Soul Land: Change In Destiny

Soul Land: Change In Destiny
Chapter 2 [ Informasi Dasar ]



Yunmei perlahan membuka matanya. Hal pertama yang dilihatnya, adalah langit-langit kamar yang sangat ia kenal.


"........."


Begitu menoleh ke samping, Yunmei bisa melihat ibu dan kakaknya tertidur di sebelah kasurnya. Masih memegangi tangan kanannya.


"Mama... Jie-jie..."


Yunmei mengingat semuanya dengan baik.


Tentang apa yang dilihatnya melalui Prophescry dan tentang kehebohan yang di akibatkan olehnya.


"......."


"......."


Pikiran Yunmei disibukkan oleh jutaan informasi yang muncul seketika.


Jika ini Yunmei yang sebelumnya, Goddess of the Starry Sea, pasti mudah untuk memproses informasi itu. Baik secara fisik ataupun mental.


"........"


".... Tak kusangka..."


Dari yang tadinya menatap Xiao Wu, Yunmei berganti menatap langit.


"Tang San... Penyelamatku... Adalah seseorang yang akan menjadi Dewa Laut di masa depan..."


"Terlebih... Xiao Wu-jie ternyata adalah kekasihnya..."


"Yang namanya takdir itu sungguh aneh..." batin Yunmei.


"Hal yang kukira kecil, bisa membuat dampak sebesar itu di dunia ini... Kalau Koko (God of Destiny) tau ini, dia pasti marah besar padaku..."


"Peraturan nomer 1 dalam Alam Dewa. Dewa Dewi tidak boleh campur tangan dengan takdir manusia... Belum apa-apa, sudah kulanggar saja dan dampaknya pun tak kecil..."


Yunmei memejamkan matanya erat-erat.


"Dari yang kulihat tadi, Tang San... Anak itu benar-benar Anak Surga. Jalan takdirnya, sangat berliku dan berbahaya. Tapi dia juga disertai keberuntungan yang sama besarnya... Atau malah lebih besar."


"Ikut reinkarnasi bersamanya, sama artinya dengan melibatkan diri ke jalan yang rumit itu. Ini jadi sangat merepotkan..." lelah Yunmei.


"Tang Hao dan Tang San itu punya banyak musuh. Selain mengincar kelemahan mereka. Musuh-musuh itupun mengincar hidup Spirit Beast +100.000 tahun seperti Ah Yin Mama... Jika mereka tau, Tang Hao punya putri yang terlahir sebagai Humanoid Spirit Beast... Mereka pasti akan membunuhku begitu mereka mengetahui keberadaanku."


Yunmei mengepalkan tangannya sangat erat. Matanya kembali basah.


"Seperti... Mereka membunuh Ah Yin Mama dan... Xiao Yun Mama..."


Yunmei menyeka air matanya agak kencang.


"Aku tidak tau apa yang terjadi setelah adegan terakhir yang kulihat saat itu..."


"Untuk sekarang, batasan Prophescry ku cuma 2 dekade dengan cooldown 1 tahun."


"Aku harus segera mengembalikan kekuatanku."


Di liriknya kakak perempuannya, Xiao Wu.


"Orang-orang sialan itu... membunuh Xiao Wu-jie juga... Bahkan mungkin Dan Ming dan Er Ming pun tidak luput darinya."


"Kalau begini rencanaku harus berubah," tekad Yunmei.


"Maaf, ko... Tadinya aku tidak mau terlibat dengan kehidupan manusia terlalu banyak... Tapi sepertinya aku harus melanggar peraturan sedikit. Ada beberapa hal yang harus kulakukan di dunia ini."


"Toh, aturan ada untuk dilanggar, kan?"


Itu kata-kata Xiao Wu yang entah bagaimana mencerahkan Yunmei.


Walaupun sekarang Yunmei bukanlah Dewi, aturan Alam Dewa tetap berlaku padanya. Bagaimanapun juga, jiwanya masihlah seorang Dewi. Kekuatannya yang masih bisa di gunakan di dunia ini adalah buktinya. Rencana awal Yunmei adalah memulihkan jiwa dan kekuatan Dewinya sampai cukup kuat untuk meninggalkan dunia ini. Dia berencana hidup tenang di hutan bersama keluarganya. Bahkan jika keluarga aslinya datang, dia berniat menetap di hutan saja selama beberapa abad.


Namun rencana itu hancur sebelum dimulai. Begitu Yunmei melihat takdir Xiao Wu, dia sudah tidak bisa kembali lagi.


"Hukuman yang akan diberikan Dewa Tertinggi pasti tidak main-main... Aku harus menyiapkan mental dari sekarang..."


"Sebisa mungkin jangan merubah terlalu banyak hal, Tang Yunmei. Kita tidak tau apa konsekuensinya nanti," ucap Yunmei pada dirinya sendiri.


"Yun Yun...?"


Suara yang terdengar lemah itu menarik perhatian Yunmei. Asalnya dari Xiao Wu yang baru saja bangun.


Yunmei tersenyum lembut padanya.


"Pagi, Jie..."


"!"


Begitu menyadari Yunmei sudah bangun, Xiao Wu langsung naik ke kasur dan memeluknya.


"Yun Yun!!"


"Kamu akhirnya bangun..." isak Xiao Wu.


"......"


Sepertinya dirinya telah membuat Xiao Wu sangat khawatir. Yunmei pun membalas pelukan Xiao Wu.


"Maaf sudah merepotkan, Jie..."


"Apa maksudmu? Justru yang namanya adik itu harus merepotkan kakaknya..." balas Xiao Wu, mengeratkan pelukannya.


"Aku... cuma gak mau kamu sakit... Jangan sakit, Yun Yun..."


Yunmei bisa merasakan pundaknya basah oleh air mata.


"......."


Perlahan, raut wajah Yunmei menghangat. Dia mengangguk pelan.


"Unn..."


Suara dari putri-putrinya membuat kesadaran Xiao Yun mulai kembali.


"!"


Sama seperti Xiao Wu, Xiao Yun langsung memeluk putrinya tepat setelah dia sadar.


"Yun'er..."


"Ma..."


"Sayang... Apa kamu sudah merasa enakan? Masih ada yang sakit?" tanya sang ibu dengan suara gemetar.


"......!"


Mendengarnya berbicara seperti itu, Yunmei tak dapat membendung air matanya lagi.


Gadis itu mengangguk kecil dalam pelukan ibunya.


"Aku baik-baik saja..."


"Maaf sudah membuat Mama dan Jie-jie khawatir... Aku sudah baik-baik saja..." senyum Yunmei berlinang air mata.


"Syukurlah... Syukurlah..." tangis Xiao Yun.


"Mama benar-benar tidak tahu harus berbuat apa kalau terjadi sesuatu padamu..."


Selama Yunmei tak sadarkan diri, Xiao Yun sudah mencoba banyak cara untuk mengobati putrinya. Dia mencoba berbagai herbal medis, namun tak ada yang berguna. Dia juga sudah membawa berbagai Spirit Beast dengan pengetahuan medis, namun tak ada yang mengetahui alasannya.


Tentu saja. Selain Dewa Dewi lain, takkan ada yang tahu bahwa Yunmei hanya kehabisan kekuatan ilahi karena penggunaan skill ilahi yang berlebihan.


Ini mirip seperti ketika kehabisan kekuatan roh atau kekuatan mental. Tak ada yang berbahaya. Dia hanya butuh beristirahat. Demamnya juga hanya efek samping dari menurunnya kekebalan tubuh gadis itu.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, sayang..." peluk Xiao Yun.


"Unn..."


Pipi Yunmei memerah karena kehangatan ini.


Ah, kapan ya... terakhir kali dirinya merasakan kehangatan seseorang..?


Dia yang terlahir di Alam Dewa, tak pernah sekalipun merasakan kasih sayang orang tua. Bahkan kakaknya sendiri pun, cenderung bersikap dingin dan tegas sebagai bentuk kasih sayangnya.


Kehangatan keluarga seperti ini, bagi Yunmei adalah suatu kemewahan.


Berada dalam pelukan kedua keluarganya itu, Yunmei menguatkan tekadnya.


"Xiao Wu-jie... Tang San..."


"Aku berjanji aku tidak akan merebut apa yang seharusnya menjadi milik kalian. Teman-teman kalian... Koneksi kalian... Sumber kekuatan kalian... Pencapaian masa depan kalian..."


"Aku berjanji aku tidak akan pernah menyentuhnya."


"Tapi--"


Yunmei membenamkan kepalanya dalam pelukan ibu dan kakaknya.


"--tolong biarkan aku melibatkan diri untuk yang satu ini..."


"Keluargaku... Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka."


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Tang Yunmei


Usia: 6


Spesies: Half Spirit Beast


Level: 0


Martial Soul: Unawakened


Spirit Ring: 0


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Xiao Wu


Usia: 6


Spesies: Spirit Beast


Martial Soul: Soft Boned Rabbit


Bentuk Martial Soul: Kelinci


Spirit Ring: 0


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...



Nama: Xiao Yun


Usia: Unknown


Spesies: Spirit Beast


Level: 72


Martial Soul: Soft Boned Rabbit


Bentuk Martial Soul: Kelinci


Spirit Ring:


2 Yellow


2 Purple


3 Black


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Sekitar 2 Minggu Setelah Itu


"Ahh!! Jie-jie curangg!! Aku juga mau naik!!!" rengek Yunmei melihat kakaknya, Xiao Wu duduk santai di pundak gorila batu raksasa.



Xiao Wu hanya tertawa jahil.


"Ahahahaha, kamu kan gak di bolehin Mama!"


"Gak usah nyoba-nyoba, Yun Yun!" tawa Xiao Wu mengejek adiknya.


"💢"


Yunmei menggembungkan pipinya.


Benar kata Xiao Wu, Mamanya, Xiao Yun tidak mengizinkannya melakukan apapun yang berbahaya sejak dia tiba-tiba pingsan 2 Minggu yang lalu. Xiao Yun khawatir tubuh Yunmei mungkin lemah karena terlahir sebagai Half Spirit Beast yang bisa dibilang tidak sempurna.


Pada dasarnya, Half Spirit Beast itu tidak ada. Hanya ada 2 pilihan dari anak yang terlahir dari orang tua Spirit Beast dan Manusia. Yang pertama, terlahir utuh sebagai Spirit Beast jika di lahirkan ketika sang ibu/ayah yang spirit beast masih belum memasuki usia dewasa. Atau terlahir sepenuhnya sebagai manusia ketika sang ibu/ayah yang Spirit Beast sudah memasuki usia dewasa dan kemungkinan akan bangkit menjadi Spirit Beast setelah memenuhi kriteria tertentu.


Jadi, kasus seperti Yunmei yang terlahir sebagai Humanoid Spirit Beast secara langsung ketika lahir adalah kasus yang super langka dan tidak biasa. Tak ada yang tahu, harga seperti apa yang dibayarkan untuk itu.



[ Xiao Wu-jie, jangan menggoda Yun-mei seperti itu ]


Ular raksasa bertanduk banteng itu bergerak mendekatkan kepalanya ke Yunmei.


[ Dan Yun-mei, kamu tahukan alasan kenapa kamu tidak diizinkan melakukan itu? ]


"Aku tau kok," jawab Yunmei masih merajuk.


"Tapi akukan beneran baik-baik saja! Waktu itu cuma kebetulan lagi pusing!"


"Ya makanya kamu gak dibolehin, jangan aneh-aneh Yunmei... Dari kecil kan tubuhmu memang lebih lemah."


Xiao Wu melompat turun dari tubuh Er Ming, gorila batu raksasa di depan Yunmei itu.


SWOOOOOOOOSSHHH


"Naik Da Ming atau Er Ming kan gak bahaya," sebal Yunmei.


Yunmei menghadap Da Ming, sang ular raksasa dan menatapnya lekat.


"Apa Da Ming akan membiarkanku jatuh?"


[ Tentu saja tidak ] jawab Da Ming.


[ Bukan itu masalahnya Yun-mei, jangan memutar balikkan kata-kata ]


"Iya, iya ah, aku tau."


Yunmei yang masih agak merajuk, berjalan menjauh dari sana.


Sembari menendang-nendang batu di pinggir jalan, gadis itu mendumel-dumel kesal.


"Ini gak boleh, itu gak boleh."


"Semuanya gak boleh."


Melihatnya yang seperti itu, membuat Xiao Wu tertawa kecil. Dia segera mengejar adiknya.


"Hihihi, iya deh Yun Yun... Jangan ngambek."


"Nanti Jie-jie bawa kamu ngelakuin sesuatu yang menyenangkan," bujuk Xiao Wu.


Yunmei setengah meliriknya.


".... Apaan?"


Bagus, adiknya tertarik. Xiao Wu tidak melepas kesempatan ini.


"Kamu kan sebentar lagi bisa bangkitin Martial Spiritmu. Nanti kalau udah bangkit, aku ajak ke Purple Crystalline River, deh."


"Purple Crystalline River? Itu apa?" tanya Yunmei.


Xiao Wu tertawa sombong.


"Kukuku... Itu tuh sungai yang cantik banget, tau! Ada banyak kristal ungu disana!! Kamu pasti bakal suka."


"Cuma karena tempatnya agak jauh, Mama gak bakal ngizinin kamu sampai kamu bisa ngejaga diri sendiri."


"Tapi jangan khawatir, Jie-jie akan menjagamu nanti!" ucap Xiao Wu percaya diri.


Yunmei tersenyum tidak yakin.


"Benarkah~? Jie-jie aja belum bisa sekalipun menahan serangan Mama waktu sparring."


"Hei! Ini dan itu berbeda!!" balas Xiao Wu tidak terima.


"Ahahahahaha..."


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


| Informasi Dasar |


Spirit Ring terdiri dari 5 Tingkat. Spirit Beast akan mendapatkan Spirit Ring secara otomatis setelah mencapai kultivasi tertentu. Sedangkan untuk manusia, Spirit Ring bisa di dapatkan dengan membunuh Spirit Beast dengan jumlah kultivasi tertentu.


Mulai dari yang terendah ke yang tertinggi, yaitu:


Putih — Spirit Beast +10 Tahun


Kuning — Spirit Beast +100 Tahun


Ungu — Spirit Beast +1000 Tahun


Hitam — Spirit Beast + 10.000 Tahun


Merah — Spirit Beast +100.000 Tahun


Ketika telah mencapai kultivasi +100.000 tahun, Spirit Beast dapat memilih 2 kemungkinan.



Tetap mempertahankan kekuatan mereka sebagai Spirit Beast +100.000 tahun dan mati setelah 1000 tahun berlalu.



Atau



Mengubah diri mereka menjadi Humanoid Spirit Beast. Namun kultivasi mereka akan tereset kembali menjadi 0 dan mereka harus memulainya dari awal dengan resiko, manusia bisa dengan mudah membunuh mereka jika mereka ketahuan adalah Spirit Beast +100.000 tahun.



Meski begitu, kecepatan kultivasi mereka menjadi jauh lebih cepat daripada ketika mereka menjadi Spirit Beast dan daripada manusia biasa. Dan ketika mereka mencapai level 100, mereka akan menjadi Dewa.


Sebagai informasi, Ah Yin, Xiao Yun dan Xiao Wu termasuk ke contoh yang kedua.


Sedangkan Da Ming dan Er Ming adalah contoh yang pertama.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...