Soul Land: Change In Destiny

Soul Land: Change In Destiny
Chapter 4 [ Putri Xiao Yun ]



"Omong-omong Mama..."


"Hmm? Kenapa sayang?" tanya Xiao Yun.


Yunmei memiringkan kepalanya dengan imut.


"Apa orang-orang biasanya hanya punya 1 Martial Soul?"


"?"


"Iya, terutama Spirit Beast. Untuk manusia, hampir semuanya begitu," jawab Xiao Yun tidak mengerti kenapa putrinya bertanya begitu.


"Hum..."


Yunmei paham. Ternyata dirinya tidak normal. Terlepas dari status Dewi nya.


"Apa karena aku terlahir sebagai saudari kembarnya Tang San, ya? Karakteristik ku tak jauh berbeda dengannya."


Yah, jika melihat kembali memory Xiao Wu saat itu tentang Tang San, kakak kembarnya, ini tidak mengherankan.


"Twin Martial Soul dan Innate Full Soul Power... Aku harus bersyukur atau mengeluh tentang ini?"


"Baru juga reinkarnasi, langsung masuk mode max difficult saja."


"....!"


Di tatap dengan ekspresi bingung oleh sang ibu dan kakak, Yunmei merasa, lebih baik langsung menunjukkannya saja.


"........"


Yunmei mengulurkan tangan kirinya.


"Tapi... Kenapa aku begini, ma?"


Dia bertingkah seperti tak tahu apapun.


Dari tangan kiri Yunmei, percikan listrik mulai keluar. Xiao Yun tersentak kaget, bagaimana mungkin dia tidak mengenali itu ketika kemungkinan Martial Soul Yunmei hanya seputar orang tuanya saja? Bahkan sebelum percikan itu perlahan memunculkan sebuah palu, Xiao Yun sudah bisa mengenalinya.


Xiao Yun, "!"


Apalagi ketika palu yang dianggap nya senjata yang kasar itu telah sepenuhnya terlihat.


"Palu Hao Tian!?"


(Nama EN: Clear Sky Hammer)


Xiao Yun memegang tangan Yunmei.


"Ini... Yunmei, kamu... Punya Twin Martial Soul!?"


"Twin Martial Soul?? Kedengarannya keren!!" kagum Xiao Wu.


"Mama?"


Yunmei berpura-pura kebingungan.


"......."


Xiao Yun speechless dibuatnya. Dia tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini.


"Aku mengerti, Ah Yin... Inilah kenapa Yun'er bisa terlahir sebagai Half Spirit Beast..."


Mau tidak mau, Xiao Yun mengarah pada satu kesimpulan.


"Normalnya tidak mungkin Spirit Beast memiliki Twin Martial Soul. Tapi kalau itu manusia, itu masih bisa. Dari awal Palu Hao Tian dan Blue Silver Empress milikmu sama-sama merupakan Martial Soul tingkat teratas pada kategorinya. Tidak heran anak-anakmu bisa memiliki Twin Martial Soul."


"Tapi bagaimanapun kamu tetaplah Spirit Beast, jika anakmu berakhir memiliki Twin Martial Soul dengan darah Spirit Beast. Mereka pasti akan menjadi Half Spirit Beast di waktu tertentu. Dan Yun'er... menjadi Half sedari lahir."


Xiao Wu dan Yunmei, "Mama?"


"Mungkin ini ada hubungannya dengan Mutasi Martial Soul Yun'er, kalau begitu... Tang San, anak Ah Yin yang satu lagi, terlahir sebagai manusia karena Martial Soul nya tidak mengalami Mutasi atau karena dia tidak terlahir sebagai Twin Martial Soul..." pikir Xiao Yun.


"Ah tidak, kemungkinan pertama jauh lebih besar. Dia putra Ah Yin lagipula."


Ah Yin menatap mata putrinya lekat-lekat.


"Yun'er."


"I-Iya, Mama?"


"Kamu... tidak boleh mengisi Martial Soul di tangan kirimu dengan Spirit Ring. Kalau bisa, jangan pakai Martial Soul itu," ucap Xiao Yun serius.


"Kenapa Mama?" tanya Yunmei, pura-pura tidak tahu.


"Mama sudah pernah mengajarimu kalau manusia memburu Spirit Beast, kan? Terlebih Humanoid Spirit Beast seperti kita."


"Iya, Mama juga bilang untuk jangan membiarkan manusia tahu kalau aku Spirit Beast," angguk Yunmei.


"Sama seperti identitas kita sebagai Spirit Beast, identitas pemilik Martial Soul di tangan kirimu itu, Palu Hao Tian, juga bisa membuatmu dalam bahaya. Jadi Yun'er sayang, jangan sampai kamu menggunakan Palu Hao Tian sebelum kamu cukup kuat untuk melindungi dirimu sendiri. Terlebih, jangan menunjukkan itu di depan Spirit Master lain."


Xiao Yun sangat serius memperingatkan putrinya.


"Xiao Wu juga, bantu adikmu menyembunyikan itu."


"Baik, Mama!! Aku pasti akan melindungi Yun Yun!!" jawab Xiao Wu.


"Ah... Iya, Ma..."


Yunmei hanya bisa mengangguk polos.


"Lalu kapan aku boleh menggunakannya, Ma?"


Xiao Yun terlihat sedang mengira-ngira.


".... Sampai kamu mencapai Spirit Douluo. Dan jangan diisi Spirit Ring sampai seluruh Spirit Ring di Martial Soul Blue Starry Grass mu terisi."


Terdapat 9 tingkat kekuatan Spirit Master. Tingkatan itu, yaitu:


Level 1-10 : Spirit Scholar


Level 10-20 : Spirit Master


Level 21-30 : Spirit Grand Master


Level 31-40 : Spirit Expert


Level 41-50 : Spirit Ancestor


Level 51-60 : Spirit King


Level 61-70 : Spirit Emperor


Level 71-80 : Spirit Saint


Level 81-90 : Spirit Douluo


Level 91-99 : Titled Douluo


Level 100 : God


Yang mana untuk menaikkan level, akan semakin sulit seiring bertambahnya level. Dan setiap mencapai max dari masing-masing tingkat, mereka harus membentuk Spirit Ring untuk menembus max tingkatan tersebut.


Lalu sebagai informasi tambahan, Titled Douluo setara dengan Spirit Beast 100.000 tahun.


"Ehhh???? Kok lama banget!!"


Yunmei bertingkah seolah dirinya tidak sabar dengan itu. Jangan khawatir, Xiao Yun. Yunmei juga tahu betapa bahaya identitas putri Tang Hao. Dia tidak akan gegabah.


Xiao Yun menyentil kening Yunmei.


"Jangan protes. Mama mengatakannya demi kebaikanmu. Paham?"


Yunmei memegangi keningnya yang agak memerah. Dia sok lesu.


"Baiklah..."


Xiao Yun menghela napas kecil seraya tersenyum tipis.


"Yun'er, karena terbangkitkan sebagai Twin Martial Soul, kamu pasti juga mengalami Innate Full Soul Power, kan?"


Yunmei tersentak.


"!?"


"Kok Mama tau?" tanya Yunmei.


[ Innate Full Soul Power ]


Itu adalah sebutan untuk kebangkitan Martial Power max level. Mudahnya, anak-anak yang bangkit dengan level permulaan 10, akan disebut seperti itu. Ibarat, baru mulai main game, levelnya sudah 10. Berbeda dari pemain lain yang memulai di level-level yang lebih rendah.


Xiao Yun mengacak rambut putrinya.


"Tentu saja Mama tahu."


"Hampir semua pemilik Twin Martial Soul bangkit sebagai Innate Full Soul Power. Di tambah, semua Humanoid Spirit Beast bangkit dengan Innate Full Soul Power," terang Xiao Yun.


"Mama dan Xiao Wu juga begitu. Meskipun kamu half, karena kamu tetap terlahir sebagai Spirit Beast, Mama sudah bisa mengira ini akan terjadi juga padamu."


"Heeh... Begitu ya..."


Yunmei paham.


TAPP


Xiao Yun memegangi kedua pundak Yunmei.


"Yun'er sayang. Kamu harus mengingat 3 hal yang Mama katakan, oke?"


"Eh? 3? Bukannya cuma 2, ma?" bingung Yunmei.


Yang pertama adalah jangan menunjukkan Palu Hao Tian sampai tingkat Spirit Douluo. Yang kedua jangan memasukkan Spirit Ring ke dalam Martial Soul itu sebelum Blue Starry Grass mendapatkan semua Spirit Ring nya. Lalu apa yang ketiga?


Xiao Yun tersenyum, "Iya, Mama tambahkan yang ketiga. Dengarkan baik-baik."


"Unn..."


Yunmei pun mendengarkan dengan baik. Apa hal ketiga itu sampai ibunya seserius itu?


"Yun'er, gunakan rumput di tangan kananmu untuk mengendalikan dan memastikan Palu di tangan kirimu tidak membuat masalah, oke?"


Yunmei, "Huh???"


"Paham?" senyum Xiao Yun, agak horor. Mungkin dia membayangkan sesuatu.


Yunmei mengangguk pelan, "Ya... Paham... Ma..."


Xiao Yun, sebenarnya seberapa benci kau dengan Tang Hao?


.


.


.


.


.


.


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Tang Yunmei


Usia: 6


Spesies: Half Spirit Beast


Martial Soul: Blue Starry Grass


Clear Sky Hammer


Bentuk Martial Soul: Rumput & Palu


Spirit Ring: 0


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Xiao Wu


Usia: 6


Spesies: Spirit Beast


Martial Soul: Soft Boned Rabbit


Bentuk Martial Soul: Kelinci


Spirit Ring: 0


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Xiao Yun


Usia: Unknown


Spesies: Spirit Beast


Level: 72


Martial Soul: Soft Boned Rabbit


Bentuk Martial Soul: Kelinci


Spirit Ring:


2 Yellow


2 Purple


3 Black


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...


.


.


.


.


.


.


Beberapa hari setelah itu


Di bawah langit malam dengan pencahayaan samar dari kunang-kunang, Yunmei duduk di ayunan tak jauh dari Xiao Yun dan Xiao Wu berada. Gadis itu bersenandung kecil, mengiringi gerakan ibunya yang sedang menyisir sang kakak.


"Xiao Wu... Yun'er... dengarkan Mama."


Xiao Yun yang sedang menyisir rambut Xiao Wu tampak fokus dengan kegiatannya.


Namun dia masih bisa memfokuskan pikirannya pada dua putrinya itu.


"Rambut seorang gadis, hanya boleh disisir oleh seorang pria seumur hidupnya. Jika kalian sudah besar nanti, carilah pria yang baik dan tepat untuk menyisir rambut kalian."


Xiao Wu menjawabnya tanpa menoleh.


"Pria yang tepat itu yang seperti apa, Ma?"


"Entahlah..." senyum Xiao Yun.


"Kalian akan mengetahuinya saat bertemu dengannya nanti."


Xiao Wu terlihat agak memerah,"Hmm..."


Sedangkan Yunmei sendiri, tidak terlihat tertarik dengan itu.


"Pria yang tepat, huh."


"Aku tidak tertarik dengan hubungan semacam itu," lirik Yunmei.


"Spirit Beast, dikatakan adalah makhluk yang sangat tulus dan setia. Mereka akan memberikan segalanya untuk orang yang mereka cintai dan mereka hanya akan mencintai satu orang seumur hidup mereka. Itu terdengar romantis memang. Tapi bagiku, memberikan segalanya untuk seseorang... bukanlah hal yang romantis."


"Itu hanya suatu kebodohan. Kebodohan yang di balut dengan bumbu manis," batin Yunmei.


"Aku baik-baik saja sama Mama dan Xiao Wu-jie... pria yang seperti itu, Yunmei tidak butuh," senyum Yunmei jujur.


Xiao Yun, "......"


Berhenti menyisir sejenak dan menatap Yunmei dengan ekspresi bengong untuk sepersekian detik.


"Kamu tuh masih 6 tahun, Yun Yun! Mungkin sekarang gak butuh, tapi nanti pasti beda lagi kalau kamu udah ketemu sama dia," balas Xiao Wu.


Yunmei 99,99% yakin.


"Takkan ketemu, Jie..."


"Yun Yun... kamu... masih anak-anak, ya! Iya sih, belum waktunya Yun Yun mengerti itu," senyum Xiao Wu agak terkesan mengejek.


Yunmei membuat ekspresi kesal kekanak-kanakan.


"Jie-jie juga masih 6 tahun! Cuma beda berapa bulan dari aku gak usah sombong."


Terpancing kata-kata Yunmei, Xiao Wu menoleh ke arahnya.


"Beberapa bulan kan hitungan tubuh manusia! Aku jauh lebih tua darimu kalau yang tubuh Spirit Beast juga dihitung!"


"Sepertinya membahas ini sekarang memang terlalu cepat untuk mereka..." senyum kecut Xiao Yun.


"Itukan--!!"


Meskipun tau bahwa secara teknis, Spirit Beast tidak benar-benar 'memiliki kesadaran dan pemikiran' sebelum menjadi spirit beast 100.000 tahun, Yunmei tidak melanjutkan kata-katanya. Karena itu secara tidak langsung sama saja menyebut Xiao Wu dan spirit beast lain tidak benar-benar hidup ketika masih Spirit Beast.


Yunmei memilih pilihan lain.


"Jie-jie curang! Yang begitu gak boleh di hitung dong! Biar adil, dihitungnya pas jadi manusia!"


"Pas jadi manusia pun, aku tetep lebih tua dari kamu," cengir Xiao Wu.


"Iya sih... tapi kok agak kesel juga ya," gerutu Yunmei khas anak kecil.


Xiao Yun terkikik mendengar celotehan kedua putrinya. Dia merasa seperti memiliki putri kembar yang memperebutkan posisi kakak.


"Kalian ini ya..."


Diapun berhenti menyisir Xiao Wu dan memeluknya dari belakang.


"Katanya sudah besar, kok masih ngeributin itu aja."


"Ahahahahaha, Mama... Keri...!! Hahahahah!!!"


Tak berhenti disana, Xiao Yun juga menggelitiki Xiao Wu.


"Ahahaha!"


Yunmei turut menertawai Xiao Wu.


Dan ketika Xiao Wu sudah tidak kuat lagi, mata Xiao Yun menoleh cepat ke Yunmei, membuat gadis itu merinding seketika.


"Gak yang kakak, gak yang adik..."


"Sebegitu gak sukanya ya jadi adik?" tanya Xiao Yun dengan gerakan tangan seolah siap menangkap dan menggelitiki Yunmei gantian.


Yunmei tersenyum takut, turun dari ayunannya dan mundur perlahan.


"Bu-Bukan begitu, Ma..."


"A-Aku cuma--"


Mundur perlahan-lahan, dan di dekati Xiao Yun perlahan-lahan pula.


"--tidak suka Jie-jie memperlakukanku seperti anak kecil..."


Xiao Yun menangkap Yunmei.


"Dan kenapa anak kecil tidak mau diperlakukan seperti anak kecil, hmm?"


Tentu saja, Yunmei juga terkena serangan gelitik dari Xiao Yun.


"Ahahahahahahaha!!! Ma-Mama... kerii... ahahahaha!!"


Xiao Yun terkekeh, "Lihat kalian ini... dua-duanya masih kecil."


"Gak usah berantem cuma demi tua-tuaan."


"O-Oke, mama! Lepas... hahaha... lepaskan aku... ahahaha..." tawa Yunmei.


Xiao Yun melepaskan putri bungsunya itu, dia sempat menghela napas kecil.


"Padahal kalau bisa, mama mau kalian tetap kecil-kecil begini, loh."


"Mana bisa gitu, Ma! Xiao Wu pasti akan jadi besar nanti! Biar bisa ngelindungin Mama dan Yun Yun!" Saut Xiao Wu yang sudah bisa bernapas dengan lancar.


"Hahh... haah... Yunmei... juga akan... melindungi Mama dan Jie-jie saat... sudah besar nanti..." sambung Yunmei yang napasnya masih tersengal-sengal.


Xiao Yun, "......"


Xiao Yun tidak menduga ini. Dia di serang oleh keimutan kedua putrinya sekaligus seperti ini. Sungguh, betapa bahagianya. Tanpa sadar, senyum Xiao Yun merekah.


"Dasar..."


Xiao Yun pun memeluk kedua putrinya.


"Baiklah, tumbuh besarlah dengan baik... jadilah orang yang kuat. Secara fisik maupun pemikiran. Mama percaya, asal kalian bersama, tidak akan ada masalah berarti yang bisa menghalangi kalian."


"Tentu saja!" senyum Xiao Wu lebar.


"....."


Yunmei hanya tersenyum tipis. Hatinya terasa agak sakit karena mungkin saja, dia tidak bisa memenuhi harapan Xiao Yun.


"Maaf Mama... Jie-jie... mungkin aku... tidak bisa selalu bersama Jie-jie mulai sekarang."


"Karena sebentar lagi... akan terjadi sesuatu yang menyebalkan..." batin Yunmei menunggu sesuatu itu datang.


TRRRRRKKKKKK


KREETEEKKKKKKKK


Benar saja, tak selang beberapa detik sejak Yunmei memikirkan itu, "sesuatu" yang dimaksud benar-benar datang.


"!!!"


Baik Yunmei ataupun Xiao Yun, langsung menoleh tajam ke asal suara samar-samar itu.


KREEETTTEEEEEEKKKKKK


Semakin terdengarnya suara retakan itu, kewaspadaan Xiao Yun semakin meningkat. Dengan cepat, Xiao Yun merentangkan tangannya, mencoba melindungi putri-putrinya.


"XIAO WU!! YUN'ER!! JANGAN JAUH-JAUH DARI MAMA!!!" jerit Xiao Yun membuat Xiao Wu jadi takut.


"Ma... Mama?"


Xiao Wu menarik pelan baju Xiao Yun.


"Kenapa, Ma...?"


Yunmei giliran menepuk pelan pundak Xiao Wu, dia memberikan isyarat diam dengan jari di mulutnya. Yunmei juga menggeleng pelan. Seolah-olah meminta Xiao Wu untuk berhenti bertanya dan menutup mulutnya.


"....!"


Xiao Wu mengangguk, meski dia tidak paham. Sudah pasti ada yang tidak benar sejak ibunya menjadi begitu waspada begitu.


"......."


Xiao Yun menelan ludahnya dengan ekspresi tegang. Tubuhnya gemetaran karena aura Titled Douluo yang dia rasakan mulai menekannya dan menghancurkan paksa barriernya. Padahal itu adalah barrier yang sudah dibuat ulang dan diperkuat, karena yang sebelumnya bisa dengan mudah di masuki Tang Hao.


Melarikan diri dari sini sekarang sudah percuma. Situasi akan lebih buruk kalau dia menunjukkan punggung pada musuh sekarang. Satu-satunya pilihannya adalah... menunggu musuhnya lengah dan memanfaatkan celah itu untuk mengirim Xiao Wu dan Yun'er keluar.


PRRAAAAAANNNGGGGGG


Barrier yang dibuat Xiao Yun telah sepenuhnya rusak.


Menampakkan tiga orang Titled Douluo yang berjalan ke arah mereka dengan santainya.


"Wah, wah... lihat ini, Yang Mulia..."


"Ada harta Karun disini. Siapa sangka ada 2 Humanoid Spirit Beast 100.000 tersembunyi di dalam pusat hutan," seringai salah satu pria Titled Douluo yang tiba.