Shu Zhu

Shu Zhu
hadiah dari ku



sambil berlari kecil ia nampak senang dan sesekali menengok ke arah ku yang ada di belakang nya


" hati hati"


" em , mari kak , aku ingin melihat sebenarnya benda apa yang di maksud oleh ketua sakte tentang larangan mengambil benda pusaka disini " sontak saja ada rasa kaget pada ku , " sudah di beri tahu jangan mengambil masih saja ingin mengambil , hah wanita macam apa istri ku ini " gumam ku pelan yang seketika berhenti karena itu terdengar oleh wu lan yang langsung menatap ku


dia melepaskan tangan ku yang semula di pegang , " katakan saja dengan jelas tidak usah bergumam seperti anak kecil " tatapan kekecewaan hadir di mata nya yang semula sangat senang


"adik lan , aku minta maaf !" seru ku sepintas tanpa perundingan dengan otak ku ," em , kak mari " senyum pun langsung terlihat melebar dari sisi bibir kanan nya karena ia menoleh ke kanan


di tempat itu ada sebuah bangunan kecil yang nampak sudah tua dan lapuk " apa angin tidak bisa melihat nya " ucap nya setelah sedikit memeriksa bangunan tua itu ," entahlah mari cari benda pusaka itu , aku ingin tahu sehebat apa benda yang menjadi larangan dari sakte ini " sahut ku tanpa menoleh ke arah lawan bicara ku


setelah berputar sedikit lama aku akhirnya mengerti " tidak ada benda disini " suara nya yang terdengar seperti orang kesal , " kemari aku tunjukan benda pusaka itu "


" em , mana benda nya " tidak ada sedikit pun jeda dalam pengucapan kata kata yang keluar dari mulut gadis cantik di depan ku ini


" benda nya ada di dalam bangunan ini " jawab ku tenang , "kak mari masuk, aku sudah tidak sabar melihat benda apa yang di maksud kan ketua sakte sebagai larangan itu " pinta nya yang langsung membuka pintu kumuh bangunan di depan nya


benar saja setelah kami masuk tiba tiba sebuah pintu terbuka tiba tiba dengan sedikit cahaya ungu berbaur dengan biru yang menyinari pintu tersebut ,"tanpa basa basi dia langsung menarik tangan ku masuk ke dalam Sinaran cahaya yang ada di depan mata kami


keanehan pun terjadi aku dan dia tiba tiba ada di sebuah kamar dengan hiasan di semua ruangan seperti ada bunga di atas kasur yang terlihat sangat mewah , " aku tadi merasakan benda pusaka ada di dalam sini , tapi kenapa menjadi kamar yang penuh hiasan dan mewah ini " ucap ku sedikit kebingungan


" iya kak , bahkan tidak ada pintu di ruangan ini aku yakin ini hanya ilusi "


setelah lama kata kata nya ku pikirkan ternyata ini tidak lah ilusi karena aku merasakan tidak ada yang beda antara disini dengan di dunia luar


" baiklah mari kita coba sekuat apa tempat ini sampai berani mengurung sang kaisar ini" aku langsung duduk bersila di atas kasur yang penuh bunga tadi , kemudian memejamkan mata ku setelah melihat keindahan wajah calon istri ku yang seperti kesal dan cemas karena tidak mendapat apa apa dan tidak bisa keluar dari tempat ini


di bukit itu aku melihat ada 12 buah pedang yang nampak sangat bagus dengan ukiran yang mengelilingi nya ," mungkin itu adalah pusaka yang mereka maksud , tapi kenapa bahkan pusaka bumi pun tidak ada , semua hanya kualitas pusaka tingkat langit ,hah sudahlah aku ambil semua dan memberikannya pada wu lan , dia pasti akan senang pada ku " gumam ku pada diri sendiri


dan setelah aku mengambil semua pedang yang ada tiba tiba bukit itu longsor , dengan kekuatan mental ku yang berada di tingkat kaisar dewa , tingkatan tertinggi di alam manusia dan hewan aku tidak kesulitan untuk kembali ke tempat ruangan semula dengan membawa ke 12 pedang yang aku dapat


" bagus lah , kakak sudah bangun ,aku sangat ketakutan " ujarnya yang seperti anak kecil saja


" aku punya hadiah untuk mu , tapi kamu harus berjanji pada ku , jangan menceritakan tentang ini , kalau sampai ada yang tahu kita kesini pasti hukuman akan segara menimpa , aku tak ingin kamu di hukum hanya karena pusaka tingkat tinggi " pinta ku yang di balas dengan anggukan oleh nya


dengan segera aku mengeluarkan pedang yang kudapatkan dari bukit es tadi , dan langsung ku serahkan pada nya serta tak lupa mengulang kembali kalimat untuk tidak memberitahukan pada siapapun karena bisa saja hal itu akan membuat masalah di kemudian hari


" kak , kamu sangat hebat " seketika telinga ku memerah hati ku terguncang dan jantung ku serasa berdetak tak beraturan dengan senyum lebar yang lepas dari bibir nya membuat ku merasa tak ingin kehilangan nya walau hanya sesaat pun itu


" hehe , itu aku hanya sedikit kelelahan , kamu bisa memijit kepala ku sebentar " ucap ku pelan berharap dia akan melakukan permintaan ku untuk meluangkan sedikit tenaga nya


" kak , bukan seharusnya kakak ingin di pijat , bahkan kita belum sampai keluar dari ruangan ini , pasti ayah dan yang lain nya mencari keberadaan kita saat ini " ucap nya yang terlihat sangat pandai mencari kata , untuk menolak permintaan ku


" i itu nanti akan aku pikirkan cara , tapi jujur aku lelah aku harus istirahat sebentar " ucap ku dengan tenaga ku sendiri melukai sedikit mulut ku sehingga mengeluarkan sedikit darah yang aku sengaja muntah kan , seakan diri ku terluka setelah mengambil beberapa pedang dengan tingkatan tinggi itu


sontak wajah nya pucat setelah melihat ku mengeluarkan darah segar , " kak apa kakak terluka " tanya nya dengan wajah sangat panik ," i itu aku baik baik saja , setelah beristirahat aku yakin diriku akan baik baik saja , kamu istirahat dulu nanti setelah aku bangun akan ku pikirkan cara keluar dari sini "


yang tak ku percaya tiba tiba dia duduk di belakang ku setelah merangkak ke atas kasur yang penuh dengan bunga dan memijat ku pelan dengan kedua tangan nya , " ini terasa sangat hangat gadis muda dengan umur yang belum aku ketahui ini sangat pandai mengolah kedua tangan nya sehingga saat memijat rasa nya sangat nikmat " ujar ku dalam hati


" kak , bagaimana perasaan mu " tiba tiba itu membuat ku kaget " ia kenapa sebentar saja tidak bisa diam aku harus merasakan enak nya di pijat " pikir ku dalam diam , " rasanya sangat nyaman seakan semua tenaga ku kembali seperti sebelum nya , kamu juga harus beristirahat aku akan memikirkan cara agar kita bisa keluar dari sini secepat nya " sahut ku yang masih di pijat dengan pelan nya