
Matahari sedikit mengintip dari arah timur...
Uap air panas memenuhi sebuah ruangan , terlihat seorang wanita cantik berambut merah sedang berendam di dalam kolam air panas.
Sea Silvia berendam di air panas dia perlahan menundukkan kepalanya menggertakkan giginya melihat bayangan kesepiannya sendiri. " Sial... kemarin malam benar benar sangat sial. " Ujar Sea dengan penuh kebencian , dirinya pun menutup kata kata itu dengan beberapa nafas...
Seiring berjalannya waktu matahari semakin tinggi.
Setelah Sea berendam dirinya pun mencoba untuk berdandan di dapan sebuah cermin besar ,
menurut Sea memiliki tubuh wanita seperti ini membuat dirinya cukup kebingungan , bagaimana cara merawat , bagaimana cara membersihkan kedua bagian ini , bagaimana cara memakai pakaian agar dapat nyaman saat bergerak , apalagi bagian dadanya yang cukup sulit untuk memakaikannya pakaian.
Ini juga sebuah fakta bahwa Sea menjadi wanita belum ada 1 tahun.
Setelah itu dia telah berhasil memakai setelan baju berwarna merah yang selaras dengan rambutnya. " Huf... " Nafas tidak puas terdengar.
Sea yang melihat dirinya tidak bisa memaksimalkan kecantikan dan berdandan rapi hanya dapat tersenyum pahit saat dirinya melihat ke arah kaca.
" Aku benar benar telah menyia nyiakan tubuh cantik ini jika , Audi ada disini mungkin ini akan sedi— " Dia berhenti berbicara , setelah itu dia berjalan pergi dari kamar miliknya.
Walaupun Sea tidak dapat berdandan , tubuhnya adalah sebuah mutiara hidup yang tidak perlu sebuah riasan untuk memperlihatkan kecantikannya.
Setelah itu dia keluar dari tempat yang dulu ia sewa bersama Audi , dirinya berniat untuk berkeliling lebih dalam di kota One Ward.
...EPS 30......
Di luar rumah Matahari bersinar terang tanpa di temani satu pun awan , cahayanya bersinar sejuk tidak menyilaukan mata.
Banyak orang yang sedang melakukan aktifitas seperti biasa , ini terlihat seperti bumi akan tetapi tidak ada satupun besi berjalan terlihat.
" Klara kau pasti tidak sedang membohongi ku kan ? " Fikirran Sea melayang hingga tidak mempedulikan arah yang ia tuju , sementara itu banyak orang yang melirik Sea dengan tatapan yang bermacam macam , walau pun dirinya sedang memakai topeng tapi dengan pakaian yang ia kenakan akan ada banyak orang dapat menebak dirinya cantik.
Sea pun berjalan dia mulai keluar dari salah satu blok kota ," Meskipun daerah pinggir kota ini memiliki banyak rumah rumah bertingkat , tapi aku sedikit terkejut ada tempat seperti ini. "
Sea melihat ladang hijau dengan jalan berbatu , pepohonan dan rumput rumput hijau membentang luas.
Dia berjalan di atas rumput rumput hijau , banyak orang yang berlalu lalang di sini ada juga beberapa orang yang terbang mengunakan sihir.
" Klara , apakah kau... " Fikir Sea dirinya pun mengingat kembali apa yang terjadi kemarin malam.
Malam gelap dengan beberapa lampu jalanan sebagai penerang , cukup sedikit orang yang masih beraktifitas , beberapa cahaya dalam rumah mulai di matikan.
Dengan senyuman nya Klara yang mendengarkan penjelasan dari Sea sedikit terkejut dengan penjelasan itu dia pun tertawa kecil ," Haha... Tak kusangka kau berfikir seperti itu , tapi ya Terima kasih telah menjelaskannya padaku , sebagai gantinya aku akan jelaskan tentang rencana organisasi ku. " Ujar Klara dengan cukup terheran heran.
Mendengar apa yang dia ucapkan Sea menjawab dengan suara yang cukup tinggi ," Apa maksudmu ?. " Dia pun meremas meja yang. berada di depannya " Candaan mu sangat tidak lucu !. "
Klara menggaruk kepalanya dengan tangan kanan , kepalanya sedikit miring ke sebelah , " Siapa yang sedang bercanda , aku tahu bahwa dirimu sangat ingin mengetahui tujuan dari Organisasi. Aku tidak akan basa basi soal ini , 8 - 9 hari lagi , planet ini mungkin akan segera di hancurkan , Mereka mengincar tubuh naga serta pahlawan yang menurut Legenda planet ini , tubuh mereka terkubur di bawah kota ini. " Setelah mengatakan itu , Klara pun mencoba untuk berdiri dan meninggalkan Sea.
Gerakan tubuhnya terhenti saat dia mendengarkan kata kata Sea , " Apa menurut mu kau ? " Ucapannya terputus saat Sea sedikit bingung dia pun mulai tertawa , " Eh hahaha. "
" Tidak , maksudku apakah ketua mu tidak akan membunuhmu jika kau membocorkan rencana ini ? " Sea berkata sembari menahan tawanya.
Huh... Klara hanya membuang nafas. " Tentu saja mungkin iya , tapi aku belum bertemu dengannya dalam 7 hari terakhir. Tidak peduli apapun yang aku lakukan asalkan apa yang aku inginkan tercapai itu sudah cukup. " Matanya menjadi berbinar di saat dirinya mengatakan itu.
Suaranya menjadi sedikit berat ," Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini apakah kau tahu tentang kondisi Jane dan teman teman nya? , mereka semua sekarat Lo ! " Dia mengakhiri kata kata itu dengan senyuman.
Di bawah kegelapan malam senyuman Sea keluar dengan begitu cantik di balik topeng miliknya ," Untuk perkataan mu yang terakhir apakah aku kelihatan peduli ?. "
Klara terkejut dia hanya bisa terdiam dan mulai berjalan pergi dari sana. Beberapa langkah setelah Klara berjalan dia berbicara tanpa melihat ke arah Sea , " Dan juga apakah kau tahu , sepertinya Jane menyukaimu Lo dan aku tidak suka itu... "
Sea hanya diam mendengar ucapan itu dia pun melihat Klara yang mulai menjauh dan menghilang tertelan gelapnya kota...
***
Tanpa Sea sadari dirinya telah berjalan cukup jauh hingga telah sampai di blok kota selanjutnya.
Di bawah teriknya sinar matahari sebuah tembok besar setinggi 8 meter berdiri kokoh di depan Sea.
Dengan cukup tercengang melihat tembok itu Sea pun bergumam , " Ini besar sekali , tak kusangka bahwa blok sekecil ini akan dikelilingi oleh tembok yang sebesar ini. "
Rasa tercengang itu mulai berubah menjadi rasa kagum dia pun mulai berjalan masuk. Di depan pintu masuk terdapat beberapa orang yang sedang menjaga pintu , Sea tidak mempedulikan mereka dia hanya terus berjalan ke dalam.
Beberapa saat setelah dirinya masuk , Sea di sambut dengan banyak gedung gedung tinggi yang terbuat dari Batu bata , jalan jalan yang terbuat dari bebatuan.
" Ini seperti rumah ku !. " Kebahagiaan nya menjadi sangat besar.
Tanpa ia sadari dari arah belakang " Awas " Teriak Seseorang anak laki-laki yang sedang berlari sangat cepat tanpa mempedulikan arah dan tanpa sengaja dirinya menabrak Sea.
Sebelum Sea menoleh tubuhnya dan tubuh anak itu bertubrukan *Bruk Tubuh Sea sedikit terdorong kebelakang dan terjatuh tertimpa anak itu.
" Aduh... " ujar anak itu yang merasa sedikit kesakitan.
" Hei kau tidak apa apa. " Ujar Sea kepada anak itu. Saat itu terdapat banyak orang yang melihat itu banyak orang yang peduli tapi tidak ada satupun yang mendekat untuk membantu.
Dengan panik anak itu berkata " Baik , saya baik baik saja "
Sea hanya melihatnya dengan tatapan kosong dibalik topengnya ," Haha , jika kau tidak apa apa bisakah kau lepaskan tangan mu dari sana itu sangat tidak nyaman buat ku Lo. "
Menyadari apa yang sedang ia sentuh , dengan cukup malu dirinya pun berdiri " Tolong maafkan aku " dia pun lari meninggalkan Sea.
" Anak ini lucu sekali...
......BERSAMBUNG......
BANTU AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE. KALIAN JUGA BISA MEMBERIKAN GIFT...!!!
^^^TERIMA KASIH!!!...^^^