
Will membawa Lizzie ke salah satu mansionnya yang terletak pada perbukitan kota Westminster.
Disepanjang perjalanan pemandangan nya sangat indah untuk dinikmati. Pohon pinus menjulang tinggi. Bunga liar menghiasi pinggir jalan.
Lizzie menghirup udara segar dalam dalam. Suasana tampak tenang jauh dari hingar bingar kota. Hanya terdengar suara serangga dan kepakan sayap burung dari pepohonan.
Ketika sampai Lizzie dibuat takjub dengan mansion Will yang terlihat seperti kastil.
Halamannya sangat luas dihiasi berbagai jenis tanaman. Dibelakang mansion terdapat istal kuda dan juga kolam ikan. Entah kemewahan apa lagi yang akan dia temui di dalam?
Kedatangan Will disambut dengan para pelayannya yang telah berbaris rapi.
"Selamat datang Tuan."
Sebenarnya apa pekerjaan pria ini?
Lizzie bertanya dalam hati sambil melihat lampu gantung berukuran besar pada langit langit mansionnya. Cahayanya bergemerlapan seperti permata yang dijadikan lampu.
Sebelumnya Will pernah berkata ia dibayar untuk menghilangkan nyawa seseorang?Apakah ucapannya itu serius atau waktu itu Will sedang mengancamnya saja?
"Lisa kemari."
Munculah wanita paruh baya saat Will memanggil namanya. Lisa adalah ketua pelayan di mansion ini. Sudah berpuluh puluh tahun ia bekerja disini beserta dengan suami dan anaknya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Wanita yang bersama ku ini adalah pelayan baru disini. Ajarkan dia pekerjaanmu dan beri dia kamar disini."
"Baik Tuan." Lisa menghampiri Lizzie.
"Selamat datang nona. Aku Lisa kepala pelayan disini. Sebelum aku memberimu tugas disini, aku akan menunjukkan kamar untukmu, ikuti aku. "
"Terimakasih aku Lizzie. Senang bekerja denganmu"
Lizzie tampak antusias. Walaupun sebelumnya ia adalah wanita yang berpendidikan. Lizzie bisa saja memilih bekerja sebagai guru atau menjadi pustakawan lagi. Tetapi ia sedang berbalas budi dengan Will. Pekerjaan pelayan jauh lebih baik daripada berada di rumah bordil.
Will tersenyum tipis melihat Lizzie.
"Beristirahat lah sebelum bekerja untukku." Kata Will sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak pada lantai dua.
Lisa tertegun selama ini Will tidak pernah menunjukan perhatiannya pada satu pun pelayan. Will akan berbicara jika ia merasa perlu.
Siapakah gadis ini?
***
Bagi Lizzie kamar yang diberikan untuknya saat ini jauh lebih luas dibandingkan kamarnya yang dulu. Lizzie mulai menata barang nya pada lemari yang telah tersedia.
Kamar Lizzie juga berada di lantai dua seperti Will. Tetapi ia berada pada bagian Timur sedangkan Will bagian Barat.
Lizzie membuka jendelanya lebar lebar. Ia suka pemandangan disini. Lizzie dapat melihat taman belakang mansion ini. Bahkan ada kebun buah dan bunga disana. Dari kejauhan ia pun dapat memandang perbukitan yang hijau.
"Kau suka kamarnya?" Lisa datang bersama dengan seorang gadis tampaknya lebih muda dari Lizzie. Sedikit ada kemiripan pada mereka.
"Suka sekali." Lizzie tersenyum.
"Wow?! Kau cantik sekali! Salam kenal aku Amily anak Bibi Lisa. Kamarku tepat berada di sebelahmu. Jika kau perlu bantuan bisa tanyakan padaku."
Amily gadis berumur 16 tahun tampak begitu periang. Lizzie bersyukur begitu banyak orang ramah disini. Rasanya ia akan betah.
"Kau berisitirahat lah dulu, sekitar 2 jam lagi aku akan memanggil mu untuk membantu menyiapkan makan malam." Kata Bibi Lisa.
"Baiklah." Lizzie mengangguk.
Lisa dan Amily segera pergi memberikan waktu Lizzie untuk beristirahat sejenak.
Lizzie ingin mandi. Banyak kejadian yang ia alami, itu semua membuatnya sedikit lelah. Untunglah kamar pelayan pun disediakan air panas. Walaupun tidak ada bathub untuk berendam. Ini sudah memberikan kenyamanan untuknya.
Lizzie menjadi penasaran. Mengapa Will begitu baik kepadanya?
Tiba- tiba Ia teringat tubuh Will yang menempel padanya waktu itu. Wajah Lizzie seketika memerah. Tubuhnya menjadi panas. Ada apa dengan dirinya? Apakah air yang ia kenakan untuk mandi terlalu panas?
Lizzie tidak pernah dekat dengan lelaki. Menjalin hubungan dengan lawan jenis bukanlah prioritasnya. Selama ini yang ia pikirkan adalah membantu dan membahagiakan ibunya.
Mungkin Will memang orang yang baik. Aku akan segera memberikan tabunganku untuk mengganti sebagian uangnya.
***
Kamar tidur yang ditempati Will di dominasi dengan warna hitam dan perak. Lemari pakaian yang seperti ruangan tersendiri, terdapat banyak setelah pria mahal ,beserta dasi , sepatu dan jam tangan berjajar rapi. Kamar mandi yang luas hampir seperti kamar tidur, lantai dan temboknya terbuat dari batu marmer hitam bercorak putih. Tentu juga ada tempat berendam yang luasnya seperti kolam renang kecil.
Seusai mandi , Will mengenakan piyama hitam kemudian merebahkan dirinya pada sofa empuk disamping meja kamar.
Will sedang membaca dan mencermati informasi yang diberikan Madam Loretta mengenai targetnya.
Donn Berton.
Pria bertubuh sedikit gempal, tinggal di kota Westminster tepatnya di desa Kensington. Donn Berton adalah pedagang senjata ilegal. Selama ini ia menyamar sebagai pria pemilik mini market di tempat ia tinggal.
Will sudah dapat memperkirakan di gudang mini market nya terdapat ruangan tersembunyi sebagai tempat penyimpan senjata.
Orang akan mengira, truk pengiriman yang dijadwalkan datang setiap hari Senin merupakan truk biasa yang menyuplai barang kebutuhan sehari-hari untuk dijual ke mini market Donn Berton.
Tidak akan ada yang tahu bahwa , Donn menyelundupkan beberapa peti berisikan senjata.
Donn Berton pria beristri memiliki dua orang putri yang masih remaja dan bersekolah. Keluarganya tidak ada yang mengetahui bahwa Donn Berton pedagang senjata ilegal.
Bagaimana pun latar belakang nya. Will Turner telah dibayar untuk membunuhnya. Tidak peduli targetnya masih memiliki keluarga sekalipun.
Will Turner menyusun rencana bagaimana cara membunuh Donn Berton.
Apakah ia akan menculik lalu menyiksanya hingga mati?
Atau menusuk nya dengan senjata tajam tepat di jantung?
Mungkin cara yang paling mudah dan ia sukai, menembak kepalanya menggunakan senapan sniper?
Inilah pekerjaan kotor Will Turner. Tidak banyak orang mengetahui. Kecuali para pelayan nya. Karena mereka yang harus membersihkan pakaian Will yang terkena darah.
Will pun sudah mengancam mereka. Jika ada yang berani membocorkanya. Ia pastikan keesokan harinya orang itu akan hilang tanpa jejak.
Apakah Will juga berniat memberitahukan Lizzie nanti?
Belum saatnya. Will akan meminta para pelayannya agar tidak memberitahu Lizzie.
Waktu berlalu. Jam makan malam akan tiba. Will mengganti piyamanya. Ia menggunakan setelan jasnya.
Setelah makan ia ada keperluan di luar.
Tiba tiba ia memikirkan Lizzie.
Apa yang sedang dilakukan nya?
Will tak sabar ingin segera turun dan melihat gadis bermata hazel itu.
Will menuruni tangga menuju ruang makan. Para pelayan sedang sibuk menghidangkan makanan untuknya tak terkecuali Lizzie.
Lizzie telah mengganti pakaianya, rambutnya yang panjang di kepang rapi. Seperti nya ia juga pandai memasak. Melihat Lizzie cukup lihai menyediakan makanan di dapur.
Tanpa sadar Will mengamati Lizzie ketika sedang bekerja. Apakah ia mulai tertarik dengan gadis ini?
Mungkin hanya ketertarikan biasa. Ini pengaruh hormon. Mengingat ia lebih memilih menyelamatkan Lizzie daripada menidurinya. Hasrat nya belum terlampiaskan. Tidak lebih.