
hampir seperempat jam akhirnya seorang gadis muda keluar bersama dengan wanita tua seumuran dengan liu wutong ," dia cukup cantik apakah dia anak dan istri liu wutong " fikir ku melihat mereka berdua terutama gadis muda yang membawa makanan itu
"perkenalkan , dia adalah putri ku , anak ku satu satunya nama nya adalah wu lan , dan ini adalah istri ku, orang yang paling berarti bagi ku , nama nya adalah wu zhan zhi , istri ku " ucap nya yang menghadap ke arah wu zhan zhi
" oh perkenalkan , nama ku adalah xiao zhu , marga ku shu , usia ku hampir lima belas , terima kasih kalian bisa menerima ku disini " ucap ku dengan hormat kepada kedua wanita di depan ku
"nak xiao zhu , kalau kami boleh bertanya , sebenarnya kamu ini dari mana dan akan kemana " tanya wu zhan zhi mencoba membuka pembicaraan di saat aku makan bersama dengan mereka , aku yang sudah menggunakan kekuatan mental ku untuk melihat apakah mereka orang jujur atau tidak langsung memjawab pertanyaan nya dengan jujur karena aku tidak ingin menutup i semua nya
"bibi, aku berasal dari kekaisaran xing , di kota balaras, aku tidak tau akan kemana sekarang " ucap ku cepat tanpa bertele tele ,sambil melahap makanan yang sudah di sajikan oleh mereka
aku tidak pernah berfikir akan ada hari dimana ada tempat untuk berteduh selain dengan guru ," paman , terima kasih sudah membawa ku ke sakte ini " ucap ku dengan wajah senyum menandakan diri ku senang , dengan lahap nya aku memakan semuanya karena memang aku sudah kelaparan cukup lama
setelah acara makan sudah selesai , aku di ajak berkeliling oleh liu wutong di temani oleh wu lan seorang gadis kecil seumuran dengan ku , "kak zhu , apakah kakak ingin menjadi murid disini " tiba tiba pertanyaan dari wu lan mengagetkan ku yang sedang menikmati indah nya pohon dari atas gunung
sebelum aku menjawab nya tiba tiba " nak xiao zhu , anak ku masih kecil jangan di ambil hati , kami tahu sakte kami tidak lah layak untuk mengajari murid sehebat dirimu " ucap liu wutong memotong perkataan wu lan yang sedang menanyakan tentang murid kepada ku "wu lan , aku tidak pernah berfikir untuk menjadi murid siapa pun di dunia ini jadi maaf aku tidak bisa menjadi murid di sakte ini" kata ku yang terlihat membuat wajah gadis muda ini berubah menjadi sedikit lesu
" lan er, mengertilah dia bisa membunuh belasan orang dengan sekali serang tanpa di ketahui lawan nya , apakah sakte kita layak untuk menjadi guru bagi nya " tanya liu wutong menyahut ucapan ku dengan nada yang sedikit marah ,aku yang melihat wajah wu lan sedikit ketakutan tidak lah tega , " paman , jangan terlalu keras dengan nya , dia hanya menanyakan tentang menjadi murid disini, apa yang membuat dia menjadi orang yang salah dalam hal ini " tanya ku menghentikan perkataan dari liu wutong yang memarah i anak nya
" paman , boleh kah aku mengajak nya jalan jalan sebentar" ucap ku memandang wajah sedih wu lan karena di marah i oleh ayah nya , dengan cepat ayah nya langsung mengizinkan nya bersama ku " baik lah, tapi nanti kita makan malam bersam ya , ibu nya pasti sudah menyiapkan makanan untuk nya " ucap liu wutong seperti meminta ku untuk menjaga nya agar dia pulang baik baik saja tanpa ada halangan apa pun juga
" wu lan , aku akan memijat kaki mu" kata ku yang tanpa menunggu jawaban langsung memegang kaki kiri nya dan mulai memijat nya ," kak " ucap nya pelan menghadap diri ku , aku langsung menjawab nya tapi tidak memandang wajah nya " iya , ada apa" tanya ku , membuka pembicaraan
" kak , apakah suatu hari nanti , kakak akan meninggalkan sakte kuda terbang " tanya nya yang terlihat sangat serius ,"ada apa dengan diri nya , tiba tiba bertanya begitu " batin ku cepat , " wu lan , masa depan adalah masa depan , jangan membahas nya sekarang , karena kamu akan kecewa jika tidak sesuai yang kamu harapkan" ucap ku tenang kemudian menghentikan pijatan ku pada kaki kiri nya
" baik lah gantian kaki kanan " kata ku yang lansung memegang kaki kanan nya dan memijat nya pelan , " kak , berjanjilah pada ku nanti apapun yang terjadi , jangan tinggalkan kami " ucap nya yang benar benar mengejud kan ku ," apa yang di magsud kan " fikir ku bingung dengan keadaan ini dengan tangan yang masih memijat kaki nya
" kak , jika suatu hari ada orang yang mengajak mu pergi apakah kakak akan pergi" tanya nya lagi sebelum aku menjawab pertanyaan nya yang tadi,aku hanya bingung dengan pertanyaan seperti ini ," wu lan , aku juga bingung " ucap ku pelan takut akan mengecewakan dirinya
" sudah kak , aku sudah tidak pegal , mari kita pulang , ibu pasti akan khawatir pada ku " ucap nya menghentikan pergerakan tangan ku dengan tangan nya , " baik mari" aku langsung setuju untuk kembali ke sakte lagi tanpa banyak berfikir
tak butuh waktu yang lama akhir nya kami berdua sudah memasuki sakte kuda terbang lagi ," hei anak baru , kamu jangan pernah berfikir untuk memiliki nona lan " teriak seorang laki laki yang seperti lebih tua dari ku dengan menunjuk tangan nya ke arah ku , dia didampingi banyak laki laki yang seumuran dengan dia
" apa masalah nya dengan kalian" aku tidak ada sedikit pun rasa gentar menghadapi mereka semua bersamaan apalagi harus satu lawan satu dengan orang yang banyak bicara seperti mereka ," masih berani bertanya , mau cari mati kamu" kata orang tadi dengan wajah marah dan berteriak lebih keras lagi ," hei kamu anak baru, dia adalah anak dari ketua sakte kami , kamu jangan membuat dia marah "kata orang di sebelah nya
telinga ku seperti terbakar dengan ucapan ucapan mereka , dan mulut ku sudah gatal untuk menantang mereka semua untuk menghentikan , cemooh an mereka " bahkan jika kamu anak dari kaisar aku juga akan melawan orang yang menindas ku , karena bagi ku membunuh kalian dengan sekali serang tidak lah sulit bahkan tanpa kekuatan roh " dengan nada sombong aku ucapkan kata kata demikian panjang , mendekar perkataan ku wajah dari wu lan seperti sangat ketakutan ," wu lan, ada apa dengan mu , kenapa raut wajah mu berubah " tanya ku pada wu lan