Seven Seals Change The Heaven and Destiny

Seven Seals Change The Heaven and Destiny
Tes uji alkemis kerajaan mi ye(part 1)



Satu bulan berlalu.Aether sudah kembali seperti biasa namun ia ingin memahami sesuatu yang berada di tangan kanan berbentuk sebuah segel.


Tapi sekarang ia harus mendapatkan jumlah uang yang banyak.Agar hidup ibu dia aman.


Aether berjalan jalan di kota besar di kerajaan mi yei.Guru bisakah kita menghasilkan jumlah uang kata Aether kepada guru dalam batin.Hmm bisa tapi kamu butuh bahan obat balas guru.Obat apakah guru mau membuat sebuah pil tanya Aether pada guru dalam batin.Jangan remehkan gurumu ini balas guru.


Setelah jawaban guru.Aether langsung berlari ke paviliun pil.Sampai disana begitu ramai.Ia tidak peduli apa yang terjadi.Aether langsung bergegas masuk untuk membeli bahan obat.


Bruk


Aether tertabrak sesuatu.


"Hmm siapa yang mengenaiku."kata Aether


Sreet


Sebuah ujung pedang sedang menghunuus ke leher Aether.Aether terkejut dan mengakat tangan.Ia langsung melihat sekeliling ada seorang gadis cantik yang terjatuh.Aether pikir bahwa ia bertabrakan dengan dia.


"Tebas kedua matamu atau mati!"kata penjaga disamping gadis itu."Haha maaf aku tidak sengaja melakukan hal ini jadi.."kata Aether."Diam pilih salah satu jika tidak kau akan memilih mati!"balas penjaga dengan tegas.


Aether berfikir dengan keras.Agar lolos dari mereka.Namun gadis tersebut tertawa melihatku dipaksa oleh penjaganya.Aether melihat gadis itu tertawa ia berfikir bahwa gadis itu cantik.


"huh lihat kesana ada ketua sekte awan giok!"kata Aether dengan keras.mereka dan gadis itu melihat kebelakang bersamaan.saat itu juga Aether mencoba lari di satu sisi pintu keluar.Setelah mereka melihat


kebelakang.Mereka terkejut dimana ia berada.Gadis itu tidak tersenyum kembali saat kehilanganya.


Di luar paviliun obat Aether berlari dengan kencang menjauh dari mereka.Ia sampai di luar kota kerajaan mi ye.


Aether menuju ke tempat pakaian untuk membeli baju agar tidak dikenali.Ia membeli sebuah jubah untuk menutupi wajahnya.Lalu Aether berjalan kembali menuju paviliun pil.


Saat kembali aku melihat ada sebuah ujian alkemis."Hai kamu ikut tes itu sisanya serahkan pada gurumu."kata guru dalam belenggu.Aether mengangguk dan mendaftar ujian alkemis.


Tapi saat tiba di tempat pendaftar.Penguji menggelengkan kepalanya padaku dan berkata"Kamu tidak memenuhi syarat."


Aether terdiam namun guru merasuki Aether dan menghentakkan aura ke tanah.


Boom


Penguji ketakutan dan mempersilahkan Aether ikut test.Saat masuk terlihat orang berpangkat besar duduk di atas tempat penguji.Aku berjalan menuju tempat test.Tiba tiba aku melihat gadis itu di ruang atas tempat test seperti ruang vip.sial kenapa ia berada disana kata Aether dalam batin.


"Baik sepuluh bahan obat didepan kalian identifikasi bahan obat tersebut.jika jawaban kalian salah tujuh akan keluar dari tempat uji.jika kalian berhasil akan memasuki test kedua.Test uji alkemis kerajaan mi ye dimulai!."


Saat ujian dimulai keluar sebuah jam disamping peserta yang terbuat dari aura qi.qi adalah sumber aura untuk membuat fondasi apapun seperti beladiri,barang sementara dan lain lain.


Aether dirasuki guru dan mengidentifikasi bahan obat dan ditulis di kertas yang sudah disiapkan penguji.Para peserta pada serius dalam test mereka.Sedangkan Aether dikerjakan gurunya.


Di ruang vip gadis itu memperhatikan sekeliling.Ia merasa bosan di ruang vip.Saat ia memperhatikan ia tertarik dengan orang berjubah di dalam test ini.Gadis itu mulai memperhatikan orang berjubah.


Dan orang berjubah itu Aether.Waktu telah selesai dan peserta menaruh kertas ujian di meja yang sudah siapkan.Setelah mereka menaruh kertas ujian kertas itu melayang dan berkumpul di para penguji.


"Ok test pertama sudah usai sekarang boleh istirahat sepuluh menit.Nanti ada orang yang memanggil nama kalian.Jika nama kalian tidak disebutkan maka kalian gagal dalam test pertama ini.Kalian paham!"kata penguji.


Para peserta pada keluar tempat test dan menunggu di luar.Dan juga menunggu nama mereka dipanggil untuk test kedua nanti.