
Setelah mendapatkan kantong penyimpanan dari Lian hua ia berlari kembali ke rumah yang ia tinggali.Aether merasa senang apa yang dihasilkan dalam berapa waktu ini.
Sampai di dekat rumah ia melihat ibunya dikelilingi oleh banyak orang dan disana eksperesi wajah ibu gelisah.Setelah melihat ibunya gelisah ada sebuah kobaran api merah kebiruan.
Dep!
Aether langsung meloncat ke depan hadapan ibunya dan ia berteriak"Pukulan sepuluh kali lipat api merah membara."Duar orang orang itu menghindar akibat pukulan itu menyebabkan tanah menjulang ke langit seperti bebatuan.Aether menatap dengan hawa pembunuh kepada mereka.Sedangkan di dalam belenggu guru menyaksikan pertempuran dengan senang.
"Oh siapa kamu berani mengurusi urusan sekte es,jika kamu tidak mau terbunuh cepat pergi dari sana."kata salah satu orang itu.
"Huh jumlah dua puluh orang mungkin membutuhkan banyak usaha."kata Aether.
Sring
Aether melesat dengan cepat di depan salah satu mereka.Aether menggenggam tangan dengan erat.Lima belas kali lipat pukulan mematikan.Buagh Pukulan itu mengenai dia dan Aether menghentakkan kakinya dengan keras hingga menerbangkannya ke langit dengan cepat membuat tidak sadar.
Sring sring
Buagh buagh buagh Aether menjatuhkan mereka hingga tersisa sepuluh orang.Aether kelelahan dan pukulan itu menyebabkan kerusakan di tangan kanan Aether hingga keluar asap namun asap itu membuat kerusakan itu perlahan pulih.Ia menyadari setelah berapa detik bahwa ini efek dari teknik tubuh abadi yang bisa mengembalikan kerusakan disebabkan menjadi pulih.
Orang orang itu langsung mengeluarkan sebuah artefak dari salah satu mereka mulai memegang tanah.
Deruji es menjulang langit.Sebuah retakan di dalam tanah keluar sebuah es yang berbentuk seperti tusukan sebuah tombak.Es itu keluar dengan banyak Aether melopat ke belakang untuk menghindari tapi ia terlambat.Aether melihat dibawahnya bongkahan es yang siap menusuk dirinya tapi ia memutarkan dirinya dan menyentuh di bagian samping lancipan di es tersebut.Aether mendorong dirinya kebelakang dari bagian es tadi.Ia berguling guling di udara tapi setelah lolos dari salah satu bongkahan es ada banyak es dibelakang dia yang akan menyerang dirinya.
Aether membuka tangan kanan dan mengumpulkan kobaran api disana hingga berbentuk sebuah bola.
Ledakkan bola api.Duar! bongkahan es tadi menjadi pecahan es yang bertaburan.Aether mengakat tubuh dari udara kembali ke posisi berdiri seperti semula tapi tangannya kanan masih berasap yang menanggung resiko dari belenggu.
Saat ia berdiri tegak sebuah artefak menusuk bagian lengan kanan Aether dan mengeluarkan banyak darah dari sana.Sedangkan ibu Aether mengeluarkan air mata dan menutup mulutnya ia merasa bersalah.
Akkhh!
Aether mencoba menarik artefak itu dari bagian lengan kanannya.Saat ia mencoba tiba tiba keluar deruji es disana di dalam lengan kanannya.Darah Aether mengalir di deruji tersebut.
"Jika kamu menarik artefak itu akan menyebabkan darah dalam dirimu akan kehabisan yang akan menyebabkan kematian hahaha.dengan demikian menyerah saja apa yang kau perjuangkan."kata salah satu orang itu.
"Aether jangan memaksakan dirimu ibu akan baik baik saja disana jadi jaga dirimu dengan baik dan tetap hidup sayang anakku."kata ibu yang menangis melihat Aether menderita.
Aether melihat kebawah dan terdiam sesaat.Sedangkan dalam belenggu gurunya khawatir namun ia harus menerima rasa sakit ini.
"Tidak apa apa bu aku akan mengambil tindakanku sendiri dan aku yakin tidak salah apa yang kupilih."jawab Aether terhadap ibunya.
Aether langsung menarik artefak itu dengan kencang dan menancapkan di depannya.Orang itu terkejut apa yang dia lakukan.Hingga membuat banyak asap terlihat dari lengan kanannya.
Aether mengepal tangan kanan hingga di belenggu keluar sebuah ukiran disana seperti rune kuno dan rune itu menyebar ke tubuhnya.Dan membuat mata kanan Aether berubah menjadi kuning kemasan.Ia menatap dengan tajap kepada sepuluh orang tersisa itu.
Dan orang tersisa itu mengeluarkan banyak pil dan menelannya.Mereka juga membuat formasi array pertahanan dari sekte es.
Booosh!
Keluar percikkan api disekitar Aether yang bewarna biru hingga menjulang tinggi.Setelah itu kobaran api berkumpul di tangan kanan membuat sebuah segel yang bewarna biru menyusaikan api dalam segel tersebut.Aura disekitar Aether mendidih membuat asap dimana mana.
Duar!
Aether melesat dengan cepat kedepan mereka dengan menggenggam tangan yang mendidih.Mata keemasan itu memancarkan cahaya emas seperti sebuah aliran.
Ledakan seratus kali lipat api penghancur surga!
Duaaar!
Sebuah kilatan cahaya dari gesekan array dan serangan Aether menyebabkan sebuah cahaya meluas ke sekitar hingga hampir menutupi setengah kota.Setelah cahaya itu menyebar tiba tiba mengecil berada diantara serangan mereka.
Duaaar!
Sebuah ledakan dari cahaya mengecil itu menyebar hingga setengah kota karena cahaya itu menyebar sampai dari sana.Disana ibu Aether lemas melihat anaknya meledak didepan dirinya dan berteriak"Aether!"
Setelah ledakan itu sebuah asap dari tanah menutupi area ledakan tadi.Disana terlihat seorang berdiri yang sedang memegang tangan dan juga beberapa orang berbaring disekitarnya.Disana ada seorang yang berbaring jauh dari orang yang berdiri yang dikelilingi banyak orang.
Berapa detik berlalu membuat asap itu mulai menghilang.Ibu Aether terkejut bahwa orang berbaring sendiri adalah Aether yang dikelilingi banyak luka dan juga asap dari dirinya.Sedangkan orang yang berdiri adalah salah satu orang dari sekte es dan yang sedang berbaring adalah orang sekte es juga yang menahan serangan Aether yang menyisakan satu orang yang sedang berdiri memegang tangannya.
Orang itu mulai berjalan perlahan menuju ke sisi Aether sambil membawa sebuah artefak pedang.Sedangkan Aether masih berbaring dan tidak bergerak satupun namun ia masih sadar bahwa orang dari sekte es akan mendekati dirinya.
Saat itu ibu Aether melihat apa yang terjadi ia berlari menuju ke sisi Aether ke dalam sebuah jurang yang dibuat dari serangan tadi.Ibu Aether terus berlari hingga didepan Aether.Saat itu juga orang dari sekte es didepan ibu Aether.
"Menyingkir dari hadapanku jika tidak aku juga akan menyerang dirimu."kata orang itu.
"Aku tidak akan menyingkir bawa diriku bersama dirimu dan jangan menyakiti dirinya lebih dari ini.Aku mohon padamu!"kata ibu Aether dengan memohon.
"Itu tidak berlaku sekarang karena semua yang terjadi sekarang disebabkan oleh anakmu jadi itu tidak berlaku sekarang."kata orang itu.
Ibu Aether menutup mata dan memohon dalam dirinya agar tidak berlanjut.
Orang itu menebaskan pedangnya ke pundak ibu Aether.Tapi tiba tiba ada sebuah pedang dari langit membuat tebasan itu menjadi sebuah pedang yang hancur.Dan pedang tadi menancap di depan ibu Aether.
Ibu Aether merasa bingung karena ia merasa orang tadi menebasnya.Ibu Aether mencoba membuka matanya.Ia melihat seorang wanita cantik didepannya dan ia merasa sangat akrab dengannya.
"Ibu aku akan membawa dirimu bersamaku karena ibu sekarang sedang mengalami hal yang sulit."kata wanita itu.
"Tapi jika kamu membawa ibu adikmu akan merasa kesepian seorang diri."jawab ibu Aether.
"Huh ibu apa yang bisa kamu banggkan dalam dirinya dia hanya seorang sampah yang menempel pada dirimu.buat apa kamu khawatir tentang sampah ini."jawab wanita itu.
"Jangan bertindak kurang ajar kamu Yue zhiu kamu adalah kakaknya yang berbakat kenapa kamu bersikap seperti itu."kata ibu Aether.
"Karena aku mendengar dari Ci lan bahwa dia membatalkan pertunangannya dan dia dengan Ci lan akan mengadakan perjanjian tiga tahun.Yang seperti itu masih kamu khawatir dengan sampah yang tidak tertarik oleh saudara Ci lan karena aku ketua sekte dari sekte es.Jika ibu tidak menuruti diriku aku akan membunuhnya didepan hadapan ibu karena sekarang ibu tidak bisa melindunginya."kata Yue zhiu.
Yue zhiu langsung melancarkan sebuah pedang es didepan leher Aether.Saat itu juga ibu Aether memegang tangan yang sedang mengendalikan pedang es tersebut.
"Baiklah ibu akan mengikuti dirimu ke sekte es sebelum itu beri sebuah pil penyembuh pada Aether."kata ibu Aether.
Awan mulai menutupi langit.Air hujan mulai turun hingga deras.
Yue zhiu memeberi pil penyembuh ke Aether dan membantu menelan pil itu dengan menggerakkan mulut Aether dengan tangannya.
Setelah itu Yue zhiu memegang tangan ibu Aether.Sedangkan Aether mencoba berkata"Ibu jangan tinggalkan diriku sendiri karena menyakitkan bahwa seorang diri dan tidak ada yang peduli.Ibu jangan seperti mereka yang meninggal diriku kumohon hiks hiks hiks."Kata Aether sambil menangis.
Ibu Aether juga menangis dan ia hanya tersenyum kepada Aether dan berkata dengan pelan"Jaga dirimu Aether kamu akan menemukan mereka yang peduli pada dirimu nantinya."
Yue zhiu Mengeluarkan sebuah sayap dari punggung dan mulai terbang ke langit menuju sekte es bersama ibu Aether dan satu orang yang disuruh olehnya untuk membawa ibunya.
Sedangkan Aether terus menangis di dalam jurang yang ia buat dengan derasnya hujan.