Seven Seals Change The Heaven and Destiny

Seven Seals Change The Heaven and Destiny
Guru



Jiwa tersebut berkata"Aku adalah seorang yang bisa membuat dirimu menjadi kuat."Setelah perkataan itu Aether dengan keinginan alaminya membuat tubuh ia memohon tanpa sadar.


Jiwa itu menahan tawa melihat Aether seperti itu."Jadi aku harus memanggilmu apa?"tanya Aether.Saat ia bertanya jiwa itu kebingungan dan melayang kesana kemari.


Berapa menit kemudian ia berhenti dan mengatakan"Panggil saja aku guru karena aku yang akan mengajarimu!"


Aether tersenyum dan menjawab dengan lantang"Baik guru!".Jiwa itu tersipu malu mendengar itu."kenapa guru raut muka guru memerah?"


Berapa detik suasana menjadi canggung.Jiwa itu bertanya"siapa namamu?". Aether berkata"Panggil saja Aether."


"Karena dirimu mendapat artefak kuno yang berada di tangan kananmu,aku akan melatih sebuah teknik yang bernama tubuh abadi namun melatih teknik ini akan ada resiko yaitu tubuh akan merasa sakit hingga merasa akan mati dan rasa lapar yang 2 kali lebih besar dari pada umumnya.Apakah kamu sanggup menahan resikonya!".ujar guru dengan tegas.


Aether mengangguk dengan cepat dan memiliki percaya diri pada diri sendiri.


Jiwa tersebut mengeluarkan sebuah gulungan dari aura yang dikumpulkannya.lalu ia meserahkan kepada Aether.


Aether membuka gulungan tersebut.Disana terdapat sebuah tulisan dan gambar yang menjelaskan tentang teknik tubuh abadi.Ia mencoba memahami dan menutup mata untuk berkultivasi.


Sedangkan jiwa itu terus memantau Aether dan menjaga sekitar.


Di suatu tempat yang gelap gurita.Disana terlihat Aether berkultivasi.Sedikit demi sedikit di ruang gelap itu muncul suatu retakan dimana mana.Namun diluar tubuh Aether muncul retakan di seluruhnya.


Guru itu merasa cemas dan khawatir kepada Aether.Tapi itu adalah proses memahami teknik tubuh abadi.


Aether terbangun.ia menahan rasa sakit."Apa guru bantu?"tanya guru.Aether tersenyum dan mengatakan"Tidak aku harus melalui proses ini untuk menjadi kuat aaaahh!"


Teriak dengan lancang membuat burung dihutan pada bertebangan.


Keluar sebuah asap dari tubuh Aether setelah berapa menit dari rasa sakit yang ia tahan.Kemudian hawa nafsu dalam dirinya meluap yang ingin melahap apapun yang ada.


Mulut Aether berliur.Tiba tiba ada seekor kelinci lewat didepannya.Ia langsung berlari menghampiri kelinci tersebut namun kelinci itu berlari untuk meloloskan dirinya.


Saat Aether berusaha menangkap seekor kelinci.Guru itu memperhatikan gerak gerik muridnya.


Dep


Setelah sekian lama kelinci tersebut tertangkap dan langsung dimakan mentah mentah.Namun Aether memakannya rasa lapar pada dirinya belum terpuaskan.


Guru merasa bosan dan kembali masuk ke belenggu untuk istirahat.Satu minggu telah berlalu setelah hawa nafsu berakhir Aether berkultivasi kembali.


Berapa hari kemudian Aether menghela nafas setelah berkultivasi.Ia merasa ada perubahan dalam dirinya.Guru keluar dari belenggu dan melihat kondisi Aether.Ia terkejut melihat kecepatan memahami teknik tubuh abadi.Dia heran kenapa begitu cepat biasa orang yang berkultivasi teknik tubuh abadi biasanya tiga bulan tapi Aether bisa memahami dalam satu minggu.Guru itu merasa bahwa Aether berbeda pada orang lain yang membuatnya ingin Aether melakukan sesuatu.


Aether mencoba melakukan gerakan yang ada dalam gulungan teknik tubuh abadi.Dia mengarahkan pukulan kepada sebuah batu besar didepan.Duaar batu itu hancur dan menyisakan puing puing batu.


"Wow kekuatan yang mengerikan."ujar Aether.


"Itu hanya sebuah pukulan tapi jika kamu menggunakan belenggu di tanganmu akan membuat kehancuran yang lebih besar namun jika kamu tidak bisa menahan kekuatan dari belenggu itu akan membuat syaraf didalam tubuhmu hancur yang menyebabkan darah bermuncratan.Sekarang kamu hanya bisa menahan kekuatannya dari satu sampai seratus kali lipat.Jika kamu memasakkan hanya mencapai seratus lima puluh kali lipat."ujar guru untuk memperingati resikonya.


Aether mengangguk.Ia memasang kuda kuda dan bersiap melancangkan serangan"Pukulan penghancur limu puluh kali lipat!"teriak Aether.


Duarr


Pukulan itu membuat dua pohon besar tumbang jatuh ke tanah.


Aether terkejut dengan apa yang terjadi.Ia berteriak"Terima kasih guru!". Aether kegirangan senang.Aether terus berlatih agar lebih menguasai serangan tersebut.


Waktu berlalu hingga sore hari.Aether duduk ditempat ujung jurang dulu yang saat pertama kali menemui artefak kuno yaitu belenggu untuk memandang matahari terbenam.


"Guru aku mau bertanya sesuatu?"tanya Aether."Apa itu."jawab guru."Guru sebenarnya apa sosokmu itu kenapa terlihat berkabut?"tanya Aether.Guru itu tersenyum padanya dan mengatakan"Baiklah lihat baik baik seperti apa gurumu."


Guru itu menghilangkan kabut tersebut yang menutupi dirinya.Sosok yang tertipu itu terlihat wanita cantik memiliki tubuh bagus dan mata indah.Dari sosok itu membuat Aether terdiam malu yang membuat wajahnya memerah.


"sangat cantik."kata Aether tanpa sadar.


Guru itu mendengarnya dan juga wajahnya memerah."Oh kamu menyukai gurumu ini?"tanya guru.


"Tidak tidak murid ini bersalah."jawab Aether."hahaha aku cuma bercanda denganmu karena dirimu terlihat lucu."balas guru.


Aether makin memerah dan tidak bergerak sedikitpun.


Lalu guru mendekat ke sisi Aether dan melihat matahari terbenam dengan bahagia.mereka memandang matahari terbenam.


Tiga minggu berlalu sejak kedatangan Aether ke dalaman gunung.Ia memutuskan kembali ke rumah untuk tidak membuat ibunya khawatir.