Something Wrong With You

Something Wrong With You
Finish him! 2



"Ternyata kau cukup sadis.." Canda Reiner sambil melihat tubuh Donn Berton sedang kejang kejang di lantai. Kematian yang menyakitkan.


Will memang tidak membiarkan Donn Berton mati dengan mudah dan justru menikmatinya. Apakah Will sudah bisa dikatakan Psikopat? Atau pembunuh berdarah dingin?


Sebenarnya ini merupakan pemandangan yang biasa. Reiner juga seorang mafia, menghabisi nyawa orang yang bersinggungan dengan nya adalah makanan sehari hari Reiner.


Beberapa menit telah berlalu Will menyentuh mayat Donn Berton dengan ujung sepatu kulitnya. Memastikan Donn Berton benar benar telah mati. Tidak ada pergerakan.


"Cepat Kita harus meminum anggur ini juga." perintah Will.


Kemudian Will meraih botol anggur yang memiliki kadar racun lebih rendah. Ia menuangkan pada gelas sloki kecil. Salah satu gelas ia sodorkan ke Reiner.


"Jika sampai aku cacat karena rencanamu, Kau akan tahu ahkibat nya Will."


"Apakah kau takut? Lihat dirimu merengek ketakutan seperti anak kecil." ejek Will.


Sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan, dengan bayaran yang sepadan, Reiner harus ikut andil dalam bermain peran. Agar mereka tidak dicurigai. Will telah menjelaskan rencananya.


Dokter Martin dan juga pengawal Reiner sudah bersiap untuk segera datang menolong mereka saat Will memberikan kode.


"Brengs*k!!" Umpat Reiner.


Mereka pun bersamaan meminum satu gelas sloki anggur.


Efeknya memang tidak main main. Walaupun racun nya berdosis rendah. Will dapat merasakan jantungnya mulai berdetak lebih cepat seperti habis berlari maraton. Keringat dingin menetes di pelipisnya.


Dengan tangan gemetaran, Will merogoh saku celana untuk mengambil alat pager dan segera menekannya.


Kode diterima oleh Dokter Martin maka ia segera menuju ke tempat Will dan Reiner berada bersama dengan para pengawal Reiner. Dokter Martin juga membawa penawar racun.


"Ada Sabotase.. Cepat buka pintunya sebelum terlambat!" Dokter Martin berteriak pada pengawal Donn Berton.


Saat pintu dibuka, terlihat lima orang pria telah terkapar di lantai. Donn Berton dan penjaganya telah mati. Sedangkan Will dan Reiner terduduk lemas hampir tidak sadarkan diri.


"Cepat beri pertolongan pertama dan panggil Ambulans!"


Para penjaga Donn Berton tidak akan berani melapor ke polisi. Mereka memilih kabur, takut jika ketahuan dan terlibat dalam kasus sindikat perdagangan senjata ilegal.


Sebelum ada orang yang datang, Dokter Martin segera menyuntikan penawar racun pada tubuh Will dan Reiner. Kemudian ia meminumkan antibodi kepada mereka berdua.



Dokter Martin mengambil sampel darah untuk dijadikan laporan dan bukti kepada pihak kepolisian bahwa mereka juga korban. Dalam darah mereka terdapat racun. Itu semua agar mereka tidak dicurigai karena telah meracuni Donn Berton.


Ahkirnya pemilik club lah yang melaporkan ke pihak berwajib sedangkan Dokter Martin mengubungi rumah sakit rekomendasinya.


Saat akan memindahkan tubuh Will dan Reiner ke tempat yang lebih aman, para pengawal Reiner telah mengamankan koper berisi uang ratusan juta milik Reiner dan juga membawa senjata terbaru milik Donn Berton. Tidak ada yang dirugikan pada pihak Reiner, ia harus berterima kasih pada Will nantinya.


***


Will sedang berada di rumah danaunya. Ia duduk di balkon ditemani dengan secangkir kopi.


Koran minggu ini telah keluar. Will membacanya dengan seksama. Dalam tajuk berita utama tertulis:


TERUNGKAP PERDAGANGAN SENJATA ILEGAL MILIK DONN BERTON


Rupanya Polisi bergerak cepat. Mayat Donn Berton ditemukan karena keracunan. Jelas ini merupakan sebuah pembunuhan berencana. Polisi menyelidiki kasus tersebut dan justru menemukan fakta lain bahwa Donn Berton selama ini merupakan pedagang senjata ilegal.


Polisi menggeledah rumah dan tempat kerjanya. Ditemukanlah gudang penyimpanan senjata ilegal tersembunyi di toko kelontong milik Donn Berton. Selama ini ia telah menyelundupkan banyak senjata.


Polisi juga sempat mencurigai Will dan Reiner karena sempat bertemu dengan Donn Berton untuk terahkir kalinya.


Untunglah laporan dokter Martin menyelamatkan mereka. Diperkuat dengan alasan Reiner, bahwa ia hanyalah pembeli bukan pedagang ilegal seperti Donn Berton.


Reiner sungguh pintar memainkan perannya, ia mengaku telah di jebak dan mengira Donn Berton pedagang yang berlisensi. Polisi pun tak cukup banyak bukti untuk menuduh mereka lebih lanjut.


Polisi juga tak akan berani mengulik latar belakangnya. Reiner dapat membungkam para polisi dengan uang. Bukankah terkadang polisi dan mafia juga saling berkerja sama untuk sebuah kepentingan sendiri?


Maka polisi menetapkan tersangka lain pada seorang pelayan yang mengantarkan anggur. Pelayan suruhan Will sempat terekam Cctv club malam. Namun polisi tidak dapat menemukannya karena pelayan itu telah menghilang.


Ternyata pelayan itu bukanlah salah satu karyawan di club malam. Pegawai lain tidak ada yang mengenalinya. Will telah memberikan bayaran yang cukup tinggi pada pelayan itu untuk berpindah keluar kota dan segera mengganti identitasnya.


Ahkirnya polisi hanya menyelidiki kasus lebih lanjut mengenai perdagangan senjata ilegal milik Donn Berton.


Misi Will telah selesai. Karl sudah menerima kabar musuhnya telah tewas. Sejumlah uang dengan nominal yang bisa dikatakan sangat tinggi ditransfer ke rekening Will.


Seperti ini lah gambaran pekerjaan Will Turner. Penuh Resiko dan mungkin dapat melibatkan orang terdekat.


Seperti yang di alaminya terhadap Lizzie. Will termenung.


Baru saja Will menerima pesan, ada misi baru menantinya.


Lalu bagaimana dengan Lizzie?


***


Hampir dua minggu lamanya Lizzie benar benar pulih seperti semula. Begitu juga dengan Amily, ia sudah sadar dari komanya. Namun Amily belum bisa melakukan pekerjaan berat.


Sedangkan Bibi Lisa sama seperti Lizzie, ia sudah sembuh total. Tetapi ia sekarang memiliki bekas luka dalam di lengan untuk selamanya.


Lizzie sempat merasa bersalah, karena Amily dan Bibi Lisa telah melindunginya pada waktu itu. Ucapan maaf selalu terlontar dari bibirnya untuk mereka. Lizzie bertekad akan merawat Amily sampai sembuh sedia kala.


"Kau tidak perlu merasa bersalah nona, ini sudah menjadi kewajibanku."


"Tetapi jika kalian tidak menggantikanku, kalian tidak akan jadi seperti ini.."


"Pria itulah yang kejam, kau juga sudah mengalami situasi yang sulit nona.."


Lizzie pun memeluk Bibi Lisa dengan penuh haru. Tiba tiba Lizzie teringat akan sosok ibunya dan merasa rindu.


"Terimakasih. Aku juga turut berduka cita atas meninggalnya Paman Mark.."


Bibi Lisa membalas pelukan Lizzie. Amily hanya dapat menangis diatas ranjangnya. Walaupun ingin berpelukan bersama dengan mereka.


Lizzie belum melihat keberadaan Will lagi. Terakhir mereka bertemu saat Lizzie sedang sakit. Apakah Will sedang 'bekerja'?


Semoga ia selalu dilindungi.


Ya, Lizzie memang sudah dapat menerima bahwa Will seorang pembunuh bayaran. Ia berniat berterima kasih dengan benar dan memberikan sebuah kejutan. Entah Will akan suka atau tidak.


Ternyata Will pulang ke mansion keesokan harinya. Lizzie sangat antusias menyambut kedatangan Will.


Tetapi tidak dengan Will. Wajahnya terlihat kaku dan tampak serius. Will memandang kearah Lizzie cukup lama.


"Ada apa?"


"Kita perlu bicara serius Lizzie."