Seven Seals Change The Heaven and Destiny

Seven Seals Change The Heaven and Destiny
Menenangkan diri



Setelah pertempuran Aether berjalan menjauh dari lokasi rumah dengan memegang tangan kanan yang sedang menyembuhkan diri.


Aether merenung karena ditinggalkan oleh ibunya.Sedangkan guru di belenggu tidak ingin mencampuri urusan dan ia berharap kondisi saat ini berakhir segera.


Penghiliatan Aether terlihat kosong tidak peduli apapun.Ia terus bekelana kesana kesini pagi hingga malam hari.


Beberapa minggu kemudian.Aether berada di salah satu tempat duduk ditempat makan.Disana Aether sedang meminum banyak arak dan menghabiskan semua arak disana.Seseorang menghampiri Aether dan menanyakan"Sekarang bayar yang kamu beli?". Aether tidak peduli dengan perkataan itu hingga membuat pemilik kesal dan menendang keluar dari tempat makannya.


Setelah dikeluarkan ia mencoba berdiri dan berjalan.Aether terus berjalan sampai di sebuah bukit disekitar kota.Disana ia melihat sebuah kursi didekat sebuah pohon.Aether mendekati kursi tersebut untuk duduk.Di depan Aether terlihat pemandangan indah seperti bangunan kota dan sebuah bulan purnama yang cantik.Ia tersenyum melihat pemandangan yang indah tersebut membuat dirinya tenang.


Disekitar Aether ada sosok wanita tapi Aether tidak menyadari sedikitpun.Sosok itu mendekati ke Aether.Saat sosok itu mendekat Aether mulai menyadari keberadaan sosok itu dan mulai memandang ke arah sosok itu.Dan sosok itu adalah Xie xie.Aether terdiam melihat Xie xie didekatnya.Xie xie tersenyum dibalik cadarnya.Ia mulai duduk disamping Aether.Ia juga malu kepada Aether.


Aether melihat ke atas memandang langit berbintang yang indah.Xie xie memandang Aether dan merasa dia sedang kesusahan.Aether merasa nyaman didekat dirinya dan mencoba mengatakan kondisi dia sekarang.


"Xie xie aku merasa gelisah dan kesal sekarang karena ada kejadian yang sulit dilupakan jadi apakah kamu mau mendengarkan cerita dariku?"tanya Aether.


"Jadi saat aku mengikuti ujian alkemis aku dapat membuat sebuah pil untuk menghasilkan sejumlah uang dan saat aku berhasil lolos menjadi seorang alkemis aku membuat sebuah pil dan dilelang di pelelangan.Dengan uang itu aku bisa membantu ibuku dalam masalah uang jadi setelah mendapat sejumlah uang yang berada di kantong penyimpanan ini.Aku pulang kembali ke rumah dan disana ada banyak orang yang ingin membawa ibuku ke suatu sekte jadi aku menahan mereka agar tidak membawa ibu pergi namun aku gagal dalam menahan mereka hingga ketua sekte mereka datang sendiri untuk membawa ibu pergi dan tidak terduga ketua sekte itu kakak tiriku .Saat ibu meninggalkan diriku aku mengatakan bahwa pada diriku jika tidak bisa melindungi orang yang kita sayangi buat apa aku hidup jadi aku berkeliling kesana kemari dan meminum arak agar menenangkan diriku.Dan juga waktu pertama kali aku ditinggalkan adalah orang yang aku peduli saat kecil dan itu adalah tunanganku namun di suatu hari ia ingin membatalkan pertunangannya jadi aku membuat keputusan dalam tiga tahun aku akan bertanding dengan dirinya disuatu tempat yang ditentukan oleh teman kecilku.Saat itu ada yang menghilang dari diriku namun aku tidak mempersalahkannya karena ada ibuku disampingku dan sekarang ia tiada jadi aku harus kemana hiks hiks hiks!."kata Aether sambil menangis didepan Xie xie.


Xie xie merasa apa yang dirasakan Aether perasaan kehilangan suatu yang penting dan lupa dengan tujuan aslinya.Xie xie memeluk Aether dengan perasaan nyaman.Sedangkan Aether tertidur dibahu Xie xie.Saat Xie xie melihat wajah tidur Aether ia merasa Aether seperti bayi kecil yang sedang manja dengan ibunya lalu Xie xie mencubit pipi Aether dengan senang.Aku merasa keadaan ini akan menjadi yang tidak terlupakan Aether kata Xie xie dalam hati.


Keesokan harinya Aether berada disebuah tempat tidur dan dia sedang melihat sekeliling untuk menyadari situasi sekarang.


"Dimana aku saat ini?"tanya Aether.


Tiba tiba suara pintu terbuka dan Aether langsung melihat ke arah suara pintu tersebut.Disana ia melihat Xie xie mengenakan celemek dan membawa makanan.


Aether merasa malu membuat wajahnya memerah saat melihat Xie xie yang sedang meletakkan makanan di tempat makan.Apa apan kondisi ini kata batin Aether.