REINCARNATED INTO A DREAM WORLD

REINCARNATED INTO A DREAM WORLD
EPS 26 - TARGET



Mendengar kata-kata terakhirnya di belakang topeng miliknya dia sangat terkejut bahkan hingga LV tidak percaya...


...----------------------------------------------------------------------------------------------------...


...EPS 26...


Matahari telah turun beberapa Derajat dari posisi awalnya. Angin sepoi-sepoi bertiup , membuat perasaan menjadi setenang langit biru , suasana di luar sana menjadi lebih ramai dari biasanya. Cahaya matahari menyinari banyaknya gedung gedung bertingkat di sana...


Di salah satu sebuah Rumah besar yang terhimpit Gedung besar di setiap sisinya , Terlihat sebuah ruangan persegi yang tidak memiliki sebuah ventilasi , Buku buku tertata rapi di setiap sudut dinding. Hanya ada beberapa lampu untuk menerangi ruangan itu...


Setelah cerita dari Kakek itu selesai sebuah keheningan terjadi di sana. Karena keterkejutan Sea yang mendengar cerita itu , Sea hanya bisa terdiam memikirkan semua itu.


" Jika ini , tidak apakah...Semua ini benar ? " Tanya Sea kepada hati kecilnya. Karena keterkejutan itu kebingungan mulai menghantui kepalanya.


Sementara itu , setelah kakek itu bercerita dia pun meletakan kepalanya di atas meja dan berniat untuk tidur disana.


Sea pun mulai memikirkan setiap hal yang terjadi selama hidupnya di bumi maupun setelah berpindah ke dunia ini...


Dimulai sebagai Pekerjaan kantoran yang tidak memiliki siapa pun , hingga tersiksa milyaran kali , dipaksa untuk berlatih dan menjadi alat , bertarung dan membunuh karena hasrat ingin balas dendam. Terbebani dengan takdir yang ia alami selama ini air mata pun mulai keluar dari mata sebelah kiri Sea.


Saat itu Sea mengangkat topeng miliknya , dia pun mengusap air matanya... ," Setelah semua ini , apakah aku akan berhenti ? , apakah aku dapat kembali ? " Fikir Sea yang di baluri kesedihan. Meskipun mata kiri miliknya menangis mata kanan miliknya masih memberikan tatapan tajam , Seolah olah kesedihan dan balas dendam dapat dilakukan secara bersamaan.


Sea pun menutup kembali topeng miliknya , " Dunia yang ku tinggali saat ini sepertinya memang dunia fantasi. Dulu mungkin aku menolak gagasan ini tapi setelah diriku mendengar cerita tentang pahlawan dan Naga , Aku mulai setuju." Fikir Sea saat itu dia telah benar benar menerima keadaan nya.


Beberapa saat setelah itu , Sea masih berada di sana , dia hanya membaca beberapa buku. Tanpa terasa siang hari pun berlalu...


Saat itu Kakek yang sedari tadi mendengkur di atas meja mulai bangun...


" Ah , apa aku tadi ketiduran ? " Ujarnya . Dia pun mengusap air liur yang keluar dari mulutnya.


Melihat Sea yang berpindah meja dan masih berada di sini kakek itupun berkata ," Hey nona bagaimana jika kau tinggal dan menjadi pengurus perpustakaan ini menggantikan diriku ? " Dia pun sedikit menguap beberapa kali.


Sea pun melihat ke arahnya , dia hanya berkata " maaf aku menolak tawaran itu , ada banyak hal yang harus aku lakukan. " Sea pun berdiri dan berjalan ke arahnya.


" Untuk sekarang terimakasih atas bantuannya. " Dia pun memberikan sebuah uang kepada kakek itu.


Melihat uang itu Kakek itu mengambilnya tanpa sungkan sedikit pun ," Jika sepeti ini aku ucapkan banyak terima kasih " Ujarnya dengan tawa.


" Sebelum kau pergi... " Candanya pun berubah menjadi keseriusan ," Apa kah aku bisa mengetahui nama asli mu ?. "


Mendengar hal itu Sea menyebutkan tanpa ragu sedikitpun ," Nama ku adalah Sea Silvia. " Sea pun berjalan pergi berniat untuk keluar dari Perpustakaan itu.


" Nama ku adalah Hok , panggil aja aku kakek Hox. "


Sea hanya mengangkat tangannya tanpa menoleh untuk menjawab kata kata itu...


Cahaya matahari hampir terbenam , burung burung terbang di langit ke arah terbenamnya matahari. Langit berwarna oranye ke merah merahhan menutupi langit disana. Keadaan di luar toko jauh lebih sepi dari biasanya.


Melihat warna dari langit yang sangat cantik Sea bergumam dalam hati ," Langit yang awalnya Sebiru lautan bahkan dapat berubah menjadi Semerah darah , Walaupun hanya sebentar warna ini dapat dilihat sebagai sebuah pertanda Sebelum menjadi warna hitam. " Setelah mengatakan itu Sea pun berjalan menjauh dari toko itu , dengan tatapan serius dari belakang topeng miliknya dia berfikir dengan amarah yang besar ," NAIKARI... "


Sementara itu di perpustakaan Kakek Hox , dengan senyuman kebahagiaan dia masih melihat Sea yang mulai menjauh dari tempat nya. Semakin jauh Sea semakin pudar pula Senyuman miliknya. Hingga saat Sea telah benar benar tak terlihat Kakek Hox menunjukkan wajah aslinya...


" Apa aku harus membunuhnya ? " Ujarnya , suara berat yang diikuti aura membunuh keluar dari mulutnya.


Setelah mengatakan itu Kakek Hox pun menutup pintu dan mendekati salah satu sudut ruangan , dia pun melihat beberapa buku yang ada di sana.


" Kemenangan pasti , 6 Tangan api , Sumber energi dunia dan harta Karun , Kisah Pahlawan dan Naga. " Setelah membaca beberapa judul buku itu , dia pun menarik salah satu buku.


Getaran terjadi di tempat itu lampu lampu di sana mulai mati satu demi satu , di setiap sudut buku buku mulai jatuh 1 demi satu , hingga terbukanya sebuah pintu Rahasia di sudut tempat Kakek Hox menarik buku. Dengan tatapan dingin kakek Hox pun masuk ke dalam pintu itu...


Setelah beberapa langkah dari ruangan utama Kakek Hox pun menepuk tangannya.


Seketika lampu yang berbeda disana menyala , terlihat sebuah ruangan yang jauh lebih kecil , dengan banyak kertas gambar manusia di silang , tertempel di dinding ruangan itu...


" Apakah kau sudah memfotonya ? " Ujar kakek Hox , sebuah lirikan tajam ke Salah satu sudut dinding ruangan.


Saat itu seseorang mulai muncul dari sudut ruangan , dia pun memberikan hormat ," Ya. Saya telah memfotonya " Dia pun memberikan sebuah foto ke Kakek Hox.


Kakek Hox pun mengambil foto itu , dengan tatapan dingin nya dia pun menyilang Foto itu dan menempelkannya ke salah satu , " Keluarganya akan mendapatkan kabar buruk setelah ini " Fikirnya diikuti dengan sebuah senyuman.


Seseorang yang berada di sudut pun memberikan hormat sekali lagi ," Saya akan selalu menuruti perintah " Ujarnya dengan penuh rasa hormat.


Kakek Hox hanya Melewati nya dan mengangkat tangannya ," Pakaian Maid yang kau pakai cocok sekali. " Setelah mengatakan itu dirinya pun keluar dari tempat itu.


...~Di lain sisi......


Sebuah langkah kaki terdengar sedang menaiki anak tangga... " Di mana ketua sekarang ? " Tanya nya kepada diri sendiri.


Setelah mengatakan itu dia pun sampai ke sebuah laboratorium , terlihat beberapa orang sedang berada di dalam tangki yang terisi air ," Apakah musuh sekuat itu hingga kalian berempat


terluka separah ini ? " Ujarnya dengan cukup tidak peduli.


" Tidak papa jika mereka mati , asalkan aku Klara mendapatkan apa yang aku inginkan " Tatapan tajam keluar , saat itu dia menggenggam tangan dan memukul salah satu Alat , hingga meledakkan Alat itu...


......BERSAMBUNG......


BANTU AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE. KALIAN JUGA BISA MEMBERIKAN GIFT...!!!


^^^TERIMA KASIH!!!...^^^