SHADOW WIFE

SHADOW WIFE
Teka-Teki Cinta



Diva mencoba menata hati, dan bertekad untuk meyakinkan dirinya sekali lagi. Ya, meski ada Daffin yang begitu baik dan mencintainya, tapi entah kenapa justru kepada Elanglah kerinduan itu selalu bermuara. Hanya kepada Elang khayalan itu selalu meraba. Dan hanya bersama Elang jugalah Diva ingin merangkai cerita cinta. Sayangnya, mereka tak akan pernah bisa untuk bersama, kecuali takdir melukis cerita lain untuk mereka.


"Pa ...," sambil mengatur nafasnya, Diva pun membalikkan badan dan memberanikan diri untuk berbicara kepada suaminya.


"Iya...," Daffin menunggu Diva mengeluarkan kata-kata.


"Sebenarnya..., sebenarnya Mama...," ucap Diva masih bingung harus berkata apa.


"Sebenarnya apa? Katakan...," tanya Daffin, dengan berjuta pertanyaan dalam benaknya.


"Sebenarnya Mama menangis karena Mama sakit kepala luar biasa. Papa nggak ada salah apa-apa. Mama cuma butuh tidur saja," jawab Diva asal. Saking bingungnya bagaimana memberi penjelasan kepada suaminya, akhirnya kata itu yang keluar tanpa terencana.


"Mama sakit? Kita ke rumah sakit sekarang," Daffin bukannya tenang, tapi justru semakin panik mendengar jawaban Diva.


"No. Mama bukan sakit tapi capek. Penat banget karena banyak kerjaan di kantor. Please, Mama butuh tidur," Diva merajuk, karena dia sangat yakin kalau suaminya itu pasti akan memaksanya ke rumah sakit, setelah mendengar kata pusing keluar dari mulut Diva.


Daffin sempat mengerutkan dahinya, mendengar permintaan Diva yang sungguh sangat aneh menurutnya. Namun karena Diva terus meyakinkan dirinya bahwa dia hanya butuh tidur saja, akhirnya Daffin memutuskan untuk mengalah dan menuruti permintaan istrinya.


"Oke. Tapi kalau Mama merasa tidak kuat, kita harus ke rumah sakit dan Mama tidak boleh menolak apapun alasannya," putus Daffin tidak bisa ditawar, hingga Diva hanya mampu menganggukkan kepalanya dengan pelan.


***


"Mesranya," sebuah pesan singkat dia tuliskan, dan sukses terbaca saat itu juga oleh lelaki pujaannya.


"Nggak kebalik? Sakit tauk, lihat kamu berdua sama dia," kilah Elang disertai emoji menangis.


"Lebih sakit aku. Kalian begitu dekat di foto itu," Diva tak mau kalah. Bahkan air di matanya sudah menggenang, mengingat foto mesra Elang yang begitu jelas terpampang.


"Kita sama-sama sakit, Sayank. Makanya stop posting apapun tentang dia," balas Elang lagi, kali ini disertai emoji tangan tanda memohon. Elang pun mulai mencairkan ketegangan mereka berdua sejak foto Diva dan Daffin dilihatnya, hingga akhirnya dia putuskan untuk balas menyakiti Diva dengan foto mesra yang lebih menusuk mata.


"Mas juga nggak boleh lagi posting apapun tentang dia," tulis Diva di akhir pesannya, sebelum akhirnya dia menyeka air mata yang tak mampu ditahannya.


Ya. Kini mereka harus menjadi dua pribadi yang berbeda, sebagai sebuah konsekuensi yang harus mereka tanggung atas komitmen terlarang yang mereka paksakan untuk tetap terjalin meski banyak hati yang akhirnya harus mereka jaga. Walaupun mereka tahu betul bahwa kisah cinta itu tak kan pernah bermuara, namun mereka rela berkorban banyak hal agar mereka bisa terus bersama.


Menderita? Tentu saja tidak. Mereka menikmatinya, walau sejak awal cerita sudah ada air mata yang keluar karena perasaan cinta yang berlebih di antara mereka.


Hingga tak terasa, kisah mereka pun terus berjalan, menoreh teka-teki cinta yang semakin membuat mereka tak bisa lagi untuk dipisahkan.


BERSAMBUNG


Maaf tidak up lama. Tunggu next episode yang lebih seru lagi ya. 🥰