Seven Seals Change The Heaven and Destiny

Seven Seals Change The Heaven and Destiny
Ci lan



Saat tiba di desa yang terdapat rumahku.Suasana sunyi dan hening tidak seperti biasanya.Setelah berjalan cukup lama yang hampir mendekati rumahku berada.terlihat ramai orang disana.Aku langsung bergegas lari menerobos perkumpulan orang orang.


Setelah melewati gerombolan orang disana ada ibuku sedang memohon kepada teman sejak kecilku.Dan yang berada di sisi teman kecilku ada seorang yang terlihat dari sekte besar.


Aku langsung menyusul ke ibuku dan bertanya"kenapa ibu seperti ini kepada temanku?".


Seketika semua pandangan warga desa menuju kepada diriku.Aku bertanya tanya kenapa mereka menatapku seperti itu.


"Huh seorang sampah ingin menikah dengan seorang dewi sepertimu.dasar tidak tahu diri!"kata dengan tegas dari orang yang berada di sisi temanku.


"Kan dia yang ingin menikah denganku kenapa aku yang menginginkannya."jawabku


"Aku tidak tahu apa yang kau katakan aku hanya tidak ingin menikah denganmu pertunangan selama ini aku ingin menyelesaikan."kata temanku


"Ci lan jika kamu bilang demikian kenapa dulu kamu ingin menikah denganku?"tanya Aether kebingungan yang Ci lan ungkapkan.


"Kamu hanya seorang sampah yang tidak bisa berdampingan denganku yang menawan ini.kau hanya orang rendahan yang tidak sebanding denganku seperti orang yang disampingku yang dari salah satu sekte besar di benua ini!"kata Ci lan tanpa ragu ragu.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Ci lan.Aether menundukkan kepalanya ke bawah.


"kenapa kamu menatap kebawah,apa kamu menyadari bahwa kamu seorang sampah hahaha."kata Ci lan.


"Ci lan kenapa kamu bilang seperti itu kepada Aether.Ia tidak melakukan hal yang tidak baik?"tanya ibuku.


"hahaha kamu dari masa lalu emang kuat namun saat ini kamu juga lemah kamu dan anakmu sama saja seperti sampah.dasar orang rendahan!"jawab Ci lan dengan tegas.


Hari mulai gelap.warga desa sedang berbisik apa yang terjadi di depan mata mereka.Ibu Aether terdiam dan tidak berkata kata.Sedangkan Aether masih melihat kebawah.


Bhooossh


Aura panas sedikit demi sedikit terasa.Orang yang disekitar mulai terasa kepanasan.Namun Ci lan dilindungi oleh orang yang disisinya dengan suatu teknik.


Di suatu tempat di dalam diri Aether.Ada salah satu dari rantai yang menjerat crystal dalam tubuh Aether terlepas.Dan muncul sebuah segel di tangan kanannya secara perlahan.


Kobaran api muncul dari segel tersebut yang berada di tangan kanan Aether.Api itu berwarna orange kekuning-kuningan.


Di dalam belenggu guru terkejut apa yang ia lihat.Seketika orang yang berada di sisi Ci lan bergerak dan langsung menghantam diriku.


Buuakhh


Aether terpental jauh kebelakang.Ia mencoba menahan dengan kakinya agar tidak terlalu jauh.


Aether menggenggam tangan.segel yang terukir ditangan kanannya mulai memancarkan cahaya orange yang mengikuti api yang berwujud tadi.


Fire shot,boomm.


Shield awan giok! Duar!


Tameng itu hancur dan serangan itu mengenai dirinya.Hembusan awan giok!sebuah udara yang menetralisir serangan tadi.Baju yang orang itu pakai terbakar dan tidak menyisakan apapun.


Tangan kanan Aether berasap.Aether terlihat kelelahan.Saat orang itu menyadari dia kelelahan orang itu mengeluarkan sebuah artefak tingkat atas.


Tombak elang penghancur surga!


Tombak itu diselimuti aura panas berwarna giok hijau dan membuat bentuk seekor hewan.


Hyaaah!


Boosh!


Aether tidak bisa bergerak sedikitpun karena ia kehabisan tenaga setelah mengaktifkan segel didalam dirinya.Lalu ia memajamkan mata.Agar tidak terlalu sakit.


Namun tiba-tiba mata Aether berbuah warna menjadi pink.Tubuhku bergerak sendiri dalam batin Aether.Serahkan ini pada gurumu kata guru pada Aether melalui batin mereka.


Duaaar!


"Hahaha kau tidak mungkin menahan serangan dari artefak yang kumiliki hahaha."kata orang itu


Asap yang disebabkan dari ledakan artefak tersebut mulai memudar tapi terlihat sosok yang berdiri tegak.


Orang itu terkejut apa yang terjadi."Hmm bongkahan sampah."ujar guru dalam tubuh Aether.


Taar!


Artefak itu hancur diremas oleh Aether.Aether menunjuk ke Ci lan dan berkata"Dalam tiga tahun siapa yang memutuskan semua hal yang terjadi pada hari ini."teriakku saat dalam dirasuki oleh guru.


Ci lan merasa kesal dan berbalik pergi."Baiklah kita tentukan dalam tiga tahun siapa yang memutuskannya!"


Setelah Ci lan pergi bersama orang yang berada di suatu sekte besar.Aura dalam diri Aether menghilang.Di dalam belenggu guru kelelahan dan berkultivasi untuk mengisi energinya kembali.


Aether terjatuh dan pingsan.Saat ia terjatuh dia digenggam ibunya.raut wajah ibunya merintih sedih dan mengalirkan air mata."Kenapa kamu begitu."kata ibu.


Hujan mulai turun menetes perlahan dan membahasi mereka.


Ibu Aether membawanya ke dalam rumah namun kondisi rumah agak hancur disebabkan oleh Ci lan dan anggotanya.


Ibu Aether menemani Aether disampingnya dan tertidur.Hujan makin deras petir mulai bermunculan.Badai hujan terjadi.