Shu Zhu

Shu Zhu
sakte kuda terbang



tak berselang lama beberapa orang dari atas puncak gunung turun untuk melihat keributan yang aku buat ,"hei anak kecil, bahkan sedikit pun tak ada aura kekuatan, tapi kamu berani berseteru dengan kami" perkataan itu sedikit membentak yang di ucapkan oleh anggota orang orang yang mengaku sebagai angota sakte punggawa biru


"hah, jangan kan hanya kalian, bahkan pemimpin sakte punggawa biru akan bersujud kalau melihat ku , tapi kalian cukup sombong untuk mengentikan langkah ku" ucap ku dengan kesombongan yang memang sangat berlebih bagi orang lain


"anak kecil, dari pengamatan ku , usia mu bahkan belum sampai lima belas tahun , tapi kesombongan mu melebihi orang orang sakte kuda terbang itu " teriak orang itu dengan menunjuk ke arah orang orang yang turun dari puncak gunung ini ,"oh nama mereka kuda terbang , ah peduli apa aku yang penting ada tempat untuk makan dan tinggal geratis " fikir ku menghadap ke arah orang orang sakte kuda terbang


" sudah lah , jangan banyak bicara , kalau kalian merasa diri sangat hebat bertarung lah dengan ku " ucap ku menyahut ucapan orang tadi, mendengar ucapan ku mereka seperti terpancing dan langsung menghunus pedang nya masing masing , pedang dengan warna biru pudar yang terlihat sangat tajam


"baik lah kita bertaruh , kalau kalian kalah dari ku dalam satu dupa kalian tidak boleh menginjakan kaki ke gunung ini , jika aku kalah aku akan menjadi budak kalian" ucap ku melihat pedang pedang mereka , " hei , anak kecil kami ada sembilan belas orang kamu hanya sendirian , apakah ini adil" teriak orang itu


" aku yang menantang kalian , jelas ini semua adalah adil , karena aku sudah merasa mampu mengalahkan kalian ", semua orang terlihat tertegun dengan ucapan ku , tidak banyak bicara mereka langsung menyerang ku bersamaan , aku hanya kencoba sebuah jurus yang belum pernah di ajarkan oleh guru tapi ada di dalam buku peninggalan nya ,dengan naluri bertarung ku , aku langsung maju ke arah lawan lawan ku


dengan gerakan yang bisa di bilang sangat cepat untuk ukuran level tujuh puluh ke bawah , aku langsung mengambil pedang dari tangan lawan ku yang mereka gunakan sebagai senjata nya ,"apa kah kalian cukup yakin dengan kemampuan kalian " ucap ku mengejek


semua orang hanya diam tak mampu berfikir seberapa tinggi kekuatan ku , " anak kecil , kita bertarung sampai mati " teriak salah seorang dari mereka kemudian serentak bangkit menyerang ku , dengan sekali tebasan aku langsung membuat mereka kehilangan nyawa dengan luka di leher yang sama


" ah , sudahlah , aku malas bermain dengan kalian " ucap ku kemudian berjalan ke arah orang orang dari puncak gunung , kalian semua kenapa terlihat sangat serius ketika melihat ku, apakah ada yang aneh dengan diri ku , tanya ku kepada orang orang itu ," apakah mereka semua bisu" batin ku karena tidak ada yang menjawab pertanyaan ku


" oh , perkenalkan nama ku adalah liu wutong , wakil pemimpin di sakte kuda terbang , aku disini mewakili semua murid sakte mengucapkan terima kasih pada anda yang telah menghentikan penyerangan pada sakte kami , kalau anda berkenan bisa sedikit meluangkan waktu untuk melihat lihat sakte " ucap nya yang terdengar sangat panjang dengan basa basi


mendengar perkataan ku aku rasa mereka sangat senang , " baik lah, mari kita naik ke puncak , aku akan memperkenalkan anda pada ketua sakte kami " ucap orang itu lagi ,"dia terlihat berada di peringkat enampuluh lebih, tapi sudah menjadi wakil ketua sakte , apa sakte ini layak di sebut sakte " batin ku lagi , dan sedikit mengangguk


"baik lah karena tuan ini sudah menerima undangan kami , mari kita kembali ke puncak lagi " ucap orang yang memperkenalkan diri sebagai wakil ketua dengan nama liu wutong itu ,kemudian berjalan di iringi beberapa anggota sakte kuda terbang lain nya


akhirnya aku dan mereka masuk ke dalam sakte yang aku anggap sebagai perkampungan saat aku terbang melewati nya , " tempat ini ternyata cukup indah, mungkin tempat ini akan menjadi tempat yang baik untuk ku di kemudian hari" batin ku melihat beberapa murid sakte yang sedang melakukan pelatihan secara bersamaan


"mari aku antar menemui ketua sakte terlebih dahulu , yang lain nya kembali berlatih " ucap keras liu wutong tersebut , kemudian berjalan di depan ku, aku hanya mengikuti nya di belakang sambil melihat isi sakte yang menurut ku cukup besar ini , setelah berjalan cukup cepat kami bertemu dua penjaga yang menjaga sebuah ruangan yang terlihat paling besar


"apakah pemimpin sedang di dalam " tanya liu wutong pada dua orang yang terlihat tidak berani menghadap wajah liu wutong , mereka berdua hanya menunduk seperti anak kecil , " ketua sakte sedang di dalam , silahkan masuk wakil ketua " ucap salah seorang dari mereka berdua membuka kan pintu itu


" silahkan , aku perkenalkan dulu pada ketua sakte disini ,nama nya adalah liu erlong " ucap liu wutong kemudian melangkah kan kaki masuk ke dalam ruangan ini, " besar sekali ruangan ini , dan juga banyak sekali buku buku disini , apakah buku buku ini ada yang bisa membantu ku menjadi kuat" batin ku melihat ke arah dinding kiri dan kanan yang tertata banyak sekali buku


" sebenarnya sebesar apa sakte ini, dari buku buku itu setidak nya ada ribuan rahasia yang tersimpan disini " fikir ku yang terhanti karena mendengar suara dari liu wutong , " salam ketua sakte , aku perkenalkan pada anda , dia adalah orang yang menghentikan orang orang sakte punggawa biru yang sedang mengintai sakte kita tadi, aku membawa nya kesini karena melihat bakat nya yang sangat luar biasa" ," adik wutong , aku mempercayakan nya pada mu , ajak lah dia berkeliling , masalah perkenalan nya besok saja kita adakan upacara penyambutan yang resmi untuk dia" ucap liu erlong yang ternyata adalah seorang wanita


"sakte macam apa ini, bahkan ketua nya adalah wanita" batin ku kemudian berkata" tuan , terima kasih atas perlakuan tuan " ucap ku pada liu erlong berusaha bersikap sopan layak nya seorang tamu pada tuan rumah


kemudian kami berjalan keluar , dan liu wutong mengajak ku ke tempat tinggal nya , "silahkan masuk , ini adalah tempat ku tinggal " ucap nya berjalan masuk yang di ikuti oleh ku ," lan er , bawakan makanan untuk tamu kita" teriak liu wutong ," apakah yang di panggil anak nya atau istrinya" fikir ku kemudian duduk di sebuah tempat tidur milik liu wutong