
" hah, akhir nya sampai juga di hutan pemandian langit" batin ku sambil menggela nafas setelah perjalanan hampir setengah bulan ini ," guru , kita istirahat sebentar boleh" tanya ku lagi pada orang yang cukup tua dengan rambut hitam bercampur putih panjang
" hmmm, baik lah , sebentar lagi gelap buat tenda kita istirahat disini " suruh nya dengan nada pasrah menurut i permintaan ku yang bisa di bilang terlalu mengatur dan menjengkelkan ,aku kemudian bergegas membuat sebuah tenda untuk kami berdua
" guru, tenda sudah bisa di pakai , silahkan masuk aku akan mencari kayu dan makanan untuk nanti malam " izin ku yang langsung di jawab dengan anggukan oleh guru ku , walau usianya sudah tua tapi tetap saja tubuh nya sangat kuat dan selalu terlihat bersemangat
setelah aku merasa cukup dengan kayu dan beberapa buah untuk bisa dimakan oleh kami berdua aku langsung pergi ke tenda tempat kami akan istirahat malam ini , sebelum kayu aku letakkan di tanah tiba tiba guru memanggil ku " anak bodoh , cepat masuk bawa makanan nya aku sudah lapar" teriak guru yang jarang sekali memanggil ku dengan nama ku sendiri
" baik guru" teriak ku juga menjawab panggilan nya , aku langsung meletakkan kayu kering di depan tenda dan masuk membawa makanan yang sudah aku cari sebelum nya ,"guru , kita makan dulu " segera aku mengeluarkan buah buah itu dari kain yang aku buat seperti kantong untuk membawa barang barang ku
" anak bodoh , kamu sudah menjadi murid ku selama enam tahun lebih , apa yang telah kamu dapatkan selama ini " pertanyaan nya membuat nafas ku sedikit tersedak untuk pertama kali nya dia menanyakan hal ini ," guru aku sudah mendapatkan hidup yang baik bersama guru" jawab ku yang tidak mengerti apa yang di magsud kan guru ku itu
mendengar ucapkan ku dia langsung memukul kepala ku dari belakang " dasar anak bodoh , berlatih setiap hari perkembangan pun tidak ada " ucap nya dengan sebuah senyuman di samping kerutan yang ada di wajah nya yang nampak jelas
"xiao zhu, sekarang aku sudah tua , kamu harus bisa menjadi kebangaan ku " ucap nya sedikit pelan memegang pundak ku ,"aku memberikan gelang ini untuk mu , teteskan darah mu di gelang ini, maka dia bisa kamu pakai untuk menyimpan apapun benda yang ini kamu simpan dan kamu ambil sesuai keinginan mu"guru, kenapa" tanya ku yang merasa ada yang aneh dari guru sore ini
"besok aku akan menantang tai tan , kalau aku mati kamu harus hidup dengan baik , berlatih lah dengan baik, balaskan dendam guru pada nya, kalau guru masih hidup guru akan menemani mu menjadi kuat " perkataan itu seperti petir yang menghantam telinga ku
" guru aku akan menemani mu, kita mati bersama " ucap ku memandang wajah guru ku , orang yang merawat ku dari kecil hingga sekarang , bahkan kebaikan nya melebihi ayah ku sendiri ," xiao zhu , aku sudah tua , semua yang ku miliki telah ku ajarkan pada mu , jadilah laki laki yang selalu memenuhi janji" ucap nya mengingatkan ku dengan janji ku sebelum berangkat dari kota balaras ke hutan ini
"xiao zhu , di gelang itu ada berbagai buku yang telah aku simpan, nanti apapun yang terjadi meskipun nyawa yang di pertaruhkan jangan biarkan ada orang lain yang membuka apalagi membaca nya " pinta guru ku memegang tangan ku yang semula mengepal , " baik guru apapun yang terjadi tidak akan aku biarkan siapapun membuka buku yang telah guru simpan " sahut ku menganggukkan sedikit kepala ku
"ingat lah pesan ku tadi, gunakan buku buku yang ada di dalam gelang itu untuk membatu latihan mu, jadi lah laki laki yang selalu memegang janji" kata guru ku lagi ," baik guru akan ku ingat ajaran mu " tanpa menunggu jeda waktu langsung ku sahut perkataan nya dengan cepat
" di dalam juga telah ku siapkan jutaan pil berkualitas tinggi, untuk membantu mu berlatih , kamu boleh memberikan pil yang ada di dalam gelang itu pada orang lain , tapi ingat jangan pernah menjual nya dengan harga apapun , guru tidak rela barang ku di jual oleh orang lain " ucap nya lagi kemudian mengambil beberapa buah yang telah ku cari tadi di hutan
" nanti malam guru akan ajarkan jurus rahasia kepada mu, kamu nanti bisa mengajarkan pada orang lain, tapi ingat hanya seorang dan itu haruslah beda generasi dengan mu, kalau kamu melanggar nya guru akan kecewa pada mu" perkataan itu terdengar sangat serius , aku langsung mengangguk kan kepala ku " baik guru" segera aku ikut makan buah di depan ku
setelah hari mulai di puncak malam aku bersama guru keluar , guru mengajarkan ku jurus pedang bagai bunga , sebuah jurus yang memang aku belum pernah melihat guru memakai nya , " jurus ini adalah jurus yang hanya boleh kau gunakan dalam keadaan nyawa mu terancam , selama kamu bisa menggunakan jurus lain gunakan lah jurus lain " bagitulah perkataan guru ku , orang yang selalu memarah i ku kalau aku melakukan sedikit saja kesalahan saat aku berlatih, karena baginya latihan adalah perang , salah sedikit nyawa akan menghilang
guru terus mengawasi ku berlarih jurus itu" guru apa yang terjadi pada ingatan ku , tadi aku hampir bisa menyelesaikan nya sekerang hanya setengah nya saja aku bisa menyelesaikan sembilan puluh satu gerakan jurus pedang bagai bunga ini"ucap ku merasa kesal karena tidak mempu mempelajari jurus yang di ajarkan guru pada ku
" xiao zhu, berlatih lah lagi , selama guru tidak menyuruh mu berhenti jangan bertanya apapun pada guru " kata nya kemudian duduk bersila melakukan kultivasi di depan ku , aku hanya menurut i nya dan terus mempelajari jurus yang baru di ajarkan guru
setelah aku mencoba ke tiga kalinya bahkan ingatan ku pada jurus ini hanya sepertiga saja dari yang diajarkan guru pada ku, " apa yang terjadi pada otak ku, kenapa yang ku ingat semakin sedikit, aku harus mengulanginya lagi, aku tidak boleh membuat guru kecewa malam ini" batin ku kemudian mengulangi jurus yang pedang bagai bunga ku itu
di percobaan ke empat bahkan aku hanya bisa mengingat dua belas gerakan " apa yang terjadi pada ku " aku langsung mencoba nya lagi dan hal aneh lagi , aku hanya bisa mengingat empat gerakan nya saja , " tidak , aku tidak boleh membuat guru kecewa " kemudian aku mencoba nya lagi dan aku tidak mampu melakukan gerakan nya sekali saja, semua nya seperti terhapus dari ingatan ku