
cukup lama aku melangkahkan kaki ku hingga melihat sebuah tebing curam di sisi kiri sakte kuda terbang , di temani wanita cantik yang memang masih gadis ini dada ku terasa sesak untuk tidak berteriak .
"kak,mana yang luka , aku akan mengobati nya dengan kemampuan ku " mata yang terlihat bening bak air surga itu serasa melayangkan pikiran dan hati ku , ehh , itu sakit nya telah sembuh " gugup kata yang ku ucap di samping nya
" sialan , ada apa dengan mulut ku , tidak biasanya dia kaku seperti ini " rasa kesal yang muncul di benak ku terasa sangat membebani
" dasar , pembohong " suara pelan halus tersebut bisa membuat batu pecah bila merasakan nya , " i itu ,aku tidak berbohong aku memang terluka , tetapi merepotkan mu bukan lah hal yang baik , kita baru be berapa hari saling kenal " ucapan ku memang terdengar memilukan walaupun itulah kejujuran nya tapi nampak seperti di buat buat
" kalau memang tidak bohong mana yang terluka aku ingin melihat nya " suara angkuh nya wu lan seperti tak ku mengerti apa yang sebenarnya membuat nya bersikap seperti ini " tadi masih baik baik saja kenapa sekarang sikap nya membuat ku kesal " rasa penasaran yang ku pikirkan tentang nya tidak pernah aku ucapkan kalau dia tidak menanyakan
" sebenarnya saat ini semua kekuatan ku menghilang karena aku makan buah terlarang , karena itu aku terluka saat dirimu tidak percaya dengan ku " suara yang ku sedikit keraskan itu ku yakin akan menjadi pukulan pada nya
" kapan , aku sedikitpun tidak mengatakan kalau aku tidak percaya pada mu , kamu memalukan berani memfitnah wanita lemah seperti ku " wajah nya yang sedikit merah terus menghantuiku ," sepertinya dia ingin menelanku utuh utuh " senyum yang mengembang di bibirnya sangat berbanding terbalik dengan mata yang seperti ingin menghajar ku
tiba tiba ada suara angin yang terdengar berbenturan terdengar di bawah tebing tempat kami berdua sekarang ," kak, suara apa itu , sepertinya ada pertarungan" dengan tatapan seperti memohon sesuatu tersebut aku hanya menjawab pelan sambil mengelus kepala nya "sepertinya benar yang kamu katakan , terjadi peperangan di bawah tebing "
dengan pelan nya dia mengatakan akan melihat kebawah , " apa yang kamu takutkan kenapa sampai akan ke bawah untuk melihat pertarungan di sana " suhu tubuh ku seketika meningkat kala mendengar wu lan mengatakan takut pertarungan di bawah memperebutkan benda pusaka leluhur sakte yang tersimpan di sisi makam kuno pendahulu sakte kuda terbang
" benda pusaka , akan ku temani " segera kami melangkah ke bawah , wu lan dengan pelan nya melangkah di anak tangga batu yang terbilang sangat licin karena anak tangga tersebut sangat jarang di gunakan baik anggota sakte atau tidak , karena jalan licin ini dia hampir saja terlempar ke bawah karena tiba tiba ada serangan asal yang mengarah ke kami berdua , tanpa mengunggu waktu tubuh ku ikut melayang menangkap tubuh gadis tersebut , " kamu makan apa setiap hari , tubuh mu seperti gunung ,sangat berat "
dengan tatapan kesal nya dia memandang ku " turunkan saja aku siapa suruh kamu mengendong ku , aku bisa berjalan sendiri ", tanpa banyak bicara aku hanya senyum membalas kekesalan nya
"hei , apakah kamu mengenal kedua nya " suara pelan ku sedikit berbisik di samping telinga nya , " i itu p per perampok buah darah " terdengar sekali tertekan oleh sesuatu ," wu lan jangan gugup seperti itu , mereka tidak akan menyakiti mu selama kaisar Shu Zhu yang tampan ini masih disisi mu " aku yang sudah mampu melihat berapa tingkatan dua orang yang bertarung di depan merasa sangat yakin kalau keduanya akan mati dalam sekali serang ku
ada guncangan dalam dada ku " mata yang indah, wajah yang cantik , sepertinya keputusan ku untuk memilih nya mendampingi ku tidak lah kesalahan atau kebetulan , ini adalah takdir dari langit "itulah suara yang terdengar dari batin ku sendiri
" kapan kita akan melangsungkan pernikahan ?.. , " memang terdengar pelan tapi aku yakin dia akan kaget dengan pertanyaan ku yang tiba tiba itu ," mnn , entahlah , semoga ada laki laki lain yang akan mengisi hari hari ku kelak " tidak butuh waktu lama untuk ku menelan keterkejutan ku ," langit kenapa kau kejam pada ku , kebaikan apa yang tidak aku perbuat sampai kau menghukum ku seperti ini " dengan sorotan kekesalan aku tidak lagi bisa tenang , harus ada yang menerima kekesalan ku
langsung saja aku berdiri tanpa mengeluarkan senjata dari penyimpanan yang telah ku dapatkan dari guru ku dan berjalan ke arah dua orang yang tidak tahu memperebutkan apa , " hei kalian terlalu berisik , diam atau mati saja kau" keduanya seketika berhenti karena mendengar ucapan dari ku " bocah kecil jangan mengganggu urusan orang tua , kamu lebih baik pergi sebelum aku memeras isi kepala mu"
tatapan tajam yang menuju pada ku mengingatkan ku pada orang tua berjanggut hitam dengan tubuh tegap yang rela mengikat istrinya sendiri beserta anak nya untuk di jual pada saudagar kaya hingga istrinya memilih untuk bunuh diri setelah mendorong anaknya ke jurang dalam
" kau berhenti menatapku seperti itu ,nyawamu tidak bisa membayar tatapan itu " sekejap mata keduanya roboh dengan kepala menggelinding ke tanah , hanya dengan serangan mental ku keduanya mati tanpa bisa melawan sedikit pun
" tenang Shu Zhu dia hanya bercanda dengan ucapan nya , kamu tidak boleh bertindak kasar pada orang yang akan menjadi istri mu " dengan napas pelan yang masuk dan keluar akhirnya aku bisa menenangkan diri ku sendiri
setelah terasa sedikit tenang aku langsung saja berjalan menuju arah wu lan yang terlihat sangat ketakutan melihat kekejaman ku ," apa kamu masih marah " ucap nya seperti tertekan oleh sesuatu
"tidak, aku hanya sedikit kesal pada mulut mu "kata ku dingin yang aku yakin dapat membekukan tungku api yang menyala
tiba tiba tanpa aba aba dia menarik ku ke arah makam kuno sakte kuda terbang , " kak temani aku melihat pusaka "
aku yang masih kaget tidak mengerti jalan pikiran nya ," sebenarnya terbuat dari apa hati nya , tidak ada maaf pun yang dia ucapakan setelah melukai hati sang kaisar tampan ini "kak apakah kakak pernah melihat benda pusaka " wajah memelas nya langsung membuat tulang ku tidak bisa di gerakan untuk sesaat