
Setelah aku selesai berlatih, Aku menjemput Shizzo di sekolah nya. Perasaan ku benar benar hancur. Bagaimana tidak hancur? Saat aku sampai di sana, Dia sedang duduk di kursi taman pada halaman sekolah itu, Sambil menunduk dan merenung. Aku pun menghampiri nya dan bertanya.
"Hey bagaimana tes nya? Lancar? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
"Kakak....... " - Shizzo-Sho Valerie
"ya? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
"Apa kita pernah memiliki orang tua? " - Shizzo-Sho Valerie
"Hmm kenapa tiba tiba? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
"Tidak apa apa" - Shizzo-Sho Valerie
Aku pun merasa kebingungan sekaligus hancur mendengar pertanyaan nya. Selama 3 tahun ini, Dia bahkan tak pernah mengatakan kata "Orang tua" Ataupun hal hal tentang orang tua kami karena selama ini, Kata yang dia tau hanyalah "Kakak".Saat di perjalanan, Aku berusaha keras menahan air mata ku. Wajahnya agak sedih, Aku pun mengajaknya untuk pergi ke toko ice cream
"Hmm bagaimana kalau kita ke toko ice cream setelah menjemput Shiao? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
Wajahnya kembali bahagia, Air mata ku yang hampir turun pun hilang dalam sekejab. Setelah menjemput Shiao dari daycare aku pun segera mengajak mereka ke toko ice cream. Perasaan ku benar benar setengah hancur karena pertanyaannya itu.
Saat aku sampai di rumah, Aku menggeledah tas Shizzo. Ada perekam suara kecil yang sengaja aku tempelkan di pojok tas itu. Di tengah malam, Aku pergi ke "ruang bermain" ku dan memutarnya dengan laptop ku. Aku sangat kaget, Dan langsung menangis. Shizzo di tanyakan dan di rendahkan soal keluarganya saat wawancara. Guru yang mewawancarai nya itu terus bertanya soal hal yang tak seharusnya ia tanyakan.
"Jadi, Kamu senang dengan keluarga mu ya? Di sini tertulis kamu tinggal bersama kakak dan adik mu, Apa kamu tak kesepian? Tak ada info apapun mengenai orang tuamu loh. Apa orang tua mu bercerai saat kamu kecil? Hahaha lucu ya, Kakak yang berusaha menafkahi kedua adik nya ya? Kamu yakin tak kesepian? Apakah kamu pernah bertemu dengan orang tuamu? Bagaimana dengan ibumu? Kamu pernah mendengar suaranya? Menurutmu, Apakah ibumu lebih baik dari kakakmu? " - Kyousuke Yanagi
Guru itu benar benar merendahkan adikku. Shizzo bahkan tak bisa berkata apa apa, Baru kali ini aku merasakan rasa sakit yang luar biasa setelah 3 tahun. Aku menangis dengan penuh kesedihan.
Keesokan harinya, Lebih tepatnya di pagi pagi buta, Aku membangunkan Shizzo dan Shiao lalu pergi membawa mereka jalan pagi. Di tengah jalan, Aku mengajak Shizzo dan Shiao membeli bunga kesukaan mereka. Aku mengizinkan mereka membeli bunga apapun yang mereka suka sebanyak yang mereka inginkan. Setelah itu, Aku juga mengajak mereka pergi ke makam nenekku. Kami membersihkan kuburannya, Dan menaburi bunga yang tadi kami beli.
"Kakak, Bunga yang ini, Boleh aku bawa pulang? Untuk di letakan di sebelah foto nenek" - Shiao-Zo Valerie
Aku pun senang mendengarnya dan mengizinkannya. Aku juga menjelaskan kepada mereka tentang nenek, Karena mereka tak mungkin ingat apapun soal beliau bukan?
Hari itu aku benar benar tak berlatih sama sekali, Bahkan berani untuk menolak misi dengan harga yang besar. Aku menghabiskan hari itu hanya untuk bersenang senang dengan mereka. Senyum yang ada di wajah mereka pada hari itu benar benar membuat hatiku lega soal semua masalah.