
Saat nenek ku baru masuk rumah sakit itu, Dia sudah menunggu di halaman depan rumah sakit itu seolah olah sudah tau nenek ku akan datang. Dan ternyata, Saat aku belum datang ke rumah sakit itu, Dia mengaku kepada seorang perawat di situ kalau dia adalah tetangga nya dan akan menjadi wali sementara. Saat itu, Nenek ku masih dalam keadaan tak sadar, Dan dia bolak balik masuk ke kamar nenekku, Anehnya setelah nenekku sadar, Dia tak pernah kembali masuk.
Aku pun mulai meneliti lagi bungkus obat yang aku bawa dari rumah sakit itu. Lalu aku menyadari sesuatu. Ada tulisan yang sangat amat kecil di bagian belakang bungkus obat itu yang bertulisan, E.Z Seperti sengaja untuk memberi tahu ku, E.Z yang seperti nya berusaha untuk memberi tahu namanya, Esheo Zevv. Aku juga menemukan tulisan angka angka kecil lainnya. Awalnya aku tak mengerti apapun, Sampai akhirnya aku penasaran dan mencoba angka angka itu di kunci digital kamar orang tuaku. Dan benar saja, Kamar itu terbuka. Sepertinya dia sengaja menuliskan angka angka itu untukku. "230879" Persis tanggal lahir ibuku. Saat aku masuk, Banyak sekali barang barang tergeletak. Mulai dari pakaian bekas, Hingga botol minuman ayahku di situ.
Aku penasaran dan mengambil laptop ayahku yang ada di laci nya. Dan oh Tuhan, Saat aku mencoba memasukan tanggal lahir ibuku, Laptop itu langsung terbuka, Seperti nya, Dia benar benar masih mencintai ibuku, Namun tak tau cara untuk mempertahankan itu. Banyak sekali file file kerja ayahku di situ. Lalu aku menemukan file aneh, Nama file itu, "Shooko-Zevv Valerie" Aku bingung kenapa tertera namaku di situ, Lalu aku membuka file itu dan membaca nya.
"Untuk Shooko-Zevv Valerie. Jika kamu membuka file ini, Mungkin kamu tau aku telah membunuh nenek mu. Maaf karena hidup mu yang menderita tapi, Kamu perlu tau sesuatu, Bahwa aku tak peduli apapun soal hidup mu. Pasti kamu ingin tau alasan aku membunuh nenek mu kan? Aku harap kau tau. Sebelum kamu lahir, Banyak sekali hal hal yang menghancurkan hidupku. Nenekmu memang tidak menyetujui hubungan aku dan ibumu dari awal kami mulai berpacaran. Bahkan saat hari pernikahan kami, Nenek mu tak datang dan aku memanggil pamanku sebagai wali. Aku harap kamu tau betapa malunya aku saat itu sampai memunculkan banyak sekali rumor rumor mengerikan. 1 tahun setelah kami menikah, Ibumu mengandung dirimu. Rasa benci nenek mu pada ibumu semakin bertambah. Bahkan setelah 1 tahun kami tak pernah bertemu, Kami melihat nenek mu lagi. Dia datang jauh jauh dari desanya dengan alasan ingin menjenguk ibumu yang sedang mengandung. Nenek mu juga memutuskan untuk menginap malam itu karena hujan yang deras. Saat malam hari tiba, Lebih tepatnya saat aku sedang berbaring di depan tv, Aku mendengar suara teriakan ibumu dari dapur. Aku bergegas pergi ke dapur dan menemukan ibumu pingsan. Anehnya, Saat itu nenek mu menghilang. Aku membawa ibumu ke rumah sakit dan saat dia sadar, Dia bercerita bahwa nenekmu berusaha membunuh ibumu dengan tongkat besi dan memukuli ibumu berkali kali. Tapi karena ia berteriak, Nenekmu kabur dari sana. Dan saat kamu lahir, Ibumu mulai mengunjungi kami lagi. Semenjak saat itu, Ia selalu meminta uang dengan jumlah yang besar pada kami dengan ancaman akan melakukan hal itu lagi. Jadi mengerti sekarang? Semenjak dirimu masih di kandungan saja, Kamu sudah mulai membawa sial. Aku pikir itu hanya sekali. Tapi ternyata setelah bertahun tahun, Kesialan itu muncul lagi ya? Aku harap kamu mengerti, Sampai jumpa di pemakaman ku nanti. Ingat untuk datang ya.
-Esheo Zevv-
Rasanya benar benar menyedihkan. Aku menangis sedalam dalam nya dan berteriak. Aku berteriak tanpa henti hingga suaraku serak. Tak lama kemudian, Aku mendengar suara tangis Shizzo yang terbangun. Aku pun menghapus air mataku dan segera pergi ke arah kamarnya. Tanpa ku sadari, Aku mengambil foto ayahku yang ada di kamar itu dan berjalan ke arah kamar Shizzo. Saat sampai di depan kamarnya, Oh ya Tuhan rasanya tanganku seperti bergerak sendiri. Aku membanting foto itu sampai bingkai nya pecah. Saat itu aku malah tersenyum dan tertawa sampai akhirnya aku menyadari suara tangis Shizzo yang semakin keras dan segera masuk ke kamar nya lalu menenangkan nya.
Setelah itu, Aku membersihkan pecahan bingkai itu sambil menangis tanpa suara. Rasanya mengerikan bukan? Satu satunya anggota keluargamu yang bisa di andalkan, Di bunuh oleh ayahmu sendiri. Aku kembali ke kamarku dan terus menangis. Bahkan saat itu, Aku benar benar kehilangan akal pikiran, Aku terus menangis selama 1 minggu. Sebenarnya, Dari hal hal sepele yang tidak ada hubungannya, Seperti aku yang menjatuhkan barang barang, Atau sesuatu yang membuatku kesal, Rasanya hanya seperti ingin menangis.
Itu adalah salah satu bagian terburuk dari hidupku, Dari rumor rumor tak baik tentang keluargaku yang tersebar di lingkungan masyarakat, Dan lain lain. Aku menjalaninya dengan penuh kesabaran dan kekuatan. Masa sulit kedua ku pun datang 3 tahun setelah itu.
Lebih tepatnya pada saat aku berusia 13 tahun. Sudah waktunya bagi Shizzo untuk masuk sekolah. Tentu aku ingin yang terbaik untuknya, Aku memang sudah bertekad untuk memasukannya ke dalam sekolah paling bagus yang ada di sekitar rumahku. Aku juga memilih lokasi sekolah yang dekat dengan lokasi ku berlatih membunuh, Jadi aku bisa berlatih dengan tenang tanpa mengkhawatirkan rumor rumor dan keadaan buruk lainnya. Aku menutupi pekerjaan ku sebagai pembunuh bayaran sebagai asisten rumah tangga di desa sebelah. Karena di situlah tempat latihan ku.
Benar benar menyulitkan bagiku untuk mencari uang mati matian demi memasukkan Shizzo ke sekolah itu, Belum lagi, Kurang dari satu tahun, Shiao juga akan mulai bersekolah. Pada hari ujian pendaftaran, Aku mengantar Shizzo ke sana, Wajahnya tampak sangat gembira pada hari itu.
Setelah aku mengantarnya, Aku pergi ke tempat tersembunyi. Tak jauh dari situ, Ada rumah kosong yang letaknya di dalam gang yang benar benar sempit. Hampir semua rumah di sana sudah tak di huni. Rumah yang aku gunakan untuk berlatih ada di pojok gang itu. Rumah itu kosong karena banyak rumor yang bilang bahwa rumah itu berhantu, Padahal aku hampir setiap hari pergi ke sana dan, Ayolah aku belum pernah bertemu satu pun dari mereka hahaha.
Aku biasa berlatih bersama kedua temanku, Dari depan rumah itu, Memang terlihat banyak sampah berserakan, Tapi kami memang sengaja agar tak ada yang berani menempatinya, Karena setau ku, Rumah itu sudah lama di telantarkan, Dan pemilik nya sudah pindah rumah, Tanpa menjual ataupun mengurus surat rumah itu, Seperti di biarkan saja tergeletak. Meski kumuh, Kami merapihkan bagian dalam rumahnya. Banyak sekali barang barang tergeletak di sana, Jadi saat pertama kali ke sana, Kami menghabiskan 2 hari untuk membersihkan bagian dalam nya. Beberapa barang juga kami biarkan agar tak mengundang gaung, Jadi sekiranya bisa menutupi suara pistol.
Saat aku sampai di sana, Aku berteriak.
"Shizzo? Aku yakin dia lolos, Otaknya benar benar 2x lipat dari anak anak seumurannya, Santai saja" - Maora Chena
Dia Maora, Biasanya di panggil Mora, Dia lah orang yang waktu itu membantu ku mengecek cctv rumah sakit nenekku, Saat dia kecil, Orang tuanya bercerai, Karena orang tuanya tak bertanggung jawab, Dia pun tinggal bersama paman dan bibinya, Sementara adiknya bersama neneknya, Usianya saat itu bahkan baru mau masuk 5 tahun, Tepat 1 hari sebelum hari ulang tahunnya, Orang tuanya resmi bercerai. Awalnya semua baik baik saja, Sampai nenek nya mulai sakit sakitan dan tidak bisa lagi menjaga adiknya, Adiknya pun, Ikut tinggal bersama nya. Tapi, Beberapa hari setelah itu, Pamannya meninggal karena kecelakaan mobil, Dan sifat asli bibinya pun terlihat. Dia hanya di anggap sebagai pembantu di rumah itu, Bahkan kedua sepupunya juga terus saja menginjak injak nya, Saat itulah, Dia mulai menjadi pembunuh bayaran, Sangat dini bukan? Dia terus menabung uang itu sampai 2 tahun lebih dengan cara nekat membunuh lebih dari 5 orang dalam sehari. Dan akhirnya uangnya terkumpul untuk membeli rumah yang memang kecil dan sederhana, Lalu dia kabur dari rumah itu bersama adiknya, Tanpa jejak apapun.
"Heyy, Apa aku terlambat? , Ayolah malam ini aku harus membunuh lelaki tua tanpa jejak, Ada yang memiliki tips? " - Kazuri Matheo
Dia Matheo, Hidupnya juga kacau. Saat usianya masih 5 tahun, Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dia memiliki 2 kakak laki laki yang saat itu, Umurnya sudah belasan tahun. Mereka tinggal bersama neneknya, Kedua kakaknya itu benar benar tidak peduli dengannya, Dan kabur dari rumah itu begitu saja, Lalu dia menemukan tas salah satu kakaknya yang tertinggal, Tas itu berisi berbagai alat membunuh, Sampai akhirnya dia tau bahwa salah satu kakak nya adalah seorang pembunuh bayara. Dia mengikuti jejak kakak nya itu untuk bertahan hidup, Bahkan sekarang nenek nya sudah sakit sakitan dan dia harus bekerja mati matian untuk merawat nya.
Kami bertiga di pertemukan oleh nona Tamayo, Seorang mantan pembunuh bayaran yang pertama kali menawariku untuk menjadi pembunuh bayaran dengan membantu nya membalaskan dendamnya. Setelah dia melihat kemampuan ku, Dia memintaku untuk berlatih bersama Mora dan Matheo jadi, Ya begitulah kami bertemu
"Terlambat 2 menit, 47 detik" - Maora Chena
"Kenapa kau terus saja mencari kesalahan ku, Ayolah aku butuh tips, Meski aku andal dalam membunuh, Aku tidak bisa benar benar tanpa meninggalkan jejak" - Kazuri Matheo
"Pertama, Siapa bilang kamu andal? Dan kedua, Siapa kamu beraninya memotong pembicaraan ku? " - Maora Chena
"Dasar psikopat kejam. Kenapa cara bicara mu selalu kaku sih? Bikin emosi tau" - Kazuri Matheo
"Bicara sekali lagi, Ku penggal kepalamu" - Maora Chena
"Ayolah, Kita bertemu untuk latihan kan? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)