
Saat aku sampai di sana, Aku masuk ke kelas Shizzo dan ya, Seperti biasa, Rumor tentangku terus bertebaran. Bahkan aku sempat mendengar percakapan orang tua lain.
"Ehh, Itu katanya anak yang selama ini jadi wali murid adiknya itu kan? "- Chinatsu Akimo
" Kayaknya iya deh, Pasti hamil muda itu, Terus di tinggal kabur" - Liu Ri
"Halah, Ga mungkin, Masa iya anaknya uda gede gede gitu, Hamil umur berapa? Denger denger sih, Di telantarin orang tuanya" - Chinatsu Akimo
"Ih, Kok bisa ya adik adiknya masuk sekolah ini, Duit dari mana coba? Palingan jual diri" - Liu Ri
"Pasti itu mah, Kalau engga, Mau dapet duit dari mana? " - Chinatsu Akimo
Seperti aku sedang menangkap rumor yang bertebaran, Tapi rasanya, Rumor itu menempel di kepalaku dan melekat dengan lem yang sangat kuat.
Saat aku di panggil untuk mengambil raport Shizzo, Guru yang ada di sana bahkan terus menanyakan diriku soal hal yang menjadi privasi ku, Seperti "Orang tua kalian di mana? ", " Mama papa sibuk kerja ya? " , "Kok mama ga ngambil raport Shizzo? " Aku tau maksud mereka baik, Tapi hatiku seperti tertusuk pisau yang di lumuri racun. Aku hanya menjawab semua pertanyaan itu dengan senyuman.
Setelah mengambil raport mereka berdua, Kami pergi ke taman sekolah, Dan karena aku kurang memperhatikan nilai nilai mereka tadi, Aku pun mengecek kembali nilai mereka sembari menunggu mereka bermain. Dan oh ya Tuhan. Tak sia sia aku mendaftarkan mereka di sekolah ini. Nilai mereka sangat sangat memuaskan, Rata rata nilai mereka bahkan mencapai 97 poin. Dan tanpa sepengetahuan ku, Ternyata Shiao pernah mengikuti lomba menggambar di sekolahnya, Dan mencapai peringkat satu! Bagaimana aku bisa tak menyadari itu ya? Sepertinya dia pernah bercerita, Tapi otakku saja yang jangka ingatannya pendek. Aku lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa Shizzo, Adalah satu satunya siswa di kelasnya yang meraih nilai 100 dalam kelas ilmu pengetahuan alam.
Aku sangat bangga pada mereka dan akhirnya memutuskan untuk memberi mereka hadiah.
"Shizzo, Shiao! Udah mau sore loh, Ke toko ice cream yuk! " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
"Ayoooo! " - Shizzo-Sho Valerie
\*Di toko Ice cream\*
"Kakak! Aku mau yang coklat" - Shizzo-Sho Valerie
"Aku mau yang pisang aja" - Shiao-Zo Valerie
Setelah mengajak mereka pergi ke toko ice cream pada sore itu, Aku mengajak mereka untuk pergi ku pusat perbelanjaan dan membeli barang barang kebutuhan sekolah mereka. Aku membiarkan mereka mengambil apapun yang mereka suka, Karena menurutku, Sepertinya mereka pantas mendapatkan itu.
Aku benar benar menghabiskan soreku bersama mereka. Dan saat sudah hampir jam 6 sore, Aku mengajak mereka untuk pulang. Saat sampai di rumah, Aku membuatkan mereka makan malam, Dan membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka. Shizzo sedang menghubungkan konsol game nya untuk bermain sementara Shiao sedang membaca komik. Aku berpamitan pada mereka untuk pergi dan bilang bahwa aku pergi ke rumah majikan ku untuk membantunya beres beres. Itulah yang selalu aku katakan pada mereka saat aku pergi melakukan misi.
"Aih? Kakak udah mau pergi lagi? ga makan dulu? " - Shizzo-Sho Valerie
"Iya, kakak mau ke rumah majikan kakak, Kalian di rumah baik baik ya" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
"Okie dokie, Oh iya kak, Aku pinjem komik yang ada di kamar kakak ya" - Shiao-Zo Valerie
"Siap, Dah kaka berangkat dulu ya, bye bye" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
Aku pun pergi ke markas, Maksudku, Rumah kosong itu dan mengganti pakaianku dengan gaun serba hitam dan sepatu hak tinggi. Aku biasa menyesuaikan pakaianku dengan tempat target ku agar tak mudah di curigai. Aku juga memakai beberapa riasan agar terlihat belasan tahun lebih tua, Aku juga memanfaatkan tinggi badanku untuk itu. Target ku saat itu adalah seorang ceo perusahaan besar yang baru berdiri 4 tahun yang lalu. Setelah berganti pakaian, Aku pergi ke tempat target ku malam itu.