
Terima kasih untuk para pembaca yang sudah mengikuti novel saya sampai ahkir 😊🙏🏻
Walaupun masih banyak kekurangan. 🥺
Sebenarnya dari dulu saya sudah sering menulis novel. Dari waktu SMK, Kuliah sampe menikah. Tetapi novel ini yang pertama kali baru saya publikan ke khalayak umum.
Ternyata ada juga yang baca 😭
Dan saya membuat novel ini benar benar pake referensi.
Pertama dari nama kota nya. Kota Westminster dan Southampton. Itu benaran ada di negara Inggris enggak asal comot nama.
Berikut saya beri contoh gambar latar tempatnya, yuk mari 💁🏻♀️
Kota Westminster
Terus berikutnya Kota Southampton, kota nya emang dekat dengan laut lho 😲
Kota Southampton
Ini rumah Bibi Annette yang ditinggali sama Susan dan Paul.
Waktu Will jemput Lizzie dari kota Westminster menuju ke kota Southampton jarak nya beneran saya perhitungan kan membutuhkan waktu berapa jam. Masih ingat kan Will gak sabaran naik kereta 🙄
Ada yang kirim pesan ke aku tanya
" Tor, kok si Lizzie dan tokoh lainnya sering komunikasi lewat surat, kenapa gak pake handphone atau email kan lebih cepat dan praktis"
Jadi disini bakal aku jelasin, saya mengambil waktu dan latar belakang pada era 80-90 tahun jadi handphone/ telepon dan email masih jarang digunakan. Pada saat itu handphone dianggap barang mewah , hanya orang-orang kaya yang mampu punya benda itu.
Dan Lizzie termasuk golongan orang menengah kebawah. 🥺
Sebenarnya mau ambil cerita pada jaman abad Victorian dengan tahun lebih kuno lagi.
Intinya di jaman itu alat transportasi masih menggunakan kereta kuda. Alat komunikasi nya masih surat menyurat. Para Wanita nya di harus kan menggunakan gaun ber korset ketat lalu memakai sarung tangan dan topi. Dan setiap musim selalu ada pesta perjamuan sosial.
Lalu masih menggunakan lima tingkatan gelar bangsawan seperti
Duke
Marquess
Earl
Viscount
Baron
Paling tinggi tingkatan Duke dan seterusnya. (Kalau ingin tahu lebih lanjut bisa browsing di internet 😬).
Jadi niat awal ide , Will Turner ini gelar bangsawan nya "Duke" diam diam jadi kaki tangan seorang Ratu , tugasnya membunuh para pemberontak kerajaan.
Dan si Lizzie belum memiliki gelar. Ayahnya salah satu pemberontak. 🥺
Jadi aku buat cerita sedikit lebih ringan dan mudah dimengerti. Ambil tengahnya saja jaman semi kuno modern.
Lanjut aku beri gambaran mansion Will Turner
Ruang kerja
Ruang santai
Ruang tamu
Kamar utama yang sekarang ditempati Lizzie dan Will 😁
Mansion waktu hujan, agak ngeri juga ya, karena deket dengan hutan tempatnya 🙄
Sekarang Rumah Danau, dari tampak depan dulu..
Lalu tampak samping
Dan terahkir tampak dari belakang
Pengen rumah danau nya tapi gak mampu beli 🥺
Dan tempat terahkir yang saya beri visual adalah Bar Madam Loretta, cukup banyak peristiwa disini.
Saya juga suka menggambar, awalnya ingin membuat novel di selingi ilustrasi gambar dari aku sendiri. Tapi benar benar memakan waktu untuk proses menggambar sendiri. Takutnya update kelamaan. Maafkan saya! 🥺 👉🏻👈🏻
Oh iya hampir lupa, ada yang pernah tanya ke aku begini :
"Tor , kok bisa sih bikin adegan yang hot, panas, hareudang dll , gimana caranya.."
😅 😅
Jujur saya pengantin baru 😬 jadi bisa menggambarkan situasi cerita dewasa rate 21 + 😅
Tapi selain itu saya juga punya beberapa referensi kok ,novel-novel terjemahan barat seperti Johanna Lindsey, Sylvia Day, Jane Austin, Nora Roberts dll.
Isi ceritanya bagus bagus, tentu di peruntukan untuk orang dewasa ya karena kadang ceritanya lebih vulgar.
Ditempatku ada perpustakaan daerah yang banyak sekali novel novel fiksi romance dari Indonesia sampai barat tersedia. Jadi sering pinjam.
Kalau dari pengarang Indonesia sendiri suka dengan cerita dari Mira W dan Agnes Jessica.
Cukup sampai disini, sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya 🤗. Maaf jika ada kesalahan.
Mungkin ada yang mau memberi ide untuk membuat novel baru? Boleh diskusi 😬
Author Nia Andiyani.