Sissy As A Killer

Sissy As A Killer
Sangat Bangga Dengan Semangat Belajar Mereka



Hari hariku berjalan dengan sempurna, Bahkan di hari pertama Shizzo sekolah, Dia langsung mendapat teman baru. Tapi, Ada juga kala susah nya, Di mana pada saat itu, Uang yang kami miliki benar benar pas pasan. Bahkan waktu itu, Kami sempat tak makan seharian.


Akhirnya, Tibalah waktu Shiao masuk sekolah. Aku ingin memasukan nya ke sekolah yang sama dengan Shizzo. Bahkan saat itu, Aku nekat untuk membunuh hampir 3 orang setiap harinya. Bahkan aku juga bekerja membantu bibi Nakami membersihkan halaman belakang rumahnya. Mungkin saat itu dia tau aku benar benar membutuhkan uang. Saat aku sedang tidak memiliki uang, Bibi Nakami selalu meminjamkan ku uang.


Ini agak mengerikan, Tapi pada hari hari sebelum tes masuk Shiao, Aku menekan keras dirinya untuk belajar. Aku tau itu agak mengerikan, Tapi sungguh, Usaha ku saat itu benar benar tak main main. Aku bahkan sudah menyiapkan rencana jaga jaga untuk menukar data Shiao dengan siswa lain kalau kalau dia tak terterima.


Tapi syukurlah, Shiao terterima dengan mulus. Usaha nya belajar setiap hari tak sia sia. Aku sangat bangga dengannya. Aku juga memiliki banyak masa masa mengerikan saat mereka berdua sudah sekolah.


Salah satu contohnya adalah saat kelas Shizzo pergi jalan jalan sekolah. Wali murid di larang ikut kecuali panitia. Tentu saja aku bukan panitia. Bagaimana bisa? Usiaku saat itu saja baru 11 tahun. Meski banyak rumor tentang keluargaku di sekolah mereka, Aku berusaha keras untuk menutupi masalah itu dari adik adikku. Tak masalah jika orang lain tau. Tapi jika mereka sampai tau, Aku akan membunuh orang yang memberi tau mereka. Di hari Shizzo berangkat, Aku membuntuti bus sekolahnya sampai ke tempat itu. Mereka menginap di sebuah tempat penginapan. Kalian tau aku tidur di mana? Ini hal yang gila tapi aku menghabiskan malamku di rumah kosong. Tempat penginapan itu terletak di jalan masuk ke hutan. Aku sendiri benar benar menghabiskan malamku di rumah kosong tanpa persiapan apapun. Mungkin saat itu aku benar benar gila karena terlalu khawatir. Itu baru salah satunya. Masih banyak hal nekat yang aku lakukan hanya untuk mereka.


Aku mengalami susah maupun senang bersama mereka berdua tanpa harapan apapun. Tujuan hidup ku saat itu hanyalah membiayai mereka berdua untuk sisa hari itu, Dan akan mengulang tujuan yang sama setiap hari. Tapi aku juga sesekali menabung untuk kebutuhan darurat.


Hingga 5 tahun setelah itu, Lebih tepatnya 4 bulan yang lalu, Tepat di hari ulang tahunku, Aku baru saja menemukan orang paling bodoh di dunia ini.


Pagi itu, Aku sedang memasak sarapan dan berteriak memanggil Shizzo dan Shiao.


"Shizzo! Shiao! Ayo, Sarapannya sudah siap, Shiao jangan lupa bawa bahan prakarya hari ini ya! Shizzo hari ini selesai les jam berapa? Biar kakak jemput" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Iya kak, Sebentar aku lagi nyiapin buku nih! " Shizzo-Ko Valerie


Mereka keluar dari kamar mereka dan tiba tiba mendekati ku


"Kakak, Selamat ulang tahun ya! Makin tua aja deh" - Shiao-Zo Valerie


"Ciee yang ulang tahun, Udah makin tua tuh" - Shizzo-Ko Valerie


Mereka mendekati ku dan memberiku kartu ucapan. Rasanya benar benar terharu, Seperti baru kemarin mereka memberiku kartu selamat ulang tahun. Aku berterima kasih, Lalu setelah mereka sarapan, Aku mengantar mereka ke sekolah.


Setelah mengantar mereka, Aku pergi ke rumah kosong biasanya untuk bertemu Mora dan Matheo. Kami berkumpul dan berlatih seperti biasanya. Mereka juga memberiku ucapan selamat ulang tahun dan bahkan memberiku hadiah. Lalu, Entah kenapa, Ada client yang tiba tiba mengirimkan ku misi untuk malam itu, Padahal biasanya, Misi baru harus di lakukan, 2-3 hari setelah surat panggilan. Aku pun dengan senang hati menerima misi itu. Aku juga senang karena bayaranku pada misi itu mencapai 6,7 juta. Padahal rata rata biasanya hanya mendapat 4-5 juta.


Pada hari itu, Aku berlatih menggunakan pistol jenis baru. Mora mengajariku setelah mempelajari nya dari nona Tamayo. Setelah berlatih, Aku pergi menjemput Shizzo dan Shiao di siang hari. Hari itu adalah hari pembagian raport. Mungkin di sekolah lain, Saat pengambilan raport, Siswa di liburkan, Tapi sekolah mereka tidak. Mungkin karena sekolah mereka lumayan unggulan, Karena itulah aku benar benar merangkak untuk mengumpulkan uang masuk sekolah mereka dulu.