Soul Land: Change In Destiny

Soul Land: Change In Destiny
Chapter 1 [ Tang Yunmei ]



6 Tahun Kemudian


"Xiao Wu, pergi panggil adikmu. Matahari sudah terbenam."


Xiao Yun meminta putrinya, Xiao Wu untuk menjemput adiknya. Xiao Wu yang sedang membantu ibunya menjemur pakaian bersama, langsung mengangguk dengan senyuman lebar.


"Ya, Ma!" jawab Xiao Wu ceria.



Gadis kecil berusia hampir 7 tahun itu, dengan girang beranjak pergi dari area rumahnya. Untuk ukuran tinggal di dalam hutan, tak banyak orang yang tinggal disekitarnya. Kenalan Xiao Wu pun hanya ibunya, adiknya dan teman masa kecilnya. Xiao Wu hampir tidak pernah bertemu orang lain. Karena itulah, hubungan mereka menjadi begitu erat. Terutama dengan adik yang tumbuh besar bersamanya.


"Yun Yun!!" panggil Xiao Wu di sekitar Padang bunga tak jauh dari rumah mereka.


"Mama menyuruhmu pulang!!" panggilnya lagi, dengan suara lebih keras.


SWOOOOOOOOSSHHH


Hembusan angin menerbangkan kelopak-kelopak bunga. Gadis kecil berambut biru muda duduk dengan tenangnya di atas batu besar seraya memainkan beberapa kelopak bunga yang terbang ke arahnya.



"....?"


Samar-samar gadis itu mendengar seseorang memanggilnya.


Menolehlah kepala gadis itu ke sekelilingnya. Mencoba mencari asal suara yang memanggilnya.


"Yun Yunn!!!"


"!"


Begitu sosok sang kakak terlihat berlari ke arahnya, gadis itu segera bangkit dari duduknya.


"Jie!"


Xiao Wu sampai di depan adiknya, dia pun langsung memegang tangan sang adik.


"Yun Yun, kamu disini lagi? Apa serunya sih ngeliatin langit?"


"Ayo pulang, mama sudah menyuruhmu."


"........"


Gadis yang di gandeng Xiao Wu, Tang Yunmei terdiam melihat tangannya di gandeng sang kakak.


"Kenapa? Kok diem aja?" tanya Xiao Wu.


Yunmei masih pada posisinya.


"Jie... Spirit beast itu... sudah bisa berkultivasi sejak lahir, kan?"


"!!"


Xiao Wu tersentak kaget. Dia tau ke arah mana pertanyaan ini akan menuju.


Dengan cepat, Xiao Wu memegang kedua tangan adiknya.


"Jangan khawatir! Kamu juga sebentar lagi bisa kok!!"


"Gak usah dengerin orang lain bilang apa! Yun Yun pasti bisa kultivasi dengan cepat begitu memulainya nanti!!!"


Xiao Wu melakukan apapun yang dia bisa untuk menyemangati Yunmei.


"......."


Padahal dia belum bertanya lebih lanjut, kakaknya sudah seperti itu saja. Yunmei pun terkekeh.


"Tidak apa-apa, Jie... Aku tau kok," senyum Yunmei.


"Xiao Yun Mama sudah memberitahuku. Papa asliku itu manusia, jadi kultivasi ku baru bisa dimulai setelah umurku 6 tahun," terang Yunmei.


Xiao Wu jadi gelagapan. Fakta bahwa Tang Yunmei adalah anak adopsi, baru di beritahukan Xiao Yun saat dirinya berusia 5 tahun. Jujur saja, meskipun mendengar itu, Xiao Wu tidak merasa ada masalah apapun. Siapapun orang tuanya, Tang Yunmei adalah adiknya. Fakta itu tidak akan berubah, apapun yang terjadi.


"Aku bertanya bukan karena alasan itu," batin Yunmei merasa tidak enak.


"Hanya saja..."


Setelah Xiao Wu melepaskan salah satu tangannya, dan menggandeng tangan lain untuk pulang bersama. Yunmei melihat tangannya yang menganggur. Samar-samar, dia bisa melihat ada aura perak keemasan yang keluar dari sana.


"... Kekuatanku... Baru terasa lagi setelah 6 tahun..." lirik Yunmei.


"Kenapa ya? Karena tubuh ini Half Spirit Beast? Atau karena kekuatanku tak bisa mengikutiku melewati siklus reinkarnasi?"


Ya, tepat seperti yang dikatakan Yunmei, Yunmei adalah seorang reinkarnator dengan ingatan kehidupan sebelumnya. Namun berbeda dengan kasus biasa, Yunmei di kehidupan sebelumnya adalah seorang Dewi. Dia di sebut Goddess of the Starry Sea di alam Dewa. Dia juga punya nama lain yang lebih dikenal disana, yaitu Goddess of the Constellation.


Goddess of the Starry Sea atau Goddess of the Constellation adalah salah satu Dewa Dewi Tertinggi di alam Dewa. Namun karena suatu alasan, Dewa Dewi lain yang lebih lemah, mengkhianatinya dan berniat menghancurkan jiwanya. Untungnya masih ada Dewa Dewi yang berada di pihaknya. Goddess of the Starry Sea berhasil selamat dari kematian. Namun lukanya terlalu parah hingga jiwanya bisa hilang kapan saja. Karena itu, sebelum God of the Destiny, kakaknya, menghilang entah kemana, ia menyegel jiwa Goddess of the Starry Sea di tempat yang tidak bisa di sentuh para Dewa lainnya. Berharap, Goddess of the Starry Sea dapat memulihkan dirinya sendiri meski membutuhkan waktu lama.


Entah karena sial atau alasan lainnya, tempat Goddess of the Starry Sea disegel itu, mengalami kerusakan yang membuat udara sekitar tidak mengandung Ki lagi. Jangankan untuk memulihkan diri, untuk kultivasi saja tidak bisa. Yang mana membuat Goddess of the Starry Sea terjebak di segel itu selama ratusan ribu tahun lamanya.


Dunia itu seimbang, jika seseorang di timpa kesialan besar, orang itu juga akan menerima keberuntungan yang sama besarnya.


Segel Goddess of the Starry Sea berhasil di hancurkan oleh seorang pemuda yang memiliki tubuh murni Yin dan Yang. Melalui pemuda itu, Goddess of the Starry Sea mengikat jiwanya bersama pemuda itu agar dirinya bisa turut pergi ke siklus reinkarnasi. Dia tidak punya pilihan lain. Jika jiwanya yang sangat lemah keluar dari segel begitu saja, dia pasti akan mati tidak lama kemudian.


Goddess of the Starry Sea membuat perjanjian dengan pemuda itu. Isi perjanjiannya adalah membiarkan dirinya mengikuti pemuda itu memasuki siklus reinkarnasi bersama. Dan sebagai gantinya, dia akan melindungi ingatan pemuda itu sehingga setiap kali pemuda itu reinkarnasi, dia takkan kehilangan ingatan kehidupan sebelumnya.


Sebenarnya, probabilitas Goddess of the Starry Sea berhasil reinkarnasi bersama pemuda itu sangatlah rendah.


Mungkin hanya sekitar 3% saja.


Meski begitu, itu lebih baik daripada mati disana tanpa melakukan apapun.


Goddess of the Starry Sea mengorbankan 92% kekuatannya untuk meningkatkan probabilitas itu menjadi 73%. Berkat itulah, Goddess of the Starry Sea berhasil bereinkarnasi bersama pemuda itu menjadi saudari kembarnya.


Seharusnya kekuatannya masih tersisa 8% untuk dibawa ke dunia baru itu. Namun kenapa... dia sama sekali tidak merasakan 8% kekuatan itu ketika dirinya lahir?


"Ah, apa mungkin karena kekuatanku sedang dalam proses menyatu dengan tubuhku?" tebak Yunmei mengira-ngira.


"Biasanya kekuatanku berpusat di Meridian. Tapi sekarang menyebar di seluruh tubuh... Karena itu kali ya?"


"Kalau itu alasannya..."


Dalam perjalanan pulang ke rumahnya bersama Xiao Wu, Yunmei mencoba mengarahkan sisa-sisa kekuatannya ke satu titik. Titik yang dapat menunjukkan kekuatannya paling jelas adalah tangan dan matanya. Namun pilihan tangan harus di singkirkan karena mengumpulkannya di tangan, akan membuat Yunmei mendapatkan perhatian yang tidak perlu. Sebab yang keluar pasti akan terlihat jelas. Karena itu, Yunmei memilih mengumpulkan sisa kekuatannya di matanya.



Mata kanan Yunmei menggelap. Lalu mata kirinya, mulai bercahaya dan merubah warnanya menjadi keemasan.



Untung saja, posisi Yunmei ada di belakang Xiao Wu. Sehingga gadis kelinci itu tidak menyadari perubahan pada kiri adiknya.


"Cuma 5%?"


Yunmei tak bisa menggerakkan lebih dari 5% kekuatannya ke mata. Sisa 3% nya menetap di tubuhnya.


"Biasanya mataku punya 40% kekuatanku. Sekarang cuma bisa 5%, huh..."


"Sejauh mana aku bisa menggunakan mataku sekarang, ya?"


Yunmei bertanya pada dirinya sendiri.


Dilihatnya sang kakak yang masih berceloteh ria seraya menggandengnya pulang.


"Haruskah aku mencobanya?"


"Ini takkan menyakiti anak ini. Terlebih, mungkin aku bisa mendapatkan informasi yang berguna. Oke, ayo lakukan."


Dalam waktu singkat, mata Yunmei berkedip. Mata kristal yang semula nampak polos, begitu terbuka kembali, menampilkan Magic Circle yang begitu rumit.



[ Prophescry ]


SWEEEEENGGGGGGG


Pengelihatan Yunmei menembus Xiao Wu. Untuk waktu sepersekian detik, mata Yunmei tak dapat melihat apapun. Hanya kegelapan total tanpa cahaya yang menerangi. Tak selang lama, mata Yunmei menunjukkan beberapa pemandangan padanya.

















"!!!??"


Betapa terkejutnya Yunmei setelah semua pemandangan itu berakhir.


"Barusan itu... Apa...?"


Saking shock dan terkejutnya, kaki Yunmei langsung lemas, yang mana membuat gadis kecil itu terurai jatuh. Bersamaan dengan itu, mata Yunmei kembali normal.


BRUUUUGHH


Xiao Wu, "!!"


Tentu saja, Xiao Wu kaget karena Yunmei tiba-tiba jatuh.


Xiao Wu langsung berhenti dan membantu Yunmei.


"Kamu kenapa? Ada yang sakit??"


Yunmei mematung di tempat. Tak ada kata dari Xiao Wu yang terdengar di telinganya. Gadis itu masih shock melihat pemandangan yang memasuki kepalanya tadi.


Prophescry, itu adalah salah satu kemampuan mata Yunmei. Prophescry memungkinkan Yunmei untuk melihat takdir dari targetnya. Bisa dibilang, apa yang Yunmei lihat barusan adalah segala peristiwa yang akan terjadi pada Xiao Wu di masa depan. Lebih tepatnya, masa depan asli dimana dirinya tidak terlibat di dalamnya.


Yunmei menatap Xiao Wu dengan mata membulat.


"Xiao Wu-jie itu..."


"...dan semua yang terjadi padanya tadi..."


"Mama akan..."


Tubuh gadis itu gemetaran hebat. Xiao Wu semakin panik di buatnya.


"Yun Yun! Kamu kenapa!? Yun Yun!!"


"Tang Yunmei!!!"


Di tambah karena Yunmei mulai berkeringat dingin dan tidak berhenti gemetaran, Xiao Wu semakin panik lagi.


"A-Aku harus gimana?" panik Xiao Wu.


"Ma-Mama! Aku... Aku harus bawa Yun Yun ke Mama!"


Begitu dirinya telah memutuskan, Xiao Wu langsung menggendong Yunmei pulang.


"Mama pasti bisa melakukan sesuatu!" pikir Xiao Wu, sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.


"Mama..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Rumah Xiao Wu dan Tang Yunmei


"Hmm..."


Xiao Yun mengerutkan kening.


Tangan wanita itu, saat ini tengah menyentuh kening Yunmei dengan hati-hati, memastikan suhu tubuh gadis kecil itu.


"Yun'er, kamu agak panas..." ucap wanita itu sepelan dan selembut mungkin.


"Kamu harus mengurangi main di luar untuk sementara. Sekarang, tidur dulu ya, sayang. Mama akan memasakkan bubur untukmu," senyum Xiao Yun hangat, di balas anggukan Yunmei.


Xiao Wu yang duduk di samping kasur Yunmei, masih nampak khawatir.


"Ma, Yun Yun beneran cuma demam?"


Berlinang air mata.


"Tadi dia sampai mau pingsan, loh..."


Xiao Yun tersenyum tipis, dia mengelus lembut kepala putri sulungnya.


"Yun'er akan baik-baik saja setelah istirahat yang cukup."


"Xiao Wu, kamu juga berhati-hatilah agar tidak tertular. Jangan terlalu sering masuk ke kamar Yun'er. Oke?"


"Tapi ma--"


Xiao Wu tidak terima.


"-- kalau bukan aku, lalu siapa yang akan menjaga Yun Yun?"


Disentil lah kening gadis itu oleh sang ibu.


"Gadis bodoh, kan ada mama disini."


"Mama yang akan merawat Yun'er."


Xiao Wu memegangi kepalanya. Telinga kelinci gadis itu terurai lemas. Memperlihatkan kekecewaannya terang-terangan.


"Baiklah..."


Melihat Xiao Yun yang sangat lembut dan hangat itu, hati Yunmei terasa sangat sakit. Bukan karena apa. Sesuatu yang dilihat Yunmei di Goddess Eye nya membuat perasaan yang semula tak ada, mulai mencuat. Tanpa sadar, air mata Yunmei mengalir.


"!?"


Hal ini sontak membuat Xiao Yun dan Xiao Wu terkejut.


"Yun'er!?"


"Yun Yun!"


Xiao Yun langsung mengelus-elus putrinya, mencoba menenangkan dirinya.


"Ada apa sayang?"


"Kamu pusing? Sakitnya dimana? Bilang saja, mama akan menyembuhkannya," ucap Xiao Yun.


"Yun Yun!! Ja-Jangan nangis... Jie-jie... Jie-jie akan mengambilkan apapun yang kamu mau, oke?" panik Xiao Wu.


Bukannya mereda, tangis Yunmei justru semakin deras.


"Yu-Yun'er!??"


Sekarang, Xiao Yun yang sebelumnya masih bisa tenang, ikutan panik.


Yunmei dengan cepat memeluk Xiao Yun dan menangis dalam pelukannya.


"Mama..."


"Kenapa sayang? Mama tidak paham kalau kamu tidak bilang apapun... Tidak apa-apa, ada Mama disini... Apa ada yang mengganggumu?" tanya Xiao Yun seraya membalas pelukan Yunmei.


"Mama... Mama..."


Yunmei tak bisa menjawabnya. Bagaimana mungkin dia mengatakan hal itu sekarang?


"Huaaa... Haaa... Mama...."


Tubuh putrinya yang gemetar hebat semakin membuat Xiao Yun panik. Apa ini sungguh karena demam? Atau ada hal lain? Xiao Yun tidak merasa ada hal aneh seperti racun atau semacamnya di tubuh Yunmei. Jadi karena alasan apa?


"Xiao Wu, apa terjadi sesuatu sebelumnya?" tanya Xiao Yun pada Xiao Wu yang hampir menangis di sebelahnya.


Xiao Wu menggeleng kuat.


"Enggak ada! Tadi gak ada apa-apa... Sampai aku manggil Yun Yun, Yun Yun gak kenapa-kenapa..."


Xiao Wu ikutan menangis.


"Yun Yun kenapa ma...?"


Jika Xiao Wu saja tidak tau kenapa Yunmei bisa tiba-tiba seperti itu. Apalagi dirinya?


"........"


"Apa yang harus kulakukan..."


Hatinya terasa sakit melihat putrinya tak kunjung berhenti menangis. Setidaknya, dia bisa melakukan sesuatu jika dia tau alasan dibalik tangis itu.


"Yin'er... Tolong aku..."


NYUUTT


Di tengah kepanikan itu, mata Yunmei mendadak terasa sangat sakit.


"Ini...!"


Sepertinya mata Yunmei belum kuat menanggung beban 5% kekuatan Dewi nya.


"Sial... Kenapa... Harus sekarang...?"


Rasa sakit itu merambat ke kepalanya.


Jika bukan karena itu, mungkin karena beban memory 15 tahun yang dilihatnya melalui mata itu, terlalu berlebihan untuk di tanggung kepalanya.


Rasanya sangat sakit seperti ada duri-duri tajam menusuk dari dalam kepalanya.


"Ukhh..."


"Ma...ma..."


Yunmei pun pingsan dalam pelukan sang ibu.


"Yun'er!!?"


"Yun Yun!!!"


"Yun'er!"


"Yun Yunn!!!"


"Yun'er!!!"


"Yun Yunnn!!!!!"