan hanya sekedar untuk kita lebih gampang buat komunikasi
" Emang nya kamu nggak mau gitu lebih sering ngobrol sama orang tua kamu , bahkan kamu bisa langsung bertatap wajah sama mereka ??
Memikirkan ucapan Tante , emang iya aku butuh ponsel dan aku juga ingin sering ngobrol sama Ibu dan bapa ku , tapi tetap aku nggak enak sama mereka .
" Udah lah RIS , kamu terima aja deh , biar kita bisa cepat pulang , capek nie " ucap mas Rendy .
" Ya sudah deh Tante , tapi ini kali terakhir ya , Risma di belanjain kaya gini "
" Gimana ya, Tante nggak bisa janji tuh , semenjak ada kamu , Tante lebih semangat untuk shopping , biasanya kan Tante sendiri .
" Ma , Pah ayu lah kita pulang ,Rendy capek nie ,!!
" Iya , iya ayu , dasar kamu ya nggak sabaran !!
ucap Tante Nita
Setelah menghabiskan waktu di mall , akhirnya kita semua pulang .
Di tengah perjalanan menuju parkiran , aku tidak sengaja terjatuh hingga belanjaan ku berserakan .
" aduhhh " teriakan ku
"Ya ampun sayang kamu nggak apa , sakit nggak "
Tante Nita pun membantu ku untuk bangun .
" ahh nggak' apa ko Tante , keseleo dikit "
aku mencoba untuk bangun .
" Maaf ya sayang, pasti karena sepatutnya ya "
"Sini biar paman yang bawa belanjaan kamu !
" ini bukan salah Tante ko , Risma nya saja yang kurang Hati-hati .
Kami pun kembali melanjutkan perjalanan kembali, tapi baru beberapa langkah berjalan , aku kembali terjatuh , hingga pergelangan kaki ku sakit sekali .
Aku malu sekali , untuk kedua kali aku terjatuh di tengah keramaian orang .
Mas Rendy menghampiri ku , dan kini malah membopong tubuh ku .
" Ya ampun mas , turunin Risma , malu mas di lihat orang !!
" udah berisik , biar kita cepat pulang , mau sampai kapan , kita nyampe Rumah , kalau kamu jatuh terus . lihat saja kaki mu, pada biru
Paman dan Tante tersenyum ringan tak menyangka anak nya akan seperti itu .
Kami pun kembali melanjutkan perjalanan ke arah parkiran .
Pandangan ku hanya tertuju pada mas Rendy , yang kini membopong ku , membuat jantung ini berdebar kencang .
" Mas maaf ya ,udah bikin Repot Mas, Risma nggak enak !!
"Nggak apa ko , lagian kamu nggak terlalu berat , anggap saja aku lagi olahraga angkat beban .
Mas Rendy sesekali menatap ku , membuat pipi ini memerah , sontak langsung menyenderkan kepalaku ke dada mas Rendy .
Akhirnya kami sampai juga di parkiran , mas Rendy membatu ku masuk ke dalam mobil .
Dalam perjalanan pulang pun , dada ini terasa sesak dan masih berdebar , dekapan tubuh mas Rendy pun masih terasa .
Dalam lamunan ku, selama perjalanan, aku hanya menatap keluar jendela mobil , tak di sadari akhirnya kami sampai di rumah .
Langsung aku bergegas turun , mengambil belanjaan ku , meskipun menahan sakit .
hanya agar mas Rendy tidak membopong ku lagi .
Entah nasib apa yang menimpaku, jalan ku yang terpincang-pincang yang membuat aku terjatuh kembali .
" Ya ampun Risma, kenapa harus jatuh lagi " aku memarahi diriku sendiri
Kucoba untuk bangun , tapi ngga bisa , ternyata makin sakit .
" Kamu nie ya , kenapa sih harus buru - buru turun , udah tau kaki mu sakit , masih aja maksain jalan sendiri " ucap mas Rendy
" Maaf mas , Risma sudah kebelet pengen ke kamar mandi, " ucap ku berbohong
" Ya sudah sini aku bantu "
" Tapi Risma nggak mau di gendong kaya tadi !!
" Sudah lah , cara ini lebih gampang , tuk bawa kamu "
Mau tidak mau akhirnya aku kembali dibopong mas Rendy , Tante dan paman Hanya tersenyum melihat kami .
" Rend anterin Risma ke kamar nya ya, nanti Mama nyusul ke sana bawa obat buat Risma
" Iya Ma , lagian Rendy juga sekalian mau ke kamar .
" Kenapa sih aku mesti di bantu mas Rendy dengan cara seperti ini , terus ini kenapa lagi , jantung ku berdebar terus dari tadi .
gumam ku dalam hati
" Ya ampun mas , itu neng Risma kenapa ??
ucap Bi Ningsih yang khawatir
" Jatuh , gara - gara nggak bisa pake sepatu tuh " ucap sindir mas Rendy
" Risma nggak apa ko , keseleo dikit ??
" oh ya Bi , ambil es batu nanti bawa ke kamar Risma ,buat kompres .
ucap mas Rendy
" Ok siap den , bibi ambil sekarang ya "
Entahlah, mas Rendy memiliki aura apa , tiap kali aku menatap nya , wajah ini terasa panas .
" Ris kamu gerah ya , ko muka ku merah "
" nggak tuh mas , yang ada mas tuh yang kegerahan, keringat mas sampai jatuh ke muka ku .
" Memang nya kamu nggak sadar apa , sedari tadi aku gendong kamu tau "
" iya deh mas , maaf ya udah bikin Repot " sambil lap wajah mas Rendy dengan tangan ku .
Akhirnya kami sampai di kamarku, mas Rendy langsung membaringkan ku di atas tempat tidur .
Tak lama kemudian ,Bi Ningsih datang membawa Wadah berisi es batu.
"Bibi Taruh ini di mana Den ??
" Langsung bawa sini aja Bi !! biar Rendy saja yang kompres ..
" Ya sudah Den bibi tinggal dulu ,kalau begitu .
Kini Bi Ningsih meninggal kan aku dan mas Rendy berduaan di kamar
To be continued