
Berapa bulan berlalu.Angin berhembus dan terik panas matahari menyinari bumi.
Dalam sebuah academy yang besar dan banyak murid dan sumber daya.Di pinggir academy terdapat satu kubuk rumah yang diasingkan sendiri.
Di dalam kubuk rumah ada seorang kakek yang sedang memasak dan seorang remaja yang berbaring di ranjang kayu.
Ekh
Aether mulai membuka mata untuk terbangun dari keadaan pingsan.Saat Aether telah membuka mata ia mulai lihat sekeliling.Ia bingung dimana ia berada hingga ia melihat seorang kakek sedang menyiapkan makanan di atas meja.
Aether membangunkan dirinya ke keadaan duduk.Saat Aether mulai berdiri kakek tersebut langsung menghampiri Aether membantu menegakan tubuhnya.
Kakek berkata:"Pelan pelan."
Aether menjawab:"Makasih kakek."
Aether bertanya:"Kakek sudah berapa lama aku pingsan?"
Kakek menjawab:"Mungkin tiga bulan."
Aether terkejut setelah mendengar bahwa ia telah pingsan selama itu.
Aether bertanya lagi"Sekarang saya berada di mana?"
Kakek menjawab:"Kamu sekarang di academy jing shen dan sekarang mereka sedang mencari murid baru kamu bisa ke halaman nanti kalo kamu minat."
Ternyata aku berada di salah satu academy ternama mungkin akan ada hal menarik terjadi jika aku mendaftar karena masih ada tujuan kucapai dan terus berlatih menjadi kuat kata Aether dalam batin.
Aether berdiri dan makan makanan yang disiapkan kakek tersebut.Saat Aether menghabiskan makanan si kakek tersenyum kepadanya.
Telah usai makan.Ia berdiri dan beranjak keluar rumah tapi ada sosok anak kecil yang sedang bermain di depan rumah.Di dalam kesenangan adik kecil bermain dia melihatku.
Adik kecil berkata"kakak sudah bangun?"
Aether mengangguk dan menghampirinya.Lalu Aether berkata"sudah bangun kok nih kakak didepanmu."
Mereka tersenyum bahagia dan si kakek melihat di depan pintu rumah.Tapi tiba tiba ada segerombolan orang menghampiri mereka.Aether melihat mereka dan mulai bersiap jika akan terjadi pertarungan.
Segerombolan orang itu tiba dan salah satu mereka maju dan berkata " Kakek masih saja membawa orang asing tidak ingat hukuman akan tiba sebentar lagi karena mengkhianati academy."
Aether melihat ke belakang ingin melihat reaksi kakek.Kakek berjalan menghampiri diriku dan berkata"Aku masih ingat dan tidak perlu diingatkan."
"Hahaha sebentar lagi si pengkhianat akan mati dan kalian akan mendampingi kakek itu tua itu hahaha.Ayo pergi tidak ada gunanya kita disini."Kata mereka.
Aku tidak boleh gegabah harus melihat situasi dulu kata Aether dalam hati.Setelah mereka pergi meninggalkan kami aku be bertanya "kepada kakek kenapa mereka menghina dirimu?".Kakek menjawab "Dulu kakek salah satu patriak di academy ini dan selalu mendukung hingga pernah menjulangkan nama academy jadi besar tapi ada suatu kejadian bahwa kakek dijebak oleh seseorang yang membuat kakek menjadi sekarang.Intinya Kakek dituduh melakukan hal berat yang dilarang academy."
Jadi kakek akan dihukum sebentar lagi.Aku harus membantu sebisa mungkin kata Aether dalam benaknya.Lalu Aether pamit ke kakek dengan tujuan mendaftar menjadi murid disini.
Aether berjalan ke halaman utama academy meninggalkan si kakek dan adik kecil.
Setelah ia tiba di halaman utama academy.Ia melihat banyak orang berkumpul dan ingin mendaftar.Lalu Aether berjalan ke atrian menunggu giliran dia diuji.
Saat berada di antrian mereka sedang berbincang soal tingkatan ujian.
"Kamu tahu katanya ujian pertama dinilai dari bakat nah dari kudengar itu disesuaikan oleh warna yang akan muncul dari bola yang di tempat ujian warna warna itu ada merah biru hijau kuning ungu dan emas tapi jika emas itu tergolong sulit bahwa dirumorkan jika warna emas hanya keluar sekali dalam ribuan tahun.Lalu ujian kedua adalah kekuatan kita disuruh memukul sebuah bongkahan batu besar nanti dan konton rumor tersebar batu itu dari angkasa jatuh ke bumi dan juga bongkahan batu itu setelah menerima hantaman akan keluar sebuah tulisan tingkatan tubuh yang hampir sama tingkatan kultivasi.Dan terakhir ujian terakhir adalah ketenangan dikatakan bahwa untuk menguji kekuatan jiwa atau kesadaran hampir sama juga tingkatan dari kultivasi."Kata seorang yang sedang berbincang di dalam antrian.
Jadi seperti itu ujiannya aku pasti bisa melewatinya.Waktu berlalu hingga geliranku tiba."Silakan pegang bola tersebut."kata petugas.Aether memegang batu itu.Lalu keluar warna hitam sehingga yang lain terkejut.Petugas langsung meneliti langsung.Kenapa warna hitam hitam kan tidak ada di cantuman buku kata petugas yang di depan Aether.
Lalu warna hitam itu memudar menjadi warna biru.Setelah berubah warna mereka langsung memalingkan wajahnya.Petugas itu menghela nafas bahwa akan terjadi sesuatu tapi cuma seorang biasa saja kira petugas itu.
"Lanjut!."Kata petugas.
Aku langsung menuju ujian kedua.Kenapa tadi ya kok muncul warna hitam sebentar huh sudahlah jangan membuat pusing diri dulu kata Aether dalam batin.
Aether telah berada di ujian kedua ia melihat bahwa seorang memukul bongkahan batu itu dan keluar sebuah tulisan dan ia percaya perkataan orang tadi bahww ia akan bisa berhasil dengan bantuan belenggu di tangan kanannya.
Saat Aether mengantri diluar halaman ada yang sedang mengamati.
"Hmm bagi para guru apakah ada yang menarik akan terjadi dalam penerimaan ini."kata salah satu guru.
"Kita lihat nanti kejutan apa itu."kata salah satu guru.
Tiba tiba keluar kilauan cahaya emas di ujian pertama yang membuat mereka memperhatikannya.Hingga seorang yang bersembunyi muncul ke halaman utama di langit langit.
Seorang itu terdapat tujuh orang dan mulai menghampiri cahaya bersinar tadi.Sebentar lagi girilan Aether ujian kedua namun ia mencoba melirik apa yang terjadi dan disana terlihat seorang perempuan yang cantik dan polos yang dikelilingi banyak orang.
Tapi aku harus fokus tujuan untuk diterima di academy ini.Karena sekarang giliran diriku.Aether menaiki tempat ujian."Silahkan hantam batu ini sebisamu untuk menilai kekuatan dirimu.Mungkin kamu bisa mengalahkan ketenaran yang terjadi sekarang."Kata dengan sombongnya petugas itu.
Aether menghela nafas kerena telah terbiasa dengan omongan tersebut.Ia memajamkan mata dan mulai mengatur qi dalam dirinya.Sebuah hawa panas keluar dari tangan kanannya dan keluar kobaran api biru.Lalu ia menarik kaki kanan kebelakang dan juga tangan kanannya.
Kretak!
tanah disekitar mulai berterbangan dan tanah yang dipinjak Aether hancur.Urat tangan kanan Aether timbul.
"Hyaaah 100 kali lipat burst of fire blue flame spikes!".Teriak Aether dengan lantang membuat banyak orang melihatnya.
Duar Blarr Boom!
Bongkahan batu tersebut hancur berkeping hingga tanah terangkat ke atas membuat bongkahan tanah berterbangan.Membuat orang yang datang tadi terbang untuk menghancurkan bongkahan batu besar yang berterbangan setelah pukulan Aether menghancurkan bongkahan batu dan tanah.Dan ada yang mengeluarkan sebuah formasi untuk melindungi banyak orang.
Chesss!
asap dari ledakan menutupi Aether.Perempuan tadi merasakan hawa tidak enak terhadap yang menghancurkan bongkahan batu itu Ia langsung berlari ke dalam asap itu.
"Jangan itu berbahaya dan bisa membahayakan dirimu!."kata salah satu orang yang menghampirinya.
Perempuan itu tidak mempedulikan itu dan masih masuk ke dalam asap.
Disana terlihat Aether sedang berdiri tegak dan diam di bawah jurang yang dibuat Aether.Perempuan itu masuk ke dalam jurang untuk menghampiri Aether.
Perempuan itu mengumpulkan qi ditangan dan berbentuk bola."wind of ball"Bosh Sebuah angin meniup hingga asap tadi menghilang membuat semua orang melihat Aether.
Disana terlihat tangan kanan Aether bengkak hingga berwarna ungu.Dan langsung dikurumi orang yang menghampiri perempuan tadi.
Lalu perempuan itu mendekat ke Aether dan bertanya "Kamu tidak apa apa?"
Aether menoleh ke perempuan itu dan tersenyum dan berkata "Apakah ini baik baik saja?". Perempuan itu tersipu malu jika itu sakit dan berkata"Maaf akan kusembuhkan sebisaku."Aether mengganguk.
"omong omong boleh kasih tau namamu,tapi namaku Aether zhou panggil saja Aether."Kata Aether.
"Hmm namaku Fang yin."jawab Fang yin.
Saat Fang yin menyembuhkan Aether orang yang memperhatikan mulai menampakkan muka serius bahwa teknik penyembuhan adalah teknik langka dan jarang ada keluar.
Berapa menit kemudian.Luka bengkak yang tadi telah hilang.Setelah usai disembuhkan para orang itu langsung mengerumuni Aether dan Fang yin.
"Apakah kamu ingin menjadi muridku."Hampir semua yang mengerumuni mereka berkata itu.
Fang yin langsung ke belakang ku.Aku kaget ternyata sifat nya yang pemalu.
"Maaf pada guru sepertinya ia belum bisa memutuskan sekarang tunggu sampai ujian usai mungkin dia bisa memutuskan."Kata Aether.
Setelah Aether mengutarakan itu membuat Guru yang mengatakan tadi kesal dan terdiam .
"Baiklah kami akan mendengarkanmu."Kata guru itu dan langsung pergi.
Aether menghadapkan ke Fang yin dan memegang kedua tangannya.
"Sekarang sudah baik baik saja dan putuskan pilihanmu nanti setelah ujian terakhir ok dan aku harus menyelesaikan ujian terakhir kamu juga kan."Kata Aether.
Setelah Aether mengatakan itu ia mau pergi ke ujian terakhir tapi ditahan oleh Fang yin.
"Boleh ikut ?"Kata Fang yin.
"Baiklah."Jawab Aether.
Lalu Aether dan Fang yin menuju ujian terakhir.Akankah setelah ujian terakhir usai akankah terjadi sesuatu