Something Wrong With You

Something Wrong With You
I Found You!



Dalam episode ini mengandung konten dewasa (rate 21 +), mohon pembaca menyikapi dengan bijak.


###


Will menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Ia tidak menyangka akan menerima serangan secara mendadak. Will mengamati pria yang jauh lebih muda di hadapannya.


Mungkin jika pria ini dilatih dengan lebih giat lagi, ia akan dapat menyamai kemampuan bertarung Will.


"Pukulan yang bagus." Will menyeringai, namun ia tidak mencoba untuk membalasnya.


Mungkin saja Lizzie sudah bercerita mengenai keadaanya. Dan mereka merasa marah mewakilkan perasaan Lizzie.


Sudah berapa kali Will menerima tamparan dan pukulan. Ternyata banyak yang menyayangi Lizzie. Will pun merasa ia pantas menerima semua itu.


"Pergilah ?! Kau tidak diterima disini ! Atau aku akan memukulimu hingga mati !"


"Hentikan Paul !!"


Susan berjalan mendekat. Semula Susan memandang ke arah Will Turner penuh dengan kekaguman seketika tatapannya cepat berubah menjadi amarah setelah mengetahui siapa dirinya.


Will orang yang telah mencampakkan dan menyakiti hati Lizzie. Sekarang Lizzie hamil karena ulah pria dihadapannya.


Walaupun Will juga lah pria yang telah menolong Lizzie saat terjerat hutang serta membantu Lizzie keluar dari rumah bordil.


Susan mempertimbangkan keputusan nya. Will sudah jauh jauh datang kemari untuk menjemput Lizzie, meskipun ia sedikit terlambat.


Susan memicingkan matanya sambil menunjuk kearah Will.


"Mengapa kau baru datang kemari ?! Tidak tahu kah kau saat pertama kali Lizzie datang ke rumah ini sendirian, ia tampak kebingungan dan ketakutan ! Terlebih Lizzie sedang mengandung anakmu !!"


"Aku memang salah. Kau boleh ikut memukuliku jika kau mau."


"Ya ! Rasanya aku ingin memukul kepalamu dengan sekop yang sedang kubawa hingga kau sadar diri !" Tetapi Susan tidak benar benar melakukannya.


"Aku datang kemari untuk menebus kesalahanku."


"Mudah sekali kau berbicara !! Brengs*k ! "


Paul hendak melayang kan tinjunya lagi ke arah Will.


"Diamlah Paul !!" Susan mencegah Paul melakukan itu, ia memegang erat lengan Paul.


Susan mendengus tidak sabar.


"Aku akan memberikan mu kesempatan ! Tetapi jika Lizzie menolakmu , sebaiknya kau tidak usah datang kemari lagi ! Kami tidak akan menerimamu dengan baik !"


"Terimakasih Nona. Kebaikanmu akan selalu aku ingat."


Will tersenyum dan membungkukkan badannya yang tinggi.


Walaupun jika nanti Lizzie menolak kehadiran Will, ia akan tetap memaksa Lizzie untuk ikut bersamanya kembali ke kota Westminster. Kali ini Will tidak akan melepaskan Lizzie begitu saja, karena Lizzie telah mengandung anaknya!


"Dia sedang berada di kebun belakang bersama dengan Bibi Annette, segeralah kesana sebelum aku berubah pikiran !"


Will pun melangkah meninggalkan sepasang kakak beradik itu menuju ke kebun belakang rumah.


"Susan apa yang kau lakukan !?" Paul melepaskan cengkraman Susan.


"Kau tidak perlu ikut campur lebih dalam Paul ?!"


"Kau tahu siapa Pria itu ! Pria brengs*k yang telah menyakiti Lizzie ! Aku akan mencegahnya!!"


Susan mengerutkan dahinya melihat tingkah Paul.


"Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri ! Mengapa kau begitu keras kepala?"


Paul terdiam, Susan tidak tahu bahwa ia menyukai Lizzie. Dan perkataan Susan ada benarnya. Paul merasa jengkel.


Sampai saat ini Lizzie belum juga memberikan jawaban untuknya. Paul memang tidak berhak masuk kedalam permasalahan mereka berdua. Karena Paul bukanlah siapa siapa.


Paul menendang kaleng cat yang berada di dekat kakinya. Hingga Cat itu tumpah mengotori tanah.


"Paul?!!"


Paul tidak menghiraukan teriakan Susan. Ia pergi meninggalkan rumah menuju ke arah tepi pantai. Paul butuh menenangkan diri sejenak. Pikirannya di penuhi akan bayangan Lizzie sedang bersama dengan Will Turner.


***


Lizzie memetik jeruk yang telah matang dari pohonnya. Jeruknya berwarna orange kekuningan sangat cantik untuk dilihat. Sesaat Lizzie menghirup aroma buah jeruk dalam dalam. Sangat menyegarkan. Barulah Lizzie memasukan jeruk itu ke dalam keranjang yang sedang di bawanya.


Kegiatan berkebun selalu membuat Lizzie merasa senang.


"Lizzie.." Tiba tiba sebuah suara bariton memanggil namanya.


Lizzie tidak ingin mempercayai pendengaran nya sendiri. Ia mengira sedang berhalusinasi. Cuaca juga saat itu terlihat cerah, mungkin Lizzie terlalu lama terpapar sinar matahari.


"Lizzie aku menemukanmu.."


Namun suara pria yang sangat ia rindukan terasa begitu nyata. Lizzie menoleh ke arah suara itu berasal.


Tanpa sadar Lizzie menjatuhkan keranjang yang sedang di bawanya. Buah jeruk berjatuhan di bawah kaki Lizzie.


"Will..Will Turner.."


Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Lizzie. Tangannya menggapai udara seolah ingin meraih Will.


Apa aku sudah gila?


Bibi Annette menyadari kedatangannya, dengan perlahan ia pergi meninggalkan Will dan Lizzie di dalam kebun. Dengan begitu mereka berdua dapat lebih leluasa berbicara dan segera menyelesaikan masalah yang mereka miliki.


Sekilas Bibi Annette melihat ke arah Will Turner.


Will pun mengangguk memberi kan salam. Nanti jika mereka sudah selesai berbicara barulah Bibi Annete akan menanyai Will Turner.


Dimata Will, Lizzie masih tetap terlihat cantik, walaupun kini perut nya sedikit membuncit. Karena di dalam perut Lizzie terdapat anaknya.


Lizzie mengenakan gaun terusan berwarna putih gading dengan bahan sifon yang terasa ringan. Rok nya berkibar diterpa angin laut. Topi jerami lebar sangat cocok ia kenakan dan semakin membuat Lizzie terlihat manis.


"Aku mencintaimu Lizzie Elmer. Menikahlah denganku."


Will berjalan mendekat, menghilangkan jarak diantara mereka berdua. Tanpa menunggu jawaban dari Lizzie lagi. Will merengkuh tubuh Lizzie ke dalam pelukannya kemudian ia mencium Lizzie.


Ciuman yang dalam. Seakan Will tak akan melepaskannya. Bibir Lizzie yang manis. Will sangat merindukan itu.


Lizzie membalas pelukan Will, takut jika Will pergi meninggalkannya lagi. Airmatanya mengalir membahasi pipi.


Will Turner mencintainya?


Jika ini mimpi, Lizzie tidak ingin bangun dari tidurnya.


"Maafkan aku.." Will mengusap pipi Lizzie dengan lembut.


"Katakan sekali lagi Will.." kata Lizzie lirih.


"Aku mencintaimu Lizzie.."


"Sekali lagi.."


"Aku sangat mencintai Lizzie Elmer.."


Berapa kali pun Lizzie meminta, Will Turner akan terus mengucapakan kata kata yang sangat ingin di dengar Lizzie.


"Aku juga mencintaimu Will Turner."


Mereka berciuman lagi. Kemudian Will mengangkat tubuh Lizzie.


"Apa yang kau lakukan Will?"


"Mengajakmu bercinta sayang.."


"Kau sudah gila?! Bagaimana jika ada orang lain datang kemari?"


"Tak akan."


Dengan penuh keyakinan Will membaringkan tubuh Lizzie di atas hamparan mantel tebal milik Will.


Jemari Will menurunkan tali gaun Lizzie yang masih menggantung di pundaknya. Gaun yang di kenakan Lizzie merosot hingga ke pinggang. Kulit putih Lizzie terpapar jelas dihadapan Will.


Will mulai menciumi tengkuk Lizzie hingga turun perlahan ke dadanya. Will memainkan lidahnya dengan liar diatas kulit Lizzie.


"Will.."


Lizzie sangat merindukan sentuhan Will Turner.


Will meraih salah satu buah jeruk yang terjatuh ditanah. Ia membuka kulitnya lalu memeras jeruk itu hingga sari buahnya menetes diatas tubuh Lizzie. Airnya mengalir turun perlahan diantara belahan dada Lizzie.


Will menjilati sari buah jeruk yang menempel di setiap kulit Lizzie hingga bersih tak bersisa. Sesekali ia juga mengulum p*ting Lizzie.


"Sangat Lezat.."


Will selalu dapat membuat Lizzie bergairah dan mendambakannya dengan cara yang tak pernah terlintas di benak Lizzie.


Kepala Will terus turun ke bawah, sesaat ia menciumi perut Lizzie yang buncit. Hingga suara kecupannya terdengar di telinga Lizzie.


Ternyata Will tidak berhenti sampai disitu saja.


Apakah Will akan melakukannya?


Dengan sigap tangan Will menyingkap gaun Lizzie sampai turun di bawah pahanya.


Ternyata Will benar benar melakukan itu.


"Ah..Will.."


Lizzie mencengkram rambut Will.