
Aether kembali lagi ke paviliun pil.Ia berfikir bahwa Xie xie sudah pergi dari paviliun pil.Setelah Aether tiba di paviliun pil kebisingan sebelumnya sudah tidak terlihat.Jadi ia tidak perlu khawatir lagi ketemu penjaga Xie xie.
"Permisi saya mau membeli sebuah bahan obat yang tercantum di kertas ini."kata Aether ke penjual obat di paviliun pil."Baik aku akan mengambil obatnya terlibih dahulu."jawab penjual obat.
Bagaimana aku membelinya guru kata Aether dalam hati ke gurunya.Tinggal tunjukan lencana yang diberikan Xie xie tadi.
Bahan obat telah disiapkan di atas meja."Obat ini berharga lima ribu huang."kata penjual."Baiklah jika dengan lencana ini?"tanya Aether."Hmm kamu alkemis tingkat tinggi dan dilihat kamu pertama kali kesini,huh baiklah ambillah tapi lain waktu kamu harus membayar ingat itu."jawab penjual obat."Terima kasih."kataku sambil mengambil bahan obat di karung yang ada di atas meja.
Aether keluar dari paviliun pil dan pergi ke dalam gunung untuk membuat sebuah pil.Setelah sampai disana ia mempersiapkan bahan obat untuk membuat sebuah pil.Guru keluar dari belenggu.
"Lihat baik baik proses pembuatan.Jika kamu sudah mendapatkan sebuah tungku proses ini bisa berguna bahkan tanpa tungku tapi kamu harus memulai dari tungku agar perlahan memahami pembuatan pil."kata guru.
Aku mengangguk dan memperhatikan guru dalam membuat pil.Sebuah asap keluar dari pengelangan guru.Asap itu mengangkat bahan obat satu persatu.Lalu asap itu membuat bahan obat berkumpul menjadi satu.Guru mengeluarkan banyak asap untuk menyuling pil.Asap itu menutupi bahan bahan obat.Aroma harum keluar dari asap yang menutupi bahan obat.
Aether menghirup aroma harum tersebut hingga ia hampir melupakan proses pembuatan pil oleh guru.Asap itu berputar ke satu titik dan membuat asap sekitar menghilang sedikit demi sedikit.Dan pil itu telah terbuat.Guru membuat dua botol untuk yang satu dijual namun botol tersebut khasiat berkurang dari botol yang satunya.Tapi khasiatnya melebihi pil tinggi di alam ini.
"Guru dua botol ini buat saya guru?"tanya Aether.
"Tidak botol yang ini dibuat untuk dijual di rumah dagang yaitu pelelangan."kata guru.
"oh baiklah guru aku akan kesana untuk menjual pil di botol ini."jawab Aether.
Aether mengambil botol pil yang satunya dan ditelan semua sekaligus.Guru terkejut Aether menelan semua pil tersebut.Aether segera berkultivasi sedangkan guru memperhatikan.
Segel yang berada di tangan kanan Aether bereaksi memancarkan cahaya orange kekuning-kuningan.tubuh Aether diselimuti kobaran api berwarna orange.Raut wajah Aether kesakitan hingga berkeringat.Di dalam pikiran Aether yang gelap gurita.Ia menahan hawa panas yang bermula gelap gurita menjadi sebuah lautan api.
Akkhh!
Sedangkan di bagian luar tubuh Aether syaraf syaraf terlihat.Membuat guru khawatir kepadanya.Seharusnya aku menasehati dia dulu sebelum ini terjadi jika sudah terjadi biarlah terjadi kata guru dalam batin.
Api yang menyelimuti Aether berubah warna menjadi biru dan menyebar ke sekitar membuat rumput disekitar terbakar oleh api biru.pancaran cahaya di segel berubah menjadi biru menyusuaikan kobaran api.Sedangkan di dalam pikiran Aether ia terus menahan rasa sakit dan juga warna lautan api di dalam pikiran berubah juga tapi belum disadari Aether.
Berapa hari kemudian kobaran api itu perlahan pudar kembali ke segel.Syaraf syaraf kembali tidak terlihat.Namun Aether belum sadar diri.Di saat yang sama di dalam pikiran Aether ia terbaling di ruang gelap gurita yang telah melalui lautan api.
Tiba tiba keluar sosok didepan Aether.Seketika itu Aether membuka mata di dalam pikirannya belum di dunia nyata.Ia melihat sosok itu bersinar terang.
"Siapa kamu kenapa berada di hadapanku?"tanya Aether.
"Kau akan ke suatu alam disana kita akan bertemu an."kata sosok tersebut dan menghilang.
Aether merasa curiga karena sosok itu seperti wanita tapi yang pertama kali adalah seorang pria.Ia mencemaskan perkataan mereka yaitu kau akan menjadi yang tidak pernah digapai orang lain dan ia dan sosok itu akan bertemu lagi.Aether kebingungan saat memikirkan mereka.Lalu ia mengabaikan mereka.
Aether berdiri dan mengambil botol satunya."Guru mari kita jual pil ini ke pelelangan."kata Aether sambil berjalan menuju pelelangan kerajaan mi ye.
Ia membeli sebuah jubah agar lebih dikenal orang lain di pelelangan itu.Sampai ditempat pelelangan terlihat begitu ramai.Aether bertanya ke orang bertanggung jawab di tempat pelelangan.Ia hanya harus menyerahkan kepada pemilik pelelangan.
Aether menuju tempat yang disampaikan orang yang bertanggung jawab tadi.Setelah sampai tempat yang disampaikan ada sebuah pintu besar dihadapannya.Aether mencoba untuk membuka pintu itu dan menyentuhnya.
Sebuah aliran qi di pintu mengalir.Dan pintu terbuka sedikit demi sedikit di dalam sana ada seorang gadis duduk di sebuah kasur yang elegan.Gadis itu menjulurkan tangannya dan ia menyuruh Aether mendekat tapi Aether tertarik oleh sesuatu hingga tepat berada didepannya.Ia cemas dengan kondisi sekarang.
Gadis itu menyentuh wajah Aether dengan maksud tertentu dan berkata"Apa yang membuatmu kemari adik kecil?"
"Anu aku ingin melelang sebuah pil yang dibuat oleh guruku."kata Aether
"Hmm menarik tunjukan pil itu pada nona ini"kata gadis itu.
"Baiklah tapi lepaskan diriku terlebih dahulu!"kata Aether dengan tegas
Gadis itu cemberut dan melepaskan dia dari pekekangan qinya.Aether merasa lega terlepas dari gadis gila ini.Aether duduk di kursi di ruangan gadis ini dan mengeluarkan pil yang berada dalam jubahnya ke atas meja dihadapannya.
Gadis itu menghampiri Aether dan duduk didepannya.Ia menarik pil di dalam botol dengan qinya.Ia membuka botol dan sebuah aroma harum keluar.Gadis itu terasa nyaman dengan aroma dari pil tersebut.Ia tersenyum kehadapan diriku.
"baiklah ini akan masuk ke dalam pelelangan dan nanti jumlah uang yang didapatkan berada di kantong penyimpanan nanti."kata gadis itu.
"baiklah dan kapan acara pelelangan dimulai?"tanya Aether.
"Nanti malam pelelangan akan dimulai.Seharusnya kamu berada di pelelangan untuk melihat keseruan disana."jawab gadis itu
"Baiklah aku akan kesana dan terima kasih sudah memasukkan pil itu pelelangan.Aku akan pergi dari sini."kata Aether.
Saat Aether berjalan keluar tiba tiba ada yang mencekik lehernya.Sial gadis gila ini kata Aether dalam hati.Hahaha suara tertawa seorang guru dalam belenggu.
"Siapa namamu adik kecil?"tanya gadis itu.
"Aether namaku Aether."kata Aether.
Gadis itu melepas qi yang mencekik Aether dan berkata"Lian hua itu namaku.Semoga kita bertemu kembali."
Aether segera keluar dari ruangan itu dan berharap tidak mempertemukan mereka.