
Hai! Aku Shooko, Shooko-Zevv Valerie. Aku adalah seorang pembunuh bayaran berusia 16 tahun yang memiliki jiwa psikopat dengan keluarga yang hancur dan tinggal bersama kedua adik ku. Awalnya, Aku hanya seorang gadis biasa yang pada akhirnya berubah menjadi psikopat yang tragis. Mulai dari kebangkrutan tak terduga, Kematian yang menyedihkan, Sampai kisah pembunuhan yang tragis. Aku tinggal di sebuah kota yang bernama "Weishi Itomori", Inilah kisah ku.
Semua nya di mulai saat usia ku 9 tahun. Saat itu, Keluarga ku baik baik saja, Dan bahkan bisa di bilang sempurna. Ayah ku bernama Esheo Zevv. Dia adalah seorang manajer di perusahaan He Weifei, Sebuah perusahaan perkembangan teknologi alat elektronik. Ibu ku bernama Valerie Spelch. Dia seorang wanita perkasa blesteran Kazakhstan yang sempat di jual sebagai budak oleh ibunya sendiri saat kecil. Aku juga memiliki adik laki laki yang bernama Shizzo-Ko Valerie. Saat itu, Usianya masih 1 tahun dan tak lama kemudian, ibuku mengandung seorang anak perempuan. Di tengah kehamilannya itulah hal buruk mulai terjadi.
Perusahaan ayah ku mulai bangkrut secara perlahan, Yang membuat dia menjadi depresi. Ayah ku senang melampiaskan amarah dan kekesalan nya dengan minum minum, pergi entah kemana, Dan melakukan kekerasan terhadap ibu ku. Setelah ibu ku melahirkan adik perempuan ku, Shiao-Zo Valerie, Ayah dan ibu ku semakin sering bertengkar. Pertengkaran mereka, Tak jauh dari masalah keuangan dan kebutuhan pokok.
Bahkan saat itu, Aku tidak bisa tidur dengan tenang. Setiap hari setelah pulang sekolah, Aku harus pergi ke pasar untuk membantu ibu ku menjual beberapa kue sambil mengurus Shiao di sana. Shizzo juga di titipkan di rumah nenek ku supaya dapat mempermudah kami. Setelah pulang dari pasar pada sore hari, Aku harus menjemput Shizzo dari rumah nenek ku, Pergi ke rumah, Membantu ibu ku membersihkan rumah, Mengurus adik ku, dan membantu ibu ku memasak makan malam dengan bahan yang ada. Saat matahari terbenam, aku dan ibu ku akan makan malam, sambil menyuapi Shizzo dengan bubur yang memang hanya berisi nasi. Setelah selesai, Ibu ku akan beristirahat dan kembali ke kamar nya. Sedangkan bagi ku, Tak ada yang namanya istirahat. Aku menidurkan kedua adik ku, Membersihkan rumah, Dan berjaga di kamar Shizzo dan Shiao kalau kalau mereka terbangun. Di tengah malam, semuanya terjadi. Ayah ku selalu pulang dalam keadaan mabuk lalu bertengkar dan melakukan kekerasan terhadap ibu ku. Mereka melakukan itu hampir setiap malam. Aku hanya bisa menutup telinga ku sambil menangis di belakang pintu kamar Shizzo dan Shiao.
Ibu ku mulai tak tahan dengan hal itu dan suatu malam.....................................................................
Aku baru saja selesai menidurkan Shizzo dan Shiao di tengah malam sampai ayah ku pulang dengan mendobrak pintu dalam keadaan mabuk.
"HEY BAJINGAN! MAU SAMPAI KAPAN KAU BEGINI TERUS HAH!? " - Valerie Spelch
Ibu ku berteriak sangat keras sambil melempar vas bunga.
*DUAARR*
Suara nya sampai ke kamar Shizzo dan Shiao sampai membuat Shiao terbangun dan menangis.
"APA MAKSUD MU HAH!? AKULAH YANG MEMBIAYAI KELUARGA INI! APA KAMU MEMILIKI HAK UNTUK MENGATUR KU!? " - Esheo Zevv
"KAMU BERCANDA!? MEMBIAYAI KATA MU!? KAMU HANYA MENGHABISKAN SEMUA PENGHASILANMU UNTUK MINUM MINUM! APA MAKSUDMU MEMBIAYAI!? AKU LAH TULANG PUNGGUNG KELUARGA INI!" - Valerie Spelch
*PLAAK*
Terdengar jelas suara tamparan ayahku pada ibu ku.
Malam itu mereka bertengkar dengan hebat, hanya percakapan itu yang masih ku ingat sampai saat ini. Shizzo ikut terbangun dan menangis. Yang aku ingat pada kejadian malam itu adalah, Berdiri semalaman menggendong Shiao, Aku ingat sekali saat itu usianya bahkan baru dua bulan. Aku terus saja memasang penyumbat telinga yang selalu terlepas dari telinga mereka agar mereka tidak mendengar hal bising itu. Aku mengunci pintu kamar mereka, Menggendong Shiao sambil berusaha menidurkan nya, Dan melihat tawa bahagia Shizzo yang sedang belajar berjalan sambil bermain, dia hanya seorang anak berusia 1 tahun, Tak mengerti apa apa. Aku juga ingat, mereka bertengkar sampai lebih dari jam 1 pagi. Aku hanya bisa menangis sambil menggendong Shiao dan menjaga Shizzo. Aku baru tidur saat aku tidak lagi mendengar suara pertengkaran itu, sekitar jam 2 pagi. Aku terbangun pada jam 9 pagi dan melihat Shizzo dan Shiao sudah tidak ada.
Awalnya hari itu, aku pikir ibu ku sudah membawa Shiao ke pasar dan menitipkan Shizzo dan saat itu hari libur, Mungkin karena itu juga ibu ku tak membangunkanku. Aku pergi mengelilingi dapur dan melihat banyak barang barang pecah dan sampah berserakan. Aku pergi ke ruang tengah dan melihat ayahku sedang tertidur. Lalu aku baru menyadari bahwa ada banyak sekali botol minuman di sana. Aku sadar bahwa dia tak tidur melainkan tak sadar karena mabuk. Aku pun membersihkan rumah dan pergi ke pasar.
Saat aku sampai di sana, Aku kebingungan melihat tempat ibu ku di tempati pedagang lain. Aku terus berputar putar dan mencari ibu ku namun aku tak kunjung menemukan nya. Aku pun kembali ke rumah dan melihat ayah ku sudah sadar. Aku pun bertanya kepadanya.
"Yahh? Ibu di mana? Dia tidak pergi ke pasar hari ini? Aku lihat tempat nya di tempati pedagang lain hari ini, kemana dia pergi? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)
*PLAAAK*
"DIAM! KAMU TIDAK TAU APA APA! BERANI NYA MENANYAKAN HAL SEPERTI ITU! " - Esheo Zevv
Dia menampar ku dengan sangat keras dalam keadaan setengah sadar karena mabuk. Aku pun kaget dan kembali ke kamar. Aku pikir itu hanya efek samping karena minum jadi aku tak menganggapnya serius. Lalu aku menemukan catatan kecil di meja kamarku yang bertulis,
"Pagi ini ibu tidak ke pasar, Ibu pergi ke rumah teman, Jaga rumah dan ayahmu baik baik. Shizzo dan Shiao ada di tempat anak anak lain seumuran mereka tinggal. Mungkin suatu saat nanti ibu akan kembali. "
-Valerie Spelch-