
"Yun'er sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Xiao Yun dengan lembut.
Yunmei mengangguk yakin. Akhirnya, hari yang sudah di nantikan selama ini tiba juga. Hari dimana Martial Soul nya akan bangkit.
"Cara yang akan Mama gunakan berbeda dengan manusia. Tapi jangan takut, ini tidak akan berbahaya. Kamu ikuti kata Mama baik-baik, oke?"
"Ya, Mama..." jawab Yunmei.
Xiao Yun tersenyum lembut. Dia meraih tangan putrinya itu dan meletakkannya di atas tangannya. Xiao Wu duduk di sebelah mereka untuk menonton. Sepertinya, lebih daripada Yunmei, dialah yang menantikan Martial Soul apa yang akan Yunmei miliki.
"Baiklah, Mama akan mulai menyalurkan kekuatan roh pada tubuhmu. Rasakan dengan baik, dan hafalkan alirannya."
"Jika mama tidak menemukan adanya kesalahan, kamu boleh mencoba melakukannya seperti yang Mama contohkan tadi. Mengerti?"
"Iya, Mama. Yunmei siap," angguk Yunmei.
Xiao Yun pun mulai menyalurkan kekuatan rohnya pada Yunmei. Aliran energi itu terasa sangat hangat dan lembut. Yunmei bisa merasakan betapa hati-hati Xiao Yun dalam mengarahkan kekuatan rohnya pada Yunmei. Tapi, sekarang bukan waktunya untuk diam saja. Yunmei sudah merencanakan sesuatu jauh sebelumnya.
"Seperti yang kuduga. Meridianku mulai terbuka karena energi ini. Pembukaan pertama adalah yang terpenting, aku tidak boleh melepaskan kesempatan ini!" batin Yunmei.
Di waktu yang bersamaan dengan arahan energi dari Xiao Yun, Yunmei juga mengarahkan sisa 3% kekuatannya mengikuti aliran Xiao Yun. Dia membiarkan sisa 5% nya di mata dan memastikan sisa 3% nya tidak menyebar dulu untuk saat ini.
Dengan memasukkan sisa 3% itu ke Martial Soul nya, kekuatan Dewi Yunmei bisa kembali lagi seiring dengan bertambah kuatnya Martial Soul itu.
"Kuhh..."
Yunmei berusaha menahan rasa sakit dari memasukkan paksa sisa kekuatan Dewi nya ke Martial Soul di tangan kanannya.
"Tidak... Tang Yunmei... Jangan sampai membuat ekspresi apapun..." tekad Yunmei, tidak ingin membuat ibu dan kakaknya khawatir.
Padahal tangan kanannya terasa sangat panas dan perih sekarang. Seperti sedang memegang bara api yang menyala hebat. Martial Soul di tangan kanannya bahkan baru mulai terbentuk. Tapi itu sudah tercabik-cabik oleh kekuatan Dewi nya.
"Bertahanlah!! Jangan berhenti disini!!!" ucap Yunmei pada dirinya sendiri.
"Aku tidak boleh gagal!!!"
Karena kalau sampai Yunmei gagal, bukan hanya dia akan kehilangan sisa 3% kekuatan Dewinya itu. Yunmei juga akan merusak Martial Soul di tangan kanannya.
"UWAAAAAAARGGHHHHH!!!!"
Yunmei menjerit kesakitan sekencang-kencangnya dalam hati.
Betapa luar biasa dirinya karena mampu mempertahankan ekspresi tenangnya itu meskipun batinnya menjerit-jerit hebat.
"Sedikit... Lagi...!!!"
"AAAAAARRGGHHHHH!!!!!!"
"Yun Yun...?"
Wajah Yunmei mulai memucat dan berkeringat dingin. Tentu saja hal ini membuat Xiao Wu khawatir.
"......"
Disisi lain, Xiao Wu tahu, kebangkitan ini sangat penting bagi Yunmei. Dia tidak boleh mengganggu.
Xiao Wu mengigit pelan bibir bawahnya. Dia ingin melakukan sesuatu untuk meringankan beban adiknya.
"......."
Gadis itu menoleh ke sana kemari, mencari sesuatu yang mungkin berguna. Ketika matanya menemukan sesuatu, Xiao Wu segera mengambilnya. Itu hanya kain bersih yang dia basahi dengan air dingin. Setidaknya, ini akan sedikit membantu Yunmei. Xiao Wu kembali dengan benda itu, lalu mulai mengelap keringat Yunmei dan mendinginkan kepalanya.
"Jie...?"
Berkat perhatian Xiao Wu, Yunmei merasa lebih baik.
"Terima kasih, Jie..." senyum Yunmei.
Sama halnya dengan Xiao Wu, Xiao Yun juga menyadari perubahan raut wajah Yunmei yang tak terlalu kentara itu. Dia mencoba memelankan temponya agar putrinya tidak kesulitan mengikutinya.
"Syukurlah, meskipun Yun'er terlahir sebagai Half Spirit Beast, tidak ada yang salah dengan Martial Soul nya. Kalau terus seperti ini, dia akan memiliki Martial Soul yang sama dengan Yin'er..."
Xiao Yun tersenyum senang, penuh rasa syukur.
Tapi...
Tak selang lama setelah itu...
"!"
Xiao Yun tersentak kaget.
"Tunggu! Ke-Kenapa ini!?"
Xiao Yun pun mulai panik.
Dia merasakan getaran yang aneh dari kekuatan roh yang ada dalam tubuh putrinya. Meski begitu, dia tidak bisa menghentikan aliran kekuatan rohnya begitu ia memulainya. Sehingga, Xiao Yun menemui jalan buntu. Dia tidak bisa maju dan tidak bisa mundur. Apa yang harus dia lakukan!?
"Uhhh... Panas?? Ke-Kenapa ini!?" bingung Xiao Yun.
"Ada energi panas yang aneh mulai memasuki dan mencampuri Spirit Energi Yun'er..."
"Yun'er...?"
Dia menoleh pada putrinya.
Namun berbeda dari kekhawatirannya, raut wajah Yunmei justru membaik. Rasa sakit yang tadi menerpanya, mulai berkurang.
".....??"
Xiao Yun benar-benar bingung.
"Ini... Apa ini sesuatu yang wajar untuk Spirit Beast tipe tumbuhan?"
Tentu saja tidak.
"Aku tidak bisa menghentikannya... Kalau aku berhenti sekarang, Martial Soul Yun'er tidak akan terbangkitkan... Yun'er, bertahanlah..."
Xiao Yun mencoba melawan rasa panas aneh yang sedikit merambat di energi yang ia salurkan untuk memandu Yun'er.
Menyadari kekhawatiran sang ibu, Yunmei pun berkata.
"Mama... Aku sudah memahami alur energinya."
"Mama sudah boleh melepaskanku. Aku akan melanjutkannya sendiri," senyum Yunmei.
Xiao Yun kurang mempercayai senyum itu.
"Yun'er..."
"..... Ini masih kali pertamamu... Mama memang tidak melihat ada yang salah dengan Meridian dan tubuhmu, tapi ada energi aneh yang mulai tercampur di Martial Soul mu sekarang... Tidak mungkin Mama melepaskanmu sekarang, Yun'er..." Ucap Xiao Yun, berusaha tetap lembut.
Yunmei memegangi tangan Xiao Yun.
"Jangan khawatir, Ma. Energi ini... Rasanya tidak asing... Energi ini tidak akan menyakitiku."
"Dari mana kau tau itu?" tanya Xiao Yun curiga.
Yunmei sedikit memiringkan kepalanya.
"Firasat?"
"Yun'er, sekarang bukan waktunya untuk bercanda," Xiao Yun sedikit marah.
"Aku tidak bercanda kok! Tenanglah, Ma. Aku pasti bisa melakukannya. Percayalah padaku," ucap Yunmei dengan mata percaya diri.
"......."
Melihatnya sampai seperti itu, Xiao Yun tidak tau harus berkata apa.
Tapi Yunmei benar. Dia tidak bisa berhenti sekarang dan melakukannya lebih jauh lagi bisa saja justru membuat situasinya menjadi lebih berbahaya.
"....... Baiklah..."
Xiao Yun pun melepaskan tangannya.
"Aku akan mempercayaimu, sayang."
Tangan Xiao Yun mengelus pipi Yunmei dengan lembut.
"Lalukan yang terbaik dan jangan sakiti dirimu sendiri."
"Baik, Ma..." senyum Yunmei.
Kini Xiao Yun sepenuhnya lepas tangan. Dia duduk di depan Yunmei bersama Xiao Wu, menyaksikan Yunmei menyelesaikan kebangkitannya.
Xiao Yun benar-benar kagum pada putrinya itu. Dari jauhpun, dia bisa merasakan Yunmei mengalirkan kekuatan rohnya dengan hati-hati dari seluruh tubuh ke tangannya. Meskipun energi panas yang ia rasakan itu sempat mengganggu Yunmei, gadis itu tetap mampu mengendalikan situasi dengan baik.
Xiao Yun memejamkan matanya.
"Yin'er... kumohon, lindungilah putrimu..."
"Yun Yun, semangat!!"
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Nama: Tang Yunmei
Usia: 6
Spesies: Half Spirit Beast
Level: Unknown
Martial Soul: Blue Starry Grass
Clear Sky Hammer
Spirit Ring: 0
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Nama: Xiao Wu
Usia: 6
Spesies: Spirit Beast
Martial Soul: Soft Boned Rabbit
Bentuk Martial Soul: Kelinci
Spirit Ring: 0
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
Nama: Xiao Yun
Usia: Unknown
Spesies: Spirit Beast
Level: 72
Martial Soul: Soft Boned Rabbit
Bentuk Martial Soul: Kelinci
Spirit Ring:
2 Yellow
2 Purple
3 Black
...\=\=\=\=\=OooooO\=\=\=\=\=...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Setelah cukup lama kultivasi, akhirnya Yunmei menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.
Betapa senangnya Xiao Yun melihat Spirit Aura Yunmei sudah stabil sekarang. Dia bahkan sudah bisa merasakan Spirit Power Yunmei sekarang. Yunmei benar-benar berhasil melakukannya. Dia berhasil menjadi Spirit Master dengan kekuatannya sendiri.
"......."
Karena Spirit Powernya sudah stabil. Yunmei menghentikan Kultivasinya.
Xiao Yun pun langsung memeluknya.
"Yun'er sayang, kamu berhasil nak."
"Selamat sudah menjadi Spirit Master..."
"Mama..."
"Aku juga! Aku juga!!"
Xiao Wu ikutan memeluk Yunmei.
"Selamat Yun Yun!!"
"Jie..."
Tentu saja, Yunmei membalas pelukan mereka.
"Terima kasih..." senyumnya.
Xiao Wu melepaskan pelukan itu setelah cukup lama.
"Jadi? Jadi?"
"Gimana!?" tanya Xiao Wu bersemangat.
"Tunjukan padaku Martial Soul mu!!"
"Xiao Wu, jangan terlalu bersemangat. Yun'er baru saja selesai, kan?" omel Xiao Yun.
Yunmei terkikik geli, "Tidak apa-apa kok, Ma."
"Aku akan menunjukkannya."
Xiao Wu tidak sabar melihatnya. Dan meskipun dia tidak memperlihatkannya, Xiao Yun juga ingin melihatnya. Bagaimana mungkin Yunmei tidak memperlihatkan itu ketika tatapan mata kakak dan ibunya saja berbinar-binar begitu?
Sembari tertawa kecil, Yunmei menyalurkan Spirit Power ke tangan kanannya, menunjukkan bentuk dari Martial Soul yang baru saja dia bangkitkan.
SRIIIINGGG
Cahaya biru perak yang hangat mulai muncul dan membentuk rumput kecil yang imut.
Xiao Yun tidak heran jika yang muncul adalah rumput. Karena ibu kandung Yunmei, yaitu Ah Yin juga memiliki Martial Soul itu.
Tapi ada yang berbeda...
"Loh...?"
Xiao Yun kebingungan.
Martial Soul Yunmei bukan Blue Silver Grass yang biasa dilihatnya... Bentuknya sangat mirip, hanya saja... Warnanya berubah menjadi putih perak dengan corak biru dan emas. Normalnya Blue Silver Grass berwarna biru dengan corak silver.
"Wahh, cantik!!" puji Xiao Wu.
"Namanya apa?"
Yunmei tersenyum ceria, "Hehehe... Makasih, Jie..."
"Namanya... Kalau gak salah tadi disebut... Blue Starry Grass?"
Jadi begini, setiap kali mendapatkan teknik atau kekuatan baru, informasi tentang nama dan cara menggunakan hal itu secara otomatis akan memasuki kepala Spirit Master. Jangan bertanya kenapa bisa begitu. Sudah dari sananya begitu.
"Blue Starry Grass!?" kaget Xiao Yun.
"U-Uwahhh... Mama kenapa?"
Xiao Wu ikut terkejut.
Xiao Yun langsung memegang tangan kanan Yunmei.
"Jangan bilang ini--"
"Ke-Kenapa ma?" tanya Yunmei agak panik.
"......."
Xiao Yun terdiam dengan ekspresi rumit.
"Mama?"
Hal ini membuat kedua putrinya bingung.
Setelah menghela napas yang cukup panjang, Xiao Yun menatap Yunmei lekat-lekat.
"Yun'er sayang... Dengarkan mama baik-baik."
"?"
Sejujurnya Xiao Yun agak ragu mengatakannya.
"Martial Soul mu..."
Tapi dia harus menjadi orang pertama yang menjelaskan itu pada putrinya. Putrinya tidak boleh mendengar ini dari orang lain karena belum tentu orang itu akan menjelaskannya dengan baik.
".... kemungkinan besar mengalami Mutasi Martial Soul."
"......"
Yunmei tidak terkejut atau apapun itu.
"Mutasi... Martial Soul?"
"Itu apa ma?"
Xiao Yun mulai menjelaskannya.
"Mutasi Martial Soul itu... Adalah hal yang sangat langka terjadi. Ini bisa terjadi jika seorang anak lahir dari orang tua yang jenis Martial Soul nya sangat berbeda."
"Terkadang hasilnya bisa menjadi jauh lebih kuat dari yang asli. Namun seringnya... Mutasi Martial Soul membuat Martial Soul itu jauh lebih lemah dari aslinya dan mengalami penghambatan kenaikan level setelah mencapai level tertentu."
"Ohh..."
Yunmei mulai memahaminya.
Xiao Yun memijit pelipisnya.
"Siapa sangka putri Yin'er mengalami hal ini..."
Dengan cepat, ekspresinya berubah horror.
"Kalau kita bertemu lagi nanti, aku pasti akan membunuhmu Tang Hao💢"
"Berani-beraninya kau membuat putriku dan Yin'er mengalami hal ini...💢💢" kesal Xiao Yun.
Anu... Dia ini putrinya Ah Yin dan Tang Hao loh...
Yah, meski benar juga kalau dibilang dia putrimu (angkat) dan Ah Yin (kandung).
"Ma-Mama... Jangan begitu..."
Xiao Wu gelagapan, berusaha menenangkan ibunya.
"Kan belum tentu nanti Yunmei mengalami penyumbatan! Martial Soul Yunmei pasti termasuk ke yang jauh lebih kuat dari aslinya!" senyumnya panik.
Yunmei turut membantu menenangkan ibunya.
"Iya ma! Aku pasti akan jadi jauh lebih kuat kok nanti! Jangan khawatir!!"
"Lagipula, alasan Martial Soul ku mengalami mutasi, pasti karena Divine Power yang kusatukan dengannya," batin Yunmei.
"Sekarang saja, samar-samar aku bisa merasakan Divine Power darinya."
Xiao Yun merasa marah pada dirinya sendiri. Padahal kedua putrinya sangat positif thinking seperti itu. Bisa-bisanya dia yang ibu mereka justru negatif thinking. Hanya karena 90% kasus Mutasi Martial Soul berakhir negatif, bukan berarti putrinya juga akan berakhir begitu.
"Iya... Kalian benar... Maafkan Mama, Yun'er..." senyum lelah sang ibu.
"Martial Soul mu pasti akan jadi lebih hebat dari Ah Yin. Mama percaya itu... Tidak, Mama akan membuatnya begitu."