Sweetnees Of Love

Sweetnees Of Love
Bab 1



Di tempat lain di sebuah Universitas ternama di Ibu kota , seorang pemuda yang berkumpul di ruangan, tengah mengikuti kelas dari seorang Dosen .


pelajaran telah berlangsung selama beberapa jam .


" ok anak - anak , perjumpaan kita cukup sampai di sini , semoga apa yang kita bahas tadi menjadi manfaat untuk kita semua.


saya ucap kan Terimakasih dan selamat berakhir pekan .


" ucap dari seorang dosen


Para Mahasiswa pun satu persatu meniggal kan Ruangan dan kembali ke aktivitas masing²


" Ren , jangan lupa sore ini kita ada tanding basket sama anak bahasa . ucap seorang lelaki, sebut saja Egi


" tenang gue nggak lupa kok , ya udah kita makan dulu aja , sambil nunggu sore.


ucap Rendy sambil mengemas buku nya


" Rendy iiiiii "


teriak seorang gadis cantik masuk ke dalam ruangan .


" ya ampun dia lagi , dia lagi ngga ada bosen nya apa gangguin hidup gue Mulu "


ucap ketus Rendy


" Gi kenapa nggak sama Lo aja ,gue risih sama dia .


sambung Rendy


" ya emang dia suka nya sama Lo , mau gimana lagi , Udah nikmatin aja , lagian Siska cantik ko .


jawab Egi


" Rendy iiiiii , kita ke kantin bareng yu"


Ucap Siska sembari merangkul lengan Rendy


" ngga ahh , Lo aja sendiri , ngga usah ngajak² gue .


ketus Rendy


.


" ihh ko Rendy gitu sih , Egiii bujukin Rendy nya donk"


ucap Siska yang manja .


" ayo lah Ren , kita makan aja , nanti telat kita buat tanding "


ucap Egi


" Egi kamu !!" sembari melotot ke depan Egi .


ya udah lah , ayo berangkat .


Dengan terpaksa Rendy mengikuti kemauan Siska .


Rendy yang melepaskan rangkulan dari Siska , sambil berjalan meninggalkan Egi dan Siska di belakang.


" Rendy tungguin "


ucap Siska sembari mengejar Rendy .


Setelah selesai makan di kantin , Siska yang masih mengikuti Rendy kemana² .


"Siska ngapain sih kamu masih ngikutin,"


ucap Rendy yang risih karena Siska


" Bukan nya kamu mau tanding basket ya sama anak bahasa , aku kan mau lihat kamu tanding Ren "


Jawab siska


" dasar ini anak , ya udah lah terserah "


ketus Rendy


pertandingan berlangsung sengit meskipun tim Rendy mencetak skore lebih banyak , selisih skore mereka hanya beberapa poin saja ,dari tim lawan .


Waktu pertandingan hanya tersisa 15 menit , Rendy dengan antusias memainkan bola, dan kembali mencetak angka .


" Rendy , Rendy , Rendy , suara sorak penonton menyemangati Rendy terutama Siska , yang paling mencolok dari semuanya.


seisi ruangan pun di penuhi wanita, penghuni kampus dari berbagai macam departemen.


Rendy Surya Bahtiar terkenal di kalangan para gadis , dengan paras dan postur tubuh nya yang menarik , selalu menjadi incaran bagi kaum hawa , bukan hanya itu , Rendy juga anak dari salah seorang pengusaha ternama di Jakarta .


Hanya saja sikap nya terlalu dingin dan cuek pada setiap wanita yang menyukainya


Tapi sayang , tak ada satupun wanita di kampus yang pernah berpacaran dengan nya , bahkan dekat sekalipun .


Dia hanya berkumpul dengan teman lelakinya.


Banyak Yang bilang , dia tidak pernah berpacaran , malahan yang lebih parah kalau Rendy itu adalah seorang gay .


___________


Pertadingan pun semakin sengit Rendy dan tim nya dengan antusias memainkan bola nya , dan lagi² kembali mencetak angka , penonton semakin bersorak Ria untuk tim Rendy .


terdengar suara ,pertanda pertandingan telah berakhir .


bisa kalian tebak siapa pemenang nya .


Sudah jelas Tim Rendy tentunya .


Setelah pertandingan yang menguras tenaga , dan berakhir kemenangan .


ia pun bersiap untuk pulang , berjalan dan mengambil ransel yang ada di loker .


" Hai Rendy, selamat ya atas kemenangan nya"


" Apa - apaan sih lo "


jawab Rendy sambil mendorong tubuh Siska


" apa sih Rendy , aku cuman mau ngasih selamat aja ko "


ucap Siska


" kasih selamat ya kasih selamat nggak usah peluk² segala "


ucap Rendy yang ketus


" Emang Kenapa nggak boleh , kita ini udah kenal lama , lagian kan nggak ada yang marah ini .


jawab siska


" Denger ya, meskipun kita udah kenal lama , tapi kamu juga mesti jaga diri kamu , jangan sembarang peluk² orang


ucap Rendy ketus


" Tapi kan Ren "


sebelum Siska menyelesaikan omongan nya Rendy membanting pintu loker dan pergi meninggalkan Siska


" Ren , Rendy , Rendyyy "


Teriak Siska


" AHhh SIAL , awas aja lo Rend , gue bakal lakuin apa pun , agar Lo bisa jadi milik gue.


ucap Siska menatap sinis kepada Rendy yang jauh di depan


"lama - lama itu anak makin kelewatan , nggak bisa apa dia nggak gangguin , sehari aja .


ucap Rendy


"Kenapa sih Ren , setelah menang Tanding basket , muka Lo di tekuk gitu "


tanya Egi heran


" AHhh lo GI , kapan Lo Dateng ,


jawab Rendy


" lumayann lah , emang nya Lo gak sadar ya , kenapa sih Lo , gue liatin Marah - marah Mulu .


tanya Egi


" udah lah nggak usah di bahas , lagian ngga penting , Buruan balik "


"Ren , gue ikut pulang bareng Lo ya"


" Lah emang Motor Lo kemana "


" Di bengkel , tadi aja gue naik angkot ke kampus "


" ya udah , tapi Lo yang bawa ya " ucap rendy sembari melempar kan sebuah kunci motor


"Siap bos "


Kedua pemuda itu berjalan, membawa motor dan beranjak pergi meninggalkan area parkiran kampus .


Setelah 15 menit perjalanan , Egi memarkirkan motor di pinggir sebuah warung yang lumayan besar .


" Ren beli minum dulu yu, haus nie , gue yang traktir deh "


ucap egi sembari melepaskan helm nya


" ok , kebetulan gue memang haus"


jawab Rendy


Egi membeli 2 minuman dingin dan beberapa cemilan , mereka menikmati minuman sembari duduk di kursi yang tersedia di warung .


" Ren, Ren itu bukan nya papa Lo ya ( sebuah


mobil sedan hitam yang melintas )


"Mana , mana ( Rendy menatap plat no mobil sedan itu )


" iya , ya itu kan mobil papa"


" tapi ,papa Lo kok bawa cewe sih "


"ya bareng nyokap gue kali Gi'


" tapi yang gue liat bukan mama Lo Ren , itu


jelas masih muda"


" yah mungkin pembantu baru "


ucap Rendy tenang sambil meneguk minuman nya .


" Masa iya , pembantu cantik gitu , dari pada di jadiin pembantu , mending di jadiin istri sama gue.


Jangan - jangan itu istri muda papa Lo Ren ( Egi tertawa - tawa )


uhuk - uhuk ( Rendy tersedak karena kaget


" ahh lu banyak ngomong , ayo buruan Balik keburu malem nie "


" ok , ok tapi anterin gue pulang dulu "


" iya , buruan cepat naik " ucap Rendy sembari menaiki motornya "


to ne contiuned


like coment ya