Shu Zhu

Shu Zhu
dewa benua



" jhh, kau kira membunuh ku tidak akan merugikan mu" pikir ku yang hanya diam melihat pergerakan ular besar itu ,"akan ku lihat bagaimana kau bisa memamakan ku " sedikit senyum ku yang menandakan tenang nya diri ku ,mungkin bagi orang lain , menghadapi makhluk sekuat ular besar di hadapan ku akan mati ketakutan , tapi mental ku tak selemah itu


dia semakin mendekat pada ku, tiba tiba keluar kabut berwarna ungu yang terlihat bercampur merah dan hijau keluar dari mulut nya ,"aku hanya diam walaupun harus sedikit terdorong oleh kabut itu," kekuatan ini tidak bisa di lawan "batin ku dalam kubangan kabut yang sangat banyak


saat tubuh ku sudah tak terlihat karena banyak nya asap , ular itu langsung mengarahkan mulut nya ke dalam kabut buatan nya, aku yang melihat kesempatan itu sedikit tersenyum dan langsung mengeluarkan pedang peninggalan guru , dan langsung menggunakan jurus pedang bagai bunga ,dia yang tak menyadari nya tentu saja belum melakukan perlawanan


" bagus ular bodoh" batin ku sesaat sebelum jurus itu mampu melukai kedua mata ular raksasa , tapi karena tubuh yang sangat kuat dia langsung menyemburkan kabut ke segala arah, dan ekor nya pun bergerak memukul mencari keberadaan ku yang tidak di ketahui nya ," mata mu sudah buta , kamu tidak mungkin mampu menelan ku, aku lah yang akan menghentikan kesombongan mu" teriak ku untuk membuat amarah nya melonjak


ular besar yang mendengar itu langsung menyerang membabi buta tanpa mengetahui target nya di mana , aku memang sedikit berlari menjauh i ular itu , " baik lama atau pun cepat kau akan mati karena kehabisan tenaga" gumam ku melihat dari kejauhan sesosok ular yang menggunakan ekor nya menabrak pada dinding gua


setelah menunggu hampir empat belas hari akhir nya ular itu kelelahan dan tidak bergerak lagi , dengan mata yang buta dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat apa pun yang ada di hadapan nya ," ini kesempatan ku" ucap ku dalam batin ,melihat ular yang sudah tidak bergerak karena kehabisan tenaga , aku langsung berjalan ke arah nya memegang pedang pemberian guru , lalu menusuk nya dengan sekuat tenaga yang ku miliki


" jadilah pengganti cincin roh ku, dasar ular bodoh" teriak ku saat menusuk kepala ular raksasa itu, dan perlahan keluar asap merah yang sangat mengerikan , aku yang menghirup nya langsung terjatuh , "sial apa ini" ucap ku lalu mengambil sebuah pil yang ada di dalam cincin pemberian guru ku


" ahh , untung saja aku sudah memakan pil racun" kalau tidak asap ini pasti sudah membunuh ku " gumam ku , dan menggenggam kembali pedang pemberian guru lalu merangkak berdiri , melihat seluruh isi gua berwarna merah aku hanya diam saja, " apa yang tidak bisa di lakukan oleh dewa benua " ucap ku kemudian menyerap arap merah yang sangat banyak itu


di dalam ilusi ku sendiri , aku seperti di lilit oleh riubuan ular yang sama seperti yang ku bunuh , masing masing mengeluarkan racun dan mengarah ke pada ku, aku bertahan melawan itu semua hingga entah berapa lama aku menyererap nya


"akhir nya, aku memiliki cincin roh pertama kembali, dulu cincin roh ku hanya dua ratus rahun , sekarang cincin roh ku berusia seratus ribu tahun lebih, harus nya kekuatan ku akan menjadi sangat kuat dari sebelum nya


sehabis memakan pil penambah tenaga aku tidak langsung bangkit tapi aku melakukan sedikit kultivasi untuk membantu efek pil penambah tenaga yang telah ku makan , setelah hampir satu jam aku melakukan kultivasi, aku langsung berjalan keluar gua dan melakukan perjalanan sambil mencari makanan , ya memang selama di dalam gua sedikit pun tak ada makanan yang masuk ke dalam perut ku


" ular bodoh dan gua yang merepotkan saja , membuat ku tidak makan sampai beberapa bulan " ucap ku bergumam kemudian mencari buah buah segar ,setelah cukup banyak yang ku makan tubuh ku terasa sedikit aneh kembali


" ha, ular itu ternyata memiliki medan terbang ,bagus lah aku tidak perlu repot untuk mencari medan terbang untuk diri ku lagi " fiki ku setelah melihat ada sepasang sayap yang selebar dua meter dengan warna merah hitam ke emasan


" apalagi medan terbang ini adalah medan terbang terkuat di benua , tidak salah guru memanggil ku dewa benua , keberuntungan ku memang tidak terduga" fikir ku kemudian mencoba terbang dengan menggunakan medan terbang ku sendiri , di benua ini hanya orang yang berada di atas peringkat sembilan puluh dua yang memiliki medan terbang , sementara aku hanya berada di peringkat empat puluhan sudah memiliki medan terbang , walau memang ke empat cincin roh ku mengilang karena memakan buah larangan


hampir setengah hari aku terbang di udara tanpa arah tujuan , karena bagiku sekarang asalkan bisa menjadi kuat dimanapun tempat nya aku akan menganggap itu rumah , aku akhirnya turun di pingiran gunung karena telah melihat sebuah perkampungan yang berada di puncak gunung


aku berjalan ke arah puncak gunung itu dan melihat ada beberpa orang yang berada di atas pohon menghadap ke arah puncak gunung itu ," apa yang mereka ingin kan " fikir ku yang memang sangat ahli menyembunyikan aura kekuatan dari tubuh ku sendiri , aku berjalan ke arah puncak itu berpura pura tidak melihat orang orang yang ada di atas pohon


" sial kenapa tinggi sekali puncak ini , bagaimana pun aku harus memberikan surat ini " ucap ku sedikit keras , yang memang sengaja agar mereka semua yang ada di atas pohon menghadang ku, tujuan ku adalah mencoba kekuatan baru ku, dan memancing orang orang yang ada di puncak gunung untuk keluar dan melihat ku membelanya sehingga aku bisa di perbolehkan menginap sementara setidaknya sampai aku bisa mempelajari beberapa buku yang di tinggalkan guru


memang hal itu sesuai dengan rencana ku , orang orang yang ada di atas pohon langsung turun menghadang ku ," hai anak kecil , kamu jangan harap bisa memberikan informasi kalau sakte punggawa biru akan menyerang ke sini " ucap seorang anggota dari orang orang yang semula ada di atas pohon dengan sombong nya ," punggawa biru , sakte macam apa itu" fikir ku melihat arah puncak gunung


" apakalian kalian bisa menghentikan dewa benua " ucap ku sedikit keras , semua terdiam mendengar ucapan ku ," dewa benua apa yang kamu magsudkan " ucap orang tadi , aku hanya tersenyum tanpa jawaban sedikit pun ," kalau kalian mampu menghentikan ku dalam satu batang dupa , aku akan bersujud pada mu" ucap ku dengan kesombongan seorang dewa benua