
PRRAAAAAANNNGGGGGG
Barrier yang dibuat Xiao Yun telah sepenuhnya rusak.
Menampakkan tiga orang Titled Douluo yang berjalan ke arah mereka dengan santainya.
"Wah, wah... lihat ini, Yang Mulia..."
"Ada harta Karun disini. Siapa sangka ada 2 Humanoid Spirit Beast 100.000 tersembunyi di dalam pusat hutan," seringai salah satu pria Titled Douluo yang tiba.
"Huh??"
Pria itu berhenti sejenak. Wajahnya terlihat kebingungan setelah melihat targetnya lebih dekat.
"Kenapa ada anak manusia disini?"
"Tak perlu memikirkan hal yang tak penting," timpal pria lainnya. "Fokus saja pada misinya."
"Baiklah, baiklah, aku tau. Tenang saja."
TAP TAP TAP
Seorang wanita yang berjalan dibelakang mereka, melangkah maju dengan anggunnya.
"Hemh... kalian berdua, tunggu saja disini."
"Baik, Yang Mulia." Hormat kedua pria yang menemaninya.
Dilihat dari pakaiannya yang mewah dan aura kuat yang ia pancarkan, sudah pasti wanita itu bukanlah orang biasa.
Anehnya, walaupun pakaiannya memancarkan kesan yang suci, tapi aura yang ia pancarkan begitu menyesakkan dan terasa beracun.
Dengan adanya 3 Titled Douluo disana, terlebih keberadaan wanita itu sendiri yang sudah level akhir Titled Douluo, Xiao Yun yakin dia tidak akan bisa mengalahkannya.
Wanita itu menyeringai sadis, bersamaan dengan langkahnya yang kian mendekat, kumpulan laba-laba datang entah darimana. Tanah pun berubah warna menjadi ungu muda. Dari aura ungu muda itu, muncul sebuah duri ungu beracun. Duri yang awalnya hanya ada satu, berlipat ganda menjadi sepuluh, seratus, hingga ada ribuan dari mereka yang mengarah pada Xiao Yun dan putri-putrinya.
Xiao Yun, "!"
Seringai wanita itu makin terlihat.
[ Teknik Roh Ke-enam ]
[ Bloodsucking Spider Thorns ]
SWEEEEERRRRRRRRR
Ribuan duri ungu beracun bergerak menuju Xiao Yun dari udara. Xiao Yun langsung menciptakan barrier merah muda yang lebih kecil namun kuat untuk melindungi dirinya dan putri-putrinya.
"XIAO WU!! YUN'ER!!! LARII!!!!" teriak sang ibu, berusaha menahan serangan wanita itu.
Xiao Wu yang ketakutan tidak bisa memikirkan apapun.
"Lari? Kemana?"
"........"
Sedangkan Yunmei sendiri, terdiam beberapa detik menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit di pahami.
Tangan Yunmei tergenggam erat dan giginya menggertak ketika wajah wanita asing itu terlihat jelas dimatanya.
"Bibi Dong."
Belum sempat Xiao Wu dan Yunmei melarikan diri, barrier Xiao Yun mulai hancur karena serangan wanita itu terlalu kuat. Meskipun Xiao Yun menguatkan barrier itu hingga mulutnya mengeluarkan darah, duri beracun itu masih mampu menembus area-area tertentu pada barrier Xiao Yun dengan mudahnya.
Xiao Yun, "!"
Xiao Yun yang melihat beberapa duri beracun menembus barriernya dan mengarah pada putri-putrinya, bergegas berbalik untuk melindungi mereka.
"XIAO WU!! YUN'ER!!!!"
BRAAAGGHH
Di dorong oleh sang ibu hingga terjungkal ke tanah, mata Xiao Wu refleks terpejam. Hatinya berdegup-degup tak karuan. Tubuh gadis itupun gemetar hebat.
Hal yang kembali menenangkan Xiao Wu adalah wajah ibunya yang terlihat begitu dia membuka matanya dan tangan Yunmei yang perlahan. memegang tangannya.
Tidak!
Bukan itu yang terpenting sekarang!!
Yang lebih penting dari semua itu...
Pu-Punggung Xiao Yun... punggung ibunya... sekarang tertusuk puluhan duri beracun karena melindungi mereka.
"Ma-Mama..."
Ekspresi Xiao Wu memucat begitu dia menyadarinya.
"Maafkan aku..."
Air matanya pun mulai mengalir.
Xiao Yun hanya tersenyum tipis, menahan rasa sakit di punggungnya. Tangan wanita itu, masing-masing memegang pipi kedua putrinya. Bagi Xiao Yun, momen ini sangatlah penting. Karena mungkin saja... ini adalah kali terakhir dirinya bisa tersenyum pada putrinya.
Tangan kanan Xiao Yun yang menyentuh pipi Xiao Wu, terisi oleh sisir yang ia gunakan tadi.
"Xiao Wu..."
"Bawa ini dan pergilah dari sini... jangan berbalik dan lindungi adikmu. Mengerti?"
Senyuman Xiao Yun terlihat sangat hangat nan lembut, namun disaat yang sama, juga terlihat sangat menyesakkan.
"Tapi Mama...! Mama sendiri--"
"Xiao Wu."
Sang ibu hanya mengatakan dia kata untuk membungkam mulut putrinya.
Namun, dirinya kembali melembut.
"Kumohon..." lirih Xiao Yun.
Xiao Wu, "!"
"Mama... aku... aku..."
Xiao Wu menatap Mamanya dengan hati yang terluka.
Bersamaan dengan air matanya yang mulai terjatuh, Xiao Wu mengangguk pelan. Tangannya mengeratkan genggamannya dengan tangan Yunmei.
"Aku pasti... akan melindungi, Yun Yun!"
Xiao Yun mengelus lembut kepala Xiao Wu dan Yunmei.
"Iya... Mama tau kau bisa melakukannya..."
Wanita itu tersenyum untuk terakhir kalinya, sebelum ia mendorong kedua putrinya menjauh.
"Kalian berdua... tetaplah hidup."
Yunmei hanya bisa melihat senyuman itu sekilas saja karena Xiao Wu yang menangis keras, langsung menarik tangannya, berlari secepat yang mereka bisa dari tempat itu. Tanpa menoleh ke belakang.
Yunmei, "Mama..."
Gadis itu menyipitkan matanya, terlihat tekad kuat memancar dari sana.
"Tenang saja, Yunmei pasti akan menyelamatkanmu, Mama."
TAP TAP TAP TAP TAP TAP
Begitu sosok kedua gadis kecil itu tak terlihat lagi, pria berambut hitam angkat bicara.
"Haruskah saya mengejar mereka, Yang Mulia?"
"Tak perlu, lindungi saja aku saat menyerap Spirit Ring dan Spirit Bone wanita ini," jawab wanita yang dipanggilnya Yang Mulia itu.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu mendapatkanku semudah itu!?" bentak Xiao Yun.
"Tentu saja," balas wanita itu acuh. Wanita itu memperkuat serangannya. Karena titik lemah dari barrier Xiao Yun telah hancur, tak sulit baginya menghancurkan sisanya.
PRAAAAAAANNNNGGGG
Xiao Yun tidak diam saja. Walau tak bisa mengalahkan wanita itu dan bawahannya, setidaknya dia harus bisa mengulur waktu agar Xiao Wu dan Yunmei bisa kabur. Untuk itu, matipun tidak menjadi masalah bagi Xiao Yun.
[ Teknik Roh Keempat ]
[ Paragon Golden Body ]
Tubuh Xiao Yun mengeluarkan cahaya emas. Setelah teknik ini aktif, tidak ada duri yang mampu melukainya. Dengan teknik Roh keempatnya, Xiao Yun bisa menahan serangan sekuat apapun selama 6 detik (3 detik mulai Level 40 dan bertambah 1 detik untuk setiap kenaikan 10 level).
Dan selama 6 detik itu pula, Spirit Power Xiao Yun berganda beberapa kali lipat.
"!"
Wanita didepannya tersentak kaget. Tak ia sangka ada yang bisa menahan serangannya. Memanfaatkan momentum itu, Xiao Yun mengeluarkan skill lainnya.
[ Teknik Roh Ke-enam ]
[ Nullity ]
Teknik ini mengubah pengguna menjadi eksistensi halus yang dapat digunakan baik untuk menyerang maupun bertahan; memblokir 100% serangan fisik dan 80% serangan spiritual. Disisi lain, dibarengi dengan delapan lemparan berturut-turut yang memberikan efek stun dalam setiap lemparannya.
"Golden Shield!?" kaget pria berambut hitam.
"Sungguh aliran energi yang mengerikan."
"Heh."
Wanita itu memberikan Xiao Yun seringai ejekan.
"Mau menggunakan teknik roh?"
Wanita itu teleport beberapa kali hingga berada sangat dekat dengan Xiao Yun.
"Tanpa izin dariku--"
Xiao Yun, "!!"
Hingga wajah wanita itu, berada tepat didepan Xiao Yun.
"--tak ada yang boleh menggunakannya."
[ Teknik Roh Ke-enam ]
[ Immortal Strike ]
Xiao Yun, "Teknik buatan!?"
Ketika Xiao Yun menyadarinya, semua sudah terlambat. Wanita itu memukul Xiao Yun ke atas dengan tangan berbalut cangkang tajam dan duri ungu sebelumnya, tepat sebelum teknik Xiao Yun di aktifkan.
BRAAAAAAAGGGGHHHH
"OHOOGGHHH!!"
Xiao Yun muntah darah karena pukulan itu.
Wanita itu tersenyum puas melihat Xiao Yun tak berdaya di tangannya. Dia sama sekali tidak menghabiskan waktu. Akan merepotkan jadinya kalau pertarungan ini jadi lebih lama.
[ Teknik Roh Keempat ]
[ Thistle Spider Armor ]
Cangkang dan kaki laba-laba berwarna ungu tua sepanjang 1 meter menutupi punggung wanita itu seperti sebuah armor. Kaki itu juga sangat keras dan beracun.
Dengan kaki itu, wanita itu menusuk Xiao Yun tepat di titik vitalnya. Dan diwaktu yang sama, juga menghisap daya hidup Xiao Yun hingga kering.
JLEEEEEEBBBBSSS
Xiao Yun, "!!!!!"
Senyuman puas terpancar dari wajah wanita itu. Dia berhasil mencapai tujuannya. Xiao Yun mengalami pendarahan hebat dan daya hidupnya berkurang drastis dengan cepat. Tak selang lama, kesadarannya pun memudar.
"Xiao... Wu... Yun...er..."
SWEEEEEEEEEENNNGGGGGGGGG
Dan ketika kesadaran Xiao Yun benar-benar menghilang, matanya tak lagi memancarkan cahaya dan tubuhnya mulai bersinar merah.
Pada saat itu pula, Spirit Ring +100.000 tahun bersinar terang, menyinari seluruh hutan dan membuat gejolak hebat pada para Spirit Beast di Hutan Xing Dou. Tak ada yang tak melihatnya jika Spirit Ring itu bersinar seterang itu di langit malam. Dan karena hanya ada 4 Spirit Beast +100.000 tahun di Hutan Xing Dou, tak sulit bagi para Spirit Beast menebak milik siapa Spirit Ring itu sebenarnya.
BRUUUUGHH
"Ma..."
"MAMAAAA!!!!!!!"
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Nama: Tang Yunmei
Usia: 6
Spesies: Half Spirit Beast
Level: 10
Martial Soul: Blue Starry Grass
Clear Sky Hammer
Bentuk Martial Soul: Rumput & Palu
Spirit Ring: 0
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Nama: Xiao Wu
Usia: 6
Spesies: Spirit Beast
Level: 10
Martial Soul: Soft Boned Rabbit
Bentuk Martial Soul: Kelinci
Spirit Ring: 0
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Nama: Xiao Yun
Usia: Unknown
Spesies: Spirit Beast
Level: 72
Martial Soul: Soft Boned Rabbit
Bentuk Martial Soul: Kelinci
Spirit Ring:
2 Yellow
2 Purple
3 Black
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Di waktu yang sama dengan masa dimana Xiao Yun mulai memberikan perlawanan
Tak jauh dari wilayah asal
TAP TAP TAP TAP TAP TAP
"Jie..."
TAP TAP TAP
"Jie!"
TAP TAP TAP TAP
Karena Xiao Wu terus mengabaikannya, mau tidak mau Yunmei memakai cara yang agak kasar. Dia melepaskan genggaman Xiao Wu agak keras.
"JIEE!!"
Xiao Wu pun akhirnya menoleh. Masih terlihat isak tangis di matanya.
"Apa yang kau lakukan, Yun Yun?"
"Kenapa berhenti? Kita harus cepat-cepat pergi dari sini..." ucapnya tak kuasa menahan kesedihan di hatinya.
"......."
Yunmei menatap lurus mata kakaknya.
Dia berusaha mengatakan ini selembut mungkin agar Xiao Wu tidak semakin panik dibuatnya.
"Jie... Dengarkan aku."
"Jie-jie pergilah ke tempat Da Ming dan Ar Ming. Jie-jie akan aman disana."
Xiao Wu, "Huh???"
"Apa maksudmu? Kenapa... kamu berbicara seolah kamu takkan ikut?" tanya Xiao Wu curiga.
Yunmei tersenyum tipis.
"Jie... aku akan pergi ke tempat lain."
"Kamu mau pergi kemana!? Kenapa kita harus pergi ke tempat yang berbeda!!" ucap Xiao Wu tidak terima.
"Kamu dengar sendiri tadi, Mama memintaku melindungimu, Yun Yun!"
"Mana mungkin aku meninggalkanmu!!" jerit Xiao Wu, kembali mengeluarkan air mata.
Hati Yunmei sakit dibuatnya. Dia tidak suka ini. Dia tidak suka membuat kakaknya menangis. Dan dia juga tidak suka dengan keputusannya yang memilih untuk pergi.
Tapi yang paling tidak Yunmei suka adalah... kata-kata yang akan ia ucapkan selanjutnya.
"........"
Tidak, dia harus mengatakan itu. Karena kalau tidak, dia 100% yakin Xiao Wu tidak akan melepaskannya.
Yunmei menarik napas panjang. Mempersiapkan hatinya.
"Jie..."
"Jie-jie sendiri yang bilang akan melindungiku, kan?" tanya Yunmei memastikan.
Xiao Wu mengangguk cepat, "Iya! Jie-jie pasti akan melindungimu! Selamanya!!"
Mendengar itu, tatapan lembut Yunmei berubah jadi agak dingin.
"Kalau begitu yang harus Jie-jie lakukan sudah jelas."
"Eh?"
Tentunya, Xiao Wu menyadari perubahan ekspresi adiknya.
"Jie... tempat yang paling berbahaya untukku... adalah di dekatmu," ucap Yunmei, menusuk hati Xiao Wu.
"Eh...? Apa...?"
Xiao Wu tidak ingin mempercayainya. Dia tidak ingin percaya Yunmei lah yang mengatakan itu. Walau jauh di dalam lubuk hatinya... dia juga tau itu.
Yunmei berbalik, memunggungi Xiao Wu.
"Jie-jie sendiri mendengarnya, kan?"
"Salah satu orang tadi... menyebutku anak manusia."
Yunmei sengaja begitu agar Xiao Wu tak bisa melihat ekspresinya sekarang.
"Dengan kata lain... satu-satunya target mereka setelah ini hanya Jie-jie."
"Bukan aku."
Xiao Wu, "!"
"Kalau aku bersama Jie-jie... bukannya akan aman, aku malah jadi lebih dalam bahaya, kan!?" bentak Yunmei.
Hati Xiao Wu tertusuk-tusuk mendengar itu. Adiknya benar. Apa jangan-jangan... membuat Yunmei berada disisinya adalah keegoisan yang membahayakan Yunmei?
"Aku...!"
"Aku..."
Tubuh Yunmei agak gemetaran. Dia benar-benar tidak ingin mengatakannya. Tapi dia tidak punya pilihan lain.
Benar, semua ini sudah dia rencanakan.
Sepanjang hari Yunmei memikirkannya, bagaimana cara menyelamatkan semua orang dengan tubuhnya yang masih lemah. Bagaimana cara agar dia tidak membuat masa depan menjadi jauh lebih buruk karena telah campur tangannya. Semua pertanyaan dalam benaknya, membuatnya meraih suatu kesimpulan.
"Aku... juga punya keluarga lain!" ucap Yunmei.
"Aku tidak boleh mati sebelum bertemu mereka!!"
Yunmei berbalik menghadap Xiao Wu lagi, kali ini Xiao Wu bisa melihat ekspresi terluka pada wajahnya.
"Aku menyayangimu, Jie. Sangat. Dan selalu. Tapi... Aku tidak mau mati karena Jie-jie!!"
DEGGG
"Yun... Yun..."
Xiao Wu mulai oleng. Serangan mental yang Yunmei berikan, mengenainya tepat di hatinya.
Yunmei memejamkan matanya. Dia sudah sejauh ini, dia sudah merencanakan semuanya, dia tidak boleh goyah hanya karena ini.
"......."
"Jie... aku akan pergi ke arah sebaliknya," ucap Yunmei mulai berjalan menjauhi Xiao Wu.
"Aku akan mencari keluarga kandungku di wilayah manusia. Kita... harus berpisah untuk sementara."
"Demi kebaikan kita berdua."
"Itu juga... kalau Jie-jie sungguh mempedulikan keselamatanku... dan keselamatan Jie-jie sendiri."
Xiao Wu yang sudah merosot ke tanah, mulai memikirkan banyak hal. Semua ini terlalu membebani kepalanya. Walaupun dirinya adalah Spirit Beast +100.000 tahun, secara mental dia tetaplah anak perempuan berusia 6 tahun biasa.
Meski begitu, ada satu hal yang Xiao Wu dapat pahami.
"........"
"Aku mengerti..."
Xiao Wu mencoba menguatkan dirinya. Dia menyeka air matanya agak keras.
"Aku tidak mau kita berpisah... tapi kamu benar... berada bersamaku justru membuatmu dalam bahaya," sesak Xiao Wu.
"Aku yang sekarang... tidak punya cukup kekuatan untuk melindungimu..."
Xiao Wu merasa berat hati untuk melanjutkan kata-katanya. Rasanya, kata-kata itu tersangkut di tenggorokannya.
"........."
"Per-Pergilah Yun Yun..."
Air mata yang ditahannya mulai mengalir kembali. Dan dia juga segera menyekanya.
"Pergilah sejauh mungkin dari sini..."
"Jie-jie... Jie-jie pasti akan mencarimu di wilayah manusia nanti," senyum sendu Xiao Wu.
"Setelah semuanya aman... Jie-jie akan pergi mencarimu! Pasti!!" kali ini senyuman itu terlihat lebih cerah.
Yunmei sempat sedikit terbelalak sebelum ekspresinya tenang kembali.
"Jie... kamu sungguh anak yang tegar..."
"Terimakasih... sudah menjadi Jie-jie untukku..."
Yunmei merasa tak ada kata lagi yang dapat ia sampaikan pada sang kakak. Hal yang bisa dia lakukan sekarang hanya mengangguk kecil dan bergegas pergi dari sana, meninggalkan Xiao Wu sendirian.
Xiao Wu menangis begitu Yunmei meninggalkannya. Di hari yang sama, dia ditinggalkan oleh ibu dan adiknya. Betapa hancur hatinya saat ini. Meski begitu, Xiao Wu tau ini bukanlah akhir. Seperti janjinya tadi, dia masih harus mencari adiknya di wilayah manusia. Demi menepati janji itu, dia harus bertahan hidup terlebih dahulu.
Xiao Wu mulai bangkit dan kembali berlari, ke tempat tujuan Da Ming dan Ar Ming pergi. Dia harus segera mendapatkan bantuan dari mereka untuk melawan wanita asing yang tiba-tiba menyerang mereka itu.
Benar... alasan lain kenapa Xiao Wu harus tetap hidup...
Juga demi membalas perbuatan wanita itu.