
Di tanah ini dimana yang kuat membuat aturan dan yang lemah harus patuh.Tanah yang dipenuhi dengan harta dan keindahan yang memikat.Dan juga dipenuhi dengan bahaya yang tak terduga.
Hoamm
Aku beranjak bangun dari tempat tidur.Aku berjalan keluar kamar.Setelah membuka pintu aku melihat ibuku sedang mempersiapkan makanan.Aku duduk ditempat makan setelah melihatnya.
"Ibu aku akan pergi ke dalam gunung lagi, untuk melatih diriku."ujarku."Heh kenapa kamu kesana lagi,apa tubuhmu baik baik saja?"tanya ibu."Tidak apa apa karena sudah tiga tahun ini.Aku tidak berguna mungkin saat disana menemukan harta karun."
Perkataan ini membuat raut muka ibu gelisah.
"Aku akan kembali dengan keadaan utuh.tidak akan ada ketinggalan hehehe."kataku agar ibu tidak khawatir.
Ibu kembali tersenyum sambil meletakkan masakan yang disiapkan di atas meja.Lalu aku memakannya dengan lahap.Namun ibu menatap langit langit atap rumah.Aku melihatnya sebentar dan tidak memikirkannya.Setelah habis makan aku langsung berlari keluar menuju ke dalam gunung.
"Hati hati Aether!"teriak ibu."ya!"jawabku dengan lantang kepada ibu.
Namaku Aether Zhou.Biasa dipanggil Aether.Dikehidupanku aku bersama ibu.Saat aku mulai umur 14 tahun ada peraturan dalam bela diri akan diukur bakat dalam dirinya.Dimana dalam kejadian kemarin batu kuno yang menimbulkan bakat seseorang tapi saat aku di uji pada batu reaksi.Tidak ada reaksi apapun tapi di uji sama peserta lain keluar tulisan pada batu tersebut.Setelah beberapa detik penguji berkata"Huh tidak berguna, selanjutnya."setelah itu suara teriakan terdengar dari belakang.Aku berbalik badan dan melihat mereka tertawa kegirangan.Aku menunduk kepala dan berjalan keluar dari tempat penguji.
Seorang dari sekte besar datang membuat suasana ricuh.Peserta ujian berteriak"putri rosaria yang cantik dan elegan!"putri tersebut mengabaikan mereka dan berjalan ke tempat ujian.
Aku sempat berhenti untuk melihat belakang dan kembali berjalan.Setelah kejadian ini aku tidak menyerah kembali setiap tahun karena ujian itu sekali dalam setahun di suatu daerah untuk masuk akademi.sudah tiga tahun tidak ada berubahan dari awal.Karena itu aku berlatih di dalam gunung.
Pagi hari menuju siang hari.Suasana di dalam gunung sunyi.Aether sampai disana ia bersandar di salah satu pohon.Aether menatap langit.Perlahan ia memajamkan mata dan tertidur.
Dalam diri Aether terdapat crystal yang terjarat oleh rantai yang berjumlah tujuh.Di dalam crystal tersebut ada aura misterius yang disegel oleh ketujuh rantai.Namun Aether tidak mengetahui aura misterius dalam dirinya.
Hoamm
Aether menggerakkan tubuh kesana kemari untuk membuat tubuh nyaman.Aether berkata"aku tertidur dari siang hingga malam,huh melelahkan sekali menuju ke dalam gunung tapi jika aku memiliki bakat pasti tidak kelelahan."Aether gelisah saat mengingat kejadian batu kuno.
Ia berdiri dan melihat sekeliling gunung.Ia merasa kecurigaan sesaat.Aether mulai berlari di setiap sudut hutan dalam gunung hingga mencapai titik keluar hutan.Disana terlihat jurang curam didepan.
Aether mulai maju untuk melihat kedalaman jurang.Lalu Aether melihat ke langit dan melihat ada sebuah meteor menuju ke dirinya.