
Hari ini telah datang.
Lizzie Elmer dirias agar tampak lebih menarik dari biasanya. Tentu tujuannya adalah untuk memikat seorang pria.
Madam Loretta tersenyum puas saat melihat perubahan Lizzie. Ia tak pernah salah menilai. Bagaikan menemukan berlian didalam kubangan lumpur kotor.
Rambut Lizzie dikepang lalu diikat keatas menjadi sanggul. Memperlihatkan lehernya yang putih dan jenjang. Ia mengenakan gaun satin berwarna champagne cocok untuk warna kulitnya. Gaunnya semakin mempertegas lekuk tubuh Lizzie.
Madam Loretta memegang dagu Lizzie memastikan riasannya sempurna.
"Ini yang ingin kulihat.." ia tampak senang dengan hasilnya.
Kali ini Lizzie hanya diam. Tubuhnya masih terasa sakit ahkibat cambukan Madam Loretta kemarin.
Saat Lizzie duduk di salah satu bangku Bar. Banyak pria menaruh perhatian kepadanya yang justru membuat Lizzie semakin tidak nyaman.
Bar terlihat sedikit lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena Lizzie?
Berita adanya wanita didikan baru dari Bar Madam Loretta cepat menyebar di desa kecil itu.
Sudah dua kali Madam Lorreta mendapat tawaran tinggi agar dapat meniduri Lizzie anak didiknya. Salah satunya pedagang paling kaya di desa itu. Tetapi Madam Loretta memilih untuk menolaknya.
Tawaran Will Turner lah yang paling tinggi diantara yang lain. Sesuai permintaan Will, ia tidak ingin wanita yang akan melayaninya hari ini, telah ditiduri banyak orang.
Lizzie Elmer memang membawa keuntungan disini. Tidak salah Madam Loretta menandatangani kontraknya.
Kedatangan Will Turner diperkiraan pukul 9 malam. Saat waktu semakin dekat, Claire menyuruh Lizzie untuk menunggu dan mempersiapkan diri di kamar yang telah disediakan.
Lizzie memandang kamar yang didominasi warna merah dan ungu itu. Terdapat kelambu yang menggantung di atas ranjang yang telah dihias. Lampu kamar sengaja dibuat redup dan tidak lupa di meja kecil terdapat sebotol Wine merah, kudapan ringan , buah buahan, beserta lilin aroma terapi.
Tanpa sadar air mata Lizzie keluar. Ia menggenggam erat kalung pemberian ibunya.
Ibu aku tidak ingin disini. Haruskah aku melakukannya?
***
Sudah Lama Will Turner tidak mengunjungi kota Westminster. Will tidak pernah menetap lama dimana pun ia berada. Tetapi ia memiliki banyak mansion untuk sekedar singgah.
Tentu saja, pekerjaan Will Turner sebenarnya adalah pembunuh bayaran. Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Yang mereka tahu Will Turner adalah Investor saham yang telah sukses.
Tujuan Will kemari karena target nya juga berada di kota ini. Dua bulan yang lalu ia mempunyai tawaran untuk membunuh seorang pedagang senjata ilegal. Ini hanyalah konflik kedua pedagang senjata yang sedang bersaing.
Bayaran yang ditawarkan padanya selalu tinggi. Karena ini pekerjaan yang beresiko dan Will dengan mahir melakukannya.
Will akan mengunjungi Bar Madam Loretta untuk mencari informasi dan bersenang senang sedikit melepaskan penatnya.
Ia seorang pria dewasa hampir menginjak umur 30 tahun dan belum menikah. Will Turner juga perlu melampiaskan kebutuhan biologis nya. Karena ia tak suka terikat dengan seorang wanita, cukup dengan membayar pel*cur di rumah bordil.
Madam Loretta menawarkan wanita didikannya yang baru dan meminta bayaran yang sepadan karena wanita itu dianggap istimewah dibanding wanita didiknya yang lain.
Will Turner sedikit tertarik. Wanita seperti apa yang akan melayaninya.
Mengapa Madam Loretta bersikeras agar aku memilihnya dan meminta bayaran sangat tinggi?
Bukankah mereka itu sama saja hanyalah seorang Pel*cur.
Kedatangan Will Turner disambut dengan baik. Berta yang melihat pertama kali langsung mendekatinya.
"Hai Will lama tak berkunjung. Mau minum?" tawar Berta. Ia meraih lengan Will dan merapatkan tubuhnya.
"Ya berikan aku minuman terbaik disini.." Will memilih duduk di sofa bar yang empuk dan nyaman. Ia melonggarkan dasinya.
Tak berapa lama Berta datang dengan minuman yang ia pesan.
"Ini spesial untukmu sayang." Berta duduk di samping Will.
"Apakah perjalananan mu menyenangkan?" tanya Berta.
"Cukup melelahkan." Will meneguk minumannya. Rasa hangat menjalar ketubuhnya membuat Will sedikit Rileks.
"Apa yang membawamu kemari?"
Berta menyulutkan cerutu untuk Will dan menyuguhkan buah anggur. Wanita ini benar benar mengerti cara melayani pria.
"Siapakah? Mungkin aku bisa membantumu?"
Will tidak akan menceritakannya. Kecuali dengan madam Loretta yang sering kali bertukar informasi dengannya.
"Tidak perlu. Bisakah aku bertemu Madam Loretta?"
Wajah Berta menampakan kekecewaan.
"Baiklah aku akan panggil kan." Berta menuju keruangan Madam Loretta.
Tanpa menunggu lagi Madam Loretta segera menemui tamu spesial nya.
"Senang melihat mu Will Turner. Kau tampak tampan seperti biasanya." Madam Loretta datang menghampiri. Will membungkuk memberi salam kemudian mencium tangan Madam Loretta.
"Kau juga masih terlihat anggun seperti biasanya." sahut Will.
"Seandainya jika aku masih muda, aku akan memilih diriku sendiri untuk melayanimu."
"Terimakasih sanjungan nya."
"Aku sudah menyiapkan apa yang kau pesan. Tempat istirahat mu seperti biasa di lantai dua bagian Barat. Kau pasti akan menyukainya."
Will Turner tersenyum tipis. Sebelum ia meniggalkan Bar dan menuju kamarnya. Will menyelipkan sebuah foto pada tangan Madam Loretta.
"Aku membutuhkan informasi mengenai orang ini. Jika aku sudah selesai. Tunggu aku diruanganmu. Ada bayaran yang pantas untukmu, itu tergantung seberapa detail kau memberikan informasi kepadaku." bisik Will.
Madam Loretta sudah tahu Will Turner kemari tidak hanya untuk bersenang-senang. Terahkir kali ia kemari juga ingin mendapatkan informasi darinya. Entah apa yang diinginkan dari orang yang dicarinya itu. Madam Loretta tidak akan banyak bertanya, yang terpenting adalah bayaran yang diterimanya bisa untuk membeli 2 buah rumah mewah sekaligus.
Dan Will menyukai sikap Madam Loretta yang tidak banyak memberikan pertanyaan mengenai keinginan nya. Wanita tua ini cukup tahu menutup mulut dan menjaga rahasia.
***
Suara pintu dibuka. Lizzie berdiri mematung.
Dia kah Pria yang akan meniduriku?
Will Turner masuk ke kamar. Tubuhnya yang tinggi sangat mendominasi.
Mereka bertatapan saling menilai.
Will Turner memang tampan, tubuhnya yang tinggi dan tampak kekar dibalut dengan setelan jas yang mahal. Tuhan seperti memahatnya dengan sempurna.
Sorot matanya yang berwarna abu abu keperakan di naungi dengan bulu mata panjang serta alis yang tebal tertata rapi, menatap Lizzie tajam. Hidungnya mancung dan kokoh. Kulitnya yang kecoklatan tampak seksi.
Sebaliknya Will Turner memandang Lizzie. Yah dia memang cantik. Menurutnya Lizzie sangat tak pantas berada di rumah bordil ini. Dia tidak terlihat seperti pel*cur. Justru tampak seperti gadis bangsawan.
Dimana Madam Loretta menemukannya?
"Salam kenal. Aku Will Turner. Siapa namamu?" Will melepas jas dan dasinya. Kemudian ia membuka tiga kancing teratas kemejanya. Memperlihatkan dadanya yang bidang.
Lizzie tidak menjawab hanya memperhatikan setiap gerakan Will Turner.
Will mengangkat alisnya sebelah. Ia berjalan mendekati Lizzie. Bagikan Singa yang sedang memangsa rusa kecil.
"Berhenti." kata Lizzie lirih.
"Kau merasa gugup Nona?" suara bariton Will berdengung di telinga Lizzie.
"Tidak. Aku hanya ingin kau membunuhku saja." Ucap Lizzie tegas.
Sungguh suatu permintaan yang mengejutkan bagi Will Turner. Walaupun Will sudah terbiasa mendengar orang memintanya untuk membunuh seseorang. Ia tidak akan pernah mengira permintaan itu diucapkan dari wanita yang akan ditidurinya di saat seperti ini.
Will menyeringai.
"Kau yakin Nona?"
###
**KRITIK DAN DUKUNGAN SANGAT MEMBANTU PERKEMBANGAN AUTHOR MELANJUTKAN CERITA
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA NOVEL SAYA** ^.^