Soul Land: Change In Destiny

Soul Land: Change In Destiny
Prolog



"Haahh... Haahh... Hahhh..."


HOSH HOSH HOSH


TAP TAP TAP TAP TAP


Di kejar begitu banyak orang, dua sosok suami istri dengan dua bayi dalam gendongan mereka, berusaha melarikan diri ke tempat yang aman.


Mereka berdua adalah Tang Hao dan istrinya, Ah Yin. Setelah Tang Hao menyatakan perasaannya pada Ah Yin, Tang Hao bermaksud membawanya kembali ke Clear Sky Clan (Sekte Hao Tian). Namun di tengah perjalanan, mereka mendapatkan masalah. Identitas Ah Yin sebagai Spirit Beast 100.000 tahun di ketahui oleh Spirit Hall. Karenanya, sang Paus beserta Titled Douluo dari Spirit Hall memburunya.


Kenapa? Hanya ada satu alasan untuk itu. Bahkan dalam bentuk Humanoid sekalipun, Spirit Beast 100.000 tahun akan tetap menghasilkan Spirit Ring Merah jika terbunuh. Orang-orang yang mengejar Ah Yin, mencoba mendapatkan itu.


Tang Hao dan Ah Yin sempat lolos dari kejaran mereka. Mereka berhasil bersembunyi selama beberapa tahun di inti Star Dou Forest.


Star Dou Forest adalah salah satu habitat Spirit Beast paling terkenal di Benua Douluo. Letaknya di tenggara Kerajaan Balak, dengan Kota Suotou terletak kurang dari lima ratus kilometer di dekatnya.


Wilayahnya sangat besar, praktis sama dengan wilayah Kerajaan Balak, membentang di perbatasan Kekaisaran Tian Dou dan Kekaisaran Xing Luo. Di dalamnya, dua perlima wilayahnya berada di Kekaisaran Tian Dou sementara tiga perlima lainnya berada di Kekaisaran Xing Luo. Ini adalah hutan purba yang sangat luas, medan bagian dalam hutannya rumit, dengan lahan basah, rawa, dan sebagainya.


Berkat kekuatan mereka dan Domain yang dimiliki Ah Yin, mereka dapat tiba di inti Star Dou Forest dengan selamat. Tang Hao dan Ah Yin pun menikah disana. Setahun kemudian, Ah Yin melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan. Namun dalam proses kelahiran itu, terjadi suatu kesalahan yang tak dapat mereka prediksi dan hindari.


"Bagaimana bisa?"


Ah Yin menutup mulutnya, keterkejutan begitu nampak di wajah wanita itu.


Tang Hao, suaminya juga sama terkejutnya dengannya.


"........"


Seraya menggendong bayi perempuannya, Ah Yin mengelus pelan wajah anak itu.


"Aku... jelas-jelas sudah memasuki usia dewasa ketika melahirkan mereka..."


"Tapi kenapa anak ini... bisa terlahir sebagai Spirit Beast?" tanya Ah Yin entah pada siapa.


Air matanya mulai mengalir setetes.


"Tang Hao..."


Tang Hao menyeka air mata Ah Yin, dia memeluk Ah Yin dan putrinya.


"Jangan takut, Ah Yin. Walaupun putri kita terlahir sebagai Spirit Beast, aku akan memastikan keselamatannya."


"Begitu pula dengan putra kita."


Terlahir sebagai Spirit Beast, terlebih Spirit Beast tidak sempurna, jelas akan membuat hidup putrinya kedepannya akan menjadi sangat berbahaya.


Karakteristik Half Spirit Beast seperti putrinya merupakan gabungan dari Spirit Beast dan manusia. Berbeda dari putra mereka yang sepenuhnya terlahir sebagai manusia, putri mereka yang terlahir sebagai Half Spirit Beast akan mengeluarkan aura Spirit Beast 100.000 tahun seperti ibunya, yang mana itu akan mengundang para pembunuh dengan Titled Douluo.


Putri juga tak harus membunuh Spirit Beast lain layaknya manusia jika ingin mendapatkan Spirit Ring. Dia akan menghasilkan Spirit Ring nya sendiri. Namun, di sisi lain, dia juga memiliki ciri khas Martial Soul layaknya manusia. Seperti, baru akan bangkit di umur 6 tahun, dapat berkembang dengan cepat, wujudnya akan muncul di tangannya, dsb.


"Apa yang harus kita lakukan, Tang Hao...?" tangis Ah Yin.


"Kalau seperti ini... Kita tidak bisa membawa putri kita ke tempat yang ada manusianya... Dia baru saja lahir, tapi aura Spirit Beast 100.000 tahunnya begitu semerbak. Orang-orang yang menyadarinya pasti akan berusaha membunuhnya..."


"........"


Tang Hao mencoba menenangkan istrinya dengan menepuk-nepuk punggung sang istri.


"Ah Yin... Aku..."


"Tolong jangan katakan kamu akan melindunginya sebaik mungkin atau semacamnya..." potong Ah Yin.


"Berbeda dariku, putri kita baru saja lahir... Dia tidak boleh terlibat dengan pertarungan antara Titled Douluo. Tubuhnya tidak akan bisa menahan beban itu, Tang Hao..."


Ah Yin benar. Bahkan meskipun Tang Hao bisa melindungi putri mereka dari para Titled Douluo, putri mereka tidak akan bisa bertahan lama dengan suasana itu. Terlebih, jika bersama pergi ke tempat yang ada manusianya, putri mereka pasti akan sering mengalami itu sampai dia belajar menahan auranya.


Tang Hao mengepalkan tangannya.


"Ah Yin, aku paham perasaanmu..."


"Tapi, kau tau sendiri kita tidak bertahan disini terlalu lama. Kau pasti juga merasakannya, bukan? Titled Douluo sialan dari Spirit Hall itu semakin mendekat," geram Tang Hao.


Ah Yin pun tahu itu. Mereka terjebak oleh situasi ini. Dia tidak bisa membawa putri mereka pergi. Juga tidak bisa meninggalkannya. Apa yang harus dia lakukan?


Tidak...


Sebenarnya... Dia sudah tau...


Dia hanya... Tidak mau mengambil pilihan itu sebisa mungkin...


"Ah Yin?"


Namun dalam situasi ini, apa dia punya pilihan lain?


"........"


Ah Yin menggertakkan giginya.


"Putri kita... tidak boleh pergi bersama kita, Tang Hao."


"Lalu apa yang ingin kau lakukan pada putri kita?" tanya Tang Hao.


Padahal itu adalah satu-satunya pilihan yang tersisa jika memikirkan keselamatan putrinya. Namun tetap saja, Ah Yin merasa sangat tidak enak untuk melakukan itu.


"..... Aku... Akan menitipkan putri kita pada Xiao Yun-jie..." ucap Ah Yin memutuskan.


"Xiao Yun? Siapa dia?"


Tang Hao tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya dari Ah Yin.


Tangan Ah Yin mengepal erat.


"Xiao Yun-jie... Adalah Jie-jie (angkat) ku... Saat keluar dari Hutan dulu... Xiao Yun-jie melarangku mati-matian karena tak ingin aku terluka."


Tang Hao, "Ahh... Jadi begitu..."


"Tang Hao, aku tak punya muka untuk meminta bantuan Xiao Yun-jie sekarang... Tapi putri kita... Hanya dia yang bisa kumintai tolong untuk menjaga putri kita..."


Dada Ah Yin terasa sesak. Dia benar-benar tak enak hati meminta bantuan kakak angkatnya setelah semua pertengkaran mereka.



"Ah Yin..."


Tang Hao memejamkan matanya. Jika itu kakak angkat Ah Yin, dia bisa menyerahkan putri mereka dengan tenang.


"Aku akan bersamamu. Ayo kita minta bantuannya. Demi Putri kita."



"Umm..." angguk Ah Yin.


Begitulah, sebelum melarikan diri dari Hutan Star Dou, Tang Huo dan Ah Yin memutuskan mampir ke sisi lain dari inti Hutan Star Dou untuk menemui kakak angkat Ah Yin, Xiao Yun-jie ini.


Jarak yang mereka tempuh tak terlalu jauh. Mereka hanya perlu berlari menyusuri Danau Star Dou untuk sampai ke tempat Xiao Yun. Kakak angkat Ah Yin, Xiao Yun juga adalah Spirit Beast 100.000 tahun yang membesarkan dan melindunginya sejak kecil. Bisa dibayangkan betapa sakit hatinya ketika Ah Yin memutuskan meninggalkannya dulu demi datang ke dunia manusia. Tidak mungkin dia akan langsung menerima Ah Yin begitu saja setelah semua pertengkaran yang terjadi saat itu.


Tapi berbeda dari perkiraan Ah Yin...


"Siapa!? Bagaimana kau bisa menembus barrier ku!?"


Xiao Yun yang curiga pada sosok asing yang memasuki wilayahnya, langsung mengarahkan senjata pada mereka.


"Aura ini... Titled Douluo!? Mereka mengincarku!!?"


SSSRRRRKKKKK



"Jie... Ini aku..."


"!"


Begitu Ah Yin menampakkan dirinya bersama Tang Hao, kewaspadaan Xiao Yun menurun drastis. Matanya membulat sempurna. Tak selang begitu lama, Xiao Yun langsung berlari memeluk Ah Yin.



TAAAPP


"Yin'er!!"


"Kau pulang..."


Dan menangis dalam pelukan itu.


"!"


Ah Yin pun tak kuasa menahan tangisnya.


Dia membalas pelukan itu.


"Jiee!!!"


Melihat istrinya seperti itu, Tang Hao tersenyum hangat. Dia menggendong anak kembarnya di belakang Ah Yin. Memberinya waktu berdua dengan sang kakak.


Setelah melepas rindu cukup lama, Ah Yin kembali mengingat alasannya berada disini.


"Jiee... Maafkan aku... Aku sungguh ingin meminta maaf dan berbaikan denganmu dengan benar. Tapi aku tidak punya banyak waktu..."


"Bolehkah aku meminta pertolonganmu, Jie?" tanya Ah Yin berlinang air mata.


Xiao Yun terkejut. Bagaimana adiknya yang begitu tegar dan lembut bisa sampai gemetar seperti itu?


"Ada apa, Yin'er?"


".... Aku dan Tang Hao, suamiku... Harus segera pergi dari Hutan ini. Spirit Hall sudah menargetkanku, Jie..." jawab Ah Yin.


"Apa!?"


Xiao Yun tersentak hebat. Dia langsung memegang pundak Ah Yin dengan kuat.


"Kau diincar Spirit Hall!!?"


"Lalu kenapa mau pergi!? Menetapkan disini!! Memangnya ada tempat yang lebih aman dari Hutan Star Dou untuk Spirit Beast!?" marah Xiao Yun.


"Aku tak bisa, Jie."


"Kenapa!?"


"Aku..."


Ah Yin melirik ke arah lain, tak berani menatap mata kakaknya.


"Tak mau membuat keberadaan Yun-jie dan yang lainnya ketahuan Spirit Hall juga. Aku tidak bisa melibatkan kalian dalam pertarungan ku melawan Spirit Hall."


"APA MAKSUDNYA ITU!!? KAU MAU AKU MEMBIARKANMU BEGITU SAJA!!?" amuk Xiao Yun.


"SIAPA YANG AKAN MELINDUNGIMU SEKARANG!!?"


Ah Yin, "Xiao Yun-jie..."


"Aku yang akan melindunginya. Aku pasti akan melindungi Ah Yin meskipun itu harus mengorbankan nyawaku," timpal Tang Hao.


Xiao Yun mendecak kesal.


"Memangnya apa yang bisa Titled Douluo biasa lakukan melawan Spirit Hall?"


"Kau cuma sendiri. Berani sekali melibatkan adikku dalam pertaruhan berbahaya seperti itu."


Dada Tang Hao serasa di tusuk. Ah Yin yang menyadari itu, langsung menengahi mereka.


"Jiee... Kumohon..."


"Aku dan Tang Hao pasti akan baik-baik saja. Jangan khawatirkan kami..."


"Kumohon jangan salahkan Tang Hao... Aku yang memutuskan ini..."


Xiao Yun, "Kamu..."


Xiao Yun terdiam, adiknya sungguh keras kepala.


"Haahh... Lalu kau ingin meminta apa jika bukan untuk melindungimu?"


Ah Yin mengambil putrinya dari gendongan Tang Hao. Dalam sekali lihat saja, Xiao Yun langsung mengetahui segalanya.


"!"


"Yin'er, anak ini..."


Ah Yin menyerahkan anak itu pada Xiao Yun.


"Yun-jie... Bolehkah aku menitipkan putri kami padamu..?"


"Yun-jie tahu sendiri, tidak mungkin bagi kami membawa putri kami ke dunia manusia sekarang. Dia masih terlalu kecil... Tapi kami benar-benar harus pergi dari tangan Spirit Hall secepat mungkin."


"Jadi kumohon... tolong jagalah putri kami untuk sementara... Aku berjanji akan mengambilnya kembali setelah masalah dengan Spirit Hall selesai," pinta Ah Yin penuh harapan.


Xiao Yun sangat kebingungan sekarang. Dia tidak tahu jawaban apa yang tepat untuk di katakan dalam situasi ini.


"Yin'er..."


Di tambah, karena dia memiliki bayi dengan umur yang sama dengan putri Ah Yin, Xiao Yun semakin bimbang di buatnya.


"......."


Melihat kebimbangan sang kakak, Ah Yin langsung berlutut padanya.


Xiao Yun, "!?"


"Apa yang kau lakukan!?" kaget Xiao Yun.


Ah Yin menunduk, "Aku mohon, Jie... Ini adalah permintaanku satu-satunya padamu..."


"Aku akan menerima hukuman dan kemarahanmu padaku setelah aku kembali... Aku akan meminta maaf hingga kamu memaafkanku nanti... Aku akan... kembali lagi kesini dengan Tang Hao dan putraku untuk menjemputnya... Kumohon biarkan kami pergi dari Hutan dan jagalah putri kami..."


Xiao Yun gelagapan mengangkat lengan Ah Yin.


"Dasar gadis bodoh, berdirilah! Jangan berlutut karena alasan seperti ini."


"Aku bukannya tidak mau di titipkan putrimu..."


Dengan ekspresi sangat khawatir, Xiao Yun menatap Ah Yin dalam-dalam.


"Aku cuma... tidak mau kamu pergi lagi begitu cepat..."


"Padahal kamu baru saja kembali..." isaknya.


"Haruskah kau pergi lagi?"


"......."


"Yun-jie..."


Ah Yin kembali berdiri dengan bantuan Xiao Yun. Matanya berbinar-binar penuh harap.


"........"


"Aahh... Aku mengerti, baiklah, baiklah. Aku akan membantumu menjaganya," ucap Xiao Yun menyerah sebelum adiknya semakin aneh-aneh.


"Tapi aku tidak akan pernah membiarkannya pergi ke dunia manusia. Kalau kamu ingin melihatnya lagi, kamulah yang harus kemari menjemputnya. Mengerti?" lelah Xiao Yun.


Ah Yin langsung memeluk Xiao Yun erat.


"Ya, aku mengerti."


"Xie Xie Yun-jie..."


Rasanya, Xiao Yun seperti di jebak dengan masalah yang dibuat adiknya. Namun, dirinya tak bisa melakukan apapun untuk melawan kekeraskepalaan sang adik. Terakhir kali dia melakukannya, adiknya nekat keluar Hutan diam-diam tanpa persiapan.


Meninggalkan sang putri dalam gendongan ibu angkatnya, Ah Yin dan Tang Hao pergi dari Hutan Star Dou bersama putra mereka. Putra mereka yang sepenuhnya manusia, tidak akan bertahan lama di Hutan yang berbahaya itu. Di tambah karena pengejar Titled Douluo dari Spirit Hall semakin mendekat, mereka semakin tidak boleh ada di sekitar wilayah Xiao Yun.


Hanya ada dua pemberian dari Ah Yin untuk sang putri sebelum kepergiannya.


Yang pertama adalah sebuah kalung miliknya yang memiliki kemampuan menyamarkan aura Spirit Beast (hanya bisa digunakan setelah Spirit Ring bangkit).



Dan yang kedua, adalah namanya...


Tang Yunmei.


Nama yang di ambil dari gabungan nama kakaknya, Xiao Yun dan panggilannya, San Mei.


(Ah Yin pernah di panggil San Mei oleh Tang Xiao dan Tang Hao)