
2 bulan setelah kejadian itu, Lebih tepatnya 1 minggu yang lalu, Lagi lagi aku membuat diriku berpikir bahwa akulah orang terbodoh di dunia.
Aku dan Matheo sedang menunggu Mora. Tentu saja aku sudah menceritakan semua kejadian itu pada mereka. Tiba tiba, Mora datang dalam keadaan terburu buru dan berlari ke arahku.
"Shooko! Shoo! Shooko! " - Maora Chena
Teriaknya sambil berlari masuk lewat pintu depan.
"Aih? Kenapa buru buru? Santai, Kayak di kejar banteng aja" - Shooko-Zevv Valerie
"Minum dulu nih" - Kazuri Matheo
Dia meminum air dengan tergesa-gesa lalu menunjukkan ku sebuah foto di ponselnya.
"Shooko! Bukankah ini ibumu!? " - Maora Chena
Aku pernah menunjukkannya foto ibuku, Dan dia tiba tiba saja menunjukkan ku foto itu.
"H-hah? Itu foto kapan? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
"Dua hari yang lalu, Aku mendapat panggilan untuk menghabisi seorang pedagang yang kebetulan sedang ada di rumah sakit, Aku membuntuti nya setiap hari agar aku bisa tau jalan terbaik untuk menghabisi nya. Hari itu juga, Ia sedang ada di rumah sakit untuk memeriksa kondisi lukanya. Saat aku menunggu nya keluar dari ruangan dokter, Aku melihat suster sedang berjalan membawa seorang wanita yang sedang koma sambil berteriak. "Hey, Siapkan kamar baru untuknya" . Aku tak menemukan kejanggalan apapun. Lalu semalam, Aku membobol rekaman cctv di rumah sakit itu untuk melihat apa saja yang sedang di lakukan target ku. Saat aku sedang mengamati cctv bagian luar, Aku menyadari bahwa wanita yang lewat di depanku, Benar benar mirip dengan ibumu, Aku akhirnya membobol cctv setiap kamar dan akhirnya menemukan cctv kamar wanita itu. Lalu aku melihat gambar nya lebih jelas dan seperti nya, itu ibumu. Dan foto ini, Aku mengambilnya dari rekaman rumah sakit" - Maora Chena
Dia mengeluarkan laptop nya dari tas, Lalu menunjukkan ku rekaman cctv kamar ibuku hari itu. Aku menangis dan tak bisa berkata apa apa. Aku yakin bahwa itu benar benar ibuku.
Selama 1 minggu berturut turut, Aku menyelidiki semua data tentang wanita itu. Latar belakang, Dan lain lain. Mora dan matheo juga membantuku membobol data rumah sakit tentang wanita itu. Sampai suatu malam, Mora mengirimi ku beberapa data yang tertera soal wanita itu di rumah sakit. Aku pun segera membuka nya dengan laptop ku setelah Shizzo dan Shiao tidur. Oh ya Tuhan. Tertulis bahwa wanita itu sudah koma selama lebih dari 2 tahun. Ia koma karena pengendara truk yang mabuk menabraknya di tengah hujan. Wanita itu mengemudi dengan arah yang berlawanan dengan pengemudi mabuk itu. Pihak rumah sakit juga sudah berusaha menghubungi keluarganya, Tapi tak ada yang tau soal itu. Bahkan sampai sekarang, Orang yang menjadi walinya adalah tetangganya. Tetangganya juga membiayai semua tagihan rumah sakit itu. Tetangganya juga tak tau apapun soalnya, Karena wanita itu benar benar tertutup dan tak pernah bersosialisasi semenjak dia pindah. Aku pun mengecek data data lainnya. Oh ya Tuhan. Dugaanku benar, Itu adalah ibuku! Nama nya Valerie Spelch, Tertulis bahwa dia wanita dengan 3 anak yang bercerai, Atau maksudku berpisah dengan suaminya secara tidak resmi. Aku pun mengumpulkan tekad untuk mengunjungi rumah sakit itu. Aku juga meminta Mora untuk mencari informasi tentang tetangga yang menjadi walinya itu.
Aku berhasil menemukan kamarnya dan masuk ke kamar itu. Oh ya Tuhan, Setelah bertahun-tahun tak melihatnya, Rasanya seperti ruang hampa yang sudah lama tak di isi. Aku tak bisa menahan air mataku.
"Kakak kenapa? Wanita ini teman kakak? " - Shizzo-Ko Valerie
"Wanita ini kenapa kak? " - Shiao-Zo Valerie
Meski agak sulit menjelaskan nya, Aku perlahan menjelaskan itu kepada mereka.
"Kakak gapapa? Kok tiba tiba nangis" - Shizzo-Ko Valerie
"Wanita ini, Wanita ini ibu kalian! " - Shooko-Zevv Valerie
"Ibu kami? Dia kenapa? " - Shiao-Zo Valerie
Aku pun perlahan berusaha menceritakan itu kepada mereka. Untungnya, Mereka langsung mengerti dan memeluk ibuku. Rasanya campur aduk, Rasa bersalah karena membunuh ayahku sendiri, Rasa bahagia karena bisa bertemu ibuku setelah bertahun-tahun, Dan masih banyak lagi. Shizzo dan Shiao juga menangis saat itu. Aku juga menghubungi tetangga ibuku yang menjadi walinya, Berterima kasih atas segala jasanya, Dan berjanji akan membayar semua biaya rumah sakit itu.
Dan ya, Begitulah kisahku. Seorang pembunuh bayaran muda yang menunggu ibunya sadar dari koma dan menjaga kedua adiknya. Aku juga masih berusaha untuk melunasi semua biaya rumah sakit ibuku, Termasuk yang selama ini di tanggung tetangganya, Dan masih banyak lagi. Aku juga menjadi lebih produktif dalam pekerjaan ku. Tapi aku masih sering menghabiskan waktu bersama Shizzo dan Shiao kok, Pergi ke taman, Toko ice cream, Belajar bersama, Dan masih banyak lagi
Sekarang aku mengerti. Bahwa sebenarnya, Kita perlu membuat tujuan hidup yang baru setiap harinya, Bukan tujuan sama yang akan di ulang setiap hari.
\*End\*
Ok Makasih buat yang udah mampir, Muah💋