Shu Zhu

Shu Zhu
wu lan 2



" kak , mereka biasanya sangat kejam " kata nya pelan memegang tangan kanan ku dengan penuh harap ,aku hanya bisa menurut i nya untuk sekarang , dengan wajah sedih nya aku juga tidak tega ," aku tidak ingin membuat wu lan dalam masalah, jadi jangan menghentikan ku " ucap ku dengan nada sombong yang memang sudah menjadi cara ku bicara pada lawan lawan ku untuk memancing amarah mereka


" anak baru , kamu jangan terlalu sombong disini , ayah ku adalah pemilik sakte ini dan ibu ku adalah prmimpin disini, jika kamu memang laki laki maju lah bertarung dengan ku jangan hanya bicara di belakang wanita " kata nya yang bahkan aku tidak mengenal nya karena ini adalah pertemuan pertama kali nya dengan nya


" kak" suara sedih itu keluar lagi meredam amarah ku kembali dengan kedua tangan nya yang menarik tangan kanan ku , aku menengok nya , melihat nya dengan mata merah menahan sedih seluruh hasrat tempur ku luluh dalam sekejap , dengan cepat aku menarik tangan wu lan pergi ke tempat lain , " berhenti anak baru , jika kamu bisa mengalahkan diri ku kamu boleh tinggal disini dan bersama nya , jika tidak pergilah dari sini dan jangan dekati wu lan"teriak orang ini


secara langsung aku lalu berhenti , " akan ku buat kalian membayar penghinaan ini " batin ku dengan tangan yang mengepal siap di hantamkan ke siapa pun juga , " wu lan , kamu mundur lah , kali ini aku akan berbaik hati pada mereka " ucap ku meminta wu lan mundur dan menyaksikan ku di pinggir arena yang memang biasa di gunakan untuk tempat berlatih


"tunggu " suara itu seperti pernah aku mendengar nya , dengan cepat aku melihat dua orang yang berjalan ke arah kami "liu yho , kapan ibu mengajari mu bersikap seperti ini pada tamu di sakte terbang , kamu adalah penerus pemimpin nanti , tapi sikap mu benar benar mamalukan , menjadikan perempuan sebagai taruhan, apa kamu tidak malu pada paman mu " suara yang terdengar dari mulut wanita yang mungkin lebih tua dari liu wutong


"salam ketua sakte" suara dari semua murid bersamaan ,seluruh murid sakte kuda terbang termasuk wu lan berlutut padanya, mereka semua sangat menghormati ketua sakte sekaligus ibu dari laki laki yang menantang ku," salam ketua sakte, maaf kalau membuat anda harus turun tangan sendiri " ucap ku meminta maaf kepada nya dengan sedikit membungkuk sebagai tanda hormat


"nak xiao zhu , sakte meminta maaf pada mu, ini salah ku tidak mengajari anak ku dengan baik" kata nya yang terlihat sangat tulus bahkan harus merendahkan kehormatan nya di hadapan ku , " semuanya berdiri minta maaf pada xiao zhu terutama kamu liu yho " suruh nya yang kemudian semua berdiri memenuhi perintah nya


" aku akan minta maaf pada mu , tapi sebelum itu aku manantang mu dulu " kata nya yang terlihat sangat kesal dan tidak puas dengan perintah ibu nya sendiri ," kamu kira mampu mengalahkan ku" batin ku dengan senyuman menghina ," baik lah silahkan maju " kata ku , kemudian berjalan ke arah nya , dia pun langsung berjalan ke arah ku , kami berdua saling berhadapan dalam posisi siap tempur


tanpa banyak bicara dia langsung mengarahkan pedang berwarna emas dan perak ke arah ku, aku hanya tersenyum , "mungkin aku bisa belajar tentang rahasia jurus ini " fikir ku melihat dua pedang dengan warna emas dan perak yang memang sudah ada cerita kehebatan dari pedang itu


tidak begitu lama akhirnya jurus inu selesai dan dia langsung tidak sadarkan diri tanpa mendapatkan serangan dari ku , karena dari semula aku hanya menghindar dan menghindar karena memang ingin melihat secara pasti bagaimana jurus ini ," apakah penyerapan kekuatan nya sangat besar sehingga membuat dia tidak sadarkan diri " fikir ku yang berdiri di samping tubuh manusia yang tidak sadar kan diri karena kelelahan ini


" nak xiao zhu , terima kasih sudah berbaik hati pada nya , dan aku mewakilinya meminta maaf pada mu " ucap pemimpin sakte dengan terlihat seperti penuh harap , " pemimpin sakte , ini adalah hal kecil tidak perlu di ribut kan " ucap ku menjaga suasana agar tidak memanas


"baik lah , kalian semua bawa dia ke tempat pengobatan , setelah itu pergi untuk makan malam bersama di aula , tidak ada yang boleh tidak hadir , yang membangkang akan di hukum " perintah wanita tua dengan posisi paling tinggi di sakte kuda terbang


"sakte ini pasti memiliki banyak rahasia , bahkan anak ceroboh sepertinya bisa menguasai jurus petikan sitar pedang , sebuah jurus legenda di dunia pedang di seluruh benua ini " batin ku yang masih memandangi laki laki yang di angkat oleh beberapa teman nya menuju ke sebuah bangunan yang tidak lah besar mungkin hanya sepuluh tombak


dengan tatapan pada orang itu tiba tiba tangan halus menyentuh kulit ku " kak mari kita kembali" suara dari wu lan yang memang sudah aku kenal dan hafal , aku hanya berbalik pandangan melihat nya dengan sedikit senyum kemudian menarik tangan nya dan berjalan di samping nya


" kak , tadi aku sangat takut , tapi sekarang aku sangat senang " kata wu lan yang berjalan di samping kanan ku dengan wajah yang ceria dan suara yang sangat bersemangat ," kenapa takut" tanya ku agar dia tidak berjalan dengan cepat seperti sekarang ," tidak jadi aku sangat senang, kakak menang dari orang seperti dia " ucap nya berlari mengandeng tangan ku dengan sedikit tertawa seperti mendapatkan hadiah yang sangat besar


setelah kami sampai di rumah wu lan , disana sudah ada sepasang suami istri yang sudah menunggu kepulangan kami ," apa yang terjadi kenapa mereka menungguku apakah aku melakukan kesalahan " fikir ku berjalan mendekati mereka berdua ," ibu , tadi kakak menang melawan orang sombong itu " ucap wu lan setelah berlari dan berhenti di pelukan ibu nya


"nak xiao zhu , nanti kita tidak bisa makan di rumah , karena kita harus makan di aula " ucap paman wutong dengan wajah gembira ," kenapa wajah nya seperti sangat senang apa yang akan terjadi di aula nanti nya " fikir ku mengingat kejadian barusan di saksikan semua orang termasuk ketua sakte mungkin akan ada yang tidak bisa menerima kejadian itu ," baik paman " ucap ku setelah berfikir akan hal apa yang akan terjadi nanti nya