
Suara dengkuran halus menandakan bahwa Lizzie telah tertidur pulas. Will masih terjaga di sampingnya.
Sekarang pukul satu pagi, Will sengaja tidak menghidupkan lampu di kamar Lizzie. Ia terdiam dalam kamar yang gelap larut dengan pikirannya sendiri.
Tonny Elmer telah lancang datang ke mansion Will tanpa membuat janji terlebih dahulu dengannya. Dan juga ia berani mengusik kekasihnya disini. Membuat keributan ditempat Will.
Tidak peduli ia ayah Lizzie sekalipun Will berniat untuk memberinya sedikit pelajaran. Atau mungkin lebih baik jika Will membunuhnya?
Bukankah Tonny telah membuang Lizzie dan juga membuat kekasihnya ketakutan. Will lah yang menemukan dan menolong Lizzie. Jadi ia berhak ikut campur dalam urusan pribadi mereka.
Si tua bangka itu berani mengambil keuntungan dariku melalui Lizzie. Tidak tahu malu.
Will menggeram karena emosi. Sebelum ia berpindah ke kamarnya sendiri. Will menyelimuti Lizzie lalu mengecup keningnya dengan perlahan.
Tenanglah gadis kecilku, aku tidak akan membiarkannya hidup tenang.
Will menyeringai.
***
Suara burung berkicau membangun kan Lizzie. Ia mengerjapkan mata, hari telah terang kembali, sudah berapa lama ia tertidur?
Lizzie merenggangkan tubuhnya, setelah Will menemaninya semalam ia dapat tidur nyenyak kembali. Nanti Lizzie harus berterima kasih pada Will.
"Kau sudah bangun nona, apakah anda merasa lebih baik?" Amily datang membawakan sarapan pagi nya.
"Aku ingin sarapan bersama Will.."
"Maaf nona. Tuan Will tadi pagi telah pergi lagi, Tuan berpesan agar aku menyiapkan makanan kesukaan nona dan memastikan nona menghabiskannya."
Wajah Lizzie berubah menjadi murung. Amily menghidangkan makanan untuknya dan Lizzie mulai memakannya perlahan.
Syukurlah nafsu makannya sudah kembali lagi.
Setelah Lizzie bertemu dengan ayahnya waktu itu, Ia menjadi sangat ketakutan. Perkataan Tonny Elmer selalu terngiang di kepala Lizzie. Perasaan bersalah pada ibunya semakin besar.
Setiap malam ia selalu dihantui wajah ibunya saat gantung diri. Apakah ini semua juga karenanya?
Jika Lizzie lebih memperhatikan ibunya pasti ini tidak akan terjadi dan ibunya akan tetap hidup. Dan Lizzie telah mengusir ayah nya sendiri. Apakah Ibu nya akan kecewa?
Sejak itu Lizzie tidak berselera makan dan selalu mengalami mimpi buruk. Tetapi Will tiba tiba datang berada di sampingnya dan memeluknya. Perasaan Lizzie menjadi lebih tenang.
Mungkin Lizzie mulai menerima Will. Pria itu datang disaat ia kesulitan. Sekarang setiap melihatnya Lizzie selalu merasa senang. Jantung nya akan berdetak lebih kencang.
Tidak hanya menerima, Lizzie mulai jatuh cinta.
***
Tidak ada yang berubah dari Tonny Elmer, ia masih saja suka meminum alkohol. Tonny telah berada dalam pengaruh minuman keras.
Matanya memerah dan ia menggumam.
"Anak tidak tahu terima kasih!? Aku menyesal merawatnya dari kecil! Sekarang dia berani mencampakanku setelah menjadi simpanan lelaki kaya!"
Tonny berjalan sempoyongan hingga ia menabrak tubuh seseorang.
"Hei kau minggir!! Jangan menghalangi jalanku!"
Orang yang ditabraknya tetap diam bergeming. Tonny memicingkan matanya berusaha fokus menatap seorang pria tinggi di hadapnya yang tengah menyeringai.
Sepertinya Tonny pernah melihatnya, tetapi dia tidak dapat mengingat dalam keadaan seperti ini.
"Apa kau Tuli! Anak muda jaman sekarang tak tahu sopan santun!" Tonny melanjutkan berjalan.
Tiba tiba baju Tonny ditarik dari arah belakang, hingga ia terpanting ke tanah. Susah payah Tonny berdiri dalam keadaan mabuk.
"Siapa kau?!" teriak Tonny sambil menggenggam erat botol yang dibawanya. Mungkin bisa dijadikan senjata melawan pria di depannya.
"Kau akan segera mengetahuinya.."
Dengan cepat pria itu merebut botol nya dan memukulkan pada kepala Tonny.
PRANG!!
Tonny pingsan jatuh tersungkur dengan kepala berdarah karena pukulan itu.
"Walaupun dalam keadaan sadar pun kau tetap tak akan bisa melawanku!"
Pria itu dengan mudah membawa Tonny menuju ke dalam hutan seperti membawa b*bi hasil buruan.
***
"Cepat bangun!"
KLANGG!
Pria yang tadi ditabraknya melempar ember itu sembarang lalu berjongkok di depan Tonny. Mereka saling berhadapan.
"Kau masih belum mengenaliku?"
Tonny berusaha keras mengingat. Apakah mereka pernah bertemu? Apakah pria dihadapnya seorang penagih hutang? Tetapi hutangnya telah terlunasi.
"Otakmu memang sudah tumpul rupanya. Ingat dan dengarkan baik baik aku adalah Will Turner."
Will Turner?
Seketika Tonny teringat ketika mencari keberadaan Lizzie anaknya. Will Turner pria yang memiliki mansion tempat Lizzie bekerja.
"Hahaha rupanya kau pria yang menjadikan anakku wanita simpanamu.." Tonny tertawa tapi tidak dengan Will raut mukanya berubah menjadi amarah.
Tanpa perlu menunggu Will memukul muka Tonny hingga gigi nya lepas.
"Bangs*at! Aku ini masih menjadi ayah Lizzie, aku tidak akan membiarkanmu memiliki anakku!"
"Apa pun itu aku tidak peduli! Aku hanya akan memberimu sedikit pelajaran karena telah mengacau di mansionku."
Will merogoh kantong di celananya ia mengambil sebatang cerutu dan alat pemotong cerutu.
Will menyesap cerutunya. Ia sedang mengamati alat pemotong cerutu yang berada di tanganya. Pisau nya cukup tajam dan lingkaran pada pemotong cerutu itu cukup jika dimasukan jari manusia.
Terlintas di benaknya hukuman yang pantas untuk Tonny. Will berjalan mendekat.
"Mau apa kau?! Cepat lepaskan aku?!"
Tonny berusaha melepaskan ikatannya.
"Apakah kau begitu pengecut melawan orang yang sedang terikat!!"
"Tutup mulutmu! Kita lihat apa kau masih berani banyak bicara!"
Dengan paksa Will memasukan jari Tonny Elmer kedalam alat pemotong cerutu. Kemudian sebuah teriakan parau keluar dari mulut Tonny.
"ARGHH!! Kau sudah gila!!"
Will memotong jari Tonny menggunakan Alat pemotong cerutu. Tidak hanya satu jari saja. Tonny terpaksa kehilangan jari tengah dan jari telunjuknya. Darah segar mengalir. Will sedikit terkena cipratanya.
"Kau masih bisa berteriak?" Will membersihkan noda darah pada pemotong cerutu dan tangannya menggunakan sapu tangan.
"Kupastikan Lizzie mengetahui kelakuanmu! Ia pasti akan membencimu!"
Sebelum benar benar pergi meninggalkan Tonny, Will melepaskan ikatannya. Tonny tidak akan bisa melawan, tubuhnya sudah terlalu lemah karena kehilangan banyak darah.
Will menatap Tonny tajam, tatapan yang ia berikan saat akan membunuh seseorang.
"Kau beruntung ini hanya sebuah peringatan, Jika aku ingin aku bisa membunuhmu saat ini juga. Lakukan lah hal yang kau suka Tonny Elmer."
Barulah Tonny terdiam karena merasa takut. Tubuhnya merinding. Pria ini sepertinya sudah terbiasa membunuh orang. Will tersenyum melihat perubahan sikap Tonny saat ia mengancamnya.
"Jadilah anjing yang penurut."
Will meninggalkan Tonny yang ketakutan.
***
Mengancam Tonny rasanya sudah cukup. Jika pria itu berani mengadu pada Lizzie tak segan segan Will akan membunuhnya. Tidak peduli dia adalah ayah Lizzie.
Tapi mungkin itu tidak akan terjadi. Sepertinya Tonny sadar siapa yang sedang dihadapinya.
Will bergegas pulang menuju mansion ia tidak sabar ingin segera melihat Lizzie kekasihnya.
***
Contoh alat pemotong cerutu / Cigar Cutter
Jadi yang belum tahu aku kasih contoh gambar, tengahnya ada semacam pisau buat memotong. Bisa cari di google informasi cara penggunaanya.