Shu Zhu

Shu Zhu
awal untuk akhir 3



"aku sekarang berumur empat belas , apakah janji ku dulu pada guru untuk menjadi yang terkuat di usia dua puluh lima akan terwujud, dalam keadaan aku tidak memiliki kultivasi sedikit pun mungkin kesulitan yang guru alami lebih berat dari ku, aku harus kuat untuk menghadapi ini semua " kata ku pada diri ku sendiri sekedar menguatkan mental ku dan menguatkan hati ku yang terasa sangat rapuh sejak guru pergi


" baik lah laki laki tidak akan mengorbankan janji nya untuk alasan apapun " ucap ku kemudian bangkit dari duduk ku , aku mencoba menelusur i gua lebih dalam dan ternyata di dalam gua ada seekor ular yang begitu besar bahkan lebih besar dari pohon kelapa sedang melingkari batu di tengah mata air yang ada di dalam gua


aku masih ingat apa yang di katakan guru bahwa ular yang aku lihat adalah ular bambu abadi , hewan langka yang sangat kuat dengan racun sebagai pelindung diri ," kebetulan , akan aku jadikan dia makanan setelah dua bulan aku tidak makan tubuh ku terasa hampa tanpa tenaga


aku melihat nya dengan sangat jelas , kemudian aku berjalan ke arah nya " hei , paman ular yang kuat, apakah aku boleh minum air disini " ucapku pada nya ,"menurut guru hewan yang telah hidup lebih dari seratus ribu tahun akan bisa mengerti bahasa manusia dan juga bisa berbicara seperti manusia , apakah dia juga bisa " batin ku melihat dia membuka mata yang terlihat sangat besar seukuran kepala manusia dewasa


"manusia bodoh, kalau kamu ingin minum minum lah, jangan menggaguku , karena kamu telah membangunkan ku kamu harus menjadi makanan ku " suara yang terdengar sangat keras membuat beberapa batu dinding jatu ke bawah , aku sedikit terdorong ke belakang karena kekuatan suara nya


" bagus lah dia hewan berumur seratus tahun" batin ku sedikit senang dengan hewan yang ada di depan ku ," mungkin aku bisa membuat nya menggantikan cincin roh ku yang hilang karena memakan buah sang " batin ku lagi memikirkan cara sebuah cincin roh merah menyala mengelilingi ku


" paman, anda boleh memakan ku, tapi izin kan aku untuk meminum air disini, tengorokkan ku kering" ucap ku berharap aku bisa mengambil air yang ada di mata air ini ,sambil mata ku melihat ular yang sangat besar sedang melingkari batu yang cukup besar di tengah tengah air


" manusia, baik lah kalau kamu ingin minum disini, ambillah yang kamu inginkan aku akan menunggu mu meminum air disini"suara yang sangat keras kembali membuat beberapa batu kecil jatuh ketanah dari dinding gua yang aku masuk i sekarang ,mendengar itu aku sedikit senyum lalu berjalan ke arah air yang terlihat selebar empat puluh meter panjang nya dengan lebar yang sama


setelah hampir sampai aku melihat genangan air itu aku melihat bahwa itu bukan air tapi racun yang sangat mematikan , "bagus lah aku akan membuat air racun ini untuk membuat pil sehingga tidak ada racun yang bisa menyakiti ku di kemudian hari"pikir ku sangat senang


setelah sampai di depan genangan air yang bisa di bilang seperti kolam air panas aku mengeluarkan sebuah tungku dari gelang pemberian guru pada ku ,aku segera menaruh tungku itu ke dalam genangan air itu, lalu aku memasukkan air itu dengan tangan ku sendiri , "racun ini benar benar kuat" tangan ku terasa terbakar " batin ku meringis kesakitan


setelah cukup lama akhir nya proses pembuatan pil sudah selesai , aku membuka tungku itu dan mengambil nya pelan pelan dua buah pil berada di dalam nya berwarna ungu lebat bercampur hitam yang sangat menyilaukan mata kemudian aku mengambil pil yang ada di dalam gelang pemberian guru yang itu pil kehidupan yang memang hanya ada satu


tanpa banyak berfikir aku langsung menelan ketiga pil bersamaan ,tubuh ku terasa bergejolak , " sial guncangan racun nya begitu keras" batin ku pada saat ini ,aku mencoba menahan apa yang terjadi pada tubuh ku , dengan tenaga yang benar benar habis aku terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri


setelah enatah beberapa waktu akhirnya aku sadar dari mimpi ku , aku sudah mampu menyerap pil racun yang ku buat " bagus sekarang aku bisa menahan racun untuk melawan ular bodoh itu" batin ku kemudia bangkit dari tanah dan memasukkan lagi tungku ku


"paman ular,apakah masih akan memakan ku " tanya ku sedikit dengan nada mengejek pada ular yang berkuran lebih besar dari pohon kelapa itu ,"bagus lah kamu masih ingat perkataan mu" suara yang lagi lagi mengetarkan gua tempat ku sekarang berdiri


" siapa nama mu, aku tidak akan memakan mu sebelum aku tau nama mu " suara yang sangat keras itu hampir merusak gendang telinga ku ,paman ular , nama ku adalah shu zhu putra seorang perawat kuda di kekaisaran xing " ucap ku dengan suara lantang tanpa memberikan sedikit pun ketakuatan melanda hati dan mental ku


"kau , bahkan tidak merasakan ke ngerian berhadapan dengan raja ular giok ungu " suara nya terdengar sangat keras bahkan mungkin dapat terdengar sampai di luar ," paman ular boleh kah aku bertanya pada mu , sebelum kamu memakan ku "aku sengaja membuat nya menunda waktu untuk memakan ku selagi efek racun masih berasa aku berusaha mengulur waktu sebisa ku


" nama ku , aku adalah kaisar giok , bahkan giok hijau si dewi padi itu pun bukan tandingan ku" suara yang terdengar keras itu membuat ku sedikit terdorong ke belakang , " paman kaisar giok, sebenarnya siapa dewi padi itu, apakah dia juga memiliki racun yang sama seperti paman " tanya ku lagi yang masih mengulur waktu , " tidak akan lama lagi efek nya akan mengilang dari tubuh ku , saat itu racun mu tidak akan bisa membunuh ku " pikir ku dengan sedikit senyuman mengejek tapi tetap dengan sikap sopan


"dasar manusia bodoh, bahkan dewi padi juga kamu tidak tahu, sudah lah aku muak bicara dengan kamu , bersiaplah aku akan memakan mu, kalau kamu ada pesan bicaralah pada ku" potong ular besar itu yang merayap mendekati ku keluar dari kubangan racun yang mungkin bersumber dari tubuh nya sendiri