Seven Seals Change The Heaven and Destiny

Seven Seals Change The Heaven and Destiny
Belenggu jiwa



Sebuah meteor sedang menuju ke arah Aether.Aether terdiam tidak bergerak karena ketakutan bahwa meteor itu akan menghantam dirinya.Namun meteor itu melewati Aether menuju bagian tengah hutan.Aether terjatuh dan terdiam sesaat.


Setelah berapa detik Aether mendekati arah jatuh meteor tadi.Ia berfikir meteor itu terdapat barang berharga didalamnya.


Aether berlari hingga sampai di tempat mateor jatuh.disana terlihat jurang yang baru dibuat.Aether mendekati jurang itu disana ada bola bersinar terang yang berada di tengah jurang.Aether penasaran membuat ia lompat kedalam jurang tersebut.


Bruk


Aether tersandung sebuah batu membuat dia terpental jauh ke dasar jurang.huh tubuhku mau remuk saja kata. Aether dalam hati.Ia berusaha berdiri dan berjalan mendekati bola yang bersinar itu.


Saat Aether mau menyentuh bola itu.Tiba tiba keluar sebuah rantai yang mengikat seluruh tangan kanan Aether yang ingin menyentuh bola.


Aaaahh


"Sakit!Aaaahh sakit sakit, kenapa begini jadinya Aaaahh!"teriak kesakitan Aether dan berguling guling di tanah.setelah rantai itu mengikat tangannya lalu keluar sebuah belenggu dan tertancap ditangan kanan.Dibelenggu itu memancarkan rune kuno.pancaran tersebut merasuki seluruh tubuh Aether membuat tubuhnya diselimuti tulisan rune kuno.Rasa sakit terus meningkat hingga Aether akan pingsan.


Aku tidak boleh kalah disini rasa sakit ini mungkin menempa tubuhku untuk menjadi kuat.Aether terus bergumam menjadi kuat dalam hati.


Didalam belenggu terdapat ruang yang luas seperti sebuah tempat misterius yang telah hilang.Disana ada sebuah seorang yang sedang tertidur di atas batu yang berbentuk seperti kasur.


Hoaam


Seorang tersebut terbangun dari tidurnya."Siapa yang berani membangunkan ratu ini."kata seorang yang didalam belenggu.


Lalu dia keluar dari belenggu itu dan berbentuk seperti jiwa melayang yang sudah terlepas dari tubuhnya.dia terkejut setelah keluar ia melihat seorang laki laki yang mati mati matian menahan rasa sakit dari rune kuno dan laki laki itu adalah Aether.


Jiwa tersebut mencoba memeriksa tubuh anak ini dengan mata ilahi yang bisa melihat suatu yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa.Namun dipenglihatan tersebut tidak terlihat apapun namun tampak tubuh anak biasa.Disaat itu juga ia tertarik dengan anak ini.Ia menunggu anak ini bangun dari pingsannya.


Malam hari menjelang pagi hari.Aether belum bangun hingga beberapa minggu berlalu.


Aether


Hmm gumam seorang misterius.Aether membuka matanya perlahan.Ia melihat ada jutaan bintang disekelilingnya hingga membuatnya memeriksa sekeliling.Aether tidak percaya bahwa ia ada ditempat ini.Ia berfikir dia sudah mati.


Hahaha kau belum mati."Apa! maksudmu aku masih hidup!"teriak Aether kepada seorang misterius tersebut.Kau akan menjadi orang yang tidak pernah bisa digapai orang lain.


Hahaha


"apa yang kau katakan!"saat ia berteriak.Membuatnya terbangun.Aether masih merasa sakit.Ia berfikir jika tadi hanya sebuah mimpi.lalu Aether menatap langit.Saat menatap langit ia melihat sebuah gumpalan bola seperti gunung.Aether kebingungan apa yang ia lihat.Berapa detik berlalu ia baru sadar hingga melompatkan dirinya ke belakang.


Brukk


sebuah pohon terbelah menjadi dua saat mengenai tubuh Aether.ia kesakitan dan menutup mata dengan keduanya tangan.


Aether bertanya"Kau siapa, kenapa kamu ada didepanku?"


Jiwa tersebut tersenyum sedang memikirkan hal menarik kepada Aether.