Soul Land: Change In Destiny

Soul Land: Change In Destiny
Chapter 6 [ Rencana Yunmei ]



Begitu sosok gadis kelinci kecil tak lagi terlihat dalam cakupan matanya, seseorang keluar dari persembunyiannya.


"......."


Orang itu, Tang Yunmei, melihat ke arah kepergian kakaknya dengan ekspresi yang begitu rumit untuk anak seusianya.


"Bagus, dengan begini Jie-jie akan aman."


Yunmei berhenti memperhatikan.


Dia yang tadinya meluncur ke arah Wilayah Manusia, kini berbelok ke arah lain.


"Jie-jie akan bertemu dengan Da Ming dan Ar Ming, lalu kembali kemari dalam 2 jam. Saat itu, semua pasti sudah terlambat."


"Tapi justru itu bagus," batin Yunmei yang tengah berlari kembali ke rumah mereka.


"Wanita itu, Bibi Dong... tidak banyak Spirit Beast dan Spirit Master yang bisa mengalahkannya. Terlebih dua pria lainnya, mereka memiliki teknik fusion yang merepotkan. Akan lebih gawat jadinya kalau Da Ming dan Ar Ming ikut jadi korban disini."


Karena jarak Yunmei dengan rumah mereka tidak terlalu jauh, Yunmei mampu kembali dalam waktu singkat. Sepertinya pertarungan belum terjadi terlalu lama. Tapi Bibi Dong sudah hampir menang saja. Dia hampir kehabisan waktu. Sekarang bukan saatnya berpikir terlalu banyak.


Yunmei langsung bersembunyi di tempat yang sudah ia persiapkan, tak jauh dari ayunannya tadi. Untung saja, berkat kalung dari ibu kandungnya, aura Spirit Beast Yunmei tak terasa sama sekali. Dan berkat Yunmei juga masih kecil, belum membangkitkan Spirit Ring apapun, aura nya sebagai Spirit Master juga belum ada. Kalaupun ada, hanya samar-samar terasa aura Martial Soul rumputnya saja. Mengingat rumput ada dimana-mana, takkan ada yang visa membedakan aura Yunmei dengan rumput biasa. Berkat itulah, tidak sulit bagi Yunmei menyembunyikan dirinya dari Titled Douluo seperti mereka selama dia mampu menahan gerakan yang tidak berarti dan tidak bersuara.


"Golden Shield!?" kaget pria berambut hitam.


"Sungguh aliran energi yang mengerikan."


"Heh."


Wanita itu memberikan Xiao Yun seringai ejekan.


"Gawat, aku harus cepat!!" ucap Yunmei pada dirinya sendiri ketika melihat sang ibu telah mengaktifkan Teknik Roh ke-6 nya.


Yunmei memejamkan matanya. Dia berusaha memfokuskan seluruh Spirit Power dan Divine Powernya ke satu titik, yaitu matanya. Mata Yunmei bisa dibilang merupakan kekuatan terbesarnya sebagai Goddess of Constellation. Walaupun dia hanya memiliki 5% nya saja sekarang, mata itu tetap mampu menggunakan 10 Skill-nya, tentunya dalam porsi yang jauh lebih rendah dan resiko yang jauh lebih tinggi. Prophescry yang ia gunakan sebelumnya, adalah salah satu dari 10 skill itu, Constellation Eye Canis Majorn.


Dan sekarang Yunmei, bermaksud menggunakan skill yang lainnya.



[ Constellation Eye Crux ]


[ Crusader Prison ]


Begitu skill ini di aktifkan, mata Yunmei memunculkan simbol salib berwarna emas yang tajam.


Dan disaat yang sama, mata Xiao Yun memunculkan simbol yang sama pula. Anehnya, Bibi Dong dan yang lainnya, tak bisa melihat perubahan ini pada mata Xiao Yun.


BRUUUUGHH


Badan Yunmei ambruk seketika, dalam keadaan matanya masih terbuka dan mulai berdarah.


Constellation Eye Crux – Crusader Prison adalah skill yang mengikat jiwa targetnya dan menyalib jiwa itu jauh ke dalam ketiadaan. Dalam kekuatan normalnya, Yunmei mampu mengurung jiwa itu selamanya. Tapi Yunmei yang sekarang, hanya bisa melakukan itu selama 7 detik saja. Itupun baru bisa dilakukan setelah mengumpulkan Divine Power selama berminggu-minggu dan karena dia sudah menandai Xiao Yun dengan Divine Power nya selama itu pula.


Dengan jiwa yang tidak ada di tubuh Xiao Yun, Yunmei mampu mengambil alih kendali tubuh itu selama masa aktif Crusader Prison. Setelah ini hal yang harus ia lakukan hanya...


[ Teknik Roh Keempat ]


[ Thistle Spider Armor ]



"UUU-- UWAAAAAAARGGHHHHH!!!!!!!"


Yunmei yang ada di tubuh Xiao Yun, menjerit sekeras-kerasnya ketika dia mencabut paksa kultivasi Xiao Yun selama menjadi Spirit Beast +100.000. Yunmei segera membuangnya dengan cepat sebelum daya hidup Xiao Yun benar-benar habis.


Kenapa dia melakukan itu?


Pertama-tama, ada 2 cara yang umum di ketahui untuk mendapatkan Spirit Ring +100.000 tahun. Yang pertama adalah membunuh Spirit Beast +100.000 tahun, atau menerima pengorbanan Spirit Beast +100.000 tahun yang rela mati dan memberikan kultivasinya untuk orang itu.


Terdapat perbedaan besar pada dampak dari dua itu untuk sang Spirit Beast. Jika Spirit Beast itu "terbunuh" untuk di ambil Spirit Ring nya, maka ia benar-benar akan mati, baik jiwa ataupun raganya. Sedangkan untuk Spirit Beast yang mengorbankan diri, dia hanya akan kehilangan kultivasinya selama +100.000 tahun itu. Dia akan kembali menjadi Spirit Beast biasa yang lemah seperti bayi baru lahir. Dan bisa kembali seperti dulu setelah mencapai tahap kultivasi yang sama.


Penerima Spirit Ring dari pengorbanan Spirit Beast haruslah Spirit Master yang membutuhkannya. Dengan kata lain, mereka tidak bisa menyerahkan Spirit Ring mereka kepada sesama Spirit Beast. Yang mana membuat Xiao Yun tidak bisa memberikannya pada Xiao Wu ataupun Yunmei. Kalaupun bisa, itu justru akan membahayakan nyawa putrinya itu. Karena bisa jadi mereka akan mati karena proses penyerapan Spirit Ring +100.000 tahun di level mereka yang sekarang atau karena Bibi Dong akan langsung membunuh mereka.


Lalu bagaimana cara yang tepat untuk itu?


Yunmei berhasil menemukan caranya. Cara yang mirip dengan pengorbanan Spirit Beast itu. Namun sedikit berbeda.


"Maafkan aku, Mama... aku pasti akan mengembalikan kultivasi Mama nanti dan merebut Spirit Ring mama dari Bibi Dong... maafkan aku karena hanya ini yang bisa kulakukan untuk sekarang..." batin Yunmei tepat sebelum Bibi Dong menusuknya.



JLEEEEEEBBBBSSS


Ya... cara yang Yunmei gunakan adalah... dengan membuang kultivasi itu sendiri.


Tentu saja prosesnya sangatlah menyakitkan. Kultivasi sudah terikat dengan jiwa, membuangnya sama saja dengan memotong bagian dari jiwa itu sendiri.


Jika pengorbanan Spirit Beast dilakukan dengan menyerahkan Kultivasi pada orang tertentu, yang Yunmei lakukan adalah mengeluarkan kultivasi dan tidak menyerahkannya pada siapapun. Dia hanya membiarkan Spirit Ring itu melayang di udara agar menciptakan situasi seolah-olah Bibi Dong lah yang membuat Spirit Ring itu keluar dengan cara membunuh Xiao Yun.


Dengan begini, Yunmei berhasil menghindari situasi terburuk dimana Xiao Yun mati terbunuh oleh Spirit Master.


Mudahnya, dia seperti membuat Xiao Yun bunuh diri sebelum dibunuh.


Dan dampak dari tindakannya, sangat melukai jiwa dan raga Yunmei sendiri.



Tepat setelah Yunmei berhasil melakukan itu, koneksinya dengan tubuh Xiao Yun terputus dan jiwa Yunmei terpental kembali ke tubuhnya.


Entah karena hal itu atau karena dari awal kekuatan mata Yunmei masih terlalu rendah, jiwa Xiao Yun tidak benar-benar tersegel sempurna dalam penjara Salib matanya.


"Xiao Wu... kenapa Yun'er..."


Dalam penjara Salib itu, mata Xiao Yun bergetar menyaksikan putrinya menggantikan dirinya di detik-detik terakhir.



"YUN'ER!!!!!!!!!!!!!" teriak jiwa Xiao Yun ketika melihat jiwa putrinya terluka parah dan terpental kembali ke tubuhnya.


BRAAAAAGHHHHH


"Tubuh manusia" Xiao Yun pun tewas. Koneksi dengan tubuh itu telah sepenuhnya terpotong. Jiwa Yunmei kembali ke tubuhnya sendiri dan mengalami hantaman besar yang cukup parah. Di waktu yang sama, kultivasi Xiao Yun berubah menjadi Spirit Ring +100.000 tahun dan kesadarannya meredup.


Luka jiwa juga melukai raga, tubuh Yunmei mengalami cedera yang parah. Terutama di bagian matanya. Matanya mengalami pendarahan hebat, tidak, bukan hanya matanya. Baik mata, telinga, hidung dan mulut Yunmei terus menerus mengeluarkan darah.


Rasanya sangat menyakitkan. Tubuhnya terasa di cincang hidup-hidup. Tak cukup hanya dengan dampak kerusakan jiwa karena menolong Xiao Yun, matanya juga masih mengalami cedera karena penggunaan Crusader Prison yang berlebihan, di luar kemampuan tubuhnya yang sekarang. Meski begitu, jangankan berteriak. Yunmei bahkan tidak merintih kesakitan. Dia tetap berusaha menahan suaranya hingga semua ini benar-benar berakhir.


"Bertahanlah, Tang Yunmei... Jangan... pingsan sekarang..." batin Yunmei memaksakan dirinya untuk tetap sadar di tengah pendarahan hebat yang ia alami.


"Ini masih... belum selesai..."


BRUUUUGHH


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Tang Yunmei


Usia: 6


Spesies: Half Spirit Beast


Level: 10


Martial Soul: Blue Starry Grass


Clear Sky Hammer


Bentuk Martial Soul: Rumput & Palu


Spirit Ring: 0


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...


SRRRKKK SRRRRKKK


"Uhh..."


SRRRRKKK SRRRKKK


".....?"


Kesadaran Yunmei mulai kembali. Namun karena cederanya tadi, tubuh gadis itu tidak bisa bergerak.


Indera nya pun menumpul. Yunmei tidak bisa melihat, mendengar ataupun mencium dengan benar. Yang paling parah adalah matanya. Mungkin untuk sementara waktu, Yunmei akan mengalami kebutaan.


SRRRRKKK SRRRKKK


Yang bisa Yunmei rasakan hanyalah ada sesuatu yang mendusel-dusel tubuhnya. Tapi dia tidak tau apa itu dan tidak bisa memastikannya. Hanya saja... itu adalah sesuatu yang lembut dan bergerak.


Tunggu.


Lembut dan bergerak...?


Yunmei mencoba yang terbaik untuk menggerakkan tangannya, sesuatu itu tidak menghindar ketika jemari Yunmei merabanya.


Yunmei, "!"


Perlahan, air mata Yunmei mulai mengalir. Masih dalam keadaan terluka parah, Yunmei memaksakan diri untuk meraih dan memeluk sesuatu itu.


"Syukurlah..."


"Hiks... Aku benar-benar... bersyukur... hiks..."


"Syukurlah ini berhasil..." batin Yunmei senang.


Tanpa melihatnya pun Yunmei bisa mengetahuinya. Sesuatu yang dipeluknya sekarang... adalah tubuh Spirit Beast Xiao Yun. Seekor Soft Boned Rabbit muda berbulu lembut.



Beberapa Minggu terakhir ini, Yunmei sudah menandai Xiao Yun. Selain demi mengaktifkan skill Constellation Eye Crux, itu juga agar dirinya bisa membedakan Xiao Yun dengan Soft Boned Rabbit lainnya.


Namun ternyata, dirinya bahkan tak perlu mencari keberadaan sang ibu. Sang ibu sendirilah yang menghampirinya. Padahal kesadaran Xiao Yun sebagai manusia sepenuhnya menghilang ketika menjadi Soft Boned Rabbit. Dan baru bisa kembali setelah mencapai tahap kultivasi tertentu. Siapa sangka, Xiao Yun yang menjadi Soft Boned Rabbit, masih mengenali Yunmei sebagai salah satu orang terdekatnya.


"Mama..." tangis Yunmei seraya memeluk kelinci itu.


"Maafkan aku... maaf karena membiarkan Bibi Dong mengambil Spirit Ring Mama... maaf karena tidak bisa merebut Spirit Bone Mama... maaf karena tidak bisa mencegah tragedi ini terjadi..."


"Maafkan aku..."


"Hiks... hiks..."


Tubuh gadis itu gemetaran. Lebih daripada rasa sakit di tubuhnya, Yunmei merasa sangat sakit di hatinya.


Apa gunanya kemampuan melihat masa depan kalau dirinya tidak bisa merubah banyak hal? Apa gunanya identitas nya sebagai Dewi di masa lalu kalau dia tidak bisa melindungi siapapun di masa kini? Yunmei di serang rasa bersalah karena menjadi anak yang tidak berguna. Walaupun sejatinya, takkan ada yang berpikir demikian.


Tentu saja, termasuk Xiao Yun.


Kelinci yang ada di pelukan Yunmei menjilat air matanya yang tercampur darah sebelumnya.


Yunmei, "?"


"Mama?"


"Apa mama... mencoba menghiburku?" Pikir Yunmei bertanya-tanya.


"......."


Kelinci itu juga membulatkan dirinya di sekitar leher Yunmei.


Berkat hal kecil seperti itu, hati Yunmei terasa menghangat.


"........"


"Terima kasih..." senyum Yunmei.


"Benar... ini baru saja dimulai. Masih ada banyak hal yang harus kulakukan. Sekarang bukan saatnya berdiam disini dan menyesali kelemahanku."


Yunmei yang masih gemetaran, mencoba memaksakan dirinya untuk duduk. Sakit? Pasti. Yunmei menahan semua rasa sakit itu sebisa mungkin. Baginya, rasa sakit itu tidak sebanding dengan pengorbanan ibunya.


Setelah berhasil duduk, Yunmei memangku kelinci itu.


"Aku harus segera menyembuhkan diriku sendiri. Setidaknya agar cukup kuat untuk bisa pergi dari sini."


"Maafkan aku, Jie... mungkin kita tidak akan bisa bertemu dalam waktu dekat. Aku, punya banyak hal yang harus dilakukan sebelumnya."


"Tolong lupakan aku untuk sementara dan habiskan waktumu dengan Tang San dan yang lainnya dulu. Bersama dengan mereka, aku yakin kamu akan mendapatkan pengalaman dan ikatan yang luar biasa."


"Dan Tang San... tolong jaga Jie-jie ku... aku percaya padamu. Karena kamu adalah penyelamatku... dan kakakku di kehidupan saat ini."