Sissy As A Killer

Sissy As A Killer
Membalaskan Dendam Teman



Seminggu kemudian, Hasil tes sekolah Shizzo di umumkan dan oh ya Tuhan, Shizzo lulus! Tapi, Aku juga menemukan kabar aneh. Semalam, Guru yang mewawancarai Shizzo di temukan tak bernyawa di bawah balkon rumahnya. Dia di duga melakukan bunuh diri dan menjatuhkan dirinya balkon rumahnya. Polisi menemukan catatan kecil di dekan balkon yang bertuliskan "Aku lelah dengan semua hal yang ada pada hidupku, Aku pamit ya".


Aku pun kaget dan merasa janggal, Karena ada orang tua murid yang berbicara dengan orang tua murid lainnya tentang kematian guru itu sambil menunjukkan foto yang di ambil tepat saat guru itu sudah berada di tanah. Foto itu sama sekali tak di sensor. Aku sempat melihat nya sekilas, Tapi hal janggal terus muncul di kepalaku. Hal yang paling janggal adalah beberapa bagian bagian tubuhnya yang terlihat sudah kehabisan darah. Contohnya seperti tangan nya. Di bagian belakang sikunya, Ada luka robek yang sangat lebar, Seperti sudah di cabik cabik, Padahal dia terjatuh dengan keadaan telungkup. Mau bagaimanapun juga, Tanah bahkan tak bisa menyentuh nya. Hal janggal lainnya berada di betis kanannya. Ada seperti luka sayatan yang bahkan menembus celananya. Itu juga tak mungkin menyentuh tanah. Lukanya benar benar seperti di sayat sesuatu, Dan ada benda hitam aneh yang menempel di bagian pinggir luka itu.


Aku pun memberi selamat kepada Shizzo dan menjanjikannya hadiah. Setelah dari sekolah, Aku mengantar nya dan Shiao ke Daycare.


Setelah itu, Aku menghubungi Mora untuk membicarakan sesuatu di rumah tua itu.


*Telephon*


"Halo? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Oi, Kenapa nih tumben? " - Maora Chena


"Kamu di mana? Aku ingin membicarakan sesuatu di rumah tua itu" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Hmm? Kebetulan sekali, Aku sedang ada di jalan ke sana bersama Matheo. Dia memintaku mengajari teknik tembakan jarak jauh" - Maora Chena


"Baiklah, Aku tunggu kalian di sana" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


Aku pun menutup telephon ku dan segera pergi ke sana.


Saat aku sampai, Mereka sudah ada di sana sambil memakan beberapa bungkus camilan


"Heyy, Ada apa? Tiba tiba sekali" - Maora Chena


"Hmm" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Kenapa dengan wajahmu? Seperti kebingungan. Kami membeli beberapa camilan kesukaan mu di jalan, Aku meletakannya di depan pintu belakang. " - Kazuri Matheo


"Aku merasakan hal yang benar benar janggal, Aku ingin kalian menjawab dengan jujur. " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Ayolah, Kami tak akan berbohong kepada mu" - Maora Chena


"Tentu kami ingat" - Kazuri Matheo


"Hari ini, Di kabarkan dia kehilangan nyawanya semalam karena bunuh diri di rumahnya dengan menjatuhkan dirinya dari balkon rumah nya, Tapi aku benar benar merasa janggal soal hal itu, Seperti dia tak mati dengan cara itu" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Maksdumu seperti di bunuh? " - Kazuri Matheo


"Itu yang aku rasakan, Dan sepertinya aku tau pelakunya" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Ayolah, Jangan bercanda, Mungkin kamu hanya salah membuat deduksi" - Kazuri Matheo


"Aku yakin benar benar ada yang membunuhnya" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Dan aku tak yakin itu benar" - Kazuri Matheo


"Aku tau sepenuhnya soal itu, Dan Mora! Kamu yang membunuh nya kan!? Dalam foto itu, Dia tak mungkin jatuh begitu saja! Banyak luka sayatan di tubuhnya! Dan sepertinya, Kamu juga masuk kedalam masalah ini kan Math? Bekas luka sayatan itu, Sama persis dengan rencana yang kau gunakan pada target mu sebelumnya! Aku juga melihat ada benda hitam aneh di bagian luka pada kakinya. Itu seperti kuku palsu yang kamu beli minggu lalu kan Mor!? Pagi ini, Aku juga melihat kuku palsu di bagian jari kelingking tangan kirimu terlepas dan tidak kau perbaiki. Bekas lem kuku itu juga masih setengah lengket! kamu adalah orang yang sangat sempurna dan teliti. Jika bukan karena masalah waktu, Kamu pasti akan memperbaiki nya, Kamu sibuk menutupi masalah itu kan!? " - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Wow wow wow! Santai, Baiklah aku mengaku. Aku mengerti perasaan mu yang tersakiti karena hal itu, Awalnya aku tak berniat membunuh nya, Aku hanya mengancamnya untuk meminta maaf kepada mu, Tetapi dia terus mengelak dan malah mengancamku balik sambil memegang pisau yang ada di dapur rumahnya. Saat aku mendekatinya, Dia malah lari sambil melempari ku dengan miniatur yang ada di sekitarnya. Lihat luka memar ini, Aku tak akan memaafkannya. Tapi bodohnya dia malah berlari ke lantai dua rumahnya. Saat aku mengejar nya, Dia terpojok di balkon rumahnya dan aku pun berusaha sekuat mungkin untuk menyayat nya dengan pisau ku agar dia tak bisa bergerak untuk menyerang ku. Hal yang paling bodoh nya, Ia malah melompat dari sana, Dia pikir dirinya Spider-Man yang bisa merayap? Huh bodoh" - Maora Chena


"Lah, Kok bawa bawa aku, Beneran deh, Deduksi mu kayaknya salah" - Kazuri Matheo


"Deduksi nya bener. Cuma kurang tepat aja, Matheo ga ikut campur kok Sho, Beberapa hari yang lalu, Aku bilang kalau aku mau ada misi, Tapi Syarat nya harus dengan cara yang kejam. Dia memberiku tips itu, Padahal aku memang ingin menyiksanya. Oh iya, Aku juga menulis surat kecil yang berisi sesuatu agar polisi percaya bahwa dia benar benar bunuh diri - Maora Chena


"Ohh baiklah kalau begitu, Aku hanya bertanya, Kalau kalau hantunya menggentayangiku Hahahhaa" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Hahahahaha lagian kalau di pikir pikir, Cepat atau lambat kamu pasti akan menghabisinya kan?" - Maora Chena


"Rencana nya baru minggu depan sih" - Shooko-Zevv Valerie (Aku)


"Nah kan Hahahahahah" - Maora Chena


Sebenarnya aku tak merasa marah sama sekali, Karena saat itu jiwa psikopat ku masih menyala. Padahal aku berencana membunuhnya minggu depan.