
"sial , guru pasti kecewa pada ku " batin ku kesal ,tiba tiba guru menyelesaikan kultivasi nya ," sudah lah , jurus itu akan bisa kamu gunakan saat kamu benar benar membutuhkan nya " ucap guru yang memang aku tidak begitu mengerti magsud nya
" anak bodoh , aku akan berangkat sekarang , hidup lah dengan baik, ingat , di dunia ini kamu tidak bisa menerima guru lagi " ucap nya kemudian bangkit dan menyerahkan sebuah pedang yang selalu di pegang nya ," xiao zhu, pedang ini aku serahkan pada mu, jangan gunakan ini selama kamu belum mampu mempelajari seluruh jurus yang ada di dalam buku yang sudah aku simpan di gelang mu" ucap guru kemudian melompat sangat cepat bagaikan menghilang
aku lalu memasukan pedang yang di berikan oleh guru kepada ku , pedang itu sepanjang lengan yang di rentangkan , sangat tipis dan tajam dengan pembungkus berwarna biru terang dan pegangan pedang berwarna merah darah
sambil menunggu guru aku melakukan kultivasi sendiri ," guru aku akan menunggu mu hari ini" batin ku melihat ke arah guru melompat masuk ke dalam hutan pemandian langit
setelah berhari hari guru tidak datang aku akhirnya memutuskan untuk pulang ke kota balaras ,tempat kami berdua tinggal , setelah berjalan sangat lama aku yang memang memiliki ingatan sangat baik tetap ingat jalan yang aku lalaui bersama guru ku saat menuju hutan pemandian langit
" tai tan, suatu hari akan ku ambil apa yang menjadi milik ku" geram ku memukul kan tangan ku ke sebuah pohon yang ada di samping ku , aku berjalan seperti orang bodoh , setiap lapar langsung mencari makanan , setiap malam langsung membuat tenda , sekarang aku tidak perduli dengan waktu untuk pulang aku hanya ingin berjalan saat ingin berjalan kalau tidak aku hanya diam dan melakukan kultivasi
hampir dua minggu perjalanan jauh ku telah ku lalui sendirian , dan saat aku akan membuat sebuah tenda tiba tiba angin bertiup sangat kencang membuat aku harus mencari tempat untuk berlindung , di saat kebingungan aku melihat sebuah gua yang sepertinya sudah lama tidak berpenghuni
aku memasuki nya untuk berlindung tapi suasana alam sangat tidak bersahabat , angin kencang bercampur air hujan terus melanda bumi tempat ku berpijak, aku yang tidak ingin kebasahan memutuskan untuk masuk lebih dalam gua itu , " bagus lah sekarang aku bisa tidur tenang " batin ku kemudian melakukan kultivasi di dalam gua
setelah hampir tengah malam tiba tiba rasa lapar melanda perut ku " aku harus mencari makanan " batin ku kemudian bangkit dari kultivasi ku , tanpa adanya bantuan cahaya memang sangat sulit bagi ku untuk mencari makanan
setelah berjalan cuku lama akhirnya aku melihat pohon dengan buah yang cukup banyak, tanpa banyak berfikir aku langsung meloncat mengambil buah itu dari pohon nya, "untung saja guru mengajari ku cara mengambil buah" gumam ku setelah turun sesudah memasukkan semua buah ke dalam gelang ku
setelah di bawah aku langsung memakan nya untuk mengisi perut ku yang sudah sangat lapar ," buah ini kenapa sangat pahit " ucap ku setelah memuntahkan sedikit makanan yang sudah berada di mulut ku ," sial nasib ku mungkin kurang beruntung hari ini " tanpa banyak bicara aku langsung berjalan ke arah gua dan masuk untuk tidur di dalam
" ahhh " suara ku setelah bangun , kemudian aku keluar melihat lihat " sial masih hujan lagi ,terpaksa aku harus makan buah tadi malam" ucap ku kemudian masuk lagi kedalam gua
setelah makan cukup buah aku merasa tubuh ku seperti ada getaran keras " sial buah apa ini kenapa bisa begini" gumam ku memegang batu pada sisi dinding gua yang terlihat sangat kokoh ,setelah cukup lama akhirnya getaran pada tubuh ku berhenti "bagus lah kalau sudah berhenti" ucap ku kemudian melakukan kultivasi
" sial, ada apa dengan tubuh ku , kenapa aku seperti tidak memiliki kekuatan roh sama sekali" batin ku dengan tubuh yang masih bersandar pada dinding batu gua ," ah sudahlah mungkin aku terlalu kelelahan lebih baik aku kultivasi lagi untuk memulihkan kekuatan roh ku" ucap ku setelah menghela nafas panjang
setelah beberapa waktu aku membuka mata ku , " kenapa sedikit pun rasa nya aku tidak memiliki kekuatan roh , apa yang salah pada diri ku" ucap ku kemudian bersandar lagi di dinding batu gua
hampir setengah jam aku berfikir masalah tubuh ku, akhirnya aku mengingat pesan guru untuk mempelajari buku yang ada pada gelang yang ku pakai, aku akhirnya memutuskan untuk mengambil semua buku yang tersimpan di dalam gelang pemberian guru
satu persatu aku membuka buku yang ada di depan ku , setelah membaca cukup lama aku menemukan sebuah halaman yang menerangkan larangan untuk memakan buah sang untuk semua kultivator yang ada di seluruh dunia ini
"sial aku memakan buah larangan , pantas saja semua kultivasi ku hilang "aku mencoba mengeluarkan cincin roh , yang sudah kudapatkan selama bersama guru tapi satu pun tidak ada ,"sial empat cincin roh yang telah kudapat kan selama ini harus hilang karena kesalahan kecil " seandainya guru masih ada aku tidak akan memakan buah sang " dengan kesal aku memukul dinding batu yang aku gunakan untuk bersandar
dalam keadaan bingung aku membaca semua buku di hadapan ku , selama lebih dari dua bulan akhirnya aku mampu membaca dan memahami seluruh isi dari buku buku peninggalan guru , aku akhirnya memutuskan untuk berlatih lagi dari awal , dengan bermodalkan pengalaman yang sudah kulalui bersama guru ku
"di dunia yang besar ini, apakah semua harus sekejam ini pada ku, ayah membeci ku , ibu juga entah ada dimana , bahkan kedua kakak ku ,juga berniat menggilangkan ku pada dunia , apakah harus seberat ini penderitaan ku" gumam ku mengenang semua kenangan bersama guru
" guru, aku berjanji pada mu, di kehidupan ini akan ku buat tai tan dan seluruh kekaisaran xing merasakan penderitaan yang guru alami " ucap ku meneteskan air mata karena sedang mengingat semua kenangan yang pernah aku lalui bersama guru, orang yang merawatku saat aku di usir oleh ayah ku sendiri
" jika dunia ini kejam , maka akan aku lihat apakah dunia bisa bertindak kejam lagi pada ku , sekarang aku sudah kehilangan semua kekuatan roh ku, mungkin itu hal bagus untuk meningakatkan kultivasi ku dari semula lagi " batin ku,tangan kanan ku mengusap air mata yang tidak sengaja turun dari mata ku