SHADOW WIFE

SHADOW WIFE
Melodi Kemarahan Elang



"Posisi?" senyum Diva tiba-tiba melebar, melihat nama Elang ternyata mengirim sebuah pesan.


Tak mau membuang waktu, jari jemari Diva pun langsung menari-nari di atas benda pipih canggih miliknya itu, dan segera membalas sebuah pesan yang sudah dia tunggu-tunggu sejak dua hari yang lalu.


Ya. Sejak mereka melakukannya siang itu, dua hari ini memang mereka belum bertemu. Weekend yang lumrahnya dijadikan pasangan lain untuk bisa bersenang-senang pun harus mereka relakan, karena harus menjaga masing-masing pasangan agar skandal itu tak akan terbongkar.


"Jam kantor adalah milik kita, selanjutnya tak ada komunikasi apapun selain urusan kerjaan," putus Elang, tanpa mempedulikan aksi protes Diva yang sudah mulai memanyunkan bibirnya.


Diva yang lebih berani dan ingin mendapatkan perhatian lebih pun akhirnya hanya bisa mengiyakan permintaan Elang yang sangat berhati-hati dan cenderung selalu khawatir berlebihan.


"Nasib istri bayangan," omel Diva dalam hati.


Begitulah cara Elang dan Diva berhubungan, lebih sering melalui pesan udara dan panggilan suara. Semua itu sengaja mereka lakukan agar rahasia besar mereka tersimpan rapat dan tetap terjaga.


Namun sebiasa apapun Diva dan Elang di depan pasangan masing-masing, tetap saja sebagai seorang suami, naluri Daffin menangkap ada hal yang berbeda dari istrinya. Mulai dari content media sosial Diva yang tak lagi berisi foto mereka berdua, sikap yang mulai berbeda, juga beberapa kali ******* palsu yang mampu ditangkap Daffin saat mereka tengah bercinta, membuat Daffin sedikit banyak merasa bahwa ada yang tak baik-baik saja.


Hingga siang itu, entah kenapa Daffin ingin sekali membuat Diva memamerkan kemesraan mereka berdua di semua akun media sosial yang dia punya.


"Mam, foto yuk," ajak Daffin, saat mereka sedang makan di sebuah Cafe langganan mereka.


Diva tak banyak bertanya ataupun menolak ajakan suaminya. Namun saat Daffin betul-betul memaksa agar Diva segera memposting foto mereka berdua, kegalauan pun segera melanda dan memenuhi ruang kosong dalam hatinya.


"Posting..., enggak. Posting..., enggak. Posting..., enggak," pilihan yang teramat sulit untuk Diva.


Hal sepele memang. Tapi Diva benar-benar sadar bahwa posisi Diva saat ini tak seperti Diva dulu yang bebas melakukan apapun yang dia mau. Ya, karna kini ada hati Elang yang harus dia jaga, begitupun dengan hatinya yang harus Elang jaga.


***


Melodi kemarahan Elang aktif tiba-tiba saat netranya menangkap sebuah gambar pada benda pipih canggih miliknya. Dadanya penuh sesak, rasa sakit pun kini dia rasa saat melihat foto mesra Diva bersama suaminya. Apalagi saat dia menangkap senyum mereka begitu lepas, membuat irama jantung Elang meloncat-loncat entah kemana.


"Ya Tuhan, rasa apa ini? Kenapa sesakit ini, sementara dari awal aku sudah tahu kalau hal-hal semacam ini akan sering terjadi?" geram Elang dalam hati.


Bahkan, Elang tak sanggup lagi melihat foto Diva dan Daffin yang terpampang nyata di depan matanya, hingga benda pipih canggih itu pun langsung dia tutup begitu saja.


"Kau lihat pembalasanku, Diva. Akan kupastikan bahwa kau akan merasakan sakit melebihi apa yang aku rasa," batin Elang lagi.


Begitulah. Hari itu Elang baru tersadar, bahwa hatinya sungguh tak rela saat melihat kekasihnya bersama pria lain, meski itu adalah suaminya sendiri. Hingga rencana pembalasan itupun akan benar-benar dia lakukan untuk membuat Diva merasakan apa yang saat ini telah membuat hatinya terluka.


Apa yang akan Elang lakukan untuk membalas Diva?


BERSAMBUNG


Hallo guys...


Alhamdulillah akhirnya author bisa up episode ke lima cerita ini. Jika boleh, minta like dan Comment-nya dong. Biar semangat gitu. Klik tanda love juga, favoritkan cerita ini biar author selalu termotivasi untuk bisa update setiap hari. Semakin banyak yang klik favorit, semakin semangat juga author nulisnya. Berasa ada yang nunggu kelanjutan ceritaku gitu. Hehehe...


jangan lupa like, comment, love dan klik bintang 5. Oke? terima kasih...