
Di tengah tengah perjalanannya yang meninggalkan Naikari di sana , Dr. New Edison memperlihatkan senyuman licik , sudut mulutnya sedikit terangkat matanya menyipit melihat ke arah depan.
Di tengah tengah perjalanan itu beberapa pelayan memberikan hormat kepadanya.
" Segalanya untuk pengetahuan Tuan Edison. " Ujar semua pelayan di sana secara serentak.
" Segalanya... "
Sementara itu di tempat Naikari , Naikari masih syok dengan apa yang diucapkan oleh Edison , dia hanya termenung kaku tak bersuara dan bergerak , " Ini...sulit...sekali..., Apakah...Itu...benar...? " Fikir Naikari dengan wajah syok dengan mata yang memperlihatkan ekspresi lain.
...Beberapa hari pun telah berlalu......
Saat itu ada beberapa prajurit dari Dr. Edison yang sedang berpatroli di sekitar taman , Beberapa ada yang berbicara satu sama lain...
" Hey hey , apakah kau tahu orang yang beberapa hari lalu menyerang tempat ini sendirian ?. "
" Yah aku juga tidak tahu , tapi dari apa yang aku lihat kekuatan miliknya sangat dahsyat , Mungkin setara atau lebih lemah dari pahlawan yang ditemui kita dahulu !. "
Percakapan itu menjadi lebih intens , bahkan ada beberapa orang yang mulai mendekati mereka , untuk saling berbagi informasi.
Hingga sebuah suara menyapu semua keributan itu...
" Perhatian bagi setiap orang , diharapkan untuk segera kembali ke dalam kastil , Saya ulangi diharapkan bagi Setiap orang untuk kembali ke Kastil. " Suara itu menggema di seluruh taman , dan beberapa tempat lain.
Kerumunan massa yang berada di sana mulai berlari pergi menuju ke dalam kastil...
Sedangkan di dalam kastil...
Di tempat itu berdiri beberapa orang yang sedang mengerjakan sesuatu , tempat itu berbentuk seperti lap penelitian , dengan banyak tombol tombol di sana.
Seseorang perempuan pun mendekati orang yang cukup tua yang sedang duduk di kursi.
" Tuan Edison , ini adalah beberapa hal yang telah di kerjakan dalam 3 hari terakhir. " Perempuan itu menyerahkan sebuah buku ke arah Dr. Edison.
Tubuh Dr. New Edison saat itu duduk dengan posisi yang sangat menyedikan di atas kursi. Dengan sedikit berusaha dia pun menerima kertas yang diberikan oleh anak buahnya.
" Kau , apakah itu kau Vicena Ilda ? , kau jadi semakin cantik hari demi hari. " Dia pun beberapa kali melirik tubuh cantik Vicena.
Melihat tatapan Tuan nya , Vicena hanya tersenyum manis , baginya bisa membuat tuannya bahagia adalah sebuah berkah yang sangat besar.
" Anda terlalu memuji saya , saya hanya lah seseorang yang tidak pantas mendapatkan pujian dari anda. " Dia pun memberikan hormat.
Beberapa saat setelah pembicaraan itu , sebuah langkah kaki terdengar mulai mendekati ruangan itu , Hingga.
—Bush , orang itu menendang pintu besi secara paksa.
Melihat orang yang memasuki ruangan secara paksa itu , beberapa orang yang berada di sana hanya terdiam , sedangkan Edison membisikan sesuatu ke arah Vicena...
Mendengar apa yang dikatakan , Vicena mulai memberikan salam dan berjalan ke belakang.
Orang yang menendang pintu itu , mulai berjalan ke arah Edison. " Hey , apakah kita bisa memulai kesepakatan kita ?. "
Edison hanya mendengus mendengar kata-kata itu. Dengan tubuh tua nya dirinya pun berusaha , bangkit dari tempat duduknya , beberapa orang di sana ingin memberikan bantuan , tapi Edison menolaknya.
" Kau terlalu berisik , apakah kau tidak bisa lebih lembut ?. Naikari ?. " Dia pun menatap kearah atas , melihat Naikari yang cukup tinggi , dari tubuhnya.
Suara retak terdengar , tubuh tua Edison mulai kembali menjadi tubuh pemuda berambut hitam , Dirinya sedikit lebih tinggi dari Naikari , yang mengakibatkan Naikari mengangkat kepalanya.
" Seperti yang kau katakan , kita akan memulai rencana kita. "
Naikari hanya acuh tak acuh mendengar itu , dirinya pun mulai berbalik arah dan berjalan keluar , " Aku akan menjemput bawahan ku untuk rencana kita , kau lakukan tugas mu !. " Ujar Naikari , kepalanya masih terbayang dengan apa yang di ucapkan oleh Edison 3 hari yang lalu.
Pupil mata kirinya sedikit retak , sebuah tulisan muncul di pupil matanya , seketika sebuah gerbang dimensi Keluar di tempat itu. Gerbang itu berbentuk seperti sebuah Pintu dengan ukuran cukup besar dengan beberapa ukiran dekorasi di depan pintu.
Tanpa memandang dan mengucapakan sesuatu kepada Edison , Naikari pun mulai berjalan masuk ke arah pintu , tubuhnya berangsur angsur menghilang ditelan kegelapan pintu itu. Sihir itu juga mulai menghilang tepat setelah nya.
Edison sedikit menggaruk kepalanya , dia pun berbicara kepada semua orang yang berada di sana , " Tetap awasi Naikari dengan Artefak utama. Juga segera jalankan Istana ini , kita akan segera pergi dari tempat ini. "
kata kata milik Edison membuat mereka semua segera bergegas melakukan apa yang diperintahkan.
Senyum tipis , menutup kegiatan yang ada di sana.
Di luar istana , 4 Buah bintang bersinar sangat terang , seolah olah 4 buah matahari menyinari Dunia tanpa sedikitpun Gelap melanda.
Tanah pun mulai bergetar hebat , tanah berwarna merah mulai mengeluarkan banyak asap , Air mulai mengalir ke bawah istana.
Istana mulai terangkat , setiap orang yang berada di istana mulai melakukan apa yang di perintahkan. Senyum bahagia terpancar bagi penduduk Istana.
...EPS 28......
Malam telah tiba Bintang bintang menggantung di langit , terlihat seperti manik manik. Pemandangan yang dapat membuat orang merasakan kebahagiaan
Setelah 1 hari Sea meninggalkan Perpustakaan Nasional , dirinya mulai meningkat kan kualitas sihir miliknya. Meskipun dia memiliki lebih dari 100 Ribu mana kualitas sihirnya sangat rendah.
Keramaian kota terlihat , banyak lampu lampu menyala di setiap rumah , Berbeda dengan kota Prosrid kota ini sedikit lebih aman jika dibandingkan dengan kota itu...
Di belakang topeng miliknya Sea membuka kelopak mata , dirinya sedang duduk di sebuah kursi di tepi jalan , Banyak orang lalu lalang tanpa memperhatikan dirinya.
" Dengan apa yang aku lakukan kali ini , tidak diragukan lagi bahwa Geul akan mulai mencari ku di luar kota , / bahkan dirinya telah menemukan ku tapi tidak ingin keluar untuk menemui ku. " Sea hanya membuang nafas kecil dengan apa yang dia pikirkan.
Tangan kirinya pun membuka topengnya , memperlihatkan bibir cantiknya. Dia pun mulai makan beberapa makanan.
" Ini sulit sekali , mempelajari sihir tingkat tinggi. " Dia menatap ke arah acak beberapa kali. " Tapi... sepertinya aku akan mengalami hal yang menarik !!! " Seketika itu ada banyak orang mulai melompat lompat antara satu bangunan dengan bangunan lainya.
Para warga pun mulai sedikit panik , Tak sedikit beberapa orang mulai membunuh orang orang yang sedang Melompat lompat itu.
" Sial kenapa harus sekarang. "
" Siapa dia , siapa mereka !?! "
Orang orang itu memakai baju serba hitam tanpa sedikitpun lubang , bahkan di mata sekalipun.
Salah satu warga yang tidak memahami situasi , Tanpa dia sadari kepalanya telah menggelinding ke arah Sea.
* Kyaaaaa *
Jerit panik pun terdengar , dengan diikuti suara bising.
......BERSAMBUNG......
BANTU AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE. KALIAN JUGA BISA MEMBERIKAN GIFT...!!!
^^^TERIMA KASIH!!!...^^^